LITERASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI.IPA DI SMA NEGERI 2 kEBUMEN

BIODATA PENULIS

Nama                        :  R. HADY WAHONO, S.Pd.

NIP.                         :  196407111988031019

Pangkat/Gol.            :  Pembina Utama Muda/IV c

Jabatan                     :  Guru Madya

Unit Kerja                :  SMA Negeri 2 Kebumen

Email.                       :  wahonohadyr@gmail.com

Literasi dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kebumen awal bulan Agustus 2016. Kegiatan ini membudayakan membaca lima belas menit sebelum pelajaran dimulai dan merangkum yang sudah dibaca. Peserta didik perlu menyesuaikan diri melaksanakan literasi. Rata-rata hasil belajar fisika  kelas XI.IPA.4,5,6 tahun pelajaran 2015/2016 ulangan harian 1(68,81), ulangan harian 2 (64,21), ulangan harian 3 (66,54) dan UAS (72,92). Hasil belajar masih kurang dari KKM mapel fisika (75,00). Tahun pelajaran 2016/2017 rata-rata hasil belajar fisika  kelas XI.IPA.1,2,3 ulangan harian 1(77,96), ulangan harian 2 (78,26), ulangan harian 3 (80,09) dan UAS (76,85) hasil belajar melampaui KKM.

Dengan literasi peserta didik mengalami perubahan senang membaca, membuat rangkuman, pengetahuan bertambah, mengurangi ngrumpi, menghargai waktu dan merasa lebih disiplin. Ini berdampak peserta didik bisa memahami pelajaran khususnya mapel fisika ada selisih hasil belajar tahun pelajaran 2015/2016 dan tahun pelajaran 2016/2017.

Dari hasil wawancara, angket kuesioner yang disampaikan peserta didik dan dokumen hasil belajar fisika dapat disimpulkan kegiatan literasi dapat merubah sikap peserta didik dan bisa meningkatkan hasil belajar khususnya pada mapel fisika.

Kata kunci : Literasi, Hasil belajar fisika. 

 

Pendahuluan

 

Dalam buku kamus besar bahasa Indonesia (2000 : 679) tertulis literer adalah berhubungan dengan tradisi tulis. Literasi sudah dilaksanakan SMA Negeri 2 Kebumen, kegiatan ini  dimulai pada hari Kamis, 4 Agustus 2016. Hal ini karena sekolah kami mendapat amanah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sekolah literasi. Pelaksanaan kegiatan literasi dilakukan oleh semua warga sekolah setiap hari dimulai pukul 06.30 sampai dengan pukul 06.45. setelah melaksanakan literasi peserta didik membuat catatan singkat di bulku jurnal harian literasi.

Melalui Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang Budi Pekerti, salah satu pointnya mewajibkan para peserta didik membaca 10-15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat membaca, menulis, dan meringkas apa-apa yang sudah di baca peserta didik. Diharapkan peserta didik bisa mempunyai ide, gagasan atau pendapat yang dapat digali terkaiat dengan membudayakan literasi.

Wikipedia.org menyebutkan budaya diartikan sebagai  sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan literasi dalam kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan tulis menulis. Dalam konteks kekinian, literasi atau literer memiliki definisi dan makna yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Literasi menurut saya adalah kegiatan belajar dengan melaksanakan pengamatan, membaca, mendata, menganalisis dan menyimpulkan serta mengapresiasikan apa yang sudah dipelajari.

Kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 2 Kebumen pada awal bulan Juli tahun 2016 berjalan seperti biasa. Peserta didik masuk pukul 06.30 dan pulang sekolah pada pukul 15.15. Kelas yang saya ampu yaitu kelas XI.IPA 1, XI.IPA 2 dan XI.IPA 3. SMA Negeri 2 Kebumen menerapkan sistem pembelajaran dengan sistem SKS. Materi pelajaran fisika yang saya sampaikan adalah paket 2 yang terdiri dari Analisis vektor untuk gerak parabola dan gerak melingkar, hukum Newton tentang gravitasi, usaha energi dan daya, gerak harmonik sederhana, momentum impuls dan tumbukan, dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar, fluida dinamik, teori kinetik gas, pemanasan global, karakteristik dan persamaan gelombang. Proses pembelajarannya dengan menggunakan pendekatan scientivic, mengamati, observasi, menganalisa data, mengumpulkan data, dan mempresentasikan. Diharapkan dengan literasi dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik.

Pada hakikatnya hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar, Nana Sudjana (2010 : 5) menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku dan sebagai umpan balik dalam upaya memperbaiki proses belajar mengajar. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengerian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sugihartono, dkk. (2007 : 76) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut faktor internal ada pada diri individu yang sedang belajar meliputi faktor jasmaniah dan psikologis. Faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan faktor masyarakat.

Data dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen hasil ulangan harian mata pelajaran fisika paket dua kelas XI.IPA.4,5,6 tahun 2015/2016 dan kelas XI.IPA.1,2,3 tahun 2016/2017. Juga data hasil angket kuesioner dan hasil tanya jawab dengan peserta didik SMA Negeri 2 Kebumen secara acak dengan mengambil sampel sejumlah 218 peserta didik.

 

Masalah Literasi Dan Hasil Belajar Fisika

Untuk mengetahui permasalahan atau kendala-kendala literasi yang dialami peserta didik yang diampu, penulis membuat angket dan wawancara pada peserta didik. Wawancara dengan peserta didik saya memberikan dua pertanyaan. Pertanyaan pertama apa manfaat literasi bagi pribadi peserta didik, pertanyaan kedua kegiatan literasi terkait dengan hasil belajar khususnya fisika bagaimana.  Data ini sebagai masukan ke sekolah agar bisa mencari solusi bagaimana untuk mengatasinya. Dengan mengetahui solusi yang dialami peserta didik maka sekolah bisa mengakomodasi kekurangannya agar peserta didik bisa maksimal melaksanakan kegiatan literasi di sekolah.

Data hasil wawancara dengan banyak peserta didik terkait dengan kendala-kendala pada kegiatan literasi adalah sebagai berikut. Jawaban pertanyaan pertama dari banyak sisw terkait manfaat dari literasi adalah: merefres otak sebelum berpikir keras dalam pelajaran, daya khayal meluas dan bertambah, melatih merangkum dan membuat sebuah karya, melatih membaca cepat, melatih daya ingat, dapat mengambil hikmah dari buku yang telah dibaca, menambah wawasan, menumbuhkan budaya membaca, sebagai sarana pengembangan diri di luar kegiatan akademik, menambah pengetahuan, memiliki banyak kata-kata yang sulit dimengerti menjadi tahu, tidak selalu tergantung pada internet, bisa mengapresiasikan buku yang dibaca, melatih keterampilan memahami permasalahan, meningkatkan keterampilan menulis, bisa menghilangkan kejenuhan, mengurangi ngrumpi dan gosip, yang dulu tidak suka membaca menjadi tertarik untuk membaca, menambah referensi dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian jawaban manfaat literasi yang saya kelompokkan dari beberapa jawaban banyak peserta didik. Masalah dari manfaat literasi dari jawaban peserta didik adalah: banyak peserta didik belum bisa membaca cepat, waktu yang disediakan minta lebih dari lima belas menit, buku-buku bacaan kurang, kebanyakan novel kurang buku pengetahuan umum. Jawaban pertanyaan kedua dari banyak peserta didik tentang literasi terkait dengan hasil belajar: tidak terpengaruh banyak karena yang dibaca bukan buku pelajaran, sejauh ini nilai-nilai belum mengalami peningkatan atau mungkin belum terlihat, tidak ada peningkatan dari setiap pelajaran karena banyak buku yang memiliki pengetahuan yang sama jadi bisa sangat membantu, demikian jawaban peserta didik terkait dengan hasil belajar setelah literasi. Masalah dari jawaban peserta didik dari pertanyaan kedua: kebanyakan peserta didik belum bisa membiasakan membaca buku mapel pada saat istirahat.

Data berikutnya adalah hasil angket kuesioner yang diberikan pada peserta didik terkait literasi dengan hasil belajar peserta didik. Indikator yang digunakan kuesioner ada sepuluh, enam indikator untuk literasi dan empat indikator untuk hasil belajar fisika. Untuk literasi indikator nomor: satu, dua, tiga, empat, lima dan sepuluh. Indikator terkait hasil belajar nomor: enam, tujuh, delapan dan sembilan. Pengelompokan hasil angket kuesioner  bisa dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

 

 

 

 

 

Dari pengelompokan hasil angket kuesioner di atas untuk memudakah dalam pembahasan maka hasilnya dibuat dalam

prosentase bisa dilihat pada tabel 2 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

Kendala dari hasil angket kuesioner ini terbaca terkait dengan literasi terbaca 51,20% jadi peserta didik masih kurang merespon, sedangkan dengan hasil belajar terkait dengan literasi terbaca 19,90% jadi belum ada peningkatan hasil belajar fisika. Dari dokumen data hasil ulangan harian di SMA Negeri 2 Kebumen tahun pelajaran 2015/2016, hasil tiga kali ulangan harian kalau dirata-rata dari kelas XI.IPA.4, XI.IPA.5 dan XI.IPA.6 dapat dilihat di tabel 3 di bawah ini.

 

 

 

 

Hasil rata-rata penilaian harian kelas XI.IPA.1, XI.IPA.2, dan XI.IPA.3 peserta didik SMA Negeri 2 Kebumen tahun pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

Hasil belajar mata pelajaran fisika peserta didik SMA Negeri 2 Kebumen untuk tiga  kelas XI.IPA.4,5,6 pada tahun pelajaran 2015/2016 untuk ulangan harian 1 rata-ratanya 68,81, untuk ulangan harian 2 rata-ratanya 64,21 dan untuk ulangan harian 3 rata-ratanya 66,54. Kemudian hasil ulangan tengah semester rata-ratanya 72,92. KKM mata pelajaran fisika di MA Negeri 2 Kebumen 75,00. Dari data hasil belajar ini target masih jauh dari harapan KKM.

Kemudian satu tahun berikutnya hasil belajar mata pelajaran fisika peserta didik SMA Negeri 2 Kebumen untuk tiga  kelas XI.IPA.1,2,3 pada tahun pelajaran 2016/2017 untuk penilaian harian 1 rata-ratanya 77,96, untuk penilaian harian 2 rata-ratanya 78,26 dan untuk penilaian harian 3 rata-ratanya 80,09. Kemudian hasil ulangan tengah semester rata-ratanya 76,85. KKM mata pelajaran fisika di MA Negeri 2 Kebumen 75,00. Dari data hasil belajar ini untuk penilaian harian masih jauh dari harapan KKM tetapi untuk ulangan penilaian harian bersama hasilnya melampaui nilai KKM.

Pembahasan Dan Solusi

Dari uraian masalah hasil literasi melalui wawancara dengan para peserta didik bisa mendapatkan data dari pertanyaan pertama diantaranya banyak peserta didik belum bisa membaca cepat, waktu yang disediakan minta lebih dari lima belas menit, buku-buku bacaan kurang, kebanyakan novel kurang buku pengetahuan umum. Kemudian masalah dari pertanyaan kedua kebanyakan peserta didik belum bisa membiasakan membaca buku mapel pada saat istirahat. Mencermati masalah jawaban peserta didik maka perlu belajar bagaimana cara belajar membaca secara cepat, supaya dalam waktu lima belas menit peserta didik benar-benar bisa membaca sebanyak-banyaknya kalimat. Untuk buku-buku yang kurang bisa melakukan tukar menukar dengan teman yang lain, masalah banyak buku novel bisa juga saling meminjam antara teman atau pinjam di perpustakaan. Dengan banyak membaca buku harapannya siswa mau belajar secara sukarela belajar buku mata pelajaran.

Dari pengisian angket kuesioner dari peserta didik diperoleh hasil untuk literasi sangat paham(sp) prosentase memilih data dari tabel 2 51,20%. Sedangkan untuk memilih kurang paham 8,81%. Hal ini hampir sesuai dengan hasil wawancara dengan peserta didik. Mencermati dari hasil angket yang dipilih dari peserta didik mengenai literasi banyak dari peserta didik yang memahami dan pentingnya literasi.

Dengan mengetahui hasil wawancara dan hasil angket kuesioner maka  solusinya perlu menanamkan disiplin waktu terhadap peserta didik. Untuk masalah kekurangan buku perlu pengadaan tidak hanya dari sekolah tetapi juga peran serta dari orangtua yang mempunyai buku di rumah bisa menyumbangkan ke sekolah.  Dengan banyaknya sumbangan buku dari masyarakat maka tidak hanya novel bahkan sekolah bisa punya banyak buku pengetahuan.

Data dari dokumen hasil pelaksanaan kegiatan pembelajaran fisika untuk kelas XI.IPA.4, kelas XI.IPA.5 dan kelas XI.IPA.6 tahun pelajaran 2015/2016 dengan melaksanakan tiga kali ulangan harian dan satu kali ulangan tengah semester dapat terbaca dari tabel 1, hasil rata-rata untuk ulangan ulangan harian 1 rata-ratanya 68,81, untuk ulangan harian 2 rata-ratanya 64,21 dan untuk ulangan harian 3 rata-ratanya 66,54. Kemudian hasil ulangan tengah semester rata-ratanya 72,92.

Hasil penilaian harian tiga kali untuk kelas XI.IPA.1,  kelas XI.IPA.2, kelas XI.IPA.3 dan satu penilaian bersama tahun pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada tabel 2. untuk penilaian harian 1 rata-ratanya 77,96, untuk penilaian harian 2 rata-ratanya 78,26 dan untuk penilaian harian 3 rata-ratanya 80,09. Kemudian hasil ulangan tengah semester rata-ratanya 76,85. KKM mata pelajaran fisika di MA Negeri 2 Kebumen 75,00

Dengan materi pelajaran fisika yang sama untuk kelas XI.IPA.4,5,6 tahun pelajaran 2015/2016 belum melaksanakan literasi sedangkan untuk kelas XI.IPA1,2,3 tahun pelajaran 2016/2017 sudah melaksanakan literasi. Ternyata terdapat perbedaan rata-rata hasil ulangan harian. Untuk hasil rata-rata penilaian harian yang pertama selisihnya (77,96 – 68,81 = 9,15), hasil rata-rata penilaian harian yang kedua selisihnya (78,26 – 64,21 = 14,5), hasil rata-rata penilaian harian yang ketiga selisihnya (80,09 – 66,54 = 13,55) dan hasil rata-rata ulangan akhir semester selisihnya (78,26 – 72,92 = 5,34).

Dengan mengetahui hasil belajar fisika kelas XI.IPA.4,5,6 rata-rata ulangan harian dan ulangan tengah semester mata pelajaran fisika tahun pelajaran 2015/2016 masih kurang dari KKM dan hasil belajar fisika kelas XI.IPA.1,2,3 rata-rata ulangan harian dan ulangan tengah semester mata pelajaran fisika tahun pelajaran 2016/2017 bisa melampaui KKM. Solusi untuk mengatasi hasil belajar fisika yang kurang memenuhi KKM mata pelajaran fisika di sekolah maka diharapkan peserta didik sebelum pelajaran dimulai bisa diawali dengan literasi mata pelajaran fisika.

Simpulan Dan Harapan Penulis

Dari uraian pendahuluan, permasalahan, pembahasan dan solusi dari artikel ini bisa disimpulkan literasi memberikan manfaat yang sangat luar biasa pada peserta didik karena bisa menambah pengetahuan, menambah wawasan dan menumbuhkan budaya membaca. Tanpa menyadari dalam diri peserta didik ada perubahan sikap dari malas membaca menjadi gemar membaca, berubah menjadi lebih disiplin,menghargai waktu. Dari dokumen hasil belajar fisika kelas XI.IPA.4,5,6 tahun pelajaran 2015/2016 dan hasil belajar fisika kelas XI.IPA.1,2,3 tahun2016/2017 ada selisih hasil belajar fisika maka  literasi bisa meningkatkan hasil belajar fisika.

Harapan dari penulis untuk teman-teman para guru di seluruh Indonesia  dan khususnya di SMA Negeri 2 Kebumen, mohon teman-teman yang sabar dalam menyampaikan materi pelajaran dengan mengawali dulu dengan literasi. Dalam hal ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyiapkan diri dan berkonsentrasi menerima materi pelajaran supaya hasil belajar bisa maksimum sesuai harapan teman-teman.

DAFTAR PUSTAKA

Permendikbud nomor 23. 2015.Tentang Budi Pekerti.Jakarta: Mendikbud.

Tim Masmedia Buana Pustaka. 2014. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.

Rudi Hartono. 2013. Ragam Model Mengajar Yang Mudah Diterima Murid. Jogjakarta: Diva Press.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Edisi Ketiga. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: BalaiPustaka.

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung:     Rosdakarya.

Djoko Nugroho. 2009. Mandiri Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Wardanil.G.A.K. dkk. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sugiharto, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Marthen Kanginan, 2007. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Cimahi: Erlangga.

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *