http://www.infopasti.net/bola-karet-warna-warni-untuk-pembelajaran-bola-voli/

PTK SD Bola Voli Karet Ber Warna Warni yang Lembut

BOLA KARET WARNA-WARNI YANG LEMBUT MENJADIKAN SISWAKU SENANG BERLATIH PASSING BAWAH BOLA VOLI

indiyanti

Oleh:

Indiyati, S.Pd

Guru PJOK SDN 2 Grendeng Purwokerto Utara

 

LATAR BELAKANG

Penulis adalah guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, sejak tahun pelajaran 2012/2013 ditempatkan di SD Negeri 2 Grendeng UPK Purwokerto Utara, mata pelajaran Penjasorkes merupakan mata pelajaran yang sangat dinanti  oleh siswa, terbukti kedatangan saya selalu disambut dengan antusias oleh mereka. Sebab terbayang dihati mereka suatu suasana yang mengasikkan berkegiatan dan bermain di luar ruangan dengan bebas. Namun pada prakteknya antusiasme siswa tidak selalu berbanding lurus dengan keberanian dalam proses pembelajaran. Hal inilah yang saya temukan ketika mengajar teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli pada kelas IV. Tentu hal tersebut membuat hati ini menjadi sedih.

Meskipun termasuk ke dalam kategori permainan, bola voli merupakan materi yang cukup kompleks dipelajari, terutama oleh murid sekolah dasar dan pemain pemula lainnya. Baacke (1995:23) menjelaskan bahwa bola voli adalah permainan yang sederhana tapi susah dipelajari. Oleh karenanya kita perlu menyesuaikan cara mengajar bagi para pemula karena kualitas permainan ditentukan oleh penguasaan teknik dasar tentang permainan bola voli.

Permainan bola voli yang menggunakan alat berupa bola besar yang berbahan dasar kulit memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan permainan-permainan yang lain dan membutuhkan keterampilan khusus, terutama keterampilan tangan. Keterampilan tersebut akan dapat tercapai jika siswa memiliki keberanian untuk mulai berlatih/bermain. Ukuran bola yang besar merupakan tantangan tersendiri bagi pemain pemula usia Sekolah Dasar. Seringkali siswa merasa takut untuk belajar melakukan teknik dasar passing bawah dikarenakan hal tersebut, permukaan bola yang cenderung keras dan tidak elastis juga membuat latihan kurang optimal karena pergelangan tangan siswa terasa sakit setelah beberapa kali melakukan passing bawah. Akibatnya siswa IV SD Negeri 2 Grendeng kurang antusias mengikuti pembelajaran. Mengamati bahwa dalam beberapa sesi latihan tidak pula terjadi perubahan pola pembelajaran, saya kemudian berpikir langkah apa yang harus saya lakukan agar siswa memiliki keberanian untuk memukul bola (passing bawah)? Bagaimana agar siswa mengenal dan memahami teknik dasar permainan bola voli? Apakah modifikasi alat peraga dapat menjadi solusi terhadap problem antusiasme tersebut?

PEMECAHAN MASALAH

Permainan bola voli modern sangat membutuhkan teknik dasar yang baik dalam meningkatkan performa permainan antara lain gerakan passing bawah. Dihadapkan pada persoalan kurangnya antusiasme pserta didik dalam pembelajaran tersebut di atas dan tuntutan perlunya latihan-latihan yang menunjang dan mengarah pada saat permainan sesungguhnya berlangsung, maka peneliti melakukan modifikasi alat peraga permainan yang ramah terhadap siswa (userfriendly) namun kompatibel/sesuai sebagai sarana pembelajaran. Secara definisi, modifikasi adalah usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologis hasil eksperimen lain pada perilaku manusia (Bootzin : 1975). Melalui berbagai sumber yang saya telaah, modifikasi menjadi pilihan terbaik dan relevan dengan masalah yang saya hadapi, setidaknya karena 2 sumber berikut :

  1. Lutan (1988) menyatakan bahwa modifikasi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani diperlukan, dengan tujuan antara lain agar meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi dan peserta didik dapat melakukan pola gerak secara benar.
  2. Aussie (1996) mengembangkan modifikasi di Australia dengan pertimbangan bahwa berolahraga dengan peralatan dan peraturan yang dimodifikasi akan mengurangi cedera pada anak.

Modifikasi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan alat peraga berupa bola karet seukuran bola voli yang sesungguhnya yang elastis dan ringan untuk menumbuhkan rasa antusias juga keberanian siswa dalam berlatih passing bawah, sehingga diharapkan tujuan pengenalan serta penguasaan teknik dasar bola voli dapat tercapai.

Bola voli dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit  dengan keliling 65-67 cm, berat 200-280 gram, dan tekanan udara 294,30-318,82 hpa. Berat bola dengan permukaan yang keras membuat peserta didik takut untuk melakukan praktik dan  merasa kesakitan saat memukul pertama kali sehingga antusiasme menurun. Untuk memodifikasi bola voli pada penelitian ini digunakan alat peraga pengganti ukuran 4 atau seukuran diameter 20 cm, yakni bola karet.

Bola karet yang digunakan adalah bola karet mainan yang elastis dan ringan, seringkali dimainkan oleh anak-anak usia Sekolah Dasar sehingga peserta didik merasa akrab dengan alat peraga. Rasa akrab ini membuat siswa tidak takut tersakiti karena permukaan yang lebih elastis dan ringan, oleh karenanya akan menumbuhkan antusiasme siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Alat peraga bola karet ditunjukkan oleh gambar berikut :

indiyanti  

Gambar 1 : Alat Peraga Bola Karet

                  Bola karet sangat mudah didapatkan di tempat perbelanjaan seperti di pasar tradisional. Ketika diujicobakan pertama kali dengan membawa nya pada satu sesi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan di kelas IV SD Negeri 2 Grendeng, terlihat sekali bahwa peserta didik telah akrab dengan alat peraga karena sering dijumpai dalam kehidupan mereka sehari-hari. Terlihat siswa dengan antusias mencoba memukul bola berkali-kali seraya mendengarkan pengarahan dari saya selaku guru. Antusiasme demikian tidak saya temukan pada sesi pembelajaran latihan dasar teknik passing bawah sebelumnya.

indiyanti2

Gambar 2 :

Peningkatan Antusiasme dan Partisipasi Siswa dengan Alat Peraga Bola Karet

                  Selain pada sisi peningkatan antusiasme dan partisipasi, dapat terlihat pula bahwa modifikasi alat peraga juga meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan teknik dasar passing bawah pada permainan bola voli. Hal tersebut dikarenakan alat peraga yang ramah dan tidak mencederai tangan memungkinkan peserta didik untuk melatih gerakan passing bawah berulang kali baik secara individu pada kelompok putra kelas IV SDN 2 Grendeng maupun latihan passing bawah secara berkelompok pada  peserta didik putra

indiyanti3

Gambar 3

Keterampilan Siswa dalam Melakukan Passing Bawah Meningkat

Dengan memodivikasi alat peraga pembelajaran  bola voli sesungguhnya yang terbuat dari kulit dan cenderung keras serta membuat tangan sakit  kedalam bola karet yang lembut dan daya pantulnya tinggi,saya berharap siswa tidak takut lagi bermain bola voli yang pada akhirnya meningkatkan ketrampilan bermain mereka lebih baik prestasi meningkat.

 

PENUTUP

Untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam pembelajaran terutama ketika terjadi permasalahan antusiasme maupun takut cidera dalam berlatih passing bawah, kreatifitas guru senantiasa harus ditingkatkan. Modifikasi sangat penting dilakukan terhadap komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kreatifitas modifikasi alat peraga, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, serta pemberdayaan sarana prasarana lain.

Pengalaman di sekolah saya ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Meskipun telah bertahun-tahun mengajar mata pelajaran yang sama, kreatifitas saya tetap ditantang guna memahamkan materi pembelajaran kepada peserta didik. Alhamdulillah setelah beberapa kali melakukan modifikasi alat peraga, kegiatan pembelajaran mata pelajaran penjaskes di SDN 2 Gendeng terus menjadi lebih hidup, siswa pun dapat lebih maksimal berlatih karena ketersediaan alat peraga yang lebih banyak,soalnya harganya murah. Semoga ke depan dengan menerapkan strategi dan kreatifitas yang tepat peserta didik Sekolah Dasar bisa mendapatkan pemahaman pembelajaran yang lebih baik dan besar harapan peserta didik kita menjadi generasi penerus kita yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Bina Guru. 2006. Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas IV SD. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Ahmadi Nuril. 2007. Panduan Olahraga Bola Voli. Era Pustaka Utama.

Yoyo Bahagia dalam Bahan Ajar Media dan Alat Pembelajaran Penjas. www.file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/194903161972111YOYO_BAHAGIA/(PP)_MEDIA_DAN_ALAT_PEMBELAJARAN_ PENJAS.pdf.

BIODATA PENULIS:

 

NAMA            : INDIYATI, S.Pd

JABATAN      : GURU PJOK SDN 2 GRENDENG PURWOKERTO UTARA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *