http://www.infopasti.net/hasil-belajar-sepak-takraw-melalui-jala-hip-hop/

PTK SD Sepak Takraw Melalui Permainan Jala Hip Hop

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEPAK TAKRAW MELALUI PENDEKATAN PERMAINAN JALA HIP HOP PADA SISWA KELAS V SEMESTER 2 SEKOLAH DASAR NEGERI KUTAMENDALA 02 KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2013-2014

hudiyarto

ABSTRAK

Latar belakang masalah ini adalah masih banyaknya siswa yang kurang tertarik sehingga kurang bersungguh-sungguh dalam kegiatan pembelajaran sepak takraw, hal tersebut menyebabkan hasil belajar yang tidak maksimal dalam bermain sepak takraw. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan hasil belajar sepak takraw siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sepak takraw melalui pendekatan permainan jala hip hop pada siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Objek penelitian melalui metode permainan jala hip hop sedangkan subjeknya adalah siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Pertemuan dalam penelitian ini dirancang dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data diperoleh dari hasil tes unjuk kerja yang ditampilkan siswa pada saat pelaksanaan tes.Dari  hasil  penelitian  yang  dilakukan,  terjadi  peningkatan  hasil  belajar siswa dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II, baik dari peningkatan nilai rata- rata pembelajaran sepak takraw jala hip hop maupun nilai ketuntasan hasil belajar. Nilai rata-rata  kondisi  awal  59,79%,  rata-rata  siklus  I  75,14%  dan  rata-rata siklusII 87,29%,  sehingga  peningkatan  dari  kondisi  awal  ke  siklus  II sebesar 27,50%. Peningkatan kemampuan sepak pada pembelajaran sepak takraw jala hip hop dapat dilihat dari nilai KKM  (75,00) atau tuntas sebesar  57,14% setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai belajar siswa yang tuntas sebanyak 8 dari 14 siswa dan pada siklus II semua siswa tuntas dinyatakan tuntas keseluruhan sebesar 100%. Kesimpulan peneliti ini adalah melalui pendekatan permainan jala hip hop dapat meningkatkan hasil belajar sepak takraw pada siswa kelas V Semester 2 SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2012/2013. Saran penelitian ini untuk guru-guru penjas diharapkan dapat mengembangkan model-model permainan keterampilan gerak yang lebih menarik untuk digunakan dalam pembelajaran modifikasi permainan di sekolah.

Kata Kunci : Bermain, Sepak, takraw

A.PENDAHULUAN

1.Latar Belakang Masalah

Salah  satu  permasalahan  yang  ada  pada  pembelajaran  penjas  orkes  untuk materi bola besar seperti sepak takraw di lingkungan sekolah kami adalah, kurang bersungguh-sungguhnya siswa dalam pembelajaran yang berlangsung dalam kegiatan pembelajaran sepak takraw, hal tersebut menyebabkan hasil belajar yang tidak maksimal dalam menyerap materi dan bermain sepak takraw. Permasalahan tersebut semakin mendalam dan berpengaruh secara signifikan terhadap pembelajaran penjasorkes, karena kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran agar dapat lebih menarik bagi siswa. Kreativitas dan inovasi para guru penjasorkes selaku pelaksana khususnya dalam pengembangan model pembelajaran sangat berpengaruh besar terhadap tingkat keberhasilan.

Selama ini guru penjasorkes dalam melaksanakan proses pembelajaran khususnya permainan sepak takraw di SD Negeri Kutamendala 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes sudah dilaksanakan dengan baik, namun hasil pembelajaran belum maksimal dan perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan 1) anak kurang tertarik dengan permainan sepak takraw; 2) penerapan metode yang belum tepat; 3) pengembangan materi yang belum maksimal. Dampak dari itu tentunya akan mempengaruhi hasil belajar, dan kesegaran jasmani peserta didik yang semestinya dapat ditingkatkan secara optimal. Kondisi tersebut dapat dilihat belum tercapainya KKM secara klasikal yaitu 75. Sedangkan prosentase rata-rata siswa pada pra siklus adalah 59,79%.

Modifikasi pembelajaran penjasorkes merupakan salah satu upaya membantu penyelesaian permasalahan terbatasnya kemampuan guru dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah. Berdasarkan uraian di atas membuat penulis tertarik untuk meneliti “Meningkatkan Hasil Belajar Sepak Takraw Melalui Pendekatan Permainan Jala Hip Hop Siswa Kelas V Semester 2 SD Negeri Kutamendala 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2012/2013”. Adapun alasan yang melatarbelakangi pemilihan judul di atas adalah sebagai berikut:

  1. Bola yang digunakan bola plastik, agar anak tidak merasa sakit ketika menyepak bola, sehingga anak akan merasa senang karena tidak merasakan sakit ketika bermain sepak takraw.
  2. Tinggi net dibuat lebih rendah dari ukuran sebenarnya agar anak lebih mudah dalam mengembalikan bola ke daerah lawan, dan anak lebih mudah melakukan smash.
  3. Ukuran lapangan diperkecil agar anak lebih mudah dalam mengontrol bola yang keluar. Disamping itu ruang gerak anak lebih sempit sehingga mengurangi rasa lelah anak ketika bermain.

2.Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana meningkatkan hasil belajar sepak takraw melalui pendekatan permainan jala hip hop siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013”.

3.Tujuan Penelitian

Tujuan   dari   penelitian   tindakan   kelas   ini   adalah   untuk   mengetahui peningkatan hasil belajar sepak takraw melalui pendekatan permainan jala hip hop pada siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes  tahun  pelajaran  2012/2013.

3.Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh melalui hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2012/2013 dalam permainan sepak takraw.

B.KAJIAN PUSTAKA

1.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, organik, keterampilan motorik, keterampilan berfikir, emosional, sosial dan moral. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas  individu,  baik  dalam  hal  fisik,  mental,  serta  emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

Pendidikan jasmani adalah suatu proses  pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor,  kognitif,  dan  afektif  setiap  peserta  didik.  Hal  ini  sesuai  dengan batasan pengertian pendidikan jasmani menutut UNESCO dalam “International Charter of Physical Education and Sport” (1978), sebagai berikut : Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai individu atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematika melalalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak. (Harsuki., 2003: 26).

2.Hakikat Strategi Mengajar

Pengajaran memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku melalui hubungan timbal balik atau interaksi antara guru dan siswa. Hubungan ini merupakan hasil dari persiapan dan penyajian pelajaran dalam situasi lingkungan yang diciptakan secara sengaja. Pengajaran dapat dikatakan baik dan efektif, apabila faktor-faktor pendukung belajar dapat diintegrasikan ke dalam rangkaian yang  saling  tergantung  secara  serentak  dan  dalam  rangkaian  yang  berurutan. Untuk  memadukan faktor-faktor  pendukung tersebut,  diperlukan adanya  suatu cara mengajar atau strategi yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

3.Permainan Sepak Takraw Jala Hip Hop

Permainan jala hip hop dalam sepak takraw merupakan permainan yang disederhanakan baik ditinjau dari segi permainan, bola maupun lapangan yang digunakan. Bola yang digunakan bola plastik, agar anak tidak merasa sakit pada saat melempar dan menyepak bola, sedangkan net dibuat dari tali karet dan akan berbunyi hip hop ketika anak mendapat hukuman karena melakukan kesalahan gerak pada saat pembelajaran.

  1. Lapangan Modifikasi Sepak Takraw

hudi

Keterangan Gambar: Tekong      = 1

Apit Kanan = 2

Apit kiri     = 3

Pemain lain = 4,5,6,7

.15

Lapangan Modifikasi Sepak Takraw

b.Persiapan Permainan Sepak Takraw:

v  Siswa dibariskan menjadi dua kelompok yang sama.

v  Tiap siswa dalam satu kelompok diberikan nomor dada secara urut dari nomor terendah, misal nomor dada 1.

v  Wasit melakukan undian tempat dan bola. Caranya, perwakilan dari kedua kelompok maju mendekati wasit, untuk melakukan suit. Pemain yang menang dapat memilih daerah main atau bola. Maka pemain yang kalah harus menerima sisa pilihan yang ada.

v  Kedua kelompok menempatkan diri di daerah permainan masing-masing.

  1. Modifikasi Peralatan Sepak Takraw

Pada modifikasi permainan sepak takraw ini, alat-alat yang dimodifikasi adalah:

v  Net : Net dibuat dari karet gelang yang dianyam hingga membentuk tali.

v  Bola  :  Bola  menggunakan  bola  plastik  dengan  ukuran  yang  hampir sama denga bola takraw.

 d.Aturan Modifikasi Permainan Sepak Takraw

v  Pemain 1 melakukan tekong. Bola tekong akan diberikan oleh salah satu apit, sesuai dengan kebiasaan tekong, boleh dari apit kanan jika tekong menggunakan kaki kanan, atau dari apit kiri jika tekong biasa menggunakan kaki kiri (kidal).

v  Apit Kanan diisi oleh nomor dada 2, apit kiri diisi oleh nomor dada 3.

v  Nomor dada 4,5,6, dan 7 berada di daerah permainan sendiri.

v  Sirkulasi pergantian tekong dilakukan dengan urutan dari posisi tekong, apit kanan, lalu apit kiri. Sedangkan nomor dada lainnya berada bebas di daerah permainan sendiri.

v  Modifikasi permainan sepak takraw ini dimulai dari tekong ke daerah lawan, bola tersebut boleh di sepak atau diumpan jika bola sudah memantul di lapangan sendiri. Setiap kali pemain akan melakukan serangan ke daerah lawan, atau melakukan umpan pada kelompoknya, bola tersebut boleh memantul terlebih dahulu. Jumlah pantulan maksimal hanya satu kali tiap pemain.

v  Bola boleh di umpankan di lapangan sendiri maksimal 5 (lima) kali.

v  Setiap pemain diperbolehkan melakukan passing lebih dari satu kali jika bola tersebut telah diumpankan ke pemain lain terlebih dahulu.

v  Kemenangan atas kelompok didapat jika poin mencapai skor 10. Poin akan di dapat jika:

  • Tekong gagal melakukan servent.
  • Lawan tidak bisa mengembalikan bola.
  • Bola menerobos net.
  • Bola memantul lebih dari satu kali dalam satu serangan atau umpanan pada teman.
  • Bola diumpankan lebih dari 5 kali pada teman sepermainan.
  • Kelompok lain melakukan kesalahan hingga bola out

v  Setiap tekong yang gagal melakukan servent, tekong tersebut diberi hukuman untuk melakukan gerak menimang bola di sepanjang net/jala sambil bersorak hip hop berulang-ulang.

C.METODE PENELITIAN

1.Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa kelas V semester 2 SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 14 siswa yang terdiri atas 8 siswa putra dan 6 siswa putri. Mitra peneliti dalam hal ini berperan sebagai observer atau pengamat selama pembelajaran berlangsung, sedangkan peneliti sendiri melaksanakan pembelajaran atau sebagai guru.

2.Waktu Penelitian dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2012/2013, karena materi sepak takraw terdapat pada semester 2. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri Kutamendala 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

3.Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan tanya jawab secara lisan. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali pada masing-masing siklus yang diterapkan pada penelitian ini yaitu :

  1. Tes Praktik : dipergunakan untuk mendapat data dari unjuk kerja siswa pada proses pembelajaran sepak takraw.
  2. Lembar Observasi : dipergunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa baik dari aspek psikomotor maupun aspek afektif siswa selama kegiatan pembelajaran sepak takraw jala hip hop untuk melihat hasil peningkatan pembelajaran sepak takraw pada siswa kelas V SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes..
  3. Evaluasi : Pengumpulan data dengan cara ceramah dan tanya jawab secara langsung agar penulis mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai sepak takraw dalam proses pembelajaran di lapangan.

Prosedur Penelitian

Penelitian  ini  menggunakan  Metode  Penelitian  Tindakan  Kelas  yang terdiri dari 2 siklus. Langkah-langkah dalam siklus penelitian tindakan kelas ini terdiri  atas  empat  kompone  yaitu  :  1)  rencana,  2)  tindakan,  3)  observasi,  3) refleksi

D.HASIL DAN PEMBAHASAN

1.Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Kutamendala 02 yang terletak di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Letak dan suasana SD cukup strategis yang cukup kondusif untuk melakukan proses belajar mengajar. Halaman yang cukup luas dengan sebagian permukaan berupa lantai / ubin yang bisa dipakai untuk pembelajaran sepak takraw.

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada pembelajaran sepak takraw melalui pendekatan permainan jala hip hop dilaksanakan tanggal 1 Mei sampai dengan 31 Mei 2013. Sebelum Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan langkah pertama adalah melakukan observasi proses mengajar oleh guru dan hasil belajar sepak sila dalam permainan sepak takraw. Pada tes awal yang   dilakukan   didapatkan   sebuah   hasil   sebagai   umpan   balik   dan   dapat dirumuskan   tindakan   yang   akan   dilakukan   pada   siklus   pertama    guna meningkatkan keberhasilan siswa. Berikut adalah deskripsi hasil yang didapat

dalam penelitian:

Siklus I

Aspek Kognitif

Tabel 4.1 Pemahaman Siswa (Aspek Kognitif) pada siklus I

SIKLUS I
Kriteria Frekuensi Prosentase
Sangat Baik 7 50,0%
Baik 6 42,9%
Cukup baik 1 07,1%
Kurang Baik
Tidak Baik
Jumlah 14 100 %

Grafik 4.1 Nilai Kognitif Siklus I

Aspek Afektif

Tabel 4.2 Perilaku Siswa (Aspek Afektif) pada siklus I

SIKLUS I
Kriteria Frekuensi Prosentase
Sangat Baik 11 78,6%
Baik 3 21,4%
Cukup baik
Kurang Baik
Tidak Baik
Jumlah 14 100 %

Grafik 4.2 Nilai Afektif Siklus I

Aspek Psikomotor

Tabel 4.3 Unjuk Kerja Siswa (Aspek Psikomotor) pada siklus I

SIKLUS I
Kriteria Frekuensi Prosentase
Sangat Baik 2 14,3%
Baik 10 71,4%
Cukup baik 2 14,3%
Kurang Baik
Tidak Baik
Jumlah 14 100 %

2.Pembahasan Perbandingan Hasil Penilaian tiap Aspek

a) Aspek Pemahaman Siswa (Kognitif)

Berdasarkan tabel 4. di atas dapat diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan pemahaman siswa kognitif terhadap materi pembelajaran sepak takraw jala hip hop selama proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada Pra siklus presentase pemahaman siswa rata-rata mencapai 69,29% yang dinyatakan dengan kriteria cukup baik. Pada Siklus I presentase pemahaman siswa rata-rata meningkat menjadi 75,00% yang dinyatakan dengan kriteria baik. Pada siklus II presentase rata-rata pemahaman siswa mencapai 80,71% yang dinyatakan dengan kriteria sangat baik. Dengan menggunakan rumus Hake’s normalized gain maka selama pra siklus, siklus I sampai dengan siklus II terjadi peningkatan (gain) sebesar 0,37 yang kemudian dinyatakan kriteria sedang (middle gain), yang berarti bahwa pemahaman siswa terhadap materi sepak takraw jala hip hop selama pra siklus, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dengan cukup baik.

b) Aspek Perikaku Siswa (Afektif)

Berdasarkan tabel 4. di atas dapat diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan analisis perilaku siswa afektif selama proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada pra siklus presesntase rata-rata perilaku afektif mencapai 67,14% yang dinyatakan dengan kriteria cukup baik. Pada siklus I presesntase rata-rata perilaku afektif  mencapai  80,71%  yang  dinyatakan  dengan  kriteria  baik.  Pada siklus II presentase rata-rata perilaku afektif   mencapai 87,29% yang dinyatakan  dengan  kriteria  sangat  baik.  Dengan  menggunakan  rumus Hake’s normalized gain maka selama pra siklus, siklus I sampai dengan siklus II   terjadi   peningkatan   (gain)   sebesar   0,30   yang   kemudian dinyatakan dengan kriteria peningkatan sedang (middle gain), yang berarti peningkatan  afektif  siswa  terhadap  materi  sepak  takraw  jala  hip  hop selama pra siklus, siklus I dan siklus II meningkat dengan baik.

c) Aspek Unjuk Kerja Siswa (Psikomotor)

Berdasarkan tabel 4. di atas dapat diketahui secara umum terjadi peningkatan ketrampilan unjuk kerja psikomotor selama proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada pra siklus presentase rata-rata ketrampilan gerak psikomotor adalah 65,71% yang dinyatakan kriteria cukup baik. Pada siklus I presentase rata-rata ketrampilan gerak psikomotor mencapai 73,33% yang dinyatakan kriteria baik.   Pada   siklus   II   presesntase   rata-rata   keterampilan   psikomotor mencapai 87,14% yang dinyatakan denga kriteria sangat baik.  Dengan menggunakan  rumus  Hake’s  normalized  gainmaka  selama  pra  siklus, siklus I sampai dengan siklus II terjadi peningkatan (gain) sebesar 0,63 yang kemudian dinyatakan dengan kriteria sedang (middle gain), yang berarti bahwa ketrampilan psikomotor siswa dalam pembelajaran sepak takraw jala hip hop selama pra siklus, siklus I dan siklus II meningkat dengan cukup baik.

Nilai Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan data atas dapat diketahui secara umum terjadi peningkatan hasil belajar selama proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada pra siklus  presentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 59,79% yang dinyatakan kriteria kurang baik. Pada siklus I presentase rata-rata hasil belajar siswa mencapai 75,14% yang dinyatakan kriteria baik. Pada siklus II presesntase rata-rata hasil belajar siswa mencapai 87,29% yang dinyatakan dengan kriteria sangat baik. Dengan menggunakan  rumus  Hake’s  normalized  gainmaka  selama  pra  siklus, siklus I sampai dengan siklus II terjadi peningkatan (gain) sebesar 0,68 yang kemudian dinyatakan dengan kriteria sedang (middle gain), yang berarti bahwa ketrampilan psikomotor siswa dalam pembelajaran sepak takraw jala hip hop selama pra siklus, siklus I dan siklus II meningkat dengan cukup tinggi.

 

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar sepak sila yang menyenangkan dalam bentuk permainan dapat memudahkan siswa menyerap materi   dengan lebih baik, meningkatkan keterampilan sepak sila dan kemampuan bermain  sepak takraw secara keseluruhan menjadi sebuah permainan yang lebih menarik. Keterampilan siswa meningkat karena siswa lebih aktif belajar dan tumbuhnya rasa percaya diri yang tinggi serta semangat didalam kelompok bermainnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bimbingan guru sebagai pendidik sangat membantu menumbuhkan semangat, motivasi, percaya diri dan keberanian siswi untuk lebih meningkatkan ketrampilan tehnik sepak sila dalam permainan sepak takraw jala hip hop. Guru harus meyakinkan siswa bahwa pembelajaran dalam bentuk bermain secara efektif dan efisien dapat berpengaruh pada keberhasilan siswa untuk meningkatkan keterampilan sepak sila pada khususnya, dan permainan meningkatkan penampilan sepak takraw secara keseluruhan.

E.SIMPULAN DAN SARAN

1.Simpulan

Dari hasil penelitian pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa modifikasi jala hip hop dapat meningkatkan hasil belajar sepak takraw. Hal ini terlihat dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara keseluruhan dalam pembelajaran. Siswa tertarik pada permainan sepak takraw yang diberikan karena menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi oleh guru dan pada akhirnya siswa senang dan lebih mudah belajar terhadap pembelajaran yang mereka terima.

2.Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan sebagai pertimbangan untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani khususnya sepak takraw antara lain :

a. Bagi Guru

Dalam pembelajaran permainan dengan menggunakan bola khususnya permainan bola besar, guru diharapkan dapat mengembangkan model-model permainan keterampilan gerak yang lebih menarik lainnya untuk digunakan dalam pembelajaran modifikasi permainan di sekolah.

b.Bagi Siswa

Sebaiknya siswa bersikap yang baik dan aktif, serta memiliki motivasi yang  tinggi  dalam  mengikuti  pembelajaran,  sehingga  pembelajaran  yang diterima akan berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi diri mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Gagne, Robert M. 1985.  Essentials of Learning for Instruction. Hinsdale, Iilinois : Dryden Press.

Mulyasa. 2006. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2009. Media Pengajaran. Jakarta: Sinar Baru Algesindo.

Nasutions S. 1996. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Bandung : Penerbit : Jenmars.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

Romizowski, A.J. 1981. Designing Instructionnal System. New York : Kogan Page Michols Publishing.

Singer, Robert N. 1980. Motor Learning And Human Performance. London : The Macmillan Company. Dikutip dari tesis Wismo.

Sulaiman. 2008. Sepak Takraw. Semarang. Unnes Press

  1. Raka Joni. 1983. Pendekatan Pembelajaran Acuan Konseptual Pengelolaan

Kegiatan Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta : Depdikbud.

Undang – undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 35 tentang Kegiatan Pokok Guru

Winarno Surakhmad. 1980. Metode Pengajaran Nasional, Bandung : Penerbit Jemmars.

Zainal Aqib, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Yrama Widya.

BIODATA PENELITI

 

Nama Peneliti                         : Hudiyarto, S. Pd.

NIP                                           : 19650224 198508 1 001

Tempat tanggal lahir            : Tegal, 24 Februari 1965

Pangkat Gol Ruang               : Pembina IV/A

Unit Kerja                               : SD Negeri Kutamendala 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *