Penelitian Tindakan Kelas SMP Apresiasi Siswa Terhadap Karya Seni Lukis Nusantara

sitihar

MENINGKATKAN APRESIASI SISWA TERHADAP KARYA SENI LUKIS NUSANTARA DENGAN METODE DISKUSI

ABSTRAK

 

Tujuan penelitian tindakan ini untuk mengetahui peningkatan apresiasi siswa dalam karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi. Penelitian dilaksanakan 2 siklus. Pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan tes skala sikap. Adapun jenis instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan, panduan wawancara, dan tes instrumen skala sikap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengggunaan metode diskusi terbukti dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara. Dibuktikan dengan peningkatan proses pembelajaran dari kegiatan  pra siklus dengan rata-rata 40,63, pada siklus I meningkat dengan hasil rata-rata 66,20% dan pada siklus II pun meningkat dengan peningkatan proses pembelajaran rata-rata menjadi 78,1% dan mendapat peningkatan sebesar 37,47%. Demikian juga aktivitas siswa pada pra siklus 42,9% respon terhadap keadaan, pada siklus I ada peningkatan respon terhadap keadaan dengan persentase 57,1% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,86% dengan adanya peningkatan sebesar 52,23%. Adapun untuk hasil belajar siswa yang berupa tes skala sikap pra siklus  dengan nilai rata-rata hanya 49,64%,dan pada siklus I meningkat nilainya dengan rata-rata 55,9 % dan pada siklus II dengan rata-rata 79,6% dengan peningkatan 29,96%.

 

Kata Kunci : Apresiasi, Seni lukis Nusantara, Metode Diskusi

 

PENDAHULUAN

Kemampuan mengapresiasi karya seni lukis Nusantara merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa pada mata pelajaran seni budaya di SMP Negeri 1 Tonjong di kelas IX, karena salah satu tujuan pendidikan seni budaya yaitu menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya. Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi kecerdasan. Dengan demikian peserta didik mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan hingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

Berdasarkan data hasil penilaian sebelumnya bahwa dari jumlah siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Tonjong  yang berjumlah 36 siswa, ditemukan hanya 7 orang siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan (KKM=70), adapun sisanya sebanyak 29 orang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Hal ini menunjukan bahwa mengapresiasi karya seni lukis Nusantara masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Rendahnya kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya seni lukis Nusantara ditandai dengan siswa tidak fokus saat pembelajaran berlangsung, siswa tidak aktif dan sebagian besar hanya diam mendengarkan penjelasan guru, nilai KKM siswa rendah, juga kurangnya siswa dalam mengidentifikasi ragam karya seni lukis Nusantara. Apabila masalah tersebut tidak segera diatasi akan mengakibatkan siswa kurang menghargai seni lukis Nusantara. Nilai ketuntasan tidak tercapai sehingga tidak akan naik kelas, begitu juga citra sekolah akan menurun dihadapan masyarakat. Untuk meningkatkan rendahnya apresiasi karya seni lukis Nusantara, salah satu upaya guru adalah dengan menggunakan metode diskusi. Pemilihan metode diskusi dalam pembelajaran ini karena dengan metode diskusi siswa dapat menjadi aktif, kritis, juga dapat mengekspresikan pendapatnya secara bebas.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka timbul ketertarikan peneliti untuk mengetahui penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan apresiasi karya seni lukis Nusantara kelas IX-A di SMP Negeri 1 Tonjong ,Brebes pada materi mengapresiasi karya seni rupa murni daerah setempat dan menuangkan dalam suatu laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Meningkatkan Apresiasi Siswa dalam Karya Seni Lukis Nusantara dengan Metode Diskusi di Kelas IX-A Semester 1 SMP Negeri 1 Tonjong Tahun Pelajaran 2013/2014” .

Berdasarkan masalah penelitian itu dalam PTK ini peneliti merumuskan masalah. “Bagaimana meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi?”. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan apresiasi siswa dalam karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis bagi siswa, guru, dan sekolah dalam upaya peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa, serta peningkatan mutu pendidikan pada umumnya. Supaya penelitian ini mengarah pada inti masalah yang sesungguhnya maka penelitian perlu membatasi masalah yaitu (1) Peningkatan apresiasi siswa dalam Karya seni yaitu proses pembelajaran yang menjadi meningkat apresiasinya. (2) Pelajaran SBK di SMP merupakan sarana untuk mengembangkan kreativitas anak. Tujuan dari pendidikan SBK bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan mendidik menjadi kreatif. Dalam kurikulum dijelaskan bahwa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam seni budaya, yaitu kesungguhan, kepekaan, daya produksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta. (3) Seni Lukis Nusantara yaitu merupakan bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di daerah masing-masing di seluruh wilayah Indonesia.

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

 

Apresiasi

Menurut Effendi dalam Depdikdas (2006), apresiasi adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.

Dalam kaitannya dengan kesenian, apresiasi berarti kegiatan mengartikan dan menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni serta menjadi sensitif terhadap gejala estetis dan artistik sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya. Dalam mengapresiasi, seorang penghayat sedang mencari pengalaman estetis. Sehingga motivasi yang muncul adalah motivasi pengalaman estetis. Pengalaman estetis menurut Albert R. Candler  (Hamalik Oemar, 1998)  adalah kepuasan kontemplatif atau kepuasan intuitif.

Tujuan pokok penyelenggaran apresiasi seni adalah menjadikan masyarakat “melek seni” sehingga dapat menerima seni sebagaimana mestinya. Dengan kata-kata yang lebih lengkap, apresiasi adalah kegiatan mencerap (menangkap dengan pancaindera), menanggapi, menghayati sampai kepada menilai sesuatu (dalam hal ini karya seni).

 

Seni Lukis Nusantara

Achdiat Kartamiharja (dalam Siswandi, 2007) berpendapat bahwa seni adalah aktivitas rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Ki Hajar Dewantara melalui Hopkins. D. (2007) mengemukakan pendapatnya, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari perasan dan bersifat indah sehingga mampu menggerakkan jiwa dan perasaan.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil ciptaan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.

 

 Kerangka Berfikir

            Pada kondisi awal sebelum diadakan tindakan belum paham mengapresiasikan karya seni lukis Nusantara. Setelah diadakan tindakan pada sikulus I ada peningkatan apresiasi siswa dalam karya seni lukis nusantara, yang signifikan tetapi belum sesuai yang diharapkan, sehingga diadakan siklus II. Dan setelah diladakan siklus II tingkat apresiasi siswa dalam karya seni lukis nusantara sesuai dengan yang diharapkan.

Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti merumuskan hipotesis yaitu dengan metode diskusi kemampuan siswa terhadap mengapresiasi seni lukis meningkat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini difokuskan pada upaya guru untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara pada siswa kelas IX-A di SMP  Negeri 1 Tonjong  dengan menggunakan metode diskusi. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah melalui metode diskusi dapat meningkatkan apresiasi siswa dalam seni lukis Nusantara.

Penelitian tindakan kelas akan dilaksanakan pada semester 1 (satu) tahun pelajaran 2013-2014 dengan menggunakan 2 (dua) siklus, siklus pertama akan dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu  pertemuan pertama pada hari Selasa tanggal 5 November 2013 dan pertemuan  ke-dua pada hari selasa tanggal 12 November 2013.  Siklus kedua akan dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama pada hari selasa tanggal 26 November 2013 dan pertemuan ke-dua pada hari Selasa tanggal 3 Desember 2013.

Dalam Penelitian tindakan kelas ini, guru bertindak sekaligus sebagai peneliti. Dalam pelaksanaannya penelitian tindakan dibantu oleh teman sejawat yaitu Ibu  Dra. Siti Rohmiayah  (guru Bimbingan Konseling Kelas IX SMP Negeri 1 Tonjong) yang bertindak sebagai observer/ pengamat. Adapun dipilihnya Ibu Dra. Siti Rohmiayah  sebagai kolabulator dikarenakan beliau lebih banyak pengalaman, sama-sama mengajar kelas IX A,  aktif, dan mudah untuk diminta pendapat.

Sumber data yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas ini, yaitu (1) data (proses) diperoleh dari daftar nilai harian pada pembelajaran sebelumnya dan pada waktu mengadakan tindakan. Data ini merupakan hasil pengamatan dengan kolaborator yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap-tiap siklus. Pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan tes skala sikap. Adapun jenis instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan, panduan wawancara, dan tes instrumen skala sikap.

Kebenaran atau validitas data pada penelitian ini diukur dengan menggunakan model trianggulasi data. Data penelitian menggunakan berbagai jenis sumber data dan bukti dari orang yang sama, tetapi ia melakukan aktifitas pada waktu yang berbeda. Caranya, melakukan pengambilan data pada objek atau peserta didik yang sama tetapi data-data yang dikumpulkan dari waktu yang berbeda. Jika data tersebut memiliki konsistensi maka data tersebut tidak diragukan lagi kevalidannya.

Data yang diperoleh dalam penelitian antara lain data observasi dan data hasil belajar siswa dalam mengapresiasi karya lukis Nusantara. Dari data-data tersebut, data yang dipakai untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah melalui tes skala sikap dan data yang digunakan untuk mengetahui penggunaan metode diskusi adalah dengan lembar pengamatan, sedangkan data-data lainnya digunakan sebagai penunjang dalam pengolahan data.

Indikator kinerja dalam penelitian ini berupa peningkatan  apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara pada siswa melalui penerapan metode diskusi. Kreteria peningkatan apresiasi siswa antara siklus I dan siklus II ialah apabila sekurang-kurangnya telah mencapai KKM sebanyak 90 % siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 semester I mengalami peningkatan  apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara. Penelitian tindakan kelas akan dilaksanakan 2 siklus, secara berkelanjutan dalam 1 semester. Kedua siklus dilaksanakan dalam 1 kompotensi dasar selama 4 kali pertemuan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pelaksanaan penelitian ini didapatkan beberapa data, antara lain: data observasi proses pembelajaran oleh guru, data observasi keaktifan siswa dan data hasil tes skala sikap siswa. Data-data ini kemudian diolah untuk mengetahui beberapa hal, yaitu: keterlaksanaan metode diskusi dalam pembelajaran mengapresiasi seni lukis Nusantara, aktifitas siswa dalam pembelajaran dan hasil tes belajar. Berikut ini dipaparkan hasil data yang diperoleh dari kegiatan pelaksanaan penelitian untuk setiap siklus pembelajaran.

 

Hasil Penelitian Pada Pra Siklus

Pembelajaran pra siklus  dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober tahun 2013 pada jam ke 7 dan 8 yaitu pukul 11.45 s.d 13.10, berdasarkan tahapan perencanaan dan pelaksanaan yang telah disusun.

Gambaran aktifitas pembelajaran pra siklus menunjukan bahwa pembelajaran SBK pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong  sebelum diadakan tindakan, belum  menunjukkan peningkatan dari proses belajar mengajar. Dan berdasarkan pengamatan  perlu adanya perbaikan terutama dalam mengelola metode pembelajarannya. Oleh karena itu, peneliti akan mencoba memperbaiki dan meningkatkan kelemahan-kelemahan tersebut dalam proses pembelajaran pada kegiatan perbaikan  berikutnya.

Untuk melihat aktifitas siswa pada pembelajaran pra siklus , dapat dilihat dari hasil analisis terhadap data observasi keaktifan siswa. Hasil analisis dan pengolahan data observasi aktifitas siswa pada pembelajaran pra siklus.
sitihar

Peran Aktif Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran pada  pra Siklus

Hal ini terlihat pada indikator-indikator aktivitas siswa yang masih kurang, diantaranya siswa masih kurang dalam merespon pertanyaan, menghargai pendapat siswa lain juga kurang, kemampuan menyimpulkan dan mengemukakan pendapatpun masih kurang. Oleh karena itu, peneliti akan mencoba memperbaiki dan meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

Gambaraan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Seni Budaya pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara sebelum diadakan tindakan bahwa hasil belajar  siswa pada pembelajaran SBK pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong dengan pembelajaran konvensional atau tradisional, pada pra Siklus  menunjukkan belum sesuai yang diharapkan. Hal ini ditunjukan dengan percapaian rata-rata hanya sebesar 49,64 atau pada kategori cukup.

            Hasil wawancara dengan siswa pada pra siklus. Ketika  wawancara dengan salah satu siswa ternyata pembelajaran selama ini membosankan dan sulit untuk memahami materi pembelajaran. Sehinga  perlu adanya tindakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan apresiasi siswa pada seni lukis Nusantara.

 

Hasil Penelitian Pada Siklus I

Proses pembelajara siklus I menunjukan bahwa pembelajaran SBK pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong  dengan menggunakan metode diskusi, sudah menunjukkan peningkatan dari proses belajar mengajar sebelumnya. Namun berdasarkan pengamatan masih perlu adanya perbaikan terutama dalam mengelola diskusi, mengatur waktu, memberikan penghargaan kepada siswa juga membimbing siswa dalam mengarahkan materi dan menarik kesimpulan.Oleh karena itu, peneliti akan mencoba memperbaiki dan meningkatkan kelemahan-kelemahan tersebut dalam proses pembelajaran pada siklus berikutnya.

Peran Aktif Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran pada  Siklus I

sitiharta

Namun meskipun telah mengalami adanya peningkatan, aktivitas siswa masih belum optimal. Hal ini terlihat pada indikator-indikator aktivitas siswa yang masih kurang, diantaranya siswa masih kurang dalam merespon pertanyaan, menghargai pendapat siswa lain, kemampuan menyimpulkan dan mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, peneliti akan mencoba memperbaiki dan meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus berikutnya.

Gambaraan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Seni Budaya pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nuasantara dengan menggunakan metode diskusi telah mengalami adanya peningkatan, hasil tes belajar siswa pada pembelajaran ini masih belum optimal. Hal ini terlihat pada indikator-indikator tes hasil belajar siswa yang masih kurang, diantaranya siswa menganggap melukis sangat membosankan, sehingga mereka kurang memiliki media untuk melukis.

Oleh karena itu, peneliti akan mencoba melakukan perencanaan dan pelaksanaan ulang untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil tes siswa dalam pembelajaran tersebut pada siklus berikutnya.

Hasil wawancara dengan siswa pada siklus I Hasil wawancara dengan salah satu siswa ternyata pembelajaran dengan metode diskusi sangat menyenangkan dan membantu memahami materi pembelajaran, karena dengan metode diskusi siswa dapat aktif dan bisa mengeluarkan pendapatnya. Namun pada siklus I ini masih ada kesulitan dalam pemahaman yang harus dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Hasil Penelitian Pada Siklus II

Gambaran proses pembelajaran Pendidikan Seni Budaya pada materi Mengapresiasi karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi, menunjukan bahwa pembelajaran SBK pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong  dengan menggunakan metode diskusi, sudah menunjukkan peningkatan dari proses belajar mengajar sebelumnya. Namun berdasarkan pengamatan masih perlu adanya perbaikan terutama dalam mengelola diskusi, mengatur waktu, memberikan penghargaan kepada siswa juga membimbing siswa dalam mengarahkan materi dan menarik kesimpulan.Oleh karena itu, peneliti akan mencoba memperbaiki dan meningkatkan kelemahan-kelemahan tersebut dalam proses pembelajaran pada siklus berikutnya.

Untuk melihat aktifitas siswa pada pembelajaran siklus II, dapat dilihat dari hasil analisis terhadap data observasi keaktifan siswa. Hasil analisis dan pengolahan data observasi aktifitas siswa pada pembelajaran siklus II, sebagai berikut, sebagaimana disajikan pada Tabel 4.11

Tabel 4. 11 Gambaran Aktivitas Siswa

sitihart

Peran Aktif Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran pada  Siklus II

Peran aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II telah mengalami  peningkatan, aktivitas siswa. Hal ini terlihat pada indikator-indikator aktivitas siswa yang sudah bagus, diantaranya siswa masih banyak yang  merespon pertanyaan, menghargai pendapat siswa lain, kemampuan menyimpulkan dan mengemukakan pendapat pun sudah banyak. Oleh karena itu, peneliti menyudai  penelitian tindakan kelas ini.

Setelah diadakan tindakan siklus II menunjukan bahwa hasil tes siswa pada pembelajaran SBK pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara di kelas IX-A pada SMP Negeri 1 Tonjong dengan menggunakan metode diskusi, pada Siklus II menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan percapaian rata-rata sebesar 79,6  atau pada kategori sangat baik.

Karena hasil tes meningkatan dan memuaskan sesuai dengan harapan yang direncanakan, oleh karena itu, peneliti mengakhiri penelitian perbaikan pembelajaran ini. Dan tidak perlu mengadakan tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya.

Hasil wawancara dengan siswa pada siklus II Hasil wawancara dengan salah satu siswa ternyata pembelajaran dengan metode diskusi sangat menyenangkan dan membantu memahami materi pembelajaran, karena dengan metode diskusi siswa dapat aktif dan bisa mengeluarkan pendapatnya. Namun pada siklus II ini masih ada kesulitan dalam pemahaman yang harus dilanjutkan pada siklus berikutnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penggunaan metode diskusi pada materi mengapresiasi karya seni lukis Nusantara, ternyata adanya peningkatan proses pembelajaran pada pra siklus sekor 40,63 atau kategori cukup mengalmi peningkatan pada proses pembelajaran pada siklus I dengan sekor 65,60  atau kategori baik, hingga mencapai sekor 78,10 atau kategori sangat baik pada siklus II. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil balajar siswa terhadap mengapresiasi karya seni lukis Nusantara yang dibuktikan dengan peningkatan  hasil pembelajaran siswa. Sebelum diadakan tindakan hasil belajar siaswa rata-rata hanya mencapai 49,64 % atau kategori cukup. Siklus I mengalami peningkatan dibanding sebelum diadakan tindakan dengan hasil rata-rata 60,94% atau kategori baik. Dan pada siklus II pun meningkat dengan hasil rata-rata 79,6% atau kategori sangat baik dan mendapat peningkatan sebesar 29,96%.

Berdasarkan temuan – temuan dari kelemahan-kelamahan dan kelebihan – kelebihan penelitian ini penulis sampaikan saran yaitu :(1) diharapkan guru mencoba menerapkan metode diskusi pada pembelajaran Seni rupa pada konsep lain dan juga pada pembelajaran pelajaran yang lain. (2). diharapkanpara guru mengembangkan model – model pembelajaran yang bervariasi yang sesuai dengan prinsip paikem.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2006).  Lampiran PP.no.22 Tentang Standar isi: Depdiknas.

Hamalik Oemar, (1998). Teori Hasil Belajar. Jakarta : Grasindo.

Hopkins. D, (2007). Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Siswandi. (2007). Pendidikan Seni Budaya Kelas IX Jakarta : Yudhistira

Biodata  :

Siti Hartani, S.Pd

Guru SMPN 1 Tonjong




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *