Penelitian Tindakan Kelas SMA

sriwah

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KONSEP MENGHARGAI WAKTU LUANG DENGAN MODEL INKUIRI SOSIAL DALAM PEMECAHAN MASALAH  PADA KELAS X.5 SMA NEGERI 1 SIDAREJA CILACAP SEMESTER GENAPP

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ini bertujuan untuk dapat meningkatkan prestasi atau hasil belajar khususnya kelas X.5 dengan layanan bimbingan kelompok atau klasikal dengan materi konsep menghargai waktu luang dengan model inkuiri sosial dalam pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan  melalui 2 (dua) siklus. Pada siklus pertama, siswa / subyek penelitian diberi layanan tentang pemanfaatan waktu luang dan sebelum layanan siklus pertama diberikan siswa/subyek penelitian diberikan angket tentang pemanfaatan waktu luang. Siklus pertama ini dilaksanakan 10 Maret 2014. Pada siklus kedua,siswa / subyek penelitian ini diberikan layanan dengan materi inkuiri sosial dalam pemecahan masalah dan pada akhir pertemuan siklus dua ini, siswa / subyek penelitian diberikan angket dan dikerjakan saat itu juga. Siklus dua ini dilaksanakan pada 20 Mei 2014. Masing-masing siklus dinilai hasilnya dengan penilaian proses dan penilaian jangka pendek serta hasil jawaban angket pemanfaatan waktu luang siklus I dan siklus II. Dengan meningkatnya nilai angket maka diharapkan meningkatnya prestasi dengan model inkuiri sosial dalam pemecahan masalah.

Kata Kunci : Manfaat waktu luang, inkuiri sosial dan pemecahan masalah

PENDAHULUAN

SMA Negeri 1 Sidareja Kabupaten Cilacap terdiri dari Paralel 9 kelas sepuluh / X. Waktu luang merupakan waktu dimana sudah tidak ada aktifitas yang dikerjakan baik itu terjadi di rumah, di sekolah juga dimana sebuah kantor atau dinas. Bagi siswa yang memiliki pemikiran yang cerdas, tidak akan melewatkan atau membiarkan waktu-waktu luang tersebut terlewatkan dengan percuma, apalagi jika waktu luang tersebut terjadi atau dijumpai di sekolah, pasti siswa-siswa tersebut akan menggunakan waktu tersebut untuk belajar walaupun mungkin tidak ada guru atau tidak ada tugas yang harus dikerjakan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh guru Pembimbing terdapat kenyataan bahwa banyak siswa kelas X.5 yang  benar-benar tidak dapat memanfaatkan waktu-waktu luang di kelas, dirumah juga di lingkungan.

Di SMA Negeri 1 Sidareja pada umumnya dan dalam kelas X.5 pada khususnya, pemanfaatan waktu luang yang mereka temui di sekolah  saat ini antara lain, duduk-duduk santai di teras kelas, bercanda percuma bahkan ada yang menuju ke kantin untuk membeli makanan kecil. Dan waktu luang di rumah pun kurang dimanfaatkan dengan baik, seperti hanya digunakan untuk menonton TV dengan sinetron-sinetronnya atau juga untuk bermain hand phone bahkan tidak jarang ada pula yang pergi ke warnet.

Dampak yang timbul dari permasalahan tersebut diatas, banyak siswa yang kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dalam arti seharusnya datang ke sekolah untuk belajar tetapi hanya untuk bercanda percuma. Kemampuan memahami konsep Menghargai dan Memanfaatkan waktu dengan benar merupakan suatu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja Kabupaten Cilacap.

Inkuiri sebenarnya merupakan prosedur yang biasa dilakukan oleh ilmuwan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memenuhi fenomena alam, memperjelas pemahaman, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan komponen-komponen dalam proses inkuiri yang meliputi topik masalah, sumber masalah atau pertanyaan, bahan, prosedur atau rancangan kegiatan, pengumpulan dan analisis data serta pengambilan kesimpulan. Inkuiri dapat dibagi menjadi lima tingkatan yaitu praktikum (tradisional hands-on), pengalaman sains terstruktur (structured science experiences), inkuiri terbimbing (guided inkuiri), inkuiri siswa mandiri (student directed inquiry), dan penelitian siswa (student research). Klasifikasi inkuiri didasarkan pada tingkat kesederhanaan kegiatan siswa dan dinyatakan sebaiknya penerapan inkuiri merupakan suatu kontinum yaitu dimulai dari yang paling sederhana terlebih dahulu. Melalui pembelajaran yang berbasis inkuiri, siswa belajar sains sekaligus juga belajar metode sains. Proses inkuiri memberi kesempatan kepada siswa untuk memiliki pengalaman belajar yang nyata dan aktif, siswa dilatih bagaimana memecahkan masalah sekaligus membuat keputusan. Pembelajaran berbasis inkuiri memungkinkan siswa belajar sistem, karena pembelajaran inkuiri memungkinkan terjadi integrasi berbagai disiplin ilmu. Ketika siswa melakukan eksplorasi, akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang melibatkan kemampuan  IPA, bahasa, ilmu sosial, seni dan juga teknik (Dahlan, 1990 :  167-170).

Rumusan Masalah

Berdasarkan judul, peneliti mengajukan pertanyaan sebagai rumusan masalah “Apakah model inkuiri sosisal dengan pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.5 pada topik menghargai dan memanfaatkan waktu luang dengan benar ?”.

LANDASAN TEORI

Pengertian waktu luang sering kali diasosiasikan dengan  tidak melakukan apa-apa dan juga bermalas-malasan, padahal tidak seperti itu.  Sukaji (2000) melihat arti istilah waktu luang dari 3 dimensi. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang tidak digunakan untuk “bekerja atau belajar”,mencari nafkah, melaksanakan kewajiban dan mempertahankan hidup. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, kegiatan tarapeutik bagi yang mengalami gangguang emosi, sebagai selingan dan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Waktu berarti seluruh rangkaian saat ketika atau keadaan berada/berlangsung. Luang berarti lowong atau kosong, senggang, tidak sibuk. Jadi waktu luang adalah seluruh rangkaian saat dalam keadaan senggang atau tidak sibuk.

Menurut penulis yang dimaksud dengan waktu luang adalah waktu dimana sudah tidak ada aktivitas/kegiatan yang dikerjakan.

  1. Mengisi waktu luang

Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengisi waktu luang yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan ketrampilan dan kemampuan pribadi seperti membaca buku, mengerjakan tugas dari guru yang belum terselesaikan, istirahat atau diskusi kelompok.

  1. Manfaat mengisi waktu luang

Mengisi waktu luang tentu saja memiliki berbagai manfaat antara lain : membuat kita mengenali kemampuan diri sendiri, mendukung konsep diri serta harga diri, sarana belajar dan pengembangan kemampuan belajar, selain itu pengisian waktu luang juga berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan sosial, seperti meningkatkan daya pikir sehingga dapat memacu prestasi dan produktifitas serta mengurangi kriminalitas dan kenakalan remaja.

  1. Indikator Waktu Luang

Menurut Sukaji (2000), bahwa waktu luang terdiri dari 3 dimensi, yaitu: Dimensi waktu, Dimensi Cara Pengisian, dan Dimensi Sisi Fungsi

Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Berdasarkan komponen-komponen dalam proses inkuiri yang meliputi topik masalah, sumber masalah atau pertanyaan, bahan, prosedur atau rancangan kegiatan, pengumpulan dan analisis data serta pengambilan kesimpulan. Inkuiri dapat dibagi menjadi lima tingkatan yaitu praktikum (tradisional hands-on), pengalaman sains terstruktur (structured science experiences), inkuiri terbimbing (guided inkuiri), inkuiri siswa mandiri (student directed inquiry), dan penelitian siswa (student research). Proses inkuiri memberi kesempatan kepada siswa untuk memiliki pengalaman belajar yang nyata dan aktif, siswa dilatih bagaimana memecahkan masalah sekaligus membuat keputusan. Pembelajaran berbasis inkuiri memungkinkan siswa belajar sistem, karena pembelajaran inkuiri memungkinkan terjadi integrasi berbagai disiplin ilmu. Ketika siswa melakukan eksplorasi, akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang melibatkan kemampuan  IPA, bahasa, ilmu sosial, seni dan juga teknik (Dahlan, 1990 :  167-170).

Pengertian Bimbingan Kelompok

Menurut Tohirin (2007 : 170) menyebutkan bahwa definisi Bimbingan Kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam Bimbingan Kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri (dalam Winkel & Sri Hastuti, 2004:565).

Sementara itu Dewa Ketut Sukardi (2008:64) menyatakan hal yang sama mengenai bimbingan kelompok yaitu : Layanan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Menurut penulis yang dimaksud dalam penelitian ini, Bimbingan Kelompok adalah salah satu teknik dalam bimbingan untuk memberikan bantuan kepada peserta didik/siswa yang dilakukan oleh seorang pembimbing/konselor melalui kegiatan kelompok yang dapat berguna untuk mencegah berkembangnya masalah-masalah yang dihadapi siswa.

Sedangkan menurut Winkel & Sir Hastuti (2004 :565) juga menyebutkan manfaat layanan bimbingan kelompok adalah menadapat kesempatan untuk berkontak dengan banyak siswa; memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa; siswa dapat menyadari tantangan yang akan dihadapi; siswa dapat menerima dirinya setelah menyadari bahwa teman-temannya sering menghadapi persoalan, kesulitan dan tantangan yang kerap kali sama; lebih berani mengemukakan pandangannya sendiri bila berada dalam kelompok; diberikan kesempatan untuk mendiskusikan sesuatu bersama; lebih bersedia menerima suatu pandangan atau pendapat bila dikemukakan oleh seorang teman daripada yang dikemukakan  oleh seorang konselor.

Menurut penulis dalam penelitian ini bahwa manfaat dari layanan bimbingan kelompok adalah dapat melatih siswa untuk dapat hidup secara berkelompok dan menumbuhkan kerjasama antara siswadalam mengatasi masalah, melatih siswa untuk dapat meningkatkan kemampuannya untuk dapat berkomunikasi dengan teman sebaya dan pembimbing.

METODE PENELITIAN

 

Tempat penelitian adalah SMA Negeri 1 Sidareja di kelas X.5, waktu penelitian: siklus I, Senin 10 Maret 2014, siklus II, Senin 20 Mei 2014, observer Maryani, S.Pd NIP. 19750611 201001 2 008, teman sejawat  Endah Sutarti, S.Pd. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja berjumlah 36 siswa, semester genap Tahun Pelajaran 2013-2014.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Bimbingan Konseling yang dilakukan oleh peneliti yang dalam pelaksanaannya di observasi oleh seorang rekan guru BK dan juga dibantu oleh teman sejawat, ibu  wali kelas X.5. Penelitian tindakan bimbingan konseling ini dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan sebagaimana yang dikemukakan Kasihani Kasbolah (1999-78) : (1) merencanakan penelitian, (2) melaksanakan penelitian, (3) melaksanakan observasi, (4) melakukan refleksi.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan prosentase dan menggunakan analisis diskripsi berdasarkan data observasi proses layanan dan penilaian hasil segera layanan serta hasil jawaban angket manfaat waktu luang. Teknik pengumpulan data: pencermat dokumen, observasi dan lembar angket manfaat waktu luang. Alat pengumpul data meliputi : kumpulan data siswa, angket siswa, lembar observasi, instrumen skala pemanfaatan waktu luang dan lembar penilaian hasil segera layanan.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Berdasarkan pengamatan pra penelitian dilakukan, Penulis menemukan prestasi kurang maksimal pada mata pelajaran tertentu di subyek penelitian atau di kelas X-5 SMA N 1 Sidareja Cilacap pada semester genap tahun pelajaran 2013 -2014 hal ini di mungkinkan karena siswa kelas X-5 belum atau bahkan tidak menggunakan  waktu – waktu belajar atau pun waktu –waktu luang dengan baik dan benar.

Untuk itu penulis berusaha memberikan layanan bimbingan kelompok atau klasikal di kelas X-5 tersebut. Pelaksanaan bimbingan kelompok dilaksanakan pada dua siklus. Siklus pertama hari Selasa, 11 Maret 2014 dan siklus kedua pada hari Senin, 20 Mei 2014. Dengan materi layanan yang sama yaitu, “Layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan hasil belajar konsep menghargai waktu luang dengan model Inkuiri Sosial dalam pemecahan masalah pada kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014”.

Deskripsi Siklus I

Layanan informasi sesuai dengan perencanaan tersebut diatas  dengan materi layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan hasil belajar konsep menghargai waktu luang dengan model Inkuiri Sosial dalam pemecahan masalah pada kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014.

Observasi dilaksanakan saat layanan informasi disampaikan secara kelompok, bagaimana siswa dalam menanggapi dan menerima materi layanan saat bimbingan kelompok atau klasikal berlangsung. Juga observasi juga dilaksanakan dengan melihat hasil prestasi belajar siswa setelah pelaksanaan Siklus Pertama. Hasil prestasi belajar siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 pada mata pelajaran tertentu menunjukkan adanya sedikit peningkatan.

Berdasarkan hasil observasi pada kegiatan siklus I peneliti mengevaluasi peserta bimbingan kelompok ditemukan bahwa :

  1. Siswa semakin mengerti arti penting mengatur waktu luang sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dengan model Inkuiri Sosial dalam pemecahan masalah.
  2. Siswa mengerti tentang Sejarah Pembagian waktu sehingga bijak dalam memanfaatkan waktu
  3. Mengenal manajemen waktu sehingga menjadi dasar dalam pemanfaatan waktu yang berhasil dan berdaya guna
  4. Siswa terbiasa mengatur waktu atau mengisi waktu secara efektif dan produktif sehingga dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dipahami dan dimengerti serta dilaksanakan dalam kehidupan tentang pemanfaatan waktu luang tersebut diatas otomatis hasil prestasi belajar siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja pada semester genap tahun pelajaran 2013-2014 dapat mengalami sedikit peningkatan. Namun peningkatan hasil belajar tersebut belum maksimal, untuk itu penulis berusaha memberikan layanan bimbingan  kelompok yang sama pada Siklus II yang menurut rencana dilaksanakan pada hari Senin, 20 Mei 2014.

Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan tindakan pada siklus II menyampaikan materi layanan bimbingan kelompok untuk kelas X.5 sesuai pada perencanaan di atas materi layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan hasil belajar konsep menghargai waktu luang dengan model Inkuiri Sosial dalam pemecahan masalah pada kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 yang dilaksanakan pada Siklus II, Senin, 20 Mei 2014.

Observasi dilaksanakan pada saat layanan informasi disampaikan secara kelompok atau klasikal, bagaimana siswa dalam menanggapi dan menerima materi layanan saat bimbingan kelompok berlangsung, juga tak lupa observasi juga dilakukan dalam melihat hasil prestasi belajar pada mata pelajaran tertentu. Setelah pelaksanaan kegiatan Siklus II, hasil prestasi belajar siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013-2014, ditemukan peningkatan yang sangat memuaskan.

Berdasarkan hasil observasi pada kegiatan Siklus II peneliti mengevaluasi peserta bimbingan kelompok ditemukan bahwa :

  1. Siswa semakin memahami arti penting mengatur waktu luang sehingga siswa semakin dapat memanfaatkan waktu luang secara optimal dengan materi layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan hasil belajar konsep menghargai waktu luang dengan model Inkuiri Sosial dalam pemecahan masalah.
  2. Siswa mengerti tentang sejarah pembagian waktu sehingga akan lebih bijak dalam memanfaatkan waktu luang dengan sebaik – baiknya.
  3. Mengenal manajement waktu sehingga menjadikan dasar dalam pemanfaatan waktu yang berhasil dan berdaya guna.
  4. Siswa terbiasa mengatur waktu atau mengisi waktu secara efektif dan produktif sehingga dapat menjadikan bagian penting dalam kehidupan sehari – hari.

Dengan di pahami, di mengerti serta di laksanakannya pemanfaatan waktu luang dalam kehidupan sehari – hari secara otomatis akan meningkatkan hasil prestasi belajar siswa kelas X-5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap pada semester genap tahun pelajaran 2013 – 2014 pada mata pelajaran tertentu. Dan pada siklus ke II ini penulis menemukan pengamatan prestasi yang memuaskan.

PEMBAHASAN

Sebelum dilakukan bimbingan pada siklus I, Selasa 11 Maret 2014 diperoleh data prestasi pada beberapa mata pelajaran dengan perolehan rata – rata nilainya sebagai berikut.

Tabel 1 Daftar Nilai Rata – rata ulangan sebelum siklus I

No Mata Pelajaran Nilai Rata – rata
1 Matematika 65,4
2 Kimia 66,8
3 Biologi 56
4 Fisika 71
5 Sosiologi 65,3
6 Bahasa Inggris 65,4
7 Kewirausahaan 77,4
8 Sejarah 69
9 Ekonomi 67,6

Tabel 2 Daftar Nilai rata – rata ulangan setelah siklus I

No Mata Pelajaran Nilai Rata – rata
1 Matematika 72,8
2 Kimia 67,6
3 Biologi 65
4 Fisika 70
5 Sosiologi 67,8
6 Bahasa Inggris 75,2
7 Kewirausahaan 77,3
8 Sejarah 70
9 Ekonomi 71,3

Setelah dilakukan bimbingan pada Siklus II, senin 20 Mei 2014 di peroleh data nilai ulangan dengan rata – rata sebagai berikut.

Tabel 3 Daftar nilai rata – rata ulangan setelah siklus siklus II

No Mata Pelajaran Nilai Rata – rata
1 Matematika 74,7
2 Kimia 72,2
3 Biologi 67
4 Fisika 71
5 Sosiologi 78,1
6 Bahasa Inggris 66,1
7 Kewirausahaan 75,5
8 Sejarah 69,9
9 Ekonomi 73,7

Dari ketiga tabel tersebut di atas menunjukan bahwa siswa kelas X-5 SMA N 1 Sidareja Cilacap pada semester genap tahun pelajaran 2013 – 2014, setelah diberikannya layanan bimbingan kelompok dapat mengalami peningkatan rata – rata nilai atau dapat meningkatkan prestasinya dengan baik. Dalam penelitian ini penulis melibatkan teman sejawat ( Endah Sutarti, S.Pd ) untuk dapat mendapatkan data tentang hasil ulangan teman sejawat tersebut bertugas juga sebagai wali kelas X-5 disamping mengajar mata pelajaran.

Dari hasil angket yang pertama diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 4 Rekap Tabulasi Pemilihan Angket Pemanfaatan Waktu Luang I

Nomor

Item

Yang memilih Jumlah Responden
Ya Kadang2 Tidak
1 23 8 5 36
2 24 6 6 36
3 17 6 13 36
4 22 11 4 36
5 29 4 3 36
6 10 6 20 36
7 6 3 27 36
8 0 0 6 36
9 14 0 21 36
10 5 8 23 36
11 11 3 22 36
12 12 8 16 36
13 14 6 16 36
14 9 2 25 36
15 9 3 24 36
16 5 2 29 36
17 16 3 17 36
18 18 4 14 36
19 3 2 31 36
20 5 2 29 36

Tabel 5 Rekap Tabulasi Pemilihan Angket Pemanfaatan Waktu Luang II

Nomor

Item

Yang memilih Jumlah Responden
Ya Kadang2 Tidak
1 8 5 23 36
2 15 6 15 36
3 7 5 24 36
4 17 4 15 36
5 26 3 7 36
6 19 8 9 36
7 5 0 31 36
8 2 0 34 36
9 17 4 15 36
10 3 9 24 36
11 14 0 22 36
12 8 9 19 36
13 19 5 12 36
14 7 3 26 36
15 10 0 26 36
16 5 3 28 36
17 23 2 11 36
18 19 3 14 36
19 3 0 33 36
20 5 4 27 36

Berdasarkan tabulasi pemilihan angket pemanfaatan waktu luang diatas tampak ada perubahan pemilihan jawaban yang lebih positif setelah diberi bimbingan kelompok sehingga ada peningkatan terhadap prestasi belajar siswa. Setelah dilakukan bimbingan kelompok pada siklus II diperoleh data dari nilai ulangan harian pada beberapa mata pelajaran dengan rata-rata sebagai berikut :

Tabel 6 Daftar Nilai Rata-rata Ulangan  Harian Setelah Siklus II

No Mata Pelajaran Nilai Rata – rata
1 Matematika 74,7
2 Kimia 72,2
3 Biologi 67
4 Fisika 71
5 Sosiologi 78,1
6 Bahasa Inggris 66,1
7 Kewirausahaan 77,5
8 Sejarah 69,9
9 Ekonomi 73,3

Berdasarkan hasil nilai rata-rata ulangan harian diatas tampak bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa setelah diberi bimbingan kelompok yang kedua. Dengan demikian terlihat adanya peningkatan pemanfaatan waktu luang dengan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013-2014.

 

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis dan data pembahasan dapat disimpulkan bahwa : terjadi peningkatan pemanfaatan waktu luang dengan model inkuiri sosial dalam pemecahan masalah, melalui layanan bimbingan kelompok untuk dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas X.5 SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap, Semester Genap Tahun Pelajaran 2013-2014. Dengan kata lain bahwa pembelajaran menghargai dan memanfaatkan waktu luang dengan benar dengan model inkuiri sosial dalam pemecahan masalah dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas X.5.

Sehubungan dengan kesimpulan hasil penelitian tersebut diatas, maka dapat diimplikasikan sebagai berikut :

  1. Pada siswa kelas X.5 khususnya dengan menghargai dan memanfaatkan waktu luang dengan benar dengan model inkuiri sosial dalam pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajarnya.
  2. Dengan kerjasama yang baik antara siswa dengan guru mata pelajaran serta guru pembimbing dapat saling mengingatkan agar siswa lebih dapat terlatih dalam penggunaan waktu yang lebih efektif dan efisien.
  3. Dengan memberikan bimbingan kelompok yang intensif dapat memberikan semangat kepada siswa dalam memanfaatkan waktu luangnya.

DAFTAR PUSTAKA

Darsono. M,  2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press.

Sukardi. D.K, 2008 Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah  Jakarta. Rineka Cipta

Tohirin,  2007 Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah : Berbasis Integrasi” Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Winkel. WS + Sri Hastuti, 2004  Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan  Yogyakarta, Media Abadi.

 

BIODATA PENULIS

Nama               : Dra. SRI WAHYUNINGRUM, S.Pd.,M.M.

NIP                 ; 19580625 198603 2 003

Jabatan            : Guru SMA NEGERI 1 SIDAREJA, KABUPATEN CILACAP




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *