Penelitian Tindakan Kelas SD Penerapan Model Index Card Match

endahh-png

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 KARANGSARI SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ABSTRAK

Hal yang menyebabkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PKn sangat kurang sehingga berdampak pada rendahnya nilai PKn di kelas IV SD Negeri 4 Karangsari yaitu masih berada di bawah KKM dikarenakan pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) Melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match diharapkan dapat meningkatkan Aktivitas belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Karangsari (2 )Melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negari 4 Karangsari. Penelitian ini dilakukan dalam II siklus penelitian, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah Siswa kelas IV SD Negeri 4 Karangsari berjumlah 10 siswa. Variabel penelitian ini adalah aktivitas siswa, dan prestasi  belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor aktivitas siswa pada  pra siklus 16 masuk dalam kategori rendah, siklus I skor menjadi 20 masuk dalam kategori sedang dan pada siklus II skor27 masuk kategori tinggi. Ketuntasan klasikal hasil belajar dari pra siklus  50%, menjadi 70% pada siklus I, sedang siklus I ke II mengalami peningkatan menjadi 90%. Setelah dilakukan tindakan nilai rata-ratadari pra siklus 73,8 pada siklus I menjadi 80,0 dan pada siklus II menjadi 86,4. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn siswa kelas IV SD Negari 4 Karangsari Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara

Kata Kunci: Model Pembelajaran Index Card Match, Aktivitas siswa, Prestasi siswa

 

PENDAHULUAN

Dalam prosesnya seorang guru secara umum adalah sebagai fasilitator dalam menciptakan komunikasi antara guru, siswa dan media pembelajaran menuju tercapainya tujuan belajar. Harapan setiap guru tentunya berhasil dalam membelajarkan siswa-siswinya, namun kenyataan tidak demikian kondisi lingkungan belum tentu sepenuhnya memberikan dukungan keberhasilan semua siswa di sekolah ini. Keadaan ini mungkin sudah lazim pada setiap sekolah yang berada di daerah dengan kondisi latar belakang siswa yang heterogen.

Seringnya keluhan dari para guru dilapangan tentang materi pelajaran yang terlalu banyak dan luas sehingga kekurangan waktu untuk mengerjakannya, apalagi menerapkan inovasi-inovasi dalam pembelajaran PKn seperti pendekatan lingkungan,pendekatan ketrampilan proses, dan lainnya yang menuntut kelak dapat dipraktekan oleh siswa. Begitu pula beberapa metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran PKn di sekolah dasar, diantaranya metode penugasan, diskusi, tanya jawab, latihan, ceramah,  dan studi lapangan.

Melalui refleksi diri dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti di dalam kelas tujuannya antara lain memperbaiki kinerja peneliti sehingga hasil belajar siswa diharapkan dapat meningkat dan peneliti mampu mencari kekurangan dirinya dalam pembelajaran. Menurut Treffinger bahwa dalam proses pembelajaran guru harus peka terhadap masalah yang dihadapi, sadar akan kekurangan atau kesenjangan pengetahuan adanya unsur yang kurang dan adanya unsur disharmonisasi.

Menyadari keadaan tersebut, dengan berbekal kejujuran dan keterbukaan, peneliti melakukan diagnosa terhadap pembelajaan yang telah dilakukan. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tes formatif. Setelah dikoreksi, ternyata hanya 5 siswa dari 10 siswa yang mendapat nilai di atas75 berarti hanya 50% yang telah mencapai ketuntasan belajar. Mengetahui hasil belajar siswa yang jauh dari harapan, peneliti melakukan refleksi diri, dengan mengkaji dokumen dan berdiskusi , serta bertanya pada siswa tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari semua permasalahan yang timbul didalam pembelajaran diketahui alternatif penyebabrendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan antara lain: Media pembelajaran yang dipilih kurang mampu mempermudah siswa dalam memahami materi, dan peneliti kurang mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang mampu membangkitkan minat siswa untuk belajar lebih tekun.

Dengan mempertimbangkan kedua alternatif penyebab di atas dan atas saran teman sejawat, alternatif pemecahan masalah yang akan ditempuh lebih diorentasikan pada metode pembelajaran dan penggunaan alat bantu belajar. Untuk ini peneliti memilih metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa kelas IV SD dan dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa yakni penerapan model Pembelajaran Index card MatchPenerapan model pembelajaran Index Card Match ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa karena model pembelajaran Index card Match menekankan siswa pada pemberian belajar yang lebih konkrit serta suasana yang kondusif kepada siswa untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan-keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat.

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah identifikasi masalah,dan pembatasan masalah  dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah penerapan model pembelajaraan Index Card Match dapat meningkatkan Aktivitas dan prestasi belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Karangsari Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016?

LANDASAN TEORI

Pengertian aktivitas belajar

Aktivitas sangat dibutuhkan dalam belajar, karena tanpa adanya aktivitas proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik. Pada proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga perubahan perilakunya dapat berubah dengan cepat, tepat, mudah dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor (Nanang Hanafiah, 2010:23)

Berdasarkan pengertian di atas bahwa aktivitas belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan yang meliputi jasmani dan rohani untuk menuju ke perubahan yang lebih baik.

Adapun ciri-ciri atau aspek aktivitas belajar siswa pada penelitian ini adalah (1) Siswa aktif memperhatikan penjelasan guru,(2) Siswa aktif berdiskusi dalam kelompoknya,(3) siswa aktif bertanya dalam  kelompok (4) siswa aktif mencatat untuk mengumpulkan data,(5) siswa aktif mencari pasangan kartu di kelas,(6)  siswa  aktif menjawab kelompok lain(7) siswa aktif dalam kelompok menyimpulkan hasil diskusi sesuai data,(8)siswa dapat menerima pendapat kelompok lain,(9) siswa aktif mengerjakan tugas secara mandiri,dan (10) siswa aktif mengerjakan tugas sesuai dengan waktu.

Prestasi balajar siswa

Prestasi belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar, dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Dimyati dan Mudjiono (2006:3-4) juga mendefinisikan “Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar”. Dari sisi guru, tindak mengjaar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.

Berkaitan dengan prestasi atau kemampuan siswa yang diperoleh setelah belajar, Bloom dalam Dimyati dan Mudjiono (2009:26) membagi hasil belajar dalam tiga ranah atau kawasan yaitu : ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Adapun ranah kognitiftelah direvisi Anderson dan Krathwohl (2010) yakni:

  1. Ranah kognitif terdiri dari enam perilaku sebagai berikut:
  • Mengingat, 2) memahami/mengerti (Understand),3) menerapkan (Apply), 4) menganalisis (Analyze), 5) Mengevaluasi (Evaluate), 6) Menciptakan (Create)
  1. Ranah afektif terdiri dari lima perilaku-perilaku sebagai berikut:
  • Penerimaan, 2) Partisipasi, 3) Penilaian dan penentuan sikap, 4) Organisasi,5) Pembentukan pola hidup.
  1. Ranah psikomotorik terdiri dari tujuh jenis perilaku.
  • Persepsi, 2) Kesiapan, 3) Gerakan terbimbing,4) Gerakan yang terbiasa, 5) Gerakan kompleks, 6) Penyesuaian pola gerakan, 7) Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya.

Model Pembelajaran Index Card Mtch

Pengertian  Model pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan)

Index Card Match adalah model pembelajaran yang menyenangkan karena selain ada unsur permaianan juga kebersamaan dan membangunkeakraban antar siswa. Metode ini dapatdigunakan untuk mengetahuisejauhmana tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan guru.

Index card match adalah salah satu teknik instruksional dari belajaraktif yang termasuk dalam berbagai reviewing strategis (strategi pengulangan). Tipe Index Card Match ini berhubungan dengan cara-cara belajar agar siswa lebih lama mengingat materi pelajaran yang dipelajari dengan teknik mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan (Silberman, 2006: 250).

Langkah – langkah model pembelajaran Index Card Match :

  • Guru membuat potongan – potongan kertas sejumlah siswa yang ada di dalam kelas.
  • Bagi jumlah kertas tersebut kedalam dua bagian yang sama.
  • Tulis pertanyaan tentang materi yang tela diberikan pada setengah bagian kertas yang telah di siapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
  • Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat tadi.
  • Kocok semua kertas sehingga tercampur antara soal dengan jawaban.
  • Beri setiap siswa satu kertas.
  • Minta siswa untuk mencari pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk atau berdiri berdekatan.
  • Setelah semua semua siswa berdekatan berdiri atau duduk sesuai dengan pasangan, setiap pasangan secara bergantian membaca soal yang diperoleh dengan keras kepada teman – teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan –pasangan lain”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 4 Karangsari Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan selama 2 siklus, pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016. Sumber data penelitian tindakan kelas ini yang digunakan adalah:

  1. Sumber data siswa meliputi: Data tentang aktifitas siswadan data tentang Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn dan tentang penerapan model pembelajaran Index Card Match
  2. Sumber data guru meliputi data ketrampilan guru merencanakan perbaikan pembelajaran dan ketrampilan melaksanakan perbaikan pembelajaran, proses pembelajaran seperti interaksi pembelajaran, implementasi penerapan mod
  3. Sumber data kolaborator meliputi pengamatan penerapan model pembelajaran Index card Match hasil refleksi bersama guru peneliti.

Pada penelitian ini teknik dan alat pengumpulan data menggunakan:

  1. Teknik Tes

Tes yang digunakan dalam penelitian adalah soal tes prestasi belajar.Instrumen yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa mata pelajaran PKn lembar tes prestasi yang terdiri dari hasil pekerjaan siswa pada test formatif.

  1. Teknik Pengamatan

Pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan tentang aktifitas siswa, pengamatan tentang penerapan model pembelajaran Index Card Match dalam proses pembelajaran dan pengamatan perilaku peserta didik.

Langkah yang dilakukan dalam menyusun instrumen aktifitas siswa meliputi : 1) Kisi-kisi aktifitas 2) lembar pernyataan 3)lembar observasi 4) lembar hasil observasi.

Instrumen yang digunakan untuk pengamatan tentang penerapan model pembelajaran Index card Match dilakukan saat proses pembelajaran yaitu Alat Penilaian Kemampuan Guru Mengajar (APKG 2) terdiri dari 3 aspek, yaitu 1) Kegiatan Awal 2) Kegiatan Inti 3) Kegiatan Akhir. Instrumen yang digunakan untuk pengamatan perilaku peserta didik berupa anekdotal deskripsi pembelajaran penerapan model pembelajaran Index card Matchterdiri dari perilaku pada proses pendahuluan, proses kegiatan inti dan proses penutup.

Pada penelitian ini validasi data menggunakan data Tes Prestasi Belajar dan data Pengamatan. Analisis data menggunakan tes prestasi belajar dengan membandingkan hasil ulangan harian kondisi awal, hasil ulangan formatif siklus I, dan hasil ulangan formatif siklus II.Analisis data pengamatan diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil observasi, kemandirian belajar, hasil test dan dokumentasi.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada pengamatan pra siklus Aktivitas tinggi hanya 10% atau 1 siswa dari 10 siswa, Aktivitas sedang  40% atau  4siswa dari 10 siswa., dan Aktivitas rendah 50% atau 5 siswa dari 10 siswa. Jadi rerata Aktivitas siswa pada pra siklus adalah 16 atau katagori rendah. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match aktivitas siswa mengalami peningkatan. Aktivitas siswa tinggi 30% atau 3 dari 10siswa, Aktivitas sedang40% atau 4 dari 10 siswa, dan Aktivitas rendah 30% atau 3dari 10 siswa,skor rerata aktivitas siswa pada siklus I adalah 20 atau kategorisedang. Hal ini disebabkan situasi pembelajaran sudah kondusif, siswa belum seluruhnya dapat bekerja sama, guru sudah tidak menguasai kelas situasi kelas menjadi menyenangkan. Namun aktivitas siswa belum melampaui indikator keberhasilan.

Pada siklus II penerapan model pembelajaran Index Card Match dengan perubahan kelompok diperkecildan penambahan materi pada kartu mampu meningkatkan aktivitas secara optimal. Hasil pengamatan pada siklus II adalah sebagai berikut kemampuan aktivitas tinggi 80% atau 8siswa dari 10 siswa, Aktivitas sedang 10% atau 1 dari 10 siswa, dan aktivitasrendah 10% atau 1 dari 10 siswa. Jadi skor rerata aktivitas pada siklus II adalah 27 atau kategori tinggi.

Perbandingan hasil penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 1 Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran Pra Siklus, Siklus 1 dan 2

No Kemampuan Aktivitas Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Tinggi 1 3 8
2 Sedang 4 4 1
3 Rendah 5 3 1
4 Kategori 16 (rendah) 20 (sedang) 27 (tinggi)

Prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diukur melalui tes prestasi menunjukkan hasil pada pra siklus rerata 73,8 dan ketuntasanbelajar50%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match ada peningkatan. Pada siklus I rerata 80,0 dengan  ketuntasan belajar 70%. Dari hasil refleksi hasil tersebut masih belum mencapai indikator keberhasilan. Dengan memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I maka pada siklus II diperbaiki kekurangan tersebut sehinggahasil tes prestasi pada siklus II rerata 86,4 dengan  ketuntasan belajar 90%. Perbandingan hasil tes prestasi belajar pra siklus,  siklus I dan siklus II setelah dilakukan ulangan pada akhir siklus diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 2 Hasil Ulangan Pra Siklus dan Akhir Siklus 1 dan 2

No Prestasi Belajar Siswa Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai Tertinggi 86 92 100
2 Nilai Terendah 60 70 74
3 Rata-rata 73,8 80,0 86,4
4 Ketuntasan Belajar 50% 70% 90%

Penerapan model pembelajaran Index Card Match berdampak perubahan situasi kelas dan siswa. Perubahan kondisi siswa antara lainsiswa aktif mendengar penjelasan guru, meringkas materi pembelajaran, dapat mengerjakan test mandiri, menghafal materi dengan kondisi kelas menyenangkan, mau berinteraksi dengan semua teman. Terfokuskan pada pembelajaran , dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Pada siklus II proses pembelajaran menjadi lebih baik karena siswa sudah memiliki tanggung jawab  baik secara pribadi atau kelompok, hasil ulangan menjadi meningkat. Hal ini menyebabkan kemampuan aktivitas dan prestasi belajar menjadi meningkat.

Dari uraian di atas maka dapat diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan aktivitas dari rendah menjadi tinggi dan  dapat meningkatkan prestasi belajar rata-rata belum tuntas menjadi di atas indikator ketuntasan.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:Penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan aktivitas pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Karangsari semester 2tahun pelajaran2015/2016 dari pra siklus 1 orang menjadi 8 orang  pada akhir siklus II.Penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Karangsari semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dari pra siklus 73,8 menjadi  86,4  pada akhir siklus II serta ketuntasan belajar dari pra siklus 50%  menjadi 90% pada akhir siklus II.

Implikasi

Secara teoritis bahwa penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat dikembangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, karena mempunyai keunggulan-keunggulan antara lain adalah :

  • Peserta didik belajar untuk selalu mengambil inisiatifsendiri dalam segala yang diberikan oleh guru.
  • Dapat memupuk rasa tanggung jawab, karena darihasilhasilyang dikerjakan dipertanggung jawabkan di depanguru.
  • Mendorong peserta didik supaya berlomba-lomba untukmencapai kesuksesan.
  • Dapat memperdalam pengertian dan menambah keaktifandan kecakapan siswa.
  • Hasil belajar akan bertahan lama karena pelajaran sesuaidengan dengan minat peserta didik.waktu yang digunakan tidak hanya sebatas jam-jampelajaran di sekolah.

Sekolah dapat lebih memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengelola kegiatan

  • pembelajaran lebih kondusif dan bervariatif
  • mengembangkan metode metode baru pada mata pelajaran yang ada
  • pembelajaran dengan implementasi-implementasi pembaharuan pada pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri 4 Karangsari.

Saran

Saran Untuk Penelitian Lanjut: Pelaksanaan penelitian ini baru 2 siklus, penelitian lain selanjutnya dapat menambah siklus untuk mendapatkan temuan-temuan yang lebih signifikan.

Penerapan Hasil Penelitian : Mengingat penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka guru perlu menerapkan dalam model pembelajaran Index Card Match di sekolahnya. Sekolah perlu memberikan fasilitas untuk menerapkan model pembelajaran Index Card Match agar aktivitas dan prestasi belajar siswa meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono (1999). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Rineka Karya.

https://en.wikipedia.org/wiki/  Index Card Match(02 Maret 2016)

PGRI ,Tahun I,EdisiI,(Januari 2013). Profesionalita Jurnal Pendidikan.

Poerwadarminta,1993.Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta:PN Balai Pustaka

Said Hudri, 2014. Prestasi Belajar (http://expresisastra.blogspot.com/Pengertian-Belajar-dan-Prestasi-belajar-menurut-para-Ahli.html diunduh tanggal 03Maret 2016).)

Sutori, D. (2007). Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Udin S. Winata putra,dkk (2008). Materi dan Pembelajaran PKn SD.Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.AK. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Widihastuti, Setiati.(2008). PKn.BSE.Jakarta.CV.ARYA DUTA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *