http://www.infopasti.net/implementasi-strategi-pembelajaran-giving-question-and-getting-answers-dalam-meningkatkan-prestasi-belajar-konsep-sistem-peredaran-darah-manusia/

PTK SMP Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWERS  DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

rahayu

ABSTRAK

Pembelajaran IPA Biologi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sokaraja masih banyak menemukan banyak kendala. Untuk mengatasi masalah di atas maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri 1 Sokaraja, semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Pada siklus 1, materi Darah pada manusia, kelas dibentuk kelompok dengan jumlah anggota kelompok 5-6 siswa. Pada siklus 2, materi Alat peredaran Darah kelas dibentuk kelompok dengan jumlah anggota kelompok 4 siswa.  Dari hasil penelitian tindakan kelas ini, diperoleh data bahwa pada siklus 1dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian, dihasilkan nilai tertinggi 90 (2 orang), nilai terendah 55 (1 orang), rata-rata nilai 76,72 dan ketuntasan belajar 62,5 %, sedangkan siswa yang aktif 68,75 %. Pada siklus 2 terjadi peningkatan, dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian, dihasilkan nilai tertinggi 100 (1orang), nilai terendah 55 (1orang), rata-rata nilai 80,38 dan ketuntasan belajar 87,50 %, sedangkan siswa sangat aktif 93,75 % selebihnya aktif 6,25 % serta tidak ada siswa yang pasif. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers  dapat meningkatkan prestasi belajar.

Kata kunci : Prestasi belajar, strategi pembelajaran, Giving Question and Getting Answers. 

PENDAHULUAN

Mata pelajaran IPA Biologi di SMP pada umumnya masih banyak menemukan masalah, antara lain rendahnya prestasi belajar, penggunaan metode mengajar yang kurang tepat, rendahnya motivasi siswa untuk bertanya dan terbatasnya sarana dan prasarana.

Hal tersebut penulis jumpai di lingkungan unit kerja SMP Negeri 1 Sokaraja Kabupaten Banyumas. Pada kompetensi dasar Sistem Peredaran Darah Manusia untuk kelas VIII tahun pelajaran  2012/2013,  nilai ulangan harian rata-rata kelas masih dibawah KKM (74 ) yaitu hanya 71,3.

            Untuk kompetensi dasar Sistem Peredaran Darah pada Manusia, memang materinya cukup  banyak dan rumit, sehingga siswa merasa sukar untuk memahaminya. Jika kondisi yang seperti ini tidak dicarikan alternatif pemecahan masalahnya, maka guru tetap sebagai sumber informasi satu-satunya di kelas, tidak ada tukar informasi, penguasaan konsep dan hasil belajar biologi siswa tetap rendah, dan pembelajaran biologi jadi membosankan.

Untuk mengatasi masalah di atas maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan cara memotivasi siswa untuk membuat pertanyaan dari materi pelajaran untuk teman-temannya, dengan harapan pembelajaran IPA Biologi jadi menyenangkan, siswa lebih aktif, dan tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perbaikan kualitas sekaligus memberikan solusi bagi guru dalam menyampaikan konsep Sistem Peredaran Darah manusia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sokaraja. Indikator keberhasilan akan nampak pada perolehan nilai ulangan harian konsep SistemPeredaran Darah manusiameningkat dibandingkan tahun pelajaran yang lalu. Guru dan siswa semakin bergairah dalam proses belajar mengajar.

Berdasarkan uraian di atas,  dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut : apakah strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers dapat meningkatkan prestasi belajar konsep Sistem Peredaran Darah pada Manusia pada siswa kelas VIII ASMP Negeri 1 Sokaraja semester 1 Tahun Pelajaran 2013-2014?

KAJIAN TEORI

Prestasi Belajar

Menurut  W.J.S Purwadarminto ( 1987: 767 ) menyatakan bahwa “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik – baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal – hal yang dikerjakan atau dilakukan“.

Menurut Slameto (1995:2), belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yangbaru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Selanjutnya Winkel (1996:53) ,berpendapat belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” SelanjutnyaWinkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.”

Pembelajaran Biologi

Biologi sebagai salah  satu  bidang IPA yang menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini  meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan kata, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilih informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari. Mata pelajaran biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar (Subandi 2007).

Teori Strategi Pembelajaran Giving Question and Getting Answers  

Strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers adalah suatu strategi pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk melibatkan peserta didik dalam mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan guru. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers adalah sebagai berikut :

  1. Guru membuat potongan-potongan kertas sebanyak dua kali jumlah peserta didik.
  2. Guru meminta setiap peserta didik untuk melengkapi pernyataan berikut ini :

Kertas 1    : Saya masih belum paham tentang …………………………

Kertas 2    : Saya dapat menjelaskan tentang ……………………………

  1. Bagilah peserta didik ke dalam kelompok kecil, 4 atau 5 orang tiap kelompok
  2. Masing-masingkelompokmemilih pertanyaan-pertanyaan yang ada pada kertas 1 dan juga topik-topik yang dapat mereka jelaskan pada kertas 2
  3. Minta setiap kelompok untuk membacakan pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka seleksi. Jika ada di antara peseta didik yang bisa menjawab, diberi kesempatan untuk menjawab. Jika tidak ada yang bisa menjawab, guru harus menjawab.
  4. Minta setiap kelompok untuk menyampaikan apa yang dapat mereka jelaskan dari kertas 2. Selanjutnya minta mereka untuk menyampaikannya ke teman-temannya.
  5. Lanjutkan proses ini sesuai dengan waktu dan kondisi yang ada.
  6. Akhiri pembelajaran dengan menyampaikan rangkuman dan klarifikasi dari jawaban-jawaban dan penjelasan peserta didik.

Kerangka Berfikir

Kerangka pikir dalam penelitian ini dimulai dari keadaan awal objek yaitu keadaan yang monoton, siswa pasif, dan prestasi belajar yang rendah. Selanjutnya guru melakukan intervensi dengan menerapkan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers.

              Dari tindakan guru tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran yaitu meningkatnya aktivitas belajar, dalam pengertian siswa menjadi aktif. Dengan meningkatnya aktivitas belajar diharapkan prestasi belajar juga meningkat.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu antara bulan Agustus 2013 sampai dengan bulan November 2013. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, kelas VIII A semester 1 Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti mengambil subyek penelitian kelas VIII A dengan jumlah siswa 32, jumlah siswa putri 18 dan siswa putra 14. Keadaan kelas siswa kelas VIII A mempunyai tingkat kecerdasan yang heterogen.

Sumber data primer dari siswa yang diperoleh dari hasil ulangan harian siswa dari siklus 1 maupun dari siklus 2 berupa angka. Sumber data sekunder diperoleh dari guru lain sebagai kolaborator berupa data kualitatif. Sumber data lain diperoleh dari siswa sebelum penelitian dilakukan, berupa nilai ulangan harian Kompetensi Dasar Sistem Pernafasan pada Manusia yang diberikan sebelum penelitian.

Terdapat berbagai jenis teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes. Adapun yang berupa tes, antara lain berupa tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan. Sedangkan yang berupa non tes adalah angket dan skala penilaian. Adapun teknik yang peneliti gunakan berupa tes tertulis dan non tes berupa angket. Supaya butir soal tes valid dan dapat mengukur kemampuan siswa maka dibuat kisi-kisi supaya bentuk soal tidak mengelompok tetapi menyebar. Soal yang baik isinya harus mencerminkan kurikulum yang berlaku dan disesuaian dengan tingkat kemampuan peserta didik.

Data yang dikumpulkan dari tes kondisi awal, tes siklus 1 dan tes siklus 2 berupa angka dianalisis menggunakan analisis komperatif, yaitu dengan membandingkan nilai kondisi awal, nilai siklus 1 dan nilai siklus 2.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Kondisi Awal

Dari data ulangan harian Kompetensi Dasar Sistem Pernafasan pada Manusia di kelas VIII A semester  1 Tahun Pelajaran 2013/2014, diperoleh nilai terendah 52, nilai tertinggi 92 dan rata-rata diperoleh 74,34 serta prosentase ketuntasan 56 %.

Data tersebut di atas dapat peneliti sajikan dalam bentuk tabel dan bentuk diagram batang sebagai berikut :

Tabel 1: Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal

No Uraian Ulangan Harian
1

2

3

4

Nilai Terendah

Nilai Tertinggi

Nilai Rata-rata

Ketuntasan Belajar

52

92

74,34

56 %

Hasil nilai ulangan harian kondisi awal seperti tersebut di atas, dapat digambarkan dalam bentuk diagaram batang sebagai berikut :

1

Gambar 2 : Diagram Batang Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal

  1. Deskripsi Hasil Tindakan Siklus 1
  2. Perencanaan Tindakan

Pada perencanaan tindakan siklus 1, Kompetensi Dasar Struktur Darah disiapkan skenario pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kisi-kisi butir soal, butir soal ulangan harian siklus 1, instumen penelitian berupa Lembar Kinerja Guru, Lembar Observasi Aktivitas Siswa, Lembar Angket Siswa dan Kartu Giving Question and Getting Answers terdiri dari kartu soal berwarna hijau muda dan kartu jawab berwarna kuning muda. Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini 2 x 40 menit. Setelah selesai pelaksanaan tindakan, dilanjutkan dengan ulangan harian. Untuk pembelajaran IPA selanjutnya selama 1 jam pelajaran (40 menit) siswa mengisi  lembar angket siswa dan dipergunakan pula untuk refleksi bersama siswa. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok, dengan jumlah anggota kelompok masing-masing 5-6 siswa.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Pada siklus 1, menyajikan materi Kompetensi Dasar Struktur Darah dengan menggunakan strategipembelajaran Giving Question and Getting Answers.Tindakanini dilakukan dua kali tatap muka atau 3 x 40 menit. Tehnik pelaksanaan :  pertama, kelas dibagi 6 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa dengan komposisi tiap kelompok terdiri dari 3 kriteria nilai, yaitu : terbaik, sedang dan terendah dari nilai ulangan harian sebelumnya, yaitu Kompetensi Dasar Sistem Pernafasan pada Manusia. Kedua, diberi apersepsi untuk mengetahui kesiapan siswa menerima pelajaran saat itu. Ketiga, diberi informasi materi Struktur Darah. Keempat, dijelaskan strategipembelajaran Giving Question and Getting Answers. Kelima, tiap kelompok diberi 8 kertas persegi, 4 kertas warna hijau muda  untuk membuat soal dan 4 kertas warna kuning muda untuk jawabannya. Tiap kelompok diwakili 1 siswa membacakan pertanyaan yang telah dibuat dan kelompok lain menjawabnya, bila jawaban benar, semua siswa tepuk tangan dan kelompok tersebut berhak membacakan pertanyaan yang telah dibuat, begitu seterusnya sampai semua soal habis. Bila jawaban salah, soal dilemparkan kepada kelompok lain. Diakhir kegiatan, kelompok yang paling cepat soalnya habis akan memperoleh hadiah, berupa tepuk tangan dan nilai dari peneliti. Selama proses tindakan ini, kelas diamati oleh kolabor untuk mencatat kelemahan-kelemahan yang ada sebagai bahan perbaikan pada siklus ke 2.

  1. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan yang diperoleh penulis pada siklus 1, antara lain berupa :

  1. Hasil Ulangan Harian siklus 1

Hasil ulangan harian siklus 1 dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini :

Tabel 2 : Nilai Ulangan Harian Siklus 1

No       No Uraian Ulangan Harian
1

2

3

4

5

Nilai Terendah

Nilai Tertinggi

Nilai Rata-rata

Tuntas Belajar

Tidak Tuntas Belajar

55

90

76,72

20= 62,5 %

12 = 37,5 %

          Hasil nilai ulangan harian siklus 1 seperti tersebut di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagaram batang sebagai berikut :

2

     Gambar 3 :Diagram Batang Nilai Ulangan Harian Siklus 1

  1. Refleksi

Dilihat dari tabel 2 di atas, maka dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian, 20 siswa (62,5 %) mendapat nilai 74 atau lebih, sedang 12 siswa

(37,5 %) mendapat nilai kurang dari 74. Setelah penulis cocokkan dengan hasil angket siswa Siklus 1, ada beberapa hambatan dalam proses belajar mengajar pada siklus 1, antara lain :

  1. 38,24 % siswa tidak tertarik dan 35,29 % siswa tidak senang dengan strategipembelajaran Giving Question and Getting Answers, karena penulis kurang bervariasi dalam menerapkan model pembelajaran tersebut.
  2. 41,18 % siswa kurang jelas menerima pelajaran dengan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers, karena siswa tersebut tidak serius dan berkesan main-main dalam mengikuti pelajaran.
  3. 61,76 % siswa tidak menulis rangkuman, karena penulis kurang memberi waktu untuk merangkum.
  4. 61,76 % siswa sudah berperan aktif dalam mengikuti pelajaran.

Dari hasil pengamatan kolabor tentang aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran terdapat juga beberapa temuan dan saran, antara lain :

1).   Keaktifan siswa sudah nampak terlihat, meskipun belum semua, dari 32 siswa, yang sangat aktif dan aktif dalam pembelajaran ada 22 siswa (68,75 %) dan yang kurang aktif dan tidak aktif ada 10 siswa (31,25).

2).  Selama pelaksanaan siklus 1, penulis kurang membimbing dalam diskusi tiap kelompok untuk membahas kartu Giving Question and Getting Answers, tetapi penulis tetap berdiri di depan kelas.

3). Sebaiknya kartu Giving Question and Getting Answersdiperbanyak, sehingga pembelajaran bisa lebih variatif.

4).   Setelah 1 periode strategipembelajaran Giving Question and Getting Answersselesai, sebaiknya pembelajaran tersebut diulang kembali, sehingga siswa lebih memahami Kompetensi DasarStruktur Darah.

5).   Memberi lebih banyak waktu pada siswa untuk merangkum materi pelajaran.

  1. Deskripsi Hasil Tindakan Siklus 2
  2. Perencanaan Tindakan

Berdasarkan refleksi pada siklus 1 dan catatan yang diperoleh dari angket, maka akan dicoba mengatasi permasalahan di atas dengan :

  1. Pembentukan anggota kelompok diperkecil menjadi 8 kelompok dengan anggota kelompok masing-masing 4 siswa yang heterogen, berdasarkan hasil nilai ulangan harian siklus 1.
  2. Siswa diberi waktu yang cukup untuk menulis rangkuman materi pelajaran.
  3. Penulis lebih telaten dalam membimbing siswa mengikuti pembelajaran.
  4. Setelah 1 periode strategipembelajaran Giving Question and Getting Answersselesai, pembelajaran diulang kembali, sehingga siswa lebih memahami Kompetensi DasarAlat peredaran darahdan gangguan dan penyakit pada sistem peredaran darah.
  5. Kartu Giving Question and Getting Answersdiperbanyak dan lebih variatif sehingga semua materi tercakup dan dikuasai siswa.

Pada perencanaan tindakan siklus 2 ini penulis menyiapkan semua perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kisi-kisi soal  dan butir soal ulangan harian Kompetensi Dasar Alat peredaran darahdan gangguan dan penyakit pada sistem peredaran darahsemua instrumen penelitian berupa Lembar Kinerja Guru, Lembar Observasi Keaktifan Siswa, Lembar Angket Siswa dan Kartu soal berwarna hijau muda dan kartu jawab berwarna kuning muda.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Tindakan pada siklus 2 urutannya sama dengan tindakan siklus 1. Hanya pembagian kelompok  diperkecil, yaitu 1 kelompok terdiri dari 4 siswa, dengan tujuan merangsang siswa untuk lebih aktif. Selama proses tindakan ini, kegiatan pembelajaran diamati oleh kolabor untuk mencatat kelemahan dan kelebihan yang ada sebagai bahan perbaikan pada pembelajaran selanjutnya.

  1. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan yang diperoleh penulis pada siklus 2 antara lain berupa :

  1. Hasil Ulangan Harian Siklus 2

Hasil ulangan harian siklus 2 dapat dilihat pada tabel 6 seperti berikut ini :

Tabel 3 : Hasil Ulangan Harian Siklus 2

No Uraian Ulangan Harian
1

2

3

4

5

Nilai Terendah

Nilai Tertinggi

Nilai Rata-rata

Tuntas Belajar

Tidak Tuntas Belajar

55

100

80,38

28 = 87,50 %

4 = 2,50 %

   Hasil nilai Ulangan Harian siklus 2 seperti tersebut di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut :

3

Gambar 4 :Diagram Batang Nilai Ulangan Harian Siklus 2

  1. Refleksi

Dari tabel 6 dapat dilihat dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian siklus 2, ada 28 siswa (87,50 %) mendapat nilai 74 atau lebih atau telah tuntas belajar, sedang 4 siswa mendapat nilai kurang dari 74 (2,50 %). Maka secara klasikal, siswa sudah dapat dinyatakan tuntas belajar , karena sudah lebih dari 85 %. Sedangkan nilai rata-ratanya juga sudah menunjukkan kenaikan dari 76,72 pada siklus 1 menjadi 80,38 pada siklus 2.

Dari hasil pengamatan kolabor juga ada peningkatan pada aktivitas siswa, yaitu aktif bertanya, aktif menjawab dan aktif mengerjakan tugas guru, yaitu sangat aktif  93,75 % dan aktif  6,25 %. Maka dengan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers membawa dampak yang sangat positif.

  1. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan data yang diambil dari pelaksanaan tindakan yang dilakukan penulis terhadap siswa kelas VIII A semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014, maka dapat dibahas beberapa hal, antara lain :

Tabel 4 : Hasil Refleksi tiap Kondisi

Kondisi Awal Kondisi Siklus 1 Kondisi Siklus 2
Pada pembelajaran Kompetensi Dasar Sistem Pernafasan Manusia, menggunakan metode ceramah,diperoleh :

a.     Nilai klasikal belum memenuhi ketuntasan belajar klasikal

b.     siswa tidak aktif/pasif, karena hanya mendengarkan sehingga bosan dan cenderung mengantuk

 

Pada proses pembelajaran Kompetensi Dasar : Darah dan Golongan Darah menggunakan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers, kelas dibentuk kelompok dengan anggota 5-6 siswa tiap kelompok diperoleh data sebagai

berikut :

a. Masih ada 10 siswa yang kurang aktif melaksanakan tugas kelompok yaitu mencari jawaban kartu Giving Question and Getting Answerskarena penulis kurang telaten membimbing.

b. Masih ada 9 siswa yang kurang menghargai pendapat teman.

c. Masih ada 16 siswa yang kurang merespon penjelasan guru, mereka masih asyik bermain sendiri

 

Pada proses pembelajaran Kompetensi Dasar : Peredaran Darah, pembuluh Darah dan Gangguan Sistem Peredaran Darah menggunakan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers dengan anggota kelompok 4 siswa, diperoleh data sebagai berikut :

a.Siswa lebih siap dan lebih rapi menerima pelajaran (100 %) dapat dilihat dari jawaban apersepsi yang diberikan penulis.

b. Siswa semakin aktif menerima pelajaran, yaitu 29 siswa sangat aktif dan 3 siswa aktif

c.  Sikap siswa terhadap teman yang butuh bantuan semakin terlihat ( solidaritas antar siswa )

d. Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas semakin terlihat.

e. Tidak ada lagi siswa yang melakukan aktivitas lain selama mengikuti pelajaran

Dari data tiap kondisi seperti pada tabel 4 di atas, ternyata dengan strategipembelajaran Giving Question and Getting Answersdan diterapkan dengan jumlah anggota kelompok diperkecil (4 siswa) lebih meningkatkan aktivitas siswa. Dalam angket yang diberikan kepada siswa, mereka menjawab bentuk  keaktifannya antara lain selalu ingin menjawab soal dengan berebutan.

  1. Hasil Penelitian

Dari hasil analisa data tiap kondisi yaitu kondisi awal sampai dengan kondisi siklus 2 serta hasil pengamatan kolabor, diperoleh data sebagai berikut :

  1. Pada kondisi awal nilai rata-rata ulangan harian masih rendah yaitu 74,34 dan secara klasikal belum tuntas belajar karena baru 56 % dan nilai rata-rata ulangan harian siklus 1 lebih meningkat yaitu 76,72 akan tetapi secara klasikal belum tuntas belajar karena baru 62,50 % sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata ulangan harian semakin meningkat yaitu 80,38 dan ketuntasan belajarnya 87,50 % secara klasikal sudah memenuhi, karena sudah melebihi ketuntasan belajar minimum yaitu 85 %.Perbandingan nilai tiap kondisi dapat dilihat dalam tabel 5, sebagai berikut :

Tabel 5 : Perbandingan Nilai tiap Kondisi

NO KONDISI NILAI RATA-RATA
1 Kondisi awal 74,34
2 Siklus 1 76,72
3 Siklus 2 80,38

Perbandingan nilai tiap kondisi tersebut dapat dilihat dalam diagram batang sebagai berikut :

4

Gambar 5 : Perbandingan Nilai tiap Kondisi

  1. Dari pengamatan kolabor diperoleh data bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran tiap siklus semakin meningkat, keberanian bertanya siswa semakin meningkat dan terciptanya situasi pembelajaran yang kondusif, adanya kerja sama antara siswa dengan siswa lain, antara siswa dengan guru serta menimbulkan dan meningkatkan pendidikan berbasis karakter seperti menghargai pendapat teman, berani mengeluarkan pendapat dan berani pula menjawab pertanyaan guru serta rasa ingin tahu pada siswa menjadi semakin meningkat.

PENUTUP

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answers konsep Sistem Peredaran Darah Manusia pada siswa kelas VIII A semester 1 SMP Negeri 1 Sokaraja dapat meningkatkan prestasi belajar dengan bukti bahwa hasil ulangan harian siklus 2 sudah melewati batas tuntas secara klasikal.

Hasil penelitian tindakan kelas ini, diperoleh data bahwa pada siklus 1dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian, dihasilkan nilai tertinggi 90 (2 orang), nilai terendah 55 (1 orang), rata-rata nilai 76,72 dan ketuntasan belajar 62,5 %, sedangkan siswa yang aktif 68,75 %. Pada siklus 2 terjadi peningkatan, dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian, dihasilkan nilai tertinggi 100 (1orang), nilai terendah 55 (1orang), rata-rata nilai 80,38 dan ketuntasan belajar 87,50 %, sedangkan siswa sangat aktif 93,75 % selebihnya aktif 6,25 % serta tidak ada siswa yang pasif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2004. Model-Model Pengajaran dalam Pembelajaran Sains (Materi Pelatihan Terintegrasi Sains). Jakarta: Depdiknas.

Hisyam Zaini, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani

Maulida Hayati. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang Melalui Kuis Numbered-Head-Together. Danau Panggang. PTK.

Nasution. (2000). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Nur, M. 1996. Konsep Tentang Arah Pengembangan Pendidikan IPA SMP dan SMU Lima Tahun yang Akan Datang. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Umum.

Rustaman N. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press.

 Saeful Karim, Ida Kaniawan dkk. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar (bse). Juli 2008. Jakarta. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Saptono S. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Semarang: Unnes Press.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *