http://www.infopasti.net/materi-pemerintahan-desa-melalui-model-pembelajaran-snowball-throwing/

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI KELENG 01 UPTD KECAMATAN KESUGIHAN TENTANG MATERI PEMERINTAHAN DESA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014

ABSTRAK

Dengan latar belakang masalah rendahnya prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan  materi pemerintah desa pada siswa kelas IV, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada pada siswa kelas IV dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis antara data awal, siklus I, dan II diperoleh peningkatan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar dari tiap siklusnya. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 50%, siklus I nilai rata-rata siswa sebesar73,75 dengan persentase ketuntasan belajar 69%, dan pada siklus II terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa menjadi 83,75 dan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 94%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing sangat tepat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Keleng 01 Kecamatan Kesugihan, Cilacap materi pemerintah desa semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.

Kata kunci: hasil belajar, Snowball Throwing, pemerintah desa

 

PENDAHULUAN

Sejak mengalami perkembangannya dari proklamasi kemerdekaan hingga sekarang, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kondisi masyarakat Indonesia saat ini benar-benar dihadapkan pada keadaan yang sangat sulit. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh adanya pengaruh globalisasi yang semakin lama semakin memberikan dampak pada kehidupan masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi di kelas IVSD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap,hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini terjadi karena pada saat proses belajar mengajar, guru belum menemukan model yang sesuai, sehingga siswa kurang berani mengeluarkan pendapat atau komunikasi dengan teman sebaya maupun guru kelas. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memilih dan memilah model pembelajaran yang sesuai dengan materi agar siswa merasa nyaman dan aktif dalam belajar.

Penggunaan model yang masih konvensional menunjukkan bahwa guru kurang paham akan model pembelajaran itu sendiri. Guru terlihat lebih dominan menunjukkan tidak adanya interaksi di antara siswa dan kurangnya kerjasama di antara siswa. Dengan pembelajaran yang bersifat klasikal danmonoton tanpa menggunakan model pembelajaran mengakibatkan siswa kurang aktif dan tertarik terhadap materi yang disampaikan guru. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, terlihat bahwa hasil belajar PKn pada materi pemerintahandesa siswa di kelas IV masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70.

Kenyataannya siswa masih kesulitan menerima materi tentang pemerintahan desa. Salah satu penyebabnya yaitu model pembelajaran yang digunakan kurang tepat dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV. Model pembelajaran PKn SD diharapkan menarikminat belajar siswa, agar anak aktif dan senang dalam belajar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Keleng 01, UPTD Kecamatan Kesugihan Tentang Materi Pemerintahan Desa Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Semester 1  Tahun Pelajaran 2013/2014”.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana penerapan pelaksanaan model Pembelajaran Snowball Throwing mata pelajaran PKn materi pemerintahan desa kelas IV SD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap?
  2. Apakah dengan menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap?

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2013/2014 pada kompetensi dasar menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan  Republik Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing.

KAJIAN PUSTAKA

Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru setiap selesai memberikan materi pelajaran pada satu pokok bahasan. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan, pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran, kedisplinan, keterampilan dan sebagaimana yang menjuju pada perubahan positif.

Hasil belajar menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya yang sebenarnya yang telah mengalami proses pengalihan ilmu pengetahuan dari seseorang yang dapat dikatakan dewasa atau memiliki pengetahuan kurang. Jadi dengan adanya hasil belajar, orang dapat mengetahui seberapa jauh siswa dapat menangkap, memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Atas dasar itu maka pendidik dapat menentukan strategi belajar mengajar yang lebih baik (Slameto, 1995).

Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Model pembeajaran Snowball Throwing adalah salah satu model pembelaran pembelajaran kooperatif yang berbentuk permainan dimana cara pembelajarannya dilakukan secara berkelompok antara 4-6 siswa dan membuat pertanyaan dalam kertas, kemudian kertas pertanyaan diremas-remas hingga membentuk bola salju dan dilemparkan kepada kepada kelompok lain untuk dijawab. Pelemparan kertas dapat ditentukan oleh guru atau dengan kesepakatan siswa (Widodo, 2009).

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap yang  terdiri dari 16 siswa yang dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014, dari bulan September sampai bulan Oktober 2013.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang dihimpun langsung oleh peneliti yaitu hasil observasi dan evaluasi terhadap siswa kelas IV SD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilaap tahun pelajaran 2013-2014 sedangkan data sekunder yaitu data pendukung berupa absensi siswa, biodata anak, profil sekolah dan sebagainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik statistik deskriptif kuantitaif.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Diskripsi Kondisi Awal

            Proses pembelajaran pra siklus mata pelajaran PKn materi pemerintahan desa pada kelas IV SD Negeri Keleng 01 UPTD Kecamatan Kesugihan Kabupetan Cilacap, guru masih cenderung menggunakan metode konvensional sehingga sebagian besar anak merasa jenuh serta kurangnya konsentrasi selain itu guru juga belum memanfaatkan media dan fasilitas yang ada dan hanya berpedoman pada buku paket dan LKS.

            Setelah diadakan tes evaluasi, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adaah 65 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 80. Sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 8 siswa atau 50% dari KKM 70. Atas dasar hasil evaluasi pra siklus ini maka peneliti memutuskan melakukan tindakan perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.

Diskripsi Siklus I

            Sebelum melakukan pembelajaran peneliti melakukan perencanaan aktivitas yang meliputi pembuatan RPP, penyiapan media, penyiapam lembar kegiatan siswa, penyiapan instrumen observasiaktivitas guru dan siswa serta penyiapan format penilaian evaluasi. Pada tahap pelaksanaan peneliti mendampingi siswa dalam mengamati media berupa gambar dan melakukan tanya jawab dengan guru kemudian membagi siswa menjadi beberpa kelompok serrta membagi lembar kegiatan siswa. Bersama dengan kelompoknya siswa membuat pertanyan dan menuliskannya pada sebuah kertas dan membentuknya menyerupai bola salju dengan cara diremas. Setelah itu pertanyaan yang dibuat menyerupai bola salju tersebut dilempar kepada kelompok lain untuk dijawab.

Pada kegiatan akhir guru melakukan kegiatan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru. Hasil evaluasi siswa pada siklus I yaitu jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 11 siswa atau 69%, dengan perolehan nilai rata-rata 73,75. meskipun sudah ada peningkatan namun persentase ketuntasan belajar siswa belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80% dari seluruh jumlah siswa.

Diskripsi Siklus II

            Sebelum memulai pelajaran maka guru menginformasikan kepada siswa kekurangan-kekurangan pada pembeajaran di siklus I dengan tujua agar siswa dapat memperbaikinya.

            Pada siklus II ini hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan siklus I hal ini terlihat pada tabel berikut.

Tabel 1 perbandingan hasil siklus 1 dan 2

Hasil Evaluasi Siklus 1 Siklus 2
Rata-rata 73,75 83,75
Nilai Tertinggi 100 100
Nilai Terendah 50 60
Jumlah siswa yang tuntas belajar 11 15
Jmlh siswa yg blm tuntas belajar 5 1
persentase siswa tuntas belajar 69% 94%
Persentase siswa belum tuntas belajar 31% 6%

Berdasarkan tabel di atas maka Persentase ketuntasan siswa dari siklus 1 sebesar 69% naik menjadi 94% pada tindakan perbaikan siklus 2. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu penelitian sudah berhasil, karena indikator keberhasilan yang ditetapkan adalah 80%.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

   Hasil penelitian mebuktikan bahwa hasil belajar siswa pada kondisi awal redah karena belum ada endektan pembelajaran model snowball throwing. Setelah dilakukan model pembelajaran snowball throwing maka hasil beajar siswa meningkat pada siklus I mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi pa siklus sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami kenaikan yang signifikan. Dengan demikian secara umum atau klasikal ketuntasan belajar siswa yaitu 94% nilai diatas KKM tercapai. Hasil belajar kondisi awal, siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus 1 Dan Siklus 2

Penelitian Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Hasil evaluasi (ketuntasan) Nilai Rata-rata
Kondisi awal 50% 65
Siklus 1 69% 66% 69% 73,75
Siklus 2 88% 92% 94% 83,75

Berdasarkan data pada tabel di atas, terlihat kenaikan nilai rata-rata pada hasil evaluasi belajar siswa. Pada kondisi awal nilai rata-rata yang dicapai siswa sebesar 65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 50%, pada siklus 1 nilai rata-rata yang dicapai siswa naik menjadi 73,75dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 69%. Kemudian penelitian dilanjutkan pada siklus 2 dan terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 83,75 dengan persentase ketuntasan mencapai 94%. Pada akhir penelitian sebesar 6% atau 1 orang siswa belum mencapai, untuk itu peneliti melakukan tindakan pengayaan dengan memberikan tugas tambahan dan bimbingan lebih intensif.

Pada hasil pengamatan terhadap aktivitas guru, siklus 1 mencapai 69% dan siklus 2 meningkat menjadi 88%. Sedangkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada siklus 1 sebesar 66% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 92%.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian tindakan kelas ini maka peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal dalam mata pelajaran PKn materi pemerintahan desa. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penelitian telah mengalami keberhasilan.

Peningkatan hasil belajar siswa tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata kelas dan ketuntasan yang dicapai siswa pada setiap siklusnya. Pada pra siklus/ kondisi awal nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 65 siklus I 73,75 dan pada siklus II meningkat menjadi 83,75. Sedangkan Persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari kondisi awal sebesar 50%, naik menjadi 69% pada tindakan perbaikan siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 94% pada siklus 2.

DAFTAR PUSTAKA

Kurnianto, Ridha, dkk. 2009. Penelitian tindakan kelas (Surabaya : Lapis PGMI). Purwanto. 2010. Evaluasi Hasil Belajar. (Yogyakarta: Pustaka Belajar).

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa,

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. (Jakarta: Rineka Cipta).

Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses belajar Mengajar. (Bandung: CV. Sinar Baru).

Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learing. (Yogyakarta: Pustaka Belajar). Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada).

Widodo, Rahmat. 2009. Model Pembelajaran Snowball Throwing, (online), (http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/09/model-pembelajaran-18-snowball-throwing/,diakses tanggal 12 Februari 2011)

BIODATA

Nama               : Warsidah, S. Pd

NIP                 : 19620112 198304 2 003

Pangkat/ Gol   : Pembina, IV/a

Unit Kerja       : SDN Keleng 01,UPTD Kec.Kesugihan Kab. Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *