BATIK KARANGTAWANG JUARA KARENA MOTIF DAN RAMAH LINGKUNGAN

BATIK KARANGTAWANG JUARA KARENA MOTIF DAN RAMAH LINGKUNGAN

Desa Karangtawang, terletak di pinggiran sebelah timur Kabupaten Cilacap. Masuk wilayah Kecamatan Nusawungu, termasuk wilayah pesisir. Mayoritas penduduk Karangtawang adalah petani dan pedagang.
Akhir-akhir ini Desa Karangtawang menjadi terkenal, di seluruh wilayah Eks Karesidenan Banyumas, khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Setelah berhasil menyabet juara I (satu) pameran kerajinan batik se Provinsi Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu.
Produksi kerajinan batik Karangtawang, yang dimotori oleh Sumarni, S.Pd melalui sebuah kegiatan di PKBM Bunda Isna Auladana, dimana salah satu kegiatannya adalah membentuk unit usaha kelompok khusus pengrajin batik, yang anggotanya kebanyakan para ibu setempat. Batik yang diproduksi terbilang ramah lingkungan, karena menggunakan bahan pewarna alami, berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kunyit, daun saga, daun suju, kulit kayu mahoni dll.

img-20161115-wa0002

Salah satu contoh motif hasil dari Batik Karangtawang

img-20161115-wa0003

Ka UPT Disdikpora Kecamatan Nusawungu Drs. Rasito, M.Pd didampingi penilik PNF, Tugiman, S.Pd dan Drs. Nasiran.

Keberhasilan PKBM Bunda Isna Auladana tidak lepas dari pembinaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, khususnya UPT Disdikpora Nusawungu, yang dikomandani Drs. Rasito, M.Pd, didampingi para penilik PNF, Tugiman, S.Pd dan Drs. Nasiran, yang begitu tekun membimbing dan membina kegiatan pengrajin batik, yang diasuh Sumarni, S.Pd.
Kepala UPT Disdikpora Nusawungu berharap nantinya Karangtawang, akan menjadi sentra batik di Kabupaten Cilacap. Nantinya kami berharap Karangtawang akan menjadi sentra batik yang ramah lingkungan ujar Drs Rasito, M.Pd ketika dihubungi Info beberapa waktu lalu, didampingi penilik PNF Tugiman, S.Pd dan Drs Nasiran. Lebih jauh Drs Rasito, M.Pd mengungkapkan bahwa pihaknya selalu dan terus menerus melakukan pembinaan teknis kepada PKBM yang ada di wilayahnya, khususnya PKBM Bunda Isna Auladana. Kami selalu melakukan pembinaan teknis terus menerus. Sedangkan pihak Pemda Cilacap memfasilitasi pendanaan. Pemerintah Pusat, melalui Pemda Cilacap pernah menggelontorkan bantuan dana sebesar 54 juta rupiah ungkapnya. Ia juga bertekad akan mendorong Karangtawang menjadi pusat batik yang siap bersaing baik di tingkat regional, maupun Nasional. Mudah-mudahan Karangtawang bisa menjadi sentra batik yang siap bersaing di pasar bebas. Nanti tanggal 25 Nopember 2016 batik Karangtawang akan mengikuti pameran batik tingkat Propinsi ujarnya. Semoga !.

(Hasyim Asngari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *