Ceplis | Refleksi Mei 2016 | Infopasti.net

Ceplis Edisi Mei 2016

Ceplis, anak Limbuk shok berat. Ulahnya bersama beberapa teman – teman yang tengah bernyanyi nyanyi sambil merokok di ruang kelas terekam dan beredar luas di media sosial. Usai menyelesaikan UN SMA, ia terjaring razia lalu lintas lalu menantang petugas dengan kata – kata kasar. Lagi -lagi ulahnya terekam lalu beredar. Tak pelak, hujatan, hinaan, dan pelecehan mengalir deras melali akunnya. Sekolahnya pun mewacanakan untuk tidak meluluskannya. tahun ini sebagai hukuman. Ceplis yang jelita dan tak pernah bermasalah sebelumnya, tak lagi punya muka.

Limbuk terkapar, tak sanggup menerima akibat yang harus ditanggung putri kesayangannya. Ia tak rela anaknya sekarat dibully, tapi ia tak bisa serta-merta memasang badan untuk melindunginya. Ia mengerti bahwa ulah Ceplis sangat tidak pantas, tapi gadis itu tetap buah hatinya, yang karena kemiskinan terpaksan harus membiayai hiddup sendiri dengan bekerja sebagai penyanyi di kafe.

Bagong datang menghampiri Ceplis duduk tertunduk lesu di sisi pembaringan ibunya. “ini titipan dari Romo Semar,” katanya sambil mengulurkan beberapa buku yang ditentengnya kepada Ceplis. “Romo Semar memaafkan kenakalanmu, tetapi tidak berati membelamu.” tambahnya. Ceplis kian menunduk ketakutan, tapi menerimanya dengan kedua tangan.

“Semua sudah terlanjur terjadi. Kamu terlanjur berulah yang tidak pantas. Kamu terlanjur babak belur dibully, bahkan oleh teman – temanmu sendiri. Tapi, ini belum berakhir. Kamu bahkan belum mendapat sertifikat kelulusan dari sekolah. Hadapilah !” kata Bagong tegas sambil memegang pundak Ceplis.

Ceplis mengangguk pelan.”Ceplis salah.” gumamnya.

Tak seperti biasanya, kali ini Bagong sangat berhati – hati berbicara. Kalimatnya tertata rapi. “Ceplis, buku adalah sebaikbaik teman. Dia setia, tak akan zalim. Walau kau tinggalkan, dia tetap memberikan kebaikannya untukmu. Saat kau lengah berbuat nakal, dia tak akan ikut – ikutan membully menghancurkanmu,” tuturnya dengan berusaha bersikap lembut. Ditatapnya Ceplis dan Limbuk bergantian dengan penuh empati. Lagi – lagi Ceplis mengangguk.

“Yu Limbuk, ingat, “Dan, janganlah kau hiraukan gangguan gangguan meraka dan bertaawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung (QS. Al Ahzab : 48)” Bukankah Romo Semar sudah sering mengajarkan maknanya, agak kita siap menghadapi dinamika hidup? Nikmati pelajaran hari ini karena, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu (QS. Al-Baqarah : 216)” .

bagong pamit setelah melihat Limuk yang masih lemah berusaha bangun dari pembaringan, mengangguk lalu tersenyum.”Aku pamit. Ceplis, bacalah!”.




2 thoughts on “Ceplis | Refleksi Mei 2016 | Infopasti.net

  1. social media today cd

    Your style is so unique compared to other people I’ve read stuff from.
    I appreciate you for posting when you’ve got the opportunity, Guess I’ll
    just bookmark this site.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *