PTK SMP Belajar Matematika Melalui Pendekatan RME

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA SMP NEGERI 4 CIPARI TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

suhardi

ABSTRAK

Proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru di kelas menjadi persoalan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Hal ini disebabkan karena pembelajaran bermakna yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa dan sikap positif terhadap matematika sangat jarang dilakukan. Yang ada hanya proses penghafalan konsep-konsep matematika yang sifatnya mekanistik. Akibatnya, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sangat tidak memuaskan, termasuk di SMP Negeri 4 Cipari Cilacap. Kondisi awal sebelum dilakukan penelitian tindakan nilai rata-rata siswa dalam ulangan harian baru  mencapai 59,11 dengan ketuntasan sebesar 31,03%.Jenis Penelitian ini adalah Clasroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planing), tindakan(acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian tindakan adalah siswa kelas IX C sejumlah 29 siswa, yang terdiri dari laki-laki  16 siswa dan perempuan 13 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa. Partisipasi siswa siklus I, II dan III berangsur-angsur meningkat dari rata-rata 55,46%, meningkat 8.91% menjadi 64,37%, dan meningkat lagi 11.78% menjadi 76,15%. Prestasi belajar siswa meningkat, dari kondisi awal rata-rata sebesar 59,11, pada siklus I meningkat 3,53 menjadi  62,64, pada siklus II meningkat  6,04  menjadi  68,68,  dan  pada  siklus III meningkat  sebesar  6,86  menjadi  75,54.

Kata Kunci: partisipasi, prestasi belajar, pendekatan Realistic Mathemetic Education (RME).

PENDAHULUAN

Sampai saat ini, sebagian besar siswa masih memandang bahwa pelajaran Matematika adalah suatu pelajaran yang membosankan, menyeramkan bahkan menakutkan sehingga banyak siswa yang berusaha untuk menghindarinya. Hal ini akan berimbas pada tidak maksimalnya kemampuan siswa untuk menyerap dan mengaplikasikan pembelajaran Matematika di kelas maupun di lingkungan kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti ini juga terjadi di SMP Negeri 4 cipari Kabupaten Cilacap.

Hasil studi dokumentasi, prestasi belajar Matematika di SMP Negeri 4 Cipari dapat ditunjukkan dengan perolehan nilai rata-rata kegiatan Ulangan Akhir Semester yang telah dilaksanakan dalam tahun pelajaran 2012/ 2013 sebesar 45,1 dan tahun pelajaran 2013/ 2014 sebesar 5,4. Dari data tersebut terlihat bahwa nilai rata-rata Ulangan Akhir Semester mata pelajaran Matematika masih jauh berada di bawah KKM yang ditentukan oleh pihak sekolah, yaitu 70. Hasil refleksi penulis tentang prestasi belajar siswa selain dipengaruhi oleh model pembelajaran juga dipengaruhi oleh partisipasi siswa.

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan di atas penulis menerapkan sebuah pendekatan yang dapat mendukung proses pembelajaran Matematika yang efektif dan menyenangkan yakni pendekatan Reaslitic Mathemetic Education (RME). Pendekatan pembelajaran Reaslitic Mathemetic Education (RME) ‘Pendekatan Matematika Realistik’ merupakan pendekatan yang merubah paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini sangat cocok sebagai solusi permasalahan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Pendekatan ini dikombinasikan dengan metode pembelajaran edutainment, sehingga akan tercipta suasana yang aktif, menyenangkan dan menghibur.

Dari latar belakang di atas, peneliti berdiskusi dengan rekan guru dan kolaboran. Hasil diskusi dengan rekan guru dan kolaboran, maka penulis memilih materi Luas Permukaan dan Volume Tabung, Kerucut dan Bola (materi kelas IX SK 2, KD 2.2) sebagai bahan penelitian. Hal ini dikarenakan materi tersebut dianggap sebagai materi yang susah dipahami oleh siswa jika diajarkan dengan menggunakan metode konvensional.

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.

  1. Apakah melalui pendekatan Realistik Matemathic Education dapat meningkatkan partisipasi siswa ?
  2. Apakah melalui pendekatan Realistik Matemathic Education dapat meningkatkan prestasi siswa ?

TINJAUAN PUSTAKA

Slameto (2003 : 2) mengemukakan bahwa belajar adalah proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalama individu itu sendiri dalam lingkungannya. Sujono melalui Tim PUDI DIKDASMEN LEMLIT UNY (2007:23), menyatakan bahwa Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan tentang penalaran dan logika serta masalah-masalah yang berhubungan dengan bilangan yang dipergunakan untuk membantu orang dalam menginterpretasikan secara tepat berbagai ide dan kesimpulan.

Perubahan paradigma pembelajaran dari pandangan mengajar ke pandangan belajar atau pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa membawa konsekuensi perubahan yang mendasar dalam proses pembelajaran di kelas. Perubahan tersebut menuntut guru agar tidak lagi sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai teman belajar.

Realistic Mathematic Education merupakan pendekatan yang berasumsi perlu adanya pengaitan antara Matematika dengan realitas yang ada dan dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Matematika Realistik pertama kali dikembangkan oleh Institut Freudenthal di Negeri Belanda dan telah menempatkan negara tersebut pada posisi ke-7 dari 38 negara peserta TIMSS tahun 1999 (Mullis dkk, 2000 : 5).

Partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan aktif siswa dalam pemunculan ide-ide dan informasi, sehingga kesempatan belajar dan pengingatan materi bisa lebih lama. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dapat berbentuk partisipasi kontributif maupun partisipasi inisiatif. Sudikin, dkk (2002 : 154) mendeskripsikan partisipasi kontributif sebagai berikut :

  1. menyampaikan pertanyaan
  2. menyampaikan pendapat / usul
  3. menyampaikan sanggahan
  4. menyampaikan jawaban
  5. mengikuti pelajaran dengan baik
  6. mengerjakan tugas tersruktur di kelas dan di rumah dengan baik.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir di atas, dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut, bahwa melalui penggunaan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa kelas IX C SMP Negeri 4 Cipari, Kabupaten Cilacap.

METODE  PENELITIAN

Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 4 Cipari Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IX C SMP Negeri 4 Cipari Kabupaten Cilacap yang berjumlah 29 siswa. Kelas yang dijadikan subyek penelitian kelas IX C karena kelas ini mempunyai nilai rata-rata terendah pada uji kompetensi sebelumnya. Dalam penelitian ini, peneliti dibantu oleh seorang observer yaitu guru Bimbingan Penyuluhan/ Konseling. Penerapan penelitian ini pada kompetensi dasar Menentukan Luas Permukaan dan Volume Tabung, Kerucut dan Bola.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian dokumen dilakukan terhadap kurikulum dan daftar nilai untuk memperoleh data kondisi awal siswa. Kegiatan observasi dilakukan oleh guru peneliti ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas untuk mengetahui kinerja siswa selama dilakukan penelitian. Guru pengamat (observer) melakukan observasi untuk memperoleh data kegiatan serta kinerja siswa selama penelitian berlangsung. Pemberian tes/ evaluasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh siswa pada KD menentukan luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola setelah kegiatan pemberian tindakan.

Kriteria Keberhasilan

Kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar adalah sebagai berikut.

  1. Partisipasi siswa dinyatakan tinggi bila 75 % dari jumlah siswa mampu menampilkan 4 (empat) atau lebih indikator yang dipersyaratkan.
  2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dinyatakan berhasil bila 75 % dari jumlah siswa tuntas belajar (memperoleh nilai tidak kurang dari 70).

 

HASIL PENELITIAN

Hasil tindakan tiap siklus berupa tingkat partisipasi siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME), masing-masing rekapitulasinya dideskripsikan dalam Tabel 1 sebagai berikut ini :

NO Kriteria Partisipasi Siklus I Siklus II Siklus III
1.

2.

3.

Tinggi

Sedang

Rendah

12

13

4

17

11

1

25

4

0

Tabel 1. Hasil observasi partisipasi siswa dalam siklus I, siklus II dan siklus III

Hasil tindakan tiap siklus berupa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME), masing-masing rekapitulasinya dideskripsikan dalam Tabel 2 sebagai berikut ini :

No Absen Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

83

40

52

70

56

50

80

78

68

36

40

90

36

49

54

67

70

75

67

56

50

68

80

55

70

46

57

45

50

87

50

37

67

70

60

90

70

70

43

57

100

50

57

60

67

60

70

70

53

53

63

87

53

70

57

57

53

60

100

63

40

70

77

73

100

77

73

57

70

100

57

53

70

73

70

70

77

50

53

80

93

60

73

67

70

50

57

100

70

50

73

83

73

100

80

73

73

73

100

60

70

70

80

80

80

83

57

73

90

100

77

77

70

70

57

73

Tabel 1. Hasil tes prestasi siswa dalam siklus I, siklus II dan siklus III

 

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Rekapitulasi prosentasi rata-rata partisipasi, skor prestasi dan ketuntasan pada siklus I, siklus II dan siklus III digambarkan pada grafik 1 berikut ini :

suhardi

Grafik 1 : Rekapitulasi rata-rata partisipasi, skor prestasi dan ketuntasan pada tiap siklus.

Berdasarkan grafik 1, terlihat bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Peningkatan skor partisipasi menunjukkan peningkatan partisipasi siswa untuk belajar secara aktif dalam kelompok maupun secara individu. Hal ini dikarenakan siswa mulai sadar akan pentingnya keaktifan untuk memperoleh keberhasilan atau mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam mempelajari materi.

Berdasarkan grafik 1 juga terlihat bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pokok bahasan Menentukan Luas Permukaan dan Volume Tabung, Kerucut dan Bola,. Pada tes awal sebanyak 9 siswa dari 29 siswa tuntas KKM 70,00 atau 31,03%. Untuk siklus I memiliki prosentase ketuntasan sebesar 34,48%, siklus II sebesar 62,07% dan siklus III mencapai 86,21%. Dari tes awal ke siklus I, siklus II dan siklus III terjadi peningkatan keberhasilan tuntas KKM, hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) mampu meningkatkan keberhasilan mengajar sehingga prestasipun meningkat. Presentase keberhasilan belajar yang tinggi pada akhir siklus III yang mencapai 86,21% (25 siswa dari 29 siswa tuntas KKM) menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) mampu memberikan kontributif pada pemehaman belajar siswa sehingga rata-rata prestasi belajar dan persentase keberhasilan meningkat.

 

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
  2. Kualitas pembelajaran matematika di SMP Negeri 4 Cipari Kabupaten Cilacap dapat ditingkatkan dengan penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME).

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan diatas maka peneliti menyarankan :

  1. Kepada Kepala SMP Negeri 4 Cipari agar dapat mensosialisasikan hasil penelitian ini kepada rekan guru di SMP Negeri 4 Cipari sebagai bahan informasi dalam meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar matematika siswa.
  2. Kepada rekan guru diharapkan dapat mencoba menerapkan metode/ model/ pendekatan pembelajaran yang lain dalam rangka menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Lasiti Dwi. 2005. Dalam www.jurnaljpi.files.wordpress.com. Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Pada Pembelajaran Persamaan Garis Lurus Siswa SMP Nasional KPS Balikpapan. diakses hari selasa tanggal 6 Juli 2014 jam 14.32 wib.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudikin, dkk. 2002. Managemen Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Insan Cendikia.

TIM PUDI DIKDASMEN. 2007. Penelitian Tindakan Kelas : Bahan Diklat Profesi Guru. Yogyakarta : Lembaga Penelitian UNY.

BIODATA

Nama               : Suhardi, S.Pd

NIP                 : 19830410 201001 1 023

Pangkat/ Gol   : Penata Muda Tk.1/ III b

Unit Kerja       : SMP Negeri 1 Sampang




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *