Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Olahraga Pada Materi Lempar Cakram Melalui Media Modifikasi Piring Plastik Kelas VII Semester II di SMP Binaan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU OLAH RAGA PADA MATERI LEMPAR CAKRAM MELALUI MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK KELAS VIII SEMESTER IDI SMP BINAAN KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

Oleh :Drs. Ade Setiawan, M.Pd.

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan sekolah  adalah  untuk mengetahui: untuk mengetahui sejauh mana media modifikasi piring plastik bisa meningkatkan kemampuan guru olahraga pada materi lempar cakram di SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu,  dan SMP Negeri 1 Tonjong. Sementara tujuan khusus dari penelitian ini adalah:1) mengetahui sejauhmana aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram, 2) mengetahui sejauhmana respon siswa terhadap pembelajaran Lempar Cakram dengan media piring plastik, 3) mengetahui sejauhmana hasil belajar Lempar Cakram yang dilakukan siswa dengan media modifikasi piring plastik.  

Kesimpulan hasil  penelitan dapat disimpulkan bahwa.1) FGD telah memberikan kesempatan yang luas kepada guru untuk dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman, dan juga para guru SMK  di Wilayah Binaan III  Klaten merasakan adanya manfaat atas pelaksanaan diskusi kelompok terarah untuk memahami penyusunan pengukuran dan penilaian sikap, 2) FGD mampu meningkatkan keterlibatan aktif guru dalam meningkatkan kemampuan guru SMK di Wilayah Binaan III Klaten. Dilihat dari aspek kerjasama, aktivitas, perhatian dan presentasi, pada siklus I ada17 (61%) guru memperoleh skor dengan katagori tinggi, kemudian pada siklus II seluruh guru  yaitu 28 (100%) memperoleh skor dengan kategori tinggi. 3) FGD mampu meningkatkan kemampuan guru SMK di Wilayah Binaan III  Klaten terutama kemampuan guru dalam menyusun pengukuran dan penilaian sikap.. Pada siklus I ada 13 guru (46%) memperoleh skor dengan katagori memuaskan, dan pada siklus II seluruh guru yaitu 28 guru (100%) mendapatkan skor dengan kategori memuaskan.

 

Kata kunci:  kemampuan guru, kompetensi, aktivitas, respon siswa.

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Sarana prasarana merupakan salah satu bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, lengkap dan tidak lengkapnya sarana prasarana pembelajaran turut mempengaruhi maksimal dan tidak maksimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Ini pula yang terjadi pada pembelajaran Lempar Cakram di SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu,  dan SMP Negeri 1 Tonjong Kabupaten Brebes. Kondisi nyata di sekolah, media Cakram hanya tersedia 2 buah, 1 untuk putri dan 1 untuk putra. Sementara rata-rata siswa SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu, dan SMP Negeri 1 Tonjong berjumlah 30 – 35 orang, jadi komparasi antara jumlah Cakram dan jumlah siswa adalah 1 : 17 putra/putri. Jelas dari gambaran tersebut bahwa proses pembelajaran Lempar Cakram menjadi tidak efektif, dan akibatnya bahwa target kurikulum menjadi sangat rendah.

Situasi dan kondisi ini sudah berjalan cukup lama dan sekolah sampai detik ini belum bisa memenuhi sarana Cakram tersebut sampai batas yang cukup memadai atau kondisi ideal, misalnya dengan perbandingan 1 : 2.

Sehingga menuntut sekolah untuk menyediakan Cakram sesuai dengan kondisi ideal, merupakan suatu yang tidak realistis dan lebih jauhnya bisa menimbulkan gejolak dan iklim yang tidak kondusif di sekolah. Dari beberapa kriteria media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram tersebut nampaknya piring plastik bisa dijadikan media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram. Dari segi bentuk, jelas ada kemiripan dengan bentuk cakram, dari segi ketersediaan dan harga, maka piring plastik sangat mudah sekali didapat di pasar-pasar tradisional dengan harga sangat murah.

Dari permasalahan tersebut di atas maka penulis menentukan judul Penelitian Tindakan Sekolah ini “Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Olahraga Pada Materi Lempar Cakram Melalui Media Modifikasi Piring Plastik Kelas VII Semester II di SMP Binaan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2010 / 2011”.

  1. Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut di atas, maka rumusan penelitian yang diajukan adalah: Apakah media modifikasi piring plastik bisa meningkatkan kemampuan guru olahraga pada materi lempar cakram di kelas VII semester II SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu,  dan SMP Negeri 1 Tonjong?

 

KAJIAN TEORI

  1. Kompetensi Guru

Dalam melaksanakan pembelajaran, guru dituntut memiliki kemampuan atau kompetensi agar pembelajarannya berjalan efektif dan berhasil guna. Senada dengan ini Martinis Yamin, 2013 : 246 menyatakan bahwa dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran, seorang pembelajar harus memiliki kemampuan :

  1. Menguasai kurikulum dan perangkat pembelajaran

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan punya peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Kurikulum adalah pemandu kegiatan pembelajaran, pelaksanaan dan hasil yang hendak dicapai. Tanpa berpegang pada kurikulum, maka proses pembelajaran tidak terarah dan tidak tercapainya tujuan.

  1. Penguasaan materi bidang studi

Sebagai pengajar, pembelajar hendaknya menguasai bahan atau materi ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Pembelajar/guru adalah tempat menimba ilmu bagi peserta didiknya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan.

  1. Penguasaan metode dan teknik penilaian

Seorang pembelajar/guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran, tujuan dan pokok bahasan yang diajarkan. Bahan ajar yang telah dikuasai belum tentu dapat dicerna oleh peserta didik, bila tidak disampaikan dengan baik. Proses penyampaian ini memerlukan kecakapan khusus. Dengan demikian perlu penguasaan pembelajar terhadap metode penyampaian agar para peserta didik tidak pasif, melainkan terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar.

Kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional tersebut masing-masing memiliki sub-sub kompetensi antara lain adalah sebagai berikut :

Kompetensi pedagogik

  1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. a)Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial budaya.b) Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. c) Mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.d) Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembejaran yang mendidik.a) Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu. b)Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
  3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. a) Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum b) Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. c) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu d) Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. e)Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik. f) Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.a) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. b) Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.c) Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan. d) Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.e) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. f) Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang
  5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu
  6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.a) Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal.b) Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya
  7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.a) Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain. b) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan mendidik yeng terbangun secara siklikal
  8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.a) Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. a) Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. b)Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. c) Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. d) Mengadminitrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrument.e) Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.f) Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
  9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. a) Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar. f) Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.g) Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan. h) Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran . a) Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. b) Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran mata pelajaran yang diampu. c) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
  1. Media Belajar

Media berasal dari bahasa Latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti, perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli yang dikutip Sudrajat memberikan definisi tentang media pembelajaran diantaranya, schram (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

 Sementara, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/ materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan National Education Association (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

 Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurka pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dam kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Dalam kaitanya dengan efektivitas belajar Brown (1973) yang juga dikutip Sudrajat mengengkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi tehadap efektivitas pembelajaran.

METODE PENELITIAN

  1. Tempat, Waktu Penelitian dan Jumlah Guru
  2. Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah dengan judul “Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Olahraga Pada Materi Lempar Cakram Melalui Media Modifikasi Piring Plastik Kelas VII Semester II di SMP Binaan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2010 / 2011“  ini dilaksanakan pada kelas VII di SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu,  dan SMP Negeri 1 Tonjong.

  1. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dari menyusun proposal sampai pelaporan penelitian dilaksanakan dari bulan Januari – April 2011 yakni pada waktu  Semester 2 Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

  1. Jumlah Guru

Subjek penelitian ini adalah guru olahraga di SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu,  dan SMP Negeri 1 Tonjong dengan jumlah 3 orang guru olahraga.

  1. Indikator Kemampuan

Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah untuk mengukur peningkatan kemampuan guru olahraga pada materi Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik. Berikut ini Tabel 3.1 Indikator kemampuan guru.

Tabel 3.1

Indikator Kemampuan Guru

No Aspek Keaktifan Guru Kriteria
1 Kemampuan guru dalam mengajar Lempar Cakram 80 – 100%

60 – 79%

40 – 59%

20 – 39%

0 – 19%

Sangat Baik

Baik

Cukup Baik

Kurang Baik

Tidak Baik

 

Tabel 3.3

Indikator Aktivitas Siswa dalam Belajar

No Aspek Keaktifan Guru Kriteria
1 Aktivitas Siswa dalam Belajar Lempar Cakram 80 – 100%

60 – 79%

40 – 59%

20 – 39%

0 – 19%

Sangat Baik

Baik

Cukup Baik

Kurang Baik

Tidak Baik

Tabel 3.4

Indikator Respon (Tingkat Kepuasan Belajar) Siswa

No Aspek Tingkat Kepuasaan Belajar Siswa Kriteria
1 Respon siswa terhadap proses Belajar Lempar Cakram 80 – 100%

60 – 79%

40 – 59%

20 – 39%

0 – 19%

Sangat Puas

Puas

Cukup Puas

Kurang Puas

Tidak Puas

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil Penelitian

Setelah melakukan dan menyelesaikan 2 siklus penelitian, peneliti bersama rekan guru yang bertindak sebagai kolaborator yang melakukan pengamatan, melakukan diskusi dan refleksi, maka didapat hasil seperti terlihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1

Hasil Tiap Aspek pada Tindakan 1

No Aspek Penelitian Siklus Penelitian

 

Tindakan
1 Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram 70% Perlu ditingkatkan dengan berbagai formasi dan permainan
2 Kemampuan guru dalam mengajar Lempar Cakram 95% Perlu ditingkatkan dengan melihat kembali RPP
3 Respon siswa (tingkat Kepuasan Belajar) terhadap proses Belajar Lempar Cakram

 

85% Perlu ditingkatkan kembali terutama putri yang harus mendapat perhatian lebih, terutama pada aspek cara melempar dan sikap akhir : porsi mengulang di tambah untuk putri

Hasil Tiap Aspek pada Tindakan  :

  1. Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram 70 % Baik
  2. Aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram 95% Sangat Baik
  3. Respon siswa terhadap proses Belajar Lempar Cakram 85% Sangat Puas

Tabel 4.2
Hasil Tiap Aspek Selama 2 Siklus

No Aspek Hasil tiap aspek selama 2 siklus Siklus Peningkatan
Siklus I Siklus II
1. Aktivitas siswa dalam belajar Lempar Cakram 70% 80% 10%
2. Kemampuan guru dalam mengajar Lempar Cakram 95% 100% 5%
3. Respon siswa terhadap proses
belajar Lempar Cakram
85% 90% 5%
  1. Pembahasan
  2. Aktivitas Siswa dalam Belajar Lempar Cakram

Berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa pada siklus penelitian dengan 2 siklus penelitian pada proses pembelajaran Lempar Cakram menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua seperti terlihat pada Tabel 4.3

Tabel 4.3
Aktivitas Siswa

No Siklus Penelitian Tindakan Aktifitas
1 Pertama 70%
2 Kedua 80%
Rata-rata 75%

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada dua siklus penelitian pada pembelajaran Lempar Cakram dengan piring plastik menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua seperti terlihat pada Tabel 4.3.

Dari Tabel 4.3 di atas, terlihat bahwa siklus pertama aktivitas siswa mencapai 70%, kemudian pada siklus kedua mencapai 85% ini berarti ada peningkatan 15% setelah ada treathment atau perbaikan pada siklus kedua, sehingga rata-rata keaktifan siswa selama dua siklus adalah 75%. Mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa pada Tabel 2, kisaran angka 75% memiliki kriteria Aktif. Dengan kata lain, siswa selama mengikuti pembelajaran Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik bergerak aktif baik saat mendapat tugas dari guru atau pun inisiatif sendiri.

  1. Kemampuan Guru dalam Mengajar Lempar Cakram

Tabel 4.4

Kemampuan Guru

No Siklus Penelitian Tindakan Aktifitas
1 Pertama 95%
2 Kedua 100%
Rata-rata 97,5%

Berdasarkan hasil pengamatan oleh rekan guru aktivitas guru dalam mengajar Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik mengalami kenaikan aktivitas.

Pada Tabel 4.4 nampak bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%, sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran, aktivitas guru mencapai 100%. Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%, sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97,5%.
Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru pada Tabel 4.4, besaran angka 97,5% termasuk kriteria Sangat Aktif. Ini artinya guru dalam mengajar betul-betul sesuai dengan skenario pembelajaran atau RPP.

  1. Respon Siswa Terhadap Proses Pembelajaran

Berdasarkan angket respon, yang disebarkan kepada siswa setelah selesai pelaksanaan pembelajaran siklus kedua, dapat dinyatakan bahwa pada umumnya siswa kelas VIII bersikap positif terhadap proses pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik , seperti terlihat pada Tabel 4.5

Tabel 4.5

Respon (Tingkat Kepuasan Belajar ) Siswa

No Pertanyaan Jawaban
1. Selama mengikuti pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik, bagaimana perasaanmu ? a. Senang = 85%
b. Biasa-biasa saja = 10%
c. Tidak senang = 5%
2. Apakah penggunaan piring plastik sebagai pengganti Cakram, tanggapanmu ? a. Menyusahkan belajar = 5%
b. Biasa-biasa saja = 10%
c. Memudahkan belajar = 85%
3. Sampaikan pendapat atau harapanmu tentang media piring plastik sebagai pengganti Cakram. a. Bisa diteruskan, dengan alasan,… = 90 %
1). Memudahkan belajar = 80%
2). Selama belum ada cakram yang sesungguhnya = 10%
b. Jangan diteruskan, dengan alasan…… = 10%
1). Menyusahkan belajar = 2%
2). Segera harus diganti =  8%
4. Bagaimana pendapatmu tentang perintah atau tugas-tugas selama proses pembelajaran berlangsung ? a. Mudah = 80%
b. Biasa-biasa saja = 10%
c. Susah = 10%

Dari Tabel 4.5 dapat dinyatakan bahwa siswa yang merasa senang dengan pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik 85%, sedangkan yang menyatakan biasa-biasa saja 10%, dan merasa tidak senang 5%. Kondisi ini berarti, bahwa sebagian besar siswa menikmati proses pembelajaran Lempar Cakram dengan media modifikasi piring plastik. Dalam kaitannya dengan fungsi piring plastik sebagai pengganti Cakram sesungguhnya ditanggapi positif oleh siswa, dengan pernyataan bahwa sebanyak 85% menyatakan piring plastik memudahkan dalam proses pembelajaran Lempar Cakram, sebanyak 10% menyatakan biasa-biasa saja, dan hanya sebesar 5% yang merasa disusahkan.

Ketika dimintai tanggapan tentang kelanjutan pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik, sebagian besar siswa menyatakan bisa dilanjutkan 90%, dengan alasan memudahkan belajar 80%, dan selama cakram belum ada 10%, sementara siswa yang menyatakan jangan diteruskan sebanyak 10%, dengan alasan menyusahkan pembelajaran sebesar 2%, dan sisanya 8% menyatakan harus segera diganti.

Lalu terkait dengan perintah atau tugas-tugas selama proses pembelajaran berlangsung, tanggapanya juga sebagian besar positif, yaitu 80% menyatakan mudah, 10% menyatakan biasa-biasa saja, dan yang menyatakan susah hanya sebesar 10%.

Mengacu pada Indikator Respon (Tingkat Kepuasan Belajar) Siswa, maka rata-rata tingkat respon siswa 85%, mempunyai kriteria Sangat Puas. Kriteria ini menggambarkan bahwa siswa betul-betul merasa enjoy dan sangat menikmati pembelajaranya.


PENUTUP

  1. Simpulan

Penelitian Tindakan Sekolah ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :

Pertama, aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran Lempar Cakram dengan menggunakan media modifikasi piring plastik di kategorikan aktif. Dan setelah dilakukan siklus kedua, aktivitas siswa mengalami peningkatan keaktifan rata-rata sebesar 75% . Kalau mengacu pada Indikator Keaktifan Siswa maka besaran keaktifan sebesar 75% termasuk kriteria Aktif.

Kedua, bahwa kemampuan mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%, sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran, aktivitas guru mencapai 100%. Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%, sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97,5%.

Mengacu pada Indikator Aktivitas Guru, besaran angka 97,5% termasuk kriteria Sangat Aktif.

  1. Saran

Berdasarkan simpulan, hasil pengamatan dan tempuan terhadap tindakan penelitian yang telah dilakukan, disampaikan beberapa saran, terutama ditunjukkan kepada pihak tertentu.

Saran Penelitian Lanjut

  1. Mengingat pelaksanaan penelitian ini baru berjalan 2 siklus, maka peneliti/ guru lain diharapkan dapat melanjutkan untuk temuan yang lebih signifikan.
  2. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini masih merupakan instrumen yang tingkat validasinya belum memuaskan. Penelitian berikutnya dapat mencoba dengan instrumen yang lebih standar.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E. 2007. Menjadi Guru Profesional : Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rivai, H Veithzal. 2003. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Belajar Mahasiswa. Bandung: Alfabeta.

Sudrajat, Ahkmad. 2007. Media Pembelajaran.

Artikel.http://ahkmadsudrajat.wordpress.com/bahan-ajar/media-pembelajaran/

Surya, Mohamad. 2004. Psikologi Pembelajaran & Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Yamin, Martinis. 2013. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Referensi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *