BERKAT PEMBINAAN YANG INTENSIF KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK BERHASIL

katem

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan menjelaskan bahwa pengelolaan satuan pendidikan meliputi perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah/madrasah, dan Sistem Informasi Manajemen. Sekolah atau satuan pendidikan dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang mampu memimpin dengan indikator memiliki  pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan standar pengelolaan satuan pendidikan. Kepala sekolah/madrasah wajib menunjukkan kemampuan, antara lain: a) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, b) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat, serta c) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.

Pada kenyataannya, kepala sekolah belum melaksanakan program supervisi akademik secara terjadwal dengan baik terhadap guru, karena berbagai alasan, antara lain: banyak kesibukan, pengerjaan administrasi kepala sekolah yang menumpuk, laporan yang secara mendadak harus dilaksanakan. Di samping itu ada sebagain guru yang tidak mau disupervisi, dengan berbagai macam alasan, apalagi kalau kegiatan belajar mengajar ditunggui oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Hasil supervisi tanpa memberitahu belum memuaskan. Skor apersepsi, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran dari 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran pada semester 1 tahun 2015/2016 rata-rata 2,9. Skor tersebut menunjukkan kategori kurang maksimal, karena skor maksimal adalah 45. Hal ini disebabkan karena guru dalam melaksanakan pembelajaran tidak lengkap sesuai pedoman atau aturan yang sesuai yaitu Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007.

Sebagian guru hanya menggunakan metode ceramah yang sesekali diselingi dengan pertanyaan atau diskusi. Volume suara guru dikeraskan dan penggaris dipukulkan ke meja,  jika ada anak yang usil. Siswa kurang aktif dan hampir tidak ada kolaborasi antar siswa, bahkan tidak jarang guru memperlihatkan kekesalannya kepada siswa. Selain itu, jarang sekali terlihat ada alat peraga atau sarana pembelajaran yang digunakan. Apalagi jika kepala sekolah tiba-tiba masuk kelas, maka guru kelihatan terkejut, dan canggung. Melihat kondisi tersebut, sangat sulit bagi saya untuk membubuhkan nilai baik bagi guru.

Sebenarnya dalam kegiatan dewan guru yang dilakukan setiap bulan. Kepala sekolah berusaha untuk merumuskan rencana kegiatan berdasarkan kebutuhan guru, sehingga materi contoh-contoh model pembelajaran menjadi acara yang menarik. Berbekal cantoh-contoh tersebut diharapkan guru akan menerapkan di kelasnya. Apa yang harus saya lakukan supaya guru melakukan pembelajaran dengan baik dan tidak sekedar memenuhi jam pelajaran? Agar dapat memecahkan masalah tersebut, saya berusaha mencari penyebab atau mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebabnya.

PEMECAHAN MASALAH

Apa masalah yang sebenarnya? Saya pelajari buku-buku yang saya peroleh. Berbekal sering membaca buku, dan mengikuti diklat tentang Penilaian Kinerja Guru, ternyata setelah saya analisa dan saya renungi, penyebab dari masalah guru mengajar tidak sesuai pedoman sebenarnya terletak pada diri saya sendiri selaku kepala sekolah.

Dalam Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses halaman terakhir telah dijelaskan bahwa, yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan pengawasan proses pembelajaran adalah meliputi pemantauan, supervisi, dan evaluasi. Menurut Permendiknas tersebut, yang dimaksud dengan supervisi proses pembelajaran harus dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pem­belajaran.

Supervisi mempunyai pengertian yang luas. Supervisi berhubungan dengan segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personil sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ia berupa dorongan, bimbingan, kesempatan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru-guru. Seperti bimbingan dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan-pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran, pemilihan alat-alat pelajaran dan metode-metode mengajar yang lebih baik, cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase dan seluruh proses pengajaran, dan sebagainya. Dengan kata lain, supervisi adalah merupakan aktivitas menentukan kondisi-kondisi atau syarat-syarat yang esensi yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, supervisi adalah pengawasan utama, pengontrolan tertinggi. Menurut Ngalim Purwanto (2004), supervisi adalah segala bantuan yang direncanakan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan guru-guru dan personil sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan, yang berupa dorongan, bimbingan dan kesempatan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru-guru.

Sasaran supervisi pembelajaran adalah guru dalam melaksanakan proses  pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, materi ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi supervisi pembelajaran yang meliputi: (1) memahami konsep supervisi pembelajaran, (2) membuat rencana program supervisi pembelajaran, (3) menerapkan teknik- teknik supervisi pembelajaran, (4) menerapkan supervisi, dan (5) melaksanakan tindak lanjut supervisi pembelajaran.

Kompetensi supervisi kepala sekolah meliputi: (1) merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru; (2) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat; (3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

Langkah-langkah yang sistematis pada saat pelaksanaan program supervisi akademik menurut Tri Martiningsih (2008: 27) adalah: (1) menerapkan prinsip supervisi; (2) melaksanakan supervisi yang berkelanjutan (jangka panjang,menengah, dan pendek); (3) melaksanakan supervisi akademik yang didasarkan pada kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru; (4) menempatkan pertumbuhan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai tujuan utama supervisi akademik; (5) membangun hubungan dengan guru dan semua pihak yang berhubungan dengan supervisi; (6) melaksanakan supervisi yang demokratis, aktif, dan bertanggung jawab. Uraian di atas menjelaskan bahwa pada pelaksanaan program supervisi akademik memperhatikan penerapan prinsip supervisi, pendekatan supervisi yang digunakan, teknik supervisi yang digunakan, dan prosedur atau langkah yang telah disusun dalam program supervisi akademik.

Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah diawali dengan menyusun program supervisi akademik, merumuskan tujuan supervisi akademik, menentukan indikator/sasaran supervisi akademik, dan membuat jadwal supervisi, serta mempelajari instrumen supervisi yang akan digunakan dalam monitoring. Kemuadian menuangkan rumusan tujuan, sasaran, jadwal, dan instrumen pada dokumen program supervisi akademik. Dokumen tersebut akan menjadi dasar dan acuan kepala sekolah untuk melaksanakan supervisi akademik.

Tujuan supervisi akademik yang dilaksanakan di SD Negeri Kamulyan yaitu: (1) Membantu guru dalam mengembangkan proses pembelajaran supaya tujuan pembelajaran tercapai; (2) Meningkatkan manajemen dan administrasi guru kelas maupun guru mata pelajaran; (3) Mengevaluasi kinerja guru dalam rangka pembinaan guru; (4) Membimbing guru dalam menyusun penelitian tindakan kelas, dan (5) Menyusun penelitian tindakan sekolah oleh kepala sekolah.

Dasar pertimbangan kepala sekolah dalam membantu guru adalah hasil pengamatan terhadap kinerja guru dan kompetensi guru terkait dengan penguasaan kelas atau metode mengajar, serta hasil penilaian terhadap pembelajaran yang dilakukan guru mulai dari perencanaan pembelajaran hingga penilaian pembelajaran. Kepala sekolah menetapkan sasaran supervisi akademik dengan mencantumkan indikator-indikator yang menjadi perhatian dalam melaksanakan supervisi akademik. Sasaran supervisi akademik  yaitu perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru, dan penilaian/tindak lanjut pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Secara sederhana, sasaran pelaksanaan supervisi akademik adalah proses kegiatan belajar mengajar, penguasaan kelas, pemilihan materi ajar dan metode mengajar yang dilakukan oleh guru.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan silabus yang disusun guru saat merencanakan pembelajaran merupakan sasaran supervisi akademik. Selain itu, proses guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran yang meliputi soal-soal ulangan dan laporan hasil belajar yang dibuat oleh guru juga menjadi sasaran supervisi akademik. Kepala sekolah juga menyiapkan seluruh guru yang akan menjadi objek supervisi akademik dan menyiapkan laporan atau tindak lanjut hasil supervisi akademik serta menyiapkan instrumen supervisi yang akan digunakan dalam pelaksanaan supervisi akademik.

Kepala sekolah setelah merumuskan tujuan dan sasaran supervisi akademik serta menyiapkan sumber daya, selanjutnya membuat jadwal supervisi akademik yang meliputi jadwal monitoring awal, jadwal supervisi, dan jadwal evaluasi serta jadwal tindak lanjut hasil supervisi akademik.

Jadwal supervisi akademik dibuat oleh kepala sekolah  dengan  menerapkan metode diskusi dan konsultasi yang disepakati oleh dewan guru  melalui rapat dewan guru. Jadwal yang dibuat oleh kepala sekolah meliputi tahapan supervisi akademik meliputi: (1) penyusunan jadwal supervisi; (2) pelaksanaan supervisi akademik; (3) evaluasi supervisi akademik; (4) penyerahan/laporan hasil supervisi akademik; dan (5) tindak lanjut hasil supervisi akademik.

Pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan satu kali setiap semester. Artinya, guru hanya mendapatkan jadwal supervisi akademik satu kali setiap semester. Supervisi akademik dilaksanakan pada pertengahan awal semester gasal dan pertengahan awal semester genap. Adapun jadwal kegiatan supervise pembelajaran pada semester II Tahun Pelajaran 2015/2016, adalah sebagai berikut:

Jadwal Pelaksanaan Supervisi Akademik SD Negeri Kamulyan

Semester II Tahun pelajaran 2015/2016

No Hari, Tanggal Tugas Mengajar Mata Pelajaran Ket
1 Kamis, 31 -3-2016 Guru Kelas I IPA
2 Rabu, 30-3-2016 Guru Kelas II IPA
3 Selasa, 29-3-2016 Guru Kelas III IPS
4 Rabu, 30-3-2016 Guru Kelas IV IPA
5 Selasa, 5-4-2016 Guru Kelas V Matematika
6 Senin, 28-3-2016 Guru Kelas  VI Matematika
7 Rabu, 6-3-2016 Guru OR Kelas V
8 Sabtu, 2-4-2016 Guru PAI Kelas IV

Sasaran supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah yaitu persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Secara sederhana, sasaran supervisi akademik adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pada tahap persiapan pembelajaran yang menjadi perhatian kepala sekolah adalah silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dokumen atau administrasi guru seperti program semester, program tahunan, dan daftar nilai yang perlu dipersiapkan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran.

Kepala sekolah melaksanakan supervisi dengan memperhatikan dan menerapkan prinsip-prinsip supervisi, yaitu: (1) prinsip demokratis, hal tersebut ditunjukkan oleh kepala sekolah yang menempatkan diri bukan sebagai kepala sekolah melainkan sebagai sesama guru yang dianggap masih mempunyai kekurangan, (2) prinsip kooperatif, yaitu dengan mengedepankan kerjasama yang dijalin bersama dengan guru, (3) prinsip konstruktif, yaitu kepala sekolah mengedepankan kemajuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (4) prinsip kekeluargaan yaitu dengan cara kepala sekolah mendekati dan melakukan komunikasi dengan guru, (5) prinsip konstruktif yaitu kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik untuk membenahi apa yang menjadi kekurangan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

1

Gambar 1

Rapat dewan guru, penentuan jadwal supervise akademik

 

Materi pelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh guru. Kemudian Guru tersebut mulai mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dalam supervise akademik. Guru sudah benar-benar siap mental, materi dipersiapkan dengan matang, alat peraga dibuat sesuai materi, alat evaluasi dipersiapkan. Menjelang pelaksanaan supervise akademik guru benar-benar sibuk untuk mempersipakan segala yang dibutuhkan dalam supervise.

2

Gambar 2

Supervisi dengan diskusi dan konsultasi

Kepala sekolah saat melaksankan kunjungan kelas/saat pelaksanaan supervise akademik, akan mengamati guru saat mengajar selama dua jam pelajaran. Selama pengamatan dilaksanakan, kepala sekolah akan melakukan pencatatan terkait dengan penampilan guru saat mengajar mulai dari pembukaan hingga penutup. Selain itu, kepala sekolah saat rapat dewan guru juga menyampaikan hal-hal yang terkait dengan pembelajaran untuk didiskusikan bersama dengan guru. Diskusi tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk membenahi dan meningkatkan keterampilan guru saat menagajar.

Kepala sekolah akan melihat administrasi yang perlu dipersiapkan guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas. Kepala sekolah akan melihat kesesuaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan silabus yang telah disusun oleh guru. Kepala sekolah akan melakukan penilaian dan pengamatan terhadap guru saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas, melakukan monitoring maupun pengamatan. Dokumen yang digunakan kepala sekolah meliputi lembar monitoring dan evaluasi perencanaan pembelajaran, lembar monitoring dan evaluasi proses pembelajaran, lembar monitoring dan evaluasi penilaian/tindak lanjut pembelajaran, lembar pra observasi dan pasca observasi, serta lembar pengamatan dan pemantauan.

Saat jam istirahat, guru saling bertukar pendapat dan membahas keadaan salah satu kelas dan membahas beberapa masalah yang dihadapi guru untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Sesekali para guru menanyakan cara mengatasi masalah yang ada kepada kepala sekolah dan kepada para guru. Hasil pengamatan lainnya menunjukkan ada beberapa guru yang sedang mempersiapkan bahan atau materi yang akan disampaikan pada jam mata pelajaran setelah jam istirahat. Hasil pengamatan menunjukkan teknik kelompok dalam kegiatan supervisi tetap dilakukan, walaupun saat jam istirahat dan tidak dilakukan pada rapat resmi. Artinya terjadi diskusi antar guru terkait dengan pembelajaran di kelas saat jam istirahat.

Apa yang saya lakukan tersebut, selain mengacu pada pedoman juga mengacu pendapat  ahli. Menurut  Mulyasa (2004:182) secara tersirat menegaskan bahwa “tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah menyangkut keseluruhan kegiatan sekolah.” Seorang Kepala Sekolah harus mampu memobilisir sumber daya sekolah meliputi teknis dan administrasi pendidikan, lintas program dan lintas sektoral dengan mendayagunakan sumber-sumber yang ada di sekolah agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dengan demikian peran Kepala Sekolah sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Aspek kunci lain berkaitan dengan peran Kepala Sekolah dalam melaksanakan upaya perbaikan kualitas pendidikan adalah dengan memberikan bimbingan kepada guru dalam memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Ukuran keberhasilan Kepala Sekolah dalam menjalankan peran dan tugasnya adalah dengan mengukur kemampuan dia dalam menciptakan ”iklim pembelajaran”, dengan mempengaruhi, mengajak, dan mendorong guru, siswa, dan staf lainnya untuk menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif, tertib, lancar, dan efektif tidak terlepas dari kapasitasnya sebagai pimpinan sekolah. Dengan demikian, pembinaan yang intensif dari Kepala Sekolah dapat meningkatkan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah.

Kebutuhan guru secara materi, rata-rata sudah terpenuhi. Tetapi guru masih membutuhkan kebutuhan atas penghormatan/penghargaan dan bahkan kebutuhan  kebutuhan untuk aktualisasi diri. Saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan guru tentang penghargaan dan aktualisasi diri yaitu melakukan pekerjaan kreatif sehingga mendapatkan penghormatan dari orang lain.

Benar saja, pada hari pertama jadwal supervise adalah guru Penjasorkes mengajar kelas III. Saya mengikuti anak-anak dan guru ke lapangan untuk melihat guru melakukan proses pembelajaran. Saya melihat beberapa alat peraga dan sarana pembelajaran yang dibawa ke lapangan. Anak-anak membantu ibu guru untuk membawa alat-alat yang akan digunakan dalam permainan di lapangan. Karena jarak sekolah ke lapangan agak jauh, sekitar 200 meter. Saya memperhatikan kegiatan belajar mengajar tersebut sampai selesai. Anak-anak antusias, guru semangat untuk melakukan pembelajaran.

Pada hari Senin berikutnya, saya masuk ke kelas VI. Setelah memberi salam dan siswa menjawab dengan semangat, saya jelaskan maksud kedatangan saya. Anak-anak sudah siap, karena guru kelasnya sudah menyampaikan, dan sudah dilaksanakan persiapan.

“Anak-anak, hari ini saya ingin melihat kegiatan belajar mengajar kalian. Apakah kalian sudah siap?”

“Siaaaap…, Bu!” jawab anak-anak penuh antusias.

“Silakan dimulai!” kata saya sambil mencari tempat yang strategis untuk melakukan supervise. Saya duduk di kursi paling belakang, sambil mengambil gambar/foto kegiatan belajar mengajar dengan kamera.

Guru mulai mengajar, proses pembelajaran berjalan dengan aktif, guru percaya diri, siswa gembira, tidak ada yang bermain sendiri. Kadang saya berkeliling di belakang anak-anak tanpa mengganggu jalannya pembelajaran. Benar-benar proses pembelajaran yang sangat bagus, memuaskan. Saya acungi jempol untuk guru dan anak-anak, mereka terlihat bangga serta berbinar senang. Dalam pelaksanaan supervise akademik, guru tidak canggung, tidak malu, interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik, dan berani mengemukakan pendapatnya. Dengan demikian pemberian contoh dan pelatihan dalam supervisi yang saya terapkan, tidak sia-sia.

Hati saya benar-benar gembira karena tujuan saya melakukan supervisi dengan guru tidak takut, ternyata berhasil. Kegiatan supervise ini saya laksanakan untuk semua guru kelas dan guru mata pelajaran, sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Tetapi, ada jadwal yang berubah, karena ada kegiatan kedinasan. Karena kesibukkan saya di berbagai organisasi, kadang yang seharusnya ada jadwal supervise, tidak bisa dilaksanakan, karena saya harus meninggalkan sekolah. Karena banyaknya kegiatan saya, sampai ada guru yang menanyakan pada saya.

“Bu, apakah hari ini Ibu ada kegiatan?” Tanya salah seorang guru.

“ Kebetulan hari ini saya tidak ada kegiatan, saya di sekolah. Ada apa?” Tanya saya.

“Bu, saya sudah siap untuk disupervisi,” jawab guru tersebut.

Saya bangga, dengan guru-guru saya. Mungkin di sekolah lain, ada guru yang enggan untuk di supervise, tetapi di sekolah saya, menantang sudah siap untuk di supervise.

 3

Gambar 3

Guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas VI

4

Gambar 4

Siswa aktif / pembelajaran di kelas IV

Supervise telah selesai dilaksanakan. Semua guru mrasa lega. Foto kegiatan belajar mengajar saya pindahkan ke laptop di ruang kepala sekolah. Kemudian saya  mengisi instrumen pengamatan/penilaian proses pembelajaran dengan lebih detail. Jika tidak sempat di sekolah, saya dapat melakukannya di rumah.

Kepala sekolah melakukan analisis dan evaluasi serta melaporkan hasil supervisi akademik, selanjutnya hasil supervisi akademik akan dijadikan dasar pertimbangan dan dimanfaatkan kepala sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap guru dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru. Hasil supervisi akademik tersebut selanjutnya menjadi dasar kepala sekolah untuk memberikan motivasi dan mengikutsertakan guru dalam kegiatan-kegiatan yang tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme guru, antara lain memberikan kesempatan guru untuk aktif mengikuti kegiatan KKG, mengikuti kegiatan workshop, seminar, maupun diklat dimana semua kegiatan tersebut ditujukan untuk memperbaiki kinerja guru saat pembelajaran.

PENUTUP

Pelaksanaan kegiatan supervisi yang efektif adalah kegiatan pembinaan yang dilakukan kepala sekolah yang mampu memberikan kesan positif sehingga guru yang dibinanya merasa terbantu untuk melakukan proses pembelajaran sehingga daya serap belajar siswanya lebih meningkat bila dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Proses kegiatan supervisi saatnya diharapkan dianggap sebagai kebutuhan guru dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya. Karena mustahil seseorang akan mengetahui kekurangannya apabila  tidak ada yang berani  untuk mengoreksinya ataupun karena tidak siap menerima masukan ataupun kritik dan saran dari siapapun.. Namun dalam supervisi pendidikan diantara kedua belah pihak harus saling menyadari bahwa kegiatan yang dilakukannya bertujuan untuk saling  membangun demi meningkatnya mutu pendidikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ngalim Purwanto. (2005). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, 2004, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung. Rosda

Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses.

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

_______2009,Kamus Besar Indonesia,Jakarta

———–2011, Supervisi Akademik, Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan, KementrianPendidikan Nasional.

BIODATA

Nama KATEM, S.Pd
NIP 19630922 198304 2 001
Pangkat/golongan/ruang Pembina Tk.I, IV/b
Jabatan Kepala Sekolah SD Negeri  Kamulyan, UPK Tambak

TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *