Alat Peraga Gambar Dalam Mapel IPS SD Kelas II

 

PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI KEDUDUKAN DAN SILSILAH ANGGOTA KELUARGA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR SILSILAH ANGGOTA KELUARGA BAGI SISWA KELAS II SD NEGERI 01 KESESI KECAMATAN KESESI KABUPATEN PEKALONGAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh: Lestari, S.Pd.SD

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga melalui penggunaan alat peraga gambar bagi siswa Kelas II SDN 01 Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilaksanakan 2 siklus.  Siklus 1 dan siklus 2 dibagi 4 tahap yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan Tindakan, 3) Observasi, 4) Refleksi. Hasil penelitian pada pra siklus nilai rata-rata 45,43 siklus 1 nilai rata-rata 64.14 siklus 2 nilai rata-rata 72,85. Hal ini menunjukan bahwa alat peraga gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPS Materi kedudukan dan silsilah  anggota keluarga bagi siswa kelas II semester 2.

Kata Kunci : Hasil Belajar dan Alat Peraga Gambar.

 

Pendahuluan

Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa Kelas II SD Negeri 01 Kesesi rendah. Terbukti dari hasil pengamatan dan evaluasi yang telah peneliti lakukan, pada saat proses pembelajaran berlangsung banyak siswa yang kurang semangat dalam memperhatikan penjelasan guru. Banyak siswa yang kurang memahami materi pelajaran yang disampaikan bahkan beberapa diantara mereka ada yang berbicara dengan teman dan mengantuk. Dari hasil ulangan harian yang telah peneliti lakukan di kelas 2 SD Negeri 01 Kesesi dengan nilai KKM 65, diketahui dari 35 siswa yang mendapatkan nilai 65 keatas hanya 11 siswa atau sekitar 31,43 persen, 24 siswa mendapatkan nilai di bawah 65 atau sama dengan 68,57 persen. Berarti penguasaan materi hanya 31,43%, kegagalan siswa dalam penguasaan materi  pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial mencapai 68,57% Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan bagi terlaksananya pembelajaran yang berkualitas sehingga perlu segera dicari solusinya agar hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa siswa tentang apa yang menjadi kendala dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, antara lain karena mereka menganggap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial itu sulit, kurang semangat serta kurang memahami penjelasan guru. Rendahnya hasil belajar memahami kedudukan dan silsilah anggota keluarga bagi siswa karena guru kurang variatif dalam pembelajaran. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembelajaran, guru hanya berceramah, bertanya, dan memberikan perintah atau instruksi saja, tanpa memberikan penjelasan bagaimana memahami kedudukan dan silsilah anggota keluarga yang benar, dan mudah sehingga siswa banyak yang merasa kebingungan. Kondisi siswa yang cenderung pasif dan kurang bergairah dalam mengikuti pembelajaran tersebut dimungkinkan karena guru belum menggunakan alat peraga yang tepat sehingga berdampak pada rendahnya penguasaan materi pelajaran.

Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga karena guru belum melaksanakan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga. Tindakan yang akan ditempuh peneliti adalah dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran yang menarik. Dalam proses pembelajaran, penggunaan alat peraga dan pendekatan pembelajaran sangat menentukan suksesnya pembelajaran. Melalui alat peraga dan pendekatan pembelajaran yang tepat, proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Alat peraga ”Gambar” yang dipilih oleh peneliti sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga. Hal ini sangat penting karena diharapkan dengan menerapkan Alat peraga “Gambar, hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga dapat meningkat, mengingat Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk memberikan bekal pengetahuan dasar kepada siswa yang diaplikasikan ke dalam keluarga masing-masing siswa.

Dalam latar belakang masalah telah dipaparkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran sebagai sarana transformasi dan pembudayaan ilmu pengetahuan kepada siswa. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas diajukan rumusan masalah sebagai berikut : ”Apakah  Melalui Penggunaan Alat Peraga ”Gambar” Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Kedudukan dan Silsilah Anggota Keluarga Siswa Kelas II  SD Negeri 01 Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pada Semester 2 Tahun  Pelajaran  2014/2015”.

LANDASAN TEORI

Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial

Achmad Sanusi memberikan batasan tentang ilmu Sosial (Saidihardjo, 1996:2) sebagai berikut “Ilmu sosial terdiri dari disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi yang makin lanjut dan makin ilmiah”.

Sedangkan menurut Gross (Kosasih Djahiri, 1979:1), ilmu sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makhluk sosial secara ilmiah serta memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.

Hakikat Belajar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:729) menyebutkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu tertentu dengan bergantung pada kekuatan harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti oleh suatu hasil tertentu dan pada daya tarik hasil bagi orang yang bersangkutan.

Hasil Belajar

Setiap jenis belajar mencakup jenis perilaku tertentu, misalnya belajar informasi verbal secara psikologis berbeda dengan belajar kemahiran intelektual, juga berbeda dengan belajar bidang kognitif lainnya. Demikian pula hasil perbuatan belajar dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk. Hasil belajar yang berbentuk ketrampilan lebih tepat disebut sebagai Hasil. Menurut Thursan Hakim dan Slameto, disebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut : faktor biologis, faktor psikologis, faktor eksternal.

Alat Peraga/Media Pembelajaran Gambar

Menurut Machmuddin (2008:74) alat peraga sebagai alat bantu dalam pembelajaran memiliki fungsi yang jelas, yaitu memperjelas, memudahkan siswa memahami konsep/prinsip atau teori dan membuat pesan kurikulum yang akan disampaikan kepada siswa menarik, sehingga motivasi belajar siswa meningkat dan proses belajar lebih efektif dan efisien. Ada beberapa contoh alat peraga yang digunakan dalam mengajar antara lain gambar, peta, papan tulis, fleschard dan sebagainya. Adapun alat peraga yang dipakai dalam penelitian ini adalah alat peraga gambar karena disenangi anak dan diperoleh dengan mudah. Penerapan Alat Peraga/Media Pembelajaran “Gambar” pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan sebuah alternatif dari kreatifitas seorang guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.

METODE  PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di kelas II SD Negeri 01 Kesesi, kecamatan Kesesi, kabupaten Pekalongan. SD Negeri 01 Kesesi kelas II mempunyai 35 siswa dengan distribusi siswa laki-laki 14 anak, dan siswa perempuan ada 21 anak. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dimulai bulan Maret dan berakhir bulan April  2015.

Subjek dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga. Adapun sumber data dari penelitian ini: 1) peserta didik yang berjumlah 35 siswa dengan distribusi siswa laki-laki 14 anak, dan siswa perempuan ada 21 anak, 2) guru kelas dan teman sejawat.

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk tes dan nontes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan memahami bentuk dan kedaulatan negara. Teknik nontes berupa observasi dengan lembar observasi dan catatan harian yang digunakan untuk menilai aktivitas, keaktifan, dan perubahan perilaku peserta didik selama kegiatan dilakukan.

Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis kualitatif dengan metode pemaparan secara deskriptif komparatif, yakni mendeskripsikan semua temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana (persentase).

Indikator kuantitatif penelitian ini adalah: 1) peserta didik dinyatakan  berhasil mencapai kompetensi pengetahuan apabila nilai yang diperoleh sesuai  dengan  KKM yang telah ditetapkan sekolah sebesar 65, minimal 85%  diperoleh secara klasikal, 2) peningkatan aktifitas perilaku peserta didik telah mencapai 70% atau kategori baik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Tindakan Antar Siklus

Tabel 1. Tindakan Antar Siklus

Kondisi Awal Siklus I Siklus II
Dalam pembelajaran guru belum menerapkan alat peraga yang bisa menarik minat peserta didik di kelas Dalam pembelajaran IPS materi kedudukan dan silsilah keluarga menerapkan alat peraga “Gambar”                      ( secara klasikal ) Dalam pembelajaran IPS materi kedudukan dan silsilah keluarga menerapkan alat peraga “Gambar

( secara kelompok )

Pada kondisi awal peserta didik belum semua siswa mencapai ketuntasan belajar. Dalam proses pembelajaran masih dijumpai siswa yang belum memiliki hasil atau kemampuan yang baik (tuntas, mencapai indikator minimal), meskipun sebelumnya guru telah menjelaskan materi pelajaran berulang-ulang dan juga guru belum menerapkan alat peraga yang menarik bagi peserta didik. Pada pelaksanaan pembelajaran  di siklus 1 merupakan usaha perbaikan pembelajaran dari hasil pembelajaran yang dilaksanakan sebelumnya. Perbaikan pembelajaran pada siklus 1 ini guru sudah menggunakan alat peraga “Gambar”. Guru sebagai peneliti dan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu menyusun perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada kegiatan ini, secara klasikal guru menyampaikan materi pelajaran tentang kedudukan anggota keluarga dengan alat peraga “Gambar”. Siswa mencoba menjelaskan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran dengan cara memperhatikan alat peraga “Gambar”, yaitu mengamati contoh foto keluarga yang ditampilkan oleh guru serta mengamati kedudukan anggota keluarga melalui gambar silsilah keluarga. Dengan cara ini dengan mudah akan memahami kedudukan anggota keluarga. Melalui “Gambar” dapat dilihat urutan silsilah keluarga yang dimulai dari kakek dan nenek, ayah dan ibu, paman dan bibi serta saudara perempuan atau saudara laki-laki. Sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus 2 guru sebagai peneliti dan pelaksana pembelajaran mengadakan diskusi dengan observer untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran tahap berikutnya. Semua kekurangan yang terjadi pada siklus 1 akan diadakan perbaikan oleh guru sebagai peneliti dan pelaksana pembelajaran pada siklus 2. pada siklus 2 ini kegiatan yang dilaksanakan seperti pada siklus 1 yaitu pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa secara kelompok. Dalam kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, motivasi, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada siklus 2 ini masih dalam proses pembelajaran masih menerapkan alat peraga “Gambar” secara kelompok. Pada kegiatan ini,  guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan alat peraga “Gambar”. Siswa membentuk kelompok bersama-sama memahami masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran dengan menggunakan alat peraga “Gambar”, yaitu dengan cara mengamati contoh foto keluarga yang ditampilkan oleh guru serta mengamati kedudukan anggota keluarga melalui gambar silsilah keluarga. Kemudian siswa melalui kelompok masing-masing mendapatkan kartu yang berisikan nama-nama anggota keluarga. Siswa menjawab soal yang telah disediakan oleh guru dengan cara menempelkan kartu yang telah diperolehnya ke dalam gambar. Dengan cara ini dengan mudah akan memahami kedudukan anggota keluarga. Melalui gambar dapat dilihat urutan silsilah keluarga yang dimulai dari kakek dan nenek, ayah dan ibu, paman dan bibi serta saudara perempuan atau saudara laki-laki.

  1. Proses Pembelajaran

Tabel 2. Proses Pembelajaran Antar Siklus

Awal Siklus I Siklus 2 Refleksi
Siswa masih banyak yang kurang aktif dalam pembelajaran Siswa yang pasif makin berkurang. Masih ada 3 siswa. Dalam belajar nampak antusias Siswa aktif dalam pembelajaran. Masih ada 1 siswa yang mengantuk.  Dalam belajar nampak senang dan antusias Dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan baik dalam rasa percaya diri, aktif  dan kerja sama dalam kelompok

 

Dalam kondisi belajar awal peserta didik masih banyak yang kurang aktif dalam pembelajaran sehingga masih banyak dijumpai siswa yang belum memiliki hasil atau kemampuan yang baik (tuntas, mencapai indikator minimal). Pada siklus 1 siswa yang pasif semakin berkurang masih ada 3 siswa. Dalam proses pembelajaran nampak peserta didik antusias, hal ini dikarenakan peserta didik sudah mulai tertarik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan juga guru sudah menggunakan alat peraga yang menarik. Pada siklus 2 terlihat peserta didik aktif dalam pembelajaran, namun masih ada 1 siswa yang mengantuk, ada peningkatan perubahan tingkah laku siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran yaitu siswa nampak percaya diri, teliti dan kerjasama dengan penerapan alat peraga gambar.

  1. Hasil Belajar

Tabel 3. Hasil Belajar Antar Siklus

Kondisi Awal Siklus I Siklus 2 Refleksi
Uji kompetensi pada kondisi awal sesuai dengan KKM adalah 11 siswa (31,42%), sedangkan yang mendapat nilai dibawah KKM ada 24 siswa (68,57%), dengan nilai rata-rata 45,43 Uji kompetensi pada siklus 1 yang mendapat nilai diatas KKM sudah mencapai 25 siswa (71,43%). Nilai dibawah KKM berjumlah 10 siswa ( 28,57%). Dengan perolehan nilai rata-rata 64,14

 

Uji kompetensi pada Siklus 2 nilai terendah 30 nilai tertinggi 100 yang mendapat nilai diatas KKM adalah 34 siswa (97,14%), sedangkan yang mendapat nilai dibawah KKM ada 1 siswa (2,86%), dengan nilai rata-rata 72,85 Dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar  dari rata-rata 45,43 menjadi 72,85

 

Tabel 4 Kenaikan Kemampuan Belajar Siswa Antar Siklus

No Kondisi Rata-rata Nilai Persentase Kenaikan
1 Uji Kompetensi Pra Siklus 45,43
2 Uji Kompetensi Siklus 1 64,14 41,18 %
3 Uji Kompetensi Siklus 2 72,85 13,58 %
4 Kenaikan dari kondisi awal ke kondisi akhir 66,96  %

 

Berdasarkan tabel 3 dan 4 diatas diketahui bahwa dari  jumlah 35 siswa  yang  mendapat nilai sesuai dengan KKM adalah 11 siswa (31,42%), sedangkan yang mendapat nilai dibawah KKM ada 24 siswa (68,57%), dengan nilai rata-rata 45,43. Berdasarkan fakta hasil atau kemampuan belajar di atas, maka peneliti bersama teman sejawat mengidentifikasi masalah-masalah atau kekurangan-kekurangan dari pembelajaran IPS yang telah dilaksanakan. Hasil diskusi tersebut terungkap masalah-masalah sebagai berikut: rendahnya hasil belajar siswa terhadap materi pelajaran saat  proses pembelajaran berlangsung, proses pembelajaran berlangsung monoton, dan tidak variatif; keterbatasan pada alat bantu belajar/alat peraga. Pada tindakan yang dilaksanakan di siklus 1 hasil yang mendapat nilai diatas KKM sudah mencapai 25 siswa (71,43%). Nilai dibawah KKM berjumlah 10 siswa ( 28,57%). Dengan perolehan nilai rata-rata 64,14 ada kenaikan sebesar 41,18%. Pada Uji kompetensi pada Siklus 2 nilai terendah 30 nilai tertinggi 100 yang mendapat nilai diatas KKM adalah 34 siswa (97,14%), sedangkan yang mendapat nilai dibawah KKM ada 1 siswa (2,86%), dengan nilai rata-rata 72,85 ada peningkatan sebesar 13,58%. Total keseluruhan kenaikan yaitu 66,96%.

Simpulan

Berdasarkan pelaksanaan penelitian dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga dapat disimpulkan bahwa Alat peraga “Gambar dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga pada siswa kelas II SD Negeri 01 Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.  Penerapan Alat peraga ”Gambar” dalam pembelajaran meningkatkan  hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, karena : Merupakan variasi dalam pembelajaran sehingga peserta didik tidak bosan Dengan penerapan Alat Peraga Gambar, siswa dapat menemukan gagasan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang cukup sulit. Jadi berdasarkan penelitian membuktikan bahwa penerapan Alat peraga “Gambar”.” dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial  materi kedudukan dan silsilah anggota keluarga, baik aspek kognitif , afektif, maupun psikomotor.

Saran

Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyampaikan saran kepada rekan- rekan guru dalam pembelajaran IPS, supaya siswa mencapai prestasi belajar yang baik guru hendaknya: memberikan apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif, melibatkan siswa secara maksimal dalam demonstrasi, mengaktifkan siswa melalui tanya jawab, memanfaatkan media pembelajaran yang memadai, menyempurnakan alat peraga gambar sehingga dapat dikembangkan untuk mata pelajaran yang lain. Di samping itu Penelitian Tindakan Kelas (P T K) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, penulis menyarankan rekan guru agar mempelajari dan menerapkan PTK di kelasnya masing- masing. Pemahaman PTK ini dapat ditempuh melalui pertemuan KKG maupun Forum yang lain, bagi Kepala Sekolah agar memberikan kesempatan dan ruang gerak yang leluasa untuk menumbuh suburkan motivasi dan kemampuan guru dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Kosasih Jahiri, dkk.1979. Pengajaran Studi Sosial/IPS, LPPP-IPS. Bandung : FKIS-IMP

Machmuddin, D.2008. Alat Peraga di Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka

Nursid Sumaatmadja, dkk.1986. Buku Materi Pokok Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial, Modul 1-3. Jakarta : Karunika Universitas Terbuka

Saidihardjo,1996. Ilmu Sosial.Yogyakarta : Depdiknas

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta : PT

              Rineka Cipta

Suharsimi Arikunto. 1992. Pengertian Hipotesis. Jakarta Bumi Aksara

Thursan Hakim, 2005. Belajar Secara Efektif. Jakarta : Puspa Swara

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses 

               Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

BIODATA

  1. Nama Lengkap dan Gelar : Lestari, Pd.SD
  2. NIP :  196702211988062002
  3. Pangkat/Golongan :  Pembina / IVa
  4. Jabatan                                     :  Guru Madya / guru kelas
  5. Instansi :  SD N 01 Kesesi kecamatan Kesesi
  6. Hp :   085642970090

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *