PENGGUNAAN ALAT SEMPOA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN SEDERHANA BAGI SISWA KELAS IV INKLUSI

 nursidah

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika penjumlahan sederhana bagi siswa kelas IV inklusi SDN Gentasari 05 pada semester 1 tahun pelajaran 2015 / 2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV inklusi SDN Gentasari 05 yang berjumlah 6 siswa. Terdiri dari 4 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Sedangkan alat pengumpul datanya adalah lembar observasi, lembar wawancara, dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui alat sempoa dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika penjumlahan sederhana, dari hasil tes siklus I  dengan nilai rata rata menjadi  nilai akhir di siklus II.

Kata kunci : prestasi belajar, penjumlahan sederhana,alat sempoa

PENDAHULUAN

Mempunyai hak-hak yang sama dan layak merupakan keinginan setiap orang yang hidup di dunia ini, tak lain halnya dengan para ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) yang ada sekitar kita, terutama untuk mendapatkan hak-hak yang sama dan layak pada dunia pendidikan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya diperuntukan oleh para mereka yang hidupnya normal melainkan hak tersebut juga berhak diberikan oleh semua kalangan terutama pada ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus )

ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) sendiri merupakan anak-anak penerus bangsa ini yang kurang beruntung menyandang Dissabilitas. Anak berkebutuhan khusus dahulu disebut sebagai Anak Luar Biasa, didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna, anak luar biasa disebut sebagai anak yang berkebutuhan khusus karena mereka memerlukan berbagai jenis layanan khusus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Di dalam sekolah inklusi , anak yang berkebutuhan khusus seyogyanya menerima segala dukungan tambahan yang mereka butuhkan untuk menjamin  efektifnya pendidikan mereka . Sekolah inklusi ini juga merupakan alat yang paling efektif untuk membangun karakter anak bagi anak yang berkebutuhan khusus, juga akan menumbuhkan solidaritas antara anak yang berkebutuhan khusus dengan teman – teman sebayanya

Dalam seting pembelajaran, sekolah mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosi ataupun kondisi-kondisi lainnya. Sekolah inklusi seyogyanya memungkinkan semua anak belajar tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada diri mereka

Matematika seperti yang kita ketahui merupakan mata pelajaran yang telah dikecap oleh siswa mulai dari hari pertama masuk sekolah, yaitu kelas 1 SD. Hal ini tentu mempunyai alasan tersendiri , yaitu matematika merupakan ilmu universal mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.

Lima Tujuan pembelajaran matematika, menurut Dekablog ( 2012 ) adalah untuk menjadikan siswa:

  1. Memahami konsep matematika , menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat,akurat efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau penjelasan gagasan dan pernyataan matematika
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaian model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
  5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Kelima hal di atas akan mudah tercapai jika pendidikan matematika tetap ditanamkan pada siswasejak usia dini demikian juga pendidikan sekolah inklusi tanpa membedakan keadaan fisik mereka.

Kompetensi penjumlahan sederhana merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting pada mapel matematika. Pada kompetensi ini diharapkan siswainklusi mampu menghitung sendiri secara penjumlahan secara sederhana tanpa bantuan orang lain, sehingga diharapkan ketika mereka dewasa bisa mandiri dan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas

Sekolah Dasar Negeri Getasari 05 merupakan salah satu SD Inklusi yang cukup berprestasi di desa Gentasari, kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Di sisi lain ternyata prestasi dan minat siswadalam mapel Matematika pada sekolah ini perlu ditingkatkan lagi. Siswamasih sering mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran karena kurangnya komunikasi dan penggunaan media atau alat yang bisa membuat siswamerasa semangat dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna dan mereka susah untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata.

            Peneliti tidak mungkin mengatasi seluruh masalah di atas, karena keterbatasan kemampuan dan waktu. Peneliti hanya akan memecahkan masalah tentang penggunaan alat sempoa untuk mengatasi masalah rendahnya prestasi belajar matematika

            Pemilihan alat bantu sempoa peneliti anggap bisa meningkatkan partisipasi dan keaktifan serta bisa meningkatkan hasil hasil siswadalam kelas. Sempoa atau detak-detak sendiri adalah alat kuno untuk berhitung yang terbuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Sempoa  sering digunakan sebagai alat hitung bagi tuna netra karena manik-manik pada sempoa dapat dengan mudah dirasakan dengan jari-jari , sehelai kain lembut atau selembar karet biasanya diletakkan di bawah sempoa untuk mencegah manik-manik bergerak secara tidak sengaja.

            Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian tindakan ini adalah :

  1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat bantu sempoa dalam meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan sederhana bagi siswa kelas IV Inklusi SDN Gentasari 05 semester I tahun 2015/ 2016 ?
  2. Apakah penggunaan alat bantu sempoa dapat meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan sederhana bagi siswa kelas IV inklusi SDN Gentasari semester I tahun 2015 / 2016 ?
  3. Bagaimana tanggapan siswa setelah diberi tindakan dengan meggunakan alat bantu sempoa pada pembelajaran matematika penjumlahan sederhana bagi siswa kelas IV inklusi SDN Gentasari 5 semester I tahun pelajaran 2015/2016 ?

KAJIAN TEORITIS

  1. Sempoa

Sempoa atau sipoa atau dekak-dekak adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bias digeser-geserkan. Sempoa digunakan dalam operasi aritmatika seperti penjumlahan,pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat

Dalam bahasa Inggris sempoa dikenal dengan nama “abacus” penggunaan kata “abacus“ sudah dimulai 1383, meminjam kata dalam bahasa latin abakos yang berasal dari kata “abax” yang dalam bahasa Yunani berarti “ tabel perhitungan “yang digunakan untuk menggambar bentuk geometris atau debu pasir

Sempoa telah digunakan berabad-abad sebelum dikenalinya sistem bilangan hindu arab dan samapai sekarang masih digunakan pedagang berbagai belahan dunia seperti Tiongkok.Sempoa sering digunakan sebagai alat hitung bagi tuna netra karena manik-manik pada sempoa dapat dengan mudah dirasakan dengan jari-jari,sehelai kain lembut atau selembar karet biasanya diletakkan di bawah sempoa untuk mencegah manik-manik bergerak secara tidak sengaja

Adapun kelebihan menggunakan sempoa adalah ketika belajar sempoa, pikiran kita akan dengan sendirinya dilatih untuk berkonsentrasi.Daya konsentrasi ini akan memudahkan pikiran menjumlahkan, mengurangkan,membagi, dan mengalikan angka-angka yang diminta. Apalagi letak manik-manik hafal. Dapat disimpulkan, manfaat sempoa ialah melatih fungsi otak; melatih daya ingat, logika, kreativitas, dan konsentrasi; meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan berpikir; menumbuhkan rasa percaya diri; dan meningkatkan minat pada matematika.

Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa optimalisasi alat sempoa adalah suatu proses pekerjaan yang terbaik dengan menggunakan alat dekak-dekak dalam meningkatkan hasil belajar penjumlahan sederhana

  1. Prestasi belajar

Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Antara kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19). Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

 Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Sedangkan menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswasetelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan

  1. Matematika penjumlahan sederhana

Matematika

Menurut Abraham S Lunchins dan Edith N Luchins (Erman Suherman, 2001), matematika dapat dijawab secara berbeda-beda tergantung pada bilamana pertanyaan itu dijawab, dimana dijawabnya, siapa yangmenjawabnya, dan apa sajakah yang dipandang termasuk dalam matematika.

Mustafa (Tri Wijayanti, 2011) menyebutkan bahwa matematika

adalah ilmu tentang kuantitas, bentuk, susunan, dan ukuran, yang utamaadalah metode dan proses untuk menemukan dengan konsep yang tepat danlambang yang konsisten, sifat dan hubungan antara jumlah dan ukuran, baik secara abstrak, matematika murni atau dalam keterkaitan manfaat pada matematika terapan.

Elea Tinggih (Erman Suherman, 2001), matematika berarti ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. Hal ini dimaksudkan bukan berarti ilmu lain diperoleh tidak melalui penalaran, akan

tetapi dalam matematika lebih menekankan aktivitas dalam dunia rasio (penalaran), sedangkan dalam ilmu lain lebih menekankan hasil observasiatau eksperiment disamping penalaran.

James dan James (Erman Suherman, 2001), mengatakan bahwa

matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran,konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Namun ada pula kelompok lain yang beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang dikembangkan untuk matematika itu sendiri.Ilmu adalah untuk ilmu, dan matematika adalah ilmu yang dikembangkan untuk kepentingan sendiri. Matematika adalah ilmu tentang struktur yang bersifat deduktif atau aksiomatik, akurat, abstrak, dan ketat.

Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat

  1. Penjumlahan Sederhana

Penjumlahan diambil dari kata dasar jumlah yang berarti banyaknya ( bilangan atau sesuatu yang dikumpulkan jadi satu ) sedangkan pengertian penjumlahan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI,2005:40)adalah proses,cara,pembuatan menjumlahankan.Penjumlahan adalah menggabungkan dua kelompok ( himpunan ) Sri Subarinah ( 2006:29 )

  1. Siswa Inklusi

Siswa adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik disuatu lembaga pendidikan. Siswa adalah anak didik yang harus dikembangkan kemampuannya oleh sekolah untuk menjadi pribadi yang siap di tengah-tengah masyarakat

Inklusi berasal dari kata inclusion yang berarti penyatuan dapatberarti pula bahwa tujuan pendidikan bagi siswa yang memiliki hambatan, keterlibatan yang sebennarnya dari tiap anak dalam kehidupan sekolah yang menyeluruh

Siswa inklusi sendiri adalah anak yang berkebutuhan khusus yang ikut serta belajar di kelas “umum/biasa “ dengan anak-anak lainnya. Seperti anak yang memiliki kesulitan melihat atau mendengar, yang tidak dapat berjalan atau lebih lamban dalam belajar dan juga anak autis

Jadi definisi siswa inklusi adalah siswa yang berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah umum, bersama-sama dengan siswa normal yang mana anak berkebutuhan khusus itu diseratai pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan keadaan dan kebetuhannya sehingga mereka tidak merasa diabaikan.

Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Proses tindakan dengan optimalisasi alat sempoa dalam meningkatan prestasi belajar matematika penjumlahan sederhana untuk anak inklusi kelas IV dapat dilakukan dengan baik
  2. Optimalisasi alat sempoa dapat meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan sederhana
  3. Ada tanggapan siswa menjadi positif

METODE PENELITIAN

Penelitian ini di kelas IV siswa inklusi SDN Gentasari 05 Kecamata Kroya Kabupaten Cilacap. Sekolah ini berada di jalan Pahlawan Desa Gentasari Kroya Kabupaten Cilacap, dan merupakan salah satu sekolah inklusi di kecamatan Kroya. Pemilihan lokasi tersebut  karena  SDN Gentasari 05  merupakan tempat kerja peneliti dan peneliti merrupakan salah satu guru  di SD tersebut .Waktu Penelitian ini dilakukan pada semester I pada tahun 2015 / 2016 pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2015.

Subjek penelitian adalah hasil belajar siswa terhadap pembelajaran matematika penjumlahan sederhana, sedangkan sumber datanya adalah siswakelas IV inklusi SDN Gentasari 05 dengan jumlah 6 siswaterdiri 2  siswalaki-laki dan 4 siswaperempuan, mereka semua merupakan ABK ringan dan perlu bimbingan sesuai dengan kemampuanya.,usia mereka 11 sampai 13 tahun

Sumber data yang digunakan adalah data siswa meliputi data hasil belajar dalam menggunakan alat sempoa, dan data ketrampilan proses .Sumber data data guru meliputi data ketrampilan guru merencanakan perbaikan pembelajaran,proses pembelajaran dalam menggunakan alat sempoa. Sumber data kolabolator meliputi penerapan penggunaan alat sempoa dalam pembelajaran, hasil refleksi bersama guru peneliti

 Teknik dan alat pengumpul data menggunkan teknik hasil belajar dan tentang proses penggunaan Alat Sempoa .Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen prasiklus mengenai ketrampilan proses  dan hasil belajar serta dokumen perangkat pembelajaran.Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa data hasil belajar,sedangkan data kualitatif adalah proses pembelajaran rekaman aktifitas peserta didik

HASIL PENELITIAN

Dalam kegiatan perbaikan pembelajaran materi penjumlahan sederhana dalam mata pelajaran Matematika menggunakan alat sempoa dilaksanakan dalam 2 siklus. Data awal tindakan guru melalui penggunaan sempoa belum dapat diukur karena guru belum melalui penggunaan sempoa dalam proses pembelajaran sehingga prosentase  0%. Sedangkan data awal tentang prestasi belajar matematika penjumlahan sederhan adalah 56 ,artinya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Selain tindakan guru dan prestasi belajar yang masih rendah, tanggapan siswa sebelum penelitian dilakukan masih pasif. Artinya skor tanggapan siswa  masih 0%

Deskripsi siklus I

Berdasarkan rencana yang telah disusun bersama kolabolator bahwa peneliti akan melakukan tindak penelitian pada tanggal 20 Oktober 2015. Peneliti masuk tepat pukul 07.00,Peneliti memberi salam,berdoa, mengabsen dan menyakan kabar semua siswa, kemudian peneliti melakukan permainan tepuk untuk menyemangati siswa dalam memulai pembelajaran. Peneliti melakukan apresepsi dengan bertanya apakah para siswa sudah bisa menghitung penjumlahan

nursidah-bim

Gambar I Guru membimbing siswa

Pada kegiatan inti peneliti mengenalkan alat sempoa kepada para siswa. Peneliti menjelaskan kegunaan sempoa dalam kegiatan menghitung kemudian peneliti member contoh menggunakan alat sempoa dalam pengerjaan penjumlahan sederhana. Peneliti membagikan alat sempoa kepada para siswa. Para siswa mempraktekan cara menjumlah menggunakan sempoa dan peneliti membimbing para siswa dengan sabar

Kemudian peneliti memberikan tugas untuk dikerjakan secara individu 10 soal selama 10 menit. Setelah batas waktu selesai peneliti menyuruh siswa untuk dicocokkan. Jika jawaban salah nomornya supaya dicoret jika benar supaya dibiarkan.

Pada  kegiatan akhir peneliti dan siswa membuat kesimpulan, peneliti member tugas agar minggu depan para siswa membawa alat sempoa dari rumah. Kolabolator mengevaluasi tindakan peneliti.peneliti menganalisis prestasi belajar siswa, rata-rata hanya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) yang ditetapkan oleh peneliti yaitu 65. Peneliti juga mengevaluasi tanggapan para siswa melalui bertanya apakah para siswa menyukai pembelajaran menggunakan alat sempoa. Berdasarkan hasil pengamatan kolabolator pada penelitian siklus I peneliti belum maksimal dalam menggunakan alat sempoa. Data penamatan siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1 Hasil pengamatan siklus 1

NO Variabel Hasil Keterangan
1 X 64 % Belum mencapai indikator
2 YI 6 0% Belum mencapai indikator
3 Y2 65 % Belum mencapai indikator

Tabel I Hasil Pengamatan Siklus I

Berdasarkan tabel I semua indikator belum tercapai, indikator yang ditetapkan peneliti yaitu 27 atau sekitar 76 %. Tindakan Guru pada penggunaan alat sempoa belum maksimal skornya  22 atau sekitar 64 %, nilai prestasi tes masih rendah rata rata  60 % sementara krteria ketuntasan minimal 65, dan tanggapan siswa melalui Tanya jawab masih rendah yaitu 70 % belum sesuai dengan indikator keberhasilan..Karena tindakan peneliti belum berhasil, belum bisa mencapai standar yang ditetapkan maka peneliti dan kolabolator akan mengadakan siklus yang kedua

Deskripsi Siklus II

Tahap pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari selasa, 27 Oktober 2015. Pada Kegiatan apresepsi peneliti bertanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari.

Pada kegiatn inti peneliti menjelaskan lagi penjumlahan sederhana dengan cara memanggil  satu  persatu siswa ke depan untuk mempraktekkan cara penggunaan sempoa pada penjumlahan sederhana, dan siswa yang lain ikut juga mempraktekkan di tempatnya masing-masing dan peneliti berkeliling untuk membimbing mereka

Pada kegiatan akhir siswa dengan bimbingan peneliti membuat kesimpulan, selanjutnya peneliti member soal tes untuk dikerjakan masing-masing siswa selama 20 menit. Setelah batas waktu habis menarik hasil pekerjaan siswa untuk selanjutnya diperiksa dan diberi nilai.dan kemudian peneliti bertanya jawab kepada para siswa mengenai kegiatan belajar pada hari ini apakah mereka puas dan senang.

nursidahbimbim

Gambar 2 Anak menggunakan sempoa

Setelah melaksanakan tindakan pada siklus II selanjutnya peneliti melakukan observasi hasil belajar siswa melalui instrumen pengamatan prestasi hasil belajar pada lembar soal / jawaban siswa, kemudian kolabolator juga mengevaluasi tindakan peneliti dalam menggunakan alat sempoa. Selanjutnya peneliti mengevaluasi jawaban siswa pada saat tanya jawab mengenai kesan kesan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil pengamatan kolabolator pada penelitian siklus II peneliti sudah maksimal dalam menggunakan alat sempoa, sebab sudah melibatkan semua siswa sehingga penelitian sudah berakhir. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 Tabel 2 Hasil pengamatan silkus 2

NO Variabel Hasil Keterangan
1 X 78% Sudah mencapai indikator
2 YI 72 % Sudah mencapai indikator
3 Y2 78 % Sudah mencapai indikator

Karena tindakan guru dalam menggunakan alat sempoa sudah maksimal yaitu sekitar 30 atau 78 % berati sudah melewati indikator kinerja yaitu 27 atau 75 %, rata- rata dari prestasi belajar rata rata 72, berati sudah optimal melampaui kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan peneliti yaitu 65, tanggapan siswa melalui tanya jawab sudah positif  yaitu 75 % melebihi indikator keberhasilan yaitu 70 %. Semua variabel sudah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan maka penelitian sudah berakhir.

PEMBAHASAN

Pelaksanaan siklus I dan siklus II secara berturut-turut selama dua minggu, pada minggu 3 dan 4 bulan Oktober 2015. Dari hasil kedua siklus didapatkan kenaikan dalam prestasi belajar siswa dalam pelajran matematika penjumlahan sederhana. Berikut tabel perbandingan data awal sampai dengan siklus II

Tabel 3 Perbandingan data awal,  siklus 1 dan 2

NO Variabel Data awal Data siklus I Data Siklus II Ket
1 X 0 64 % 78% Naik
2 YI 56 6 0% 72 % Naik
3 Y2 0 65 % 78 % Naik

Dari data di atas dapat dilihat bahwa tindakan guru dari kondisi 0 %  naik menjadi 64 % di akhir siklus I dan naik menjadi 78 % di akhir siklus II, sementara prestasi belajar dari kondisi awal 56 % naik 60 % di siklus I dan naik 75 % , sedangkan tanggapan siswa dari kondisi 0 % naik menjadi 65 %  di akhir siklus I dan 78 % di akhir siklus II.

PENUTUP

            Penelitian Tindakan kelas ini telah telah berhasil. Hal ini telah sudah terjawabnya ruusan masalah. Tindakan yang dilakukan guru sangat baik,maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan alat sempoa sangat baik untuk diterapkan pada pelajaran matematika penjumlahan sederhana di kalas IV SDN Gentasari 05 Kroya.

            Saran –saran bagi guru, terutama untuk guru siswa inklusi dapat meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan sederhana denngan alat sempoa.Bagi peneliti lanjutan, peneliian ini dapat diteliti dengan kajian yang lebih luas sehingga hasilnya lebih sempurna

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan.2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga,Jakarta: Balai pustaka

Asrori,2008. Penelitian Tindakan Kelas.Bandung: Wacana Prima

Djamhara,Syiful Bakrie, 1994. Prestasi Belajar Kompetisi Guru, Surabaya : PT. Usaha Nasional

Erman Suherman,dkk ( 2001 ) Strategi Pembelajaran Kontemporer, Bandung : JICA Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI )

David Smith, Inklusi Sekolah Ramah Untuk Semua, Bandung: Nuansa, 2006, hlm. 45

Tri Wijayanti ( 2011 ) Pengembangan Student Worksheet berbahasa Ingris SMP Kelas VIII.Pada pembelajaran Aljabar pokok Bahasa Sistem Pemecah Linear Dua Variabel dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis kontruktivisme ; Universitas Negeri Yogyakarta

BIODATA PENULIS

NAMA                                    :  NURSIDAH,S.Pd

NIP                                         :  19600614  198012  2 003

PANGKAT GOLONGAN    : PEMBINA IV A

JABATAN                              : GURU KELAS

UNIT KERJA                        : SDN GENTASARI 05 KROYA KABUPATEN CILACAP




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *