PENGGUNAAN ALAT PERAGA REALIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA OPERASI BILANGAN 1 SAMPAI 20 BAGI SISWA KELAS I SD NEGERI 3 BUNIAYU PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh: Kuwati, S.Pd.SD.

 

ABSTRAK

 

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika bagi siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3 Buniayu Unit Pendidikan Kecamatan Tambak pada semester I tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah 16 siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 7 perempuan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik tes. Tes yang digunakan adalah tes tertulis. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan data awal dengan kondisi akhir siklus I, kondisi akhir siklus I dengan kondisi akhir siklus II, dan  data kondisi awal dengan kondisi akhir siklus II. Penelitian dilaksanakan menempuh prosedur bersiklus yang terdiri dari dua siklus. Setiap iklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan alat peraga realia dapat meningkatkan hasil belajar Matematika operasi bilangan 1 sampai 20  subjek penelitian dari kondisi awal 50 menjadi 77,5 pada akhir siklus penelitian. Total kenaikan 27,5 (55%).

 

Kata kunci:  hasil belajar, operasi bilangan, media realia.

 

PENDAHULUAN

Secara umum siswa SD Negeri 3 Buniayu memiliki kemampuan akademis rendah, termasuk siswa kelas I. Rendahnya kemampuan akademis siswa kelas I terjadi pula pada mata pelajaran Matematika. Buktinya, nilai rata-rata dari dua kali ulangan harian  hanya 50. Nilai yang dicapai masih jauh dari KKM yang ditetapkan, yaitu 60.

Kondisi di atas merupakan bentuk kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang harus diterima dengan realistis oleh guru. Oleh karena itu guru berupaya untuk mencari alternatif untuk mengatasi masalah yang terjadi. Perwujudan dari rasa tanggung jawab adalah dengan berupaya mencari solusi. Salah satu cara  yang ditempuh adalah dengan melakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan harapan dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.

Rendahnya hasil belajar Matematika pada siswa kelas I dipengaruhi oleh berbagai faktor, tetapi  tidak mungkin semua  penyebab rendahnya hasil belajar dapat diteliti dalam satu kali penelitian. Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti rendahnya hasil belajar mata pelajaran Matematika dilihat dari penggunaan alat peraga.   Alat peraga yang dimaksud adalah alat peraga realia berupa kerikil dan lidi.

Sejumlah pertanyaan muncul. Mengapa hasil belajar mata pelajaran Matematika rendah?, Apakah materi pelajaran Matematika kelas I terlalu sulit?,  Apakah alokasi waktu yang tersedia untuk materi pelajaran Matematika terlalu sedikit?, Apakah sekolah belum memiliki alat peraga yang memadai untuk pembelajaran Matematika?, Apakah penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Matematika belum optimal?. Karena banyaknya masalah yang muncul, maka penelitian dibatasi pada rendahnya hasil belajar mata pelajaran Matematika dan upaya perbaikannya melalui penggunaan media realia.

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah sebagaimana tertulis di atas, maka rumusan masalah dalam  ini “Apakah melalui penggunaan alat peraga realia dapat meningkatkan hasil belajar Matematika operasi bilangan 1 sampai 20 bagi siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu pada semester I tahun pelajaran 2015/ 2016?”

KAJIAN TEORI

Hakekat Belajar

Balajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman (Morgan dkk, dalam Mulyani Sumantri dan J. Permana, 2001: 13). Belajar adalah suatu aktifitas untuk menghasilkan perubahan pada diri individu. Bahwa perubahan yang diharapkan itu berupa kemampuan-kemampuan baru dalam memberikan respon terhadap stimulus yang diterima (Mashuri HP, 1990: 52). E.R.Hilgart mengemukakan“Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedures“. Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan yang mungkin membuahkan atau menghasilkan pola kelakuan tertentu (yang belum dimiliki sebelumnya) tetapi mungkin pula merubah pola kelakuan (yang telah dimiliki sebelumnya). Pola kelakuan atau tingkah laku dari seseorang dipengaruhi oleh apa yang dimiliki orang tersebut (sifat-sifatnya, pengalamannya, pengetahuannya, keterampilan, sikapnya, keadaan jasmaninya dan sebagainya ) tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan. Hasil belajar dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, diantaranya dorongan dari dalam diri  (motif), bahan yang dipelajari, alat-alat, banyaknya waktu yang digunakan, cara belajar dan sebagainya.

Hasil Belajar Matematika

Hasil belajar dapat disamakan pengertiannya dengan produk belajar. Yaitu suatu pola perbuatan, nilai, makna, apresiasi, kecakapan, keterampilan, yang berguna bagi masyarakat (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang, 1990: 172). Ada tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, affektif, dan psikomotorik. Untuk mata pelajaran Matematika, hasil belajar yang diperoleh peserta didik lebih dominan pada ranah kognitif. Hasil belajar Matematika adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam mata pelajaran Matematika setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika dalam kurun waktu tertentu dan program tertentu. Hasil belajar tersebut berupa kemampuan-kemampuan baru yang meliputi pola perbuatan, nilai, makna, sikap, apresiasi, kecakapan, keterampilan yang berguna untuk memecahkan probematika dalam mata pelajaran Matematika khususnya dan problematika sosial pada umumnya.

Sebagai bukti telah dikuasainya kemampuan-kemampuan baru oleh peserta didik dinyatakan dengan nilai  berupa angka-angka. Makin tinggi nilai yang diperoleh peserta didik berarti makin tinggi pula tingkat kemampuan-kemampuan baru yang dikuasainya. Penilaian kelas dapat dilaksanakan melalui teknik tes (tertulis, lisan, dan perbuatan) dan non tes berupa pemberian tugas, tes perbuatan/praktek dan kumpulan hasil kerja siswa (Depdiknas, 2002: 5). Adapun jenis penilaian kelas meliputi ulangan harian, pemberian tugas, dan ulangan umum.

Alat Peraga Realia

          Alat peraga adalah alat pengajaran yang hanya untuk satu jam saja. Faedahnya dari alat peraga adalah membantu cara guru memberikan pelajaran, agar murid dapat lebih jelas menerima keterangan – keterangan tersebut (Abu Ahmadi, 1978: 95). Alat peraga juga disebut sebagai alat bantu mengajar, yaitu segala sesuatu yang digunakan oleh guru untuk memahamkan anak-anak mengenai pelajaran yang masih belum jelas,belum dimengerti atau masih dirasa sulit. Alat bantu mengajar ini dapat diklasifikasikan dalam bentuk: (1) Alat peraga visual, yaitu segala sarana yang dapat  mempengaruhi daya pikir anak lewat panca indranya, dengan memperlihatkan benda aslinya, benda tiruan, gambar atau yang sejenisnya, (2) Alat peraga auditif, yaitu segala sarana yang dapat mempengaruhi daya pikir anak dengan cara menerangkan, memberikan padan kata (persamaan), contoh-contoh kalimat dan sebainya (Djudi, 1988: 135). Dikatakannya juga bahwa alat bantu mengajar yang dipaparkan dengan baik akan dapat menghilangkan penyakit yang paling berkecamuk di sekolah yaitu verbalisme. Lebih dari itu juga dapat mempertinggi hasil belajar dan mengajar.

         Sri Anita dalam Teguh Zaenudin (2015: 13) menyatakan bahwa realia atau objek adalah benda yang sebenarnya dalam bentuk utuh, misalnya: orang, binatang, rumah , kerikil, bola , buku dan  sebagainya .

        Berdasar uraian di atas, maka alat peraga dapat berupa benda sesungguhnya, model atau tiruan benda, gambar-gambar, alat-alat elektronik sebagai alat bantu yang dapat didengar, dilihat atau dilihat dan didengar. Oleh karena itu, kerikil dan lidi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk  alat peraga berupa benda sesungguhnya yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dengan baik.

KERANGKA BERPIKIR

Pada kondisi awal guru belum menggunakan alat peraga dalam proses belajar mengajar. Pemahaman siswa tentang konsep dasar operasi bilangan 1 sampai 20 masih kurang. Akibatnya hasil belajar Matematika siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu masih rendah. Mengetahui hasil belajar siswa yang rendah  guru mencoba melakukan tindakan untuk dapat meningkatkannya dengan cara  menggunakan alat peraga realia dalam proses belajar mengajar. Penggunaan alat

Pada siklus I, kegiatan belajar mengajar menggunakan alat peraga realia secara kelompok. Siswa dikelompokkan menjadi 4 kelompok,  Pada siklus II alat peraga realia kembali digunakan, tetapi secara individual. Melalui tindakan yang dilakukan oleh guru, diharapkan pada akhir siklus diharapkan terjadi peningkatan secara nyata rata-rata hasil belajar siswa.

kuat2

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3 Buniayu Unit Pendidikan Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa terdiri dari  9 siswa laki laki dan 7 siswa  perempuan.Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, hipotesis tindakan penelitian ini “Melalui penggunaan alat peraga realia dapat meningkatkan hasil belajar Matematka operasi  bilangan 1 sampai 20 bagi siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu Unit Pendidikan Kecamatan Tambak pada semester I tahun pelajaran 2015/2016”.

METODOLOGI PENELITIAN

         Penelitian dilaksanakan menggunakan prosedur bersiklus yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksannaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian bersumber dari data primer  berupa nilai hasil belajar subyek penelitian.  Analisis data dilakukan secara deskriftif  komparatif. Data kondisi awal dibandingkan dengan kondisi akhir siklus I, kondisi akhir siklus II dengan kondisi akhir siklus I.  Dilakukan pula perbandingan  data antara kondisi awal dengan kondisi di akhir siklus II. Kondisi di akhir siklus II merupakan kondisi akhir penelitian. Penelitian dinyatakan berhasil jika nilai rata-rata subyek penelitian mengalami peningkatan dari kondisi awal menuju akhir siklus II.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal

          Pada kondisi awal penelitian, nilai hasil belajar mata pelajaran Matematika operasi bilangan 1 sampai 20 siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu Unit Pendidikan Kecamatan Tambak tahun pelajaran 2015/2016 masih rendah. Rata-rata yang dicapai 50, nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 30.  Nilai hasil belajar siswa seperti tergambar pada diagram di bawah ini.
kuat3

          Pada kondisi awal, 3 siswa  memperoleh nilai pada rentang 70 s.d. 79,  4 siswa memperoleh nilai pada rentang  60 s.d. 69 siswa, nilai antara 50 s.d. 59 diraih 2 siswa,  nilai antara 40 s.d. 49 diraih 4 siswa, dan nilai antara 30 s.d 39 diraih 3 siswa. 

          Jika hasil belajar subyek penelitian dikaitkan dengan KKM sebesar 60, maka dari 16 siswa yang mengikuti dua kali ulangan harian Matematika terdapat 7 siswa (43,75%) telah tuntas belajar sedangkan 9 siswa (56,25%). Belum tuntas belajar.  Ketuntasan belajar kondisi awal seperti diagram di bawah ini.

kuat4

Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada tanggal 8 dan 10 September 2015. Pembelajaran siklus I digunakan untuk menyampaikan materi penjumlahan bilangan 1 sampai 20. Untuk menyampaikan materi pembelajaran, guru peneliti mempersiapkan alat peraga realia berupa kerikil dan lidi.  Alat peraga digunakan secara berkelompok.

Setelah peneliti melakukan tindakan pada siklus I, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan  tes. Subjek penelitian diberi tugas mengerjakan 20 soal tes penjumlahan operasi bilangan 1 sampai 20. Dari 16 siswa kelas I  yang mengikuti tes akhir siklus I, diperoleh nilai rata-rata 61,88. Nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40. Hasil belajar subyek penelitian secara lebih jelas dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
kuat5

HASIL BELAJAR SIKLUS I

Pada siklus I, nilai 90 s.d. 100 diraih 1 siswa, nilai 80 s.d. 89 diraih3 siswa, nilai 70 s.d. 79 diraih 2 siswa, nilai 60 s.d. 69 diraih 4 siswa,  nilai 50 s.d. 59 diraih 4 siswa, dan nilai 40 s.d. 49 diraih 1 siswa.

          Jika hasil belajar subyek penelitian dikaitkan dengan KKM sebesar 60, maka dari 16 siswa yang mengikuti tes akhir siklus I terdapat 10 siswa (62,50%) telah tuntas belajar sedangkan 6 siswa (37,50%) belum tuntas belajar.

kuat6

Penggunaan media realia pada siklus I yang dilakukan peneliti berpengaruh terhadap keterlibatan subjek penelitian dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan dalam melakukan operasi penjumlahan bilangan 1 sampai 20.  Nilai rata-rata kondisi awal 50 meningkat menjadi 61,88 pada akhir siklus I, nilai tertinggi meningkat dari 70 menjadi 90 dan nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 40 pada akhir siklus I. Di bawah ini disajikan perbandingan hasil belajar pada kondisi awal dengan akhir siklus I.

PERBANDINGAN  HASIL BELAJAR KONDISI AWAL DENGAN KONDISI AKHIR SIKLUS  I

NO NILAI KONDISI AWAL KONDISI AKHIR SIKLUS  I KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1. Rata-rata 50 61,88 23,76%
2. Tertinggi 70 90 28,57%
3. Terendah 30 40 33,33%

Dari tabel di atas terlihat, nilai rata-rata meningkat 11,88 poin atau 23,76%. Nilai tertinggi meningkat2 0 poin atau setara dengan 28,57%, nilai tertendah juga naik sebesar 10 poin atau setara dengan 33,33%.

Siklus II

Siklus II  dilaksanakan pada tanggal 15 dan 17 September 2015. Pada siklus II digunakan untuk menyampaikan materi pokok pengurangan bilangan 1 sampai 20. Dalam pembelajaran, guru peneliti memanfaatkan alat peraga realia berupa kerikil dan lidi. Pemanfaatan alat peraga pada siklus II dilakukan secara individual.

Setelah tindakan penelitian pada siklus II berakhir, guru peneliti mengadakan tes. Subjek penelitian diberi tugas mengerjakan 20 soal tes pengurangan bilangan 1 sampai 20. Dari 16 siswa kelas I  yang mengikuti tes akhir siklus II, diperoleh nilai rata-rata 77,50. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50.

kuat7

Pada siklus II, nilai 90 s.d. 100 diraih 5 siswa, nilai 80 s.d. 89 diraih 5 siswa, nilai 70 s.d. 79 diraih 2 siswa, nilai 60 s.d. 69 diraih 3 siswa,  dan nilai 50 s.d. 59 diraih 1 siswa.

          Jika hasil belajar subyek penelitian pada akhir siklus II dikaitkan dengan KKM sebesar 60, maka dari 16 terdapat 15 siswa (93,75%) telah tuntas belajar sedangkan 1 siswa (6,25%). Belum tuntas belajar.  Ketuntasan belajar kondisi awal seperti diagram di bawah ini.

 kuat8

Penggunaan media realia pada siklus II berpengaruh terhadap keterlibatan subjek penelitian dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan melakukan operasi pengurangan bilangan 1 sampai 20.  Nilai rata-rata semula  61,88 meningkat menjadi 77,50 pada akhir, nilai tertinggi meningkat dari 90 menjadi 100 dan nilai terendah meningkat dari 40 menjadi 50 pada akhir siklus I. Di bawah ini disajikan perbandingan hasil belajar akhir siklus I dengan hasil belajar akhir siklus II.

                  PERBANDINGAN HASIL BELAJAR AKHIR SIKLUS I DENGAN AKHIR SIKLUS II

NO NILAI KONDISI AKHIR SIKLUS  I KONDISI AKHIR SIKLUS II KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1. Rata-rata 61,88 77,50 25,24%
2. Tertinggi 90 100 11,11%
3. Terendah 40 50 25%

Dari tabel di atas terlihat, nilai rata-rata meningkat 15,62 poin atau 25,24%. Nilai tertinggi meningkat 10 poin atau setara dengan 11,11%, dan nilai terendah juga naik sebesar 10 poin atau setara dengan 25%.

         Penggunaan media realia pada siklus I dan II  secara terus-menerus mampu meningkatkan hasil belajar subyek penelitian sampai dengan akhir siklus penelitian. Peningkatan hasil belajar tersebut disajikan pada tabel di bawah ini.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR KONDISI AWAL DENGAN AKHIR SIKLUS II

NO NILAI KONDISI AWAL KONDISI AKHIR SIKLUS  II KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1. Rata-rata 50 77,50 55%
2. Tertinggi 70 100 42,86%
3. Terendah 30 50 66,67%

Pada saat kondisi awal, nilai rata-rata subjek penelitian hanya 50,00. Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 61,88. Ketika dilakukan tindakan penelitian pada siklus II, nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 77,50.  Dinamika perubahan hasil belajar dari kondisi awal, akhir siklus I akhir akhir siklus II terlihat pada diagram di bawah ini.

  kuat9

Melalui diagram di atas, diketahui dari kondisi awal ke kondisi akhir, nilai rata-rata hasil belajar subjek penelitian mengalami peningkatan sebesar 27,5 poin setara 55 %.

 

PENUTUP

Data-data empirik yang terkumpul selama proses penelitian menunjukkan, bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti  data meningkatkan hasil belajar dari kondisi awal 50 menjadi 61,88 di akhir siklus I. Hasil belajar akhir siklus I sebesar 61,88 dapat ditingkatkan pada akhir siklus II menjadi 77,50. Peningkatan hasil belajar yang dicapai tidak terlepas dari penggunaan peraga realia secara kelompok pada siklus I dan penggunaan secara individual pada siklus II. Total kenaikan 27,5 poin (55%). Oleh karena itu hipotesis “Melalui penggunaan alat peraga realia dapat meningkatkan hasil belajar Matematka operasi bilangan 1 sampai 20 bagi siswa kelas I SD Negeri 3 Buniayu Unit Pendidikan Kecamatan Tambak pada semester I tahun pelajaran 2015/2016”, terbukti.

         Dari hasil penelitian ini, peneliti mengajak para guru untuk selalu menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran, karena penggunaan alat peraga memiliki dampak positif terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa. Guru jangan merasa canggung dan malu untuk menggunakan alat peraga yang dianggap usang seperti yang dilakukan oleh peneliti. Guru harus melihat bagaimana kemanfaatan alat peraga itu sendiri, bukan pada kesederhanaan, kemutahiran atau hal lain.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan Mustaqim-Ary Astuti. 2008. Ayo belajar Matematika untuk SD dan MI Kelas I. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Mashuri HP. 1990. Azas–Azas Belajar. Semarang: IKIP Semarang Press.

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang,1990. Psikologi Belajar. Semarang: IKIPSemarang Press.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

………., 2002. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas SD, SDLB, SLB Tingkat Dasar dan MI. Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Depdiknas.

BIODATA

Nama                            : Kuwati, S.Pd.SD.

NIP                               : 19600822 198703 2 003

Pangkat, Gol/Ruang     : Pembina, IV/a

Jabatan                          : Guru Kelas

Unit Kerja                     : SD Negeri 3 Buniayu UPK Tambak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *