Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ipa Pada Materi Listrik Statis Dengan Memanfaatkan Lembar Kerja Siswa

MENINGKATKAN    AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI LISTRIK STATIS   DENGAN MEMANFAATKAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA   SISWA KELAS  IX G SMP NEGERI 1 PREMBUN  TAHUN  2015/2016

Oleh : Kunaeni, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan memanfaatkan lembar kerja siswa (LKS)  dapat untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar siswa  kelas IX G SMP Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2015 / 2016. Teknik pengambilan data dengan menggunakan observasi untuk data aktivitas belajar dan teknik tes untuk data prestasi hasil belajar siswa. Untuk mengetahui tingkat aktivitas dan prestasi belajar digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan lembar kerja siswa (LKS)  dapat untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar siswa kelas IXG SMP Negeri 1 Prembun Tahun Pelajarn 2015/2016. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa aktivitas rata-rata siswa sebelum menggunakan lembar kerja siswa (LKS) aktivitas siswa secara klasikal 48,17%  meningkat menjadi 63  % pada siklus I dan meningkat menjadi   71,33 % pada siklus II. Sedangkan prestasi hasil belajar sebelum menggunakan lembar kerja siswa 66,35 meningkat menjadi 69,25 pada siklus I dan meningkat menjadi 75,67 pada siklus II.

Kata Kunci: belajar , aktivitas, media, dan LKS  

Pendahuluan

Ilmu Pengetahuan Alam sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. Produk IPA terdiri atas fakta, konsep, prinsip, prosedur, teori, hukum dan postulat. Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah melalui metode ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. Ditinjau dari segi proses, maka IPA memiliki berbagai keterampilan sains, misalnya  mengidentifikasi dan menentukan variable tetap/bebas dan variable berubah, menentukan apa yang diukur dan amati, keterampilan mengamati menggunakan sebanyak mungkin indera, mengumpulkan fakta yang relevan, mencari kesamaan dan perbedaan, mengklasifikasikan, keterampilan dalam menafsirkan hasil pengamatan seperti mencatat secara terpisah setiap jenis pengamatan, menghubung-hubngkan hasil pengamatan,  keterampilan dalam menemukan suatu pola dalam seri pengamatan, dan keterampilan dalam mencari kesimpulan hasil pengamatan, keterampilan dalam meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan hasil-hasil pengamatan, dan keterampilan menggunakan alat/bahan dan mengapa alat/bahan itu digunakan. Selain itu adalah keterampilan dalam menerapkan konsep, baik penerapan konsep dalam situasi baru, menggunakan konsep dalam pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi , maupun dalam menyusun hipotesis.

Pembelajaran IPA yang konvensional menghasilkan hasil pembelajaran yang belum optimal. Data hasil pengamatan peneliti tentang aktivitas siswa selama proses pembelajaran  dengan  jumlah sebanyak 30 siswa dengan menggunakan metode diskusi menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih kurang dari 50%.  Sedangkan rata-rata nilai prestasi hasil belajar siswa masih dibawah 75 sesuai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan.  Hal ini menunjukkan bahwa hasil ulangan harian siswa masih belum sesuai harapan.

Berdasarkan data hasil pengamatan aktivitas siswa dapat dilihat bahwa kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran  belum maksimal  artinya masih ada beberapa siswa yang masih belum menyiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dapat diamati peneliti ketika peneliti akan masuk kelas, ada beberapa siswa yang masih berada di luar kelas, hal ini mnunjukkan kesiapan untuk mengikuti pelajaran IPA belum siap. Setelah guru akan mengawali pembelajaran ,banyak siswa  yang belum berupaya untuk membuka buku pelajaran. Para siswa cenderung diam saja menunggu perintah guru. Hal ini menunjukkan bahwa siswa pasif  ketika akan mengikuti pembelajaran. Demikian juga ketika guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya, seluruh siswa diam saja tidak ada yang mengajukan pertanyaan, dan ketika guru mengajukan pertanyaan seluruh siswa diam saja tidak ada yang memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan sebelum guru menunjuk pada salah satu siswa untu menjawab pertanyaan.

Berdasarkan kenyataan tersebut maka penelitian diarahkan pada upaya meningkatkan  aktivitas dan prestasi. Adapun  penelitihan ini bertujuan untuk  meningkatkan  aktivitas siswa pada materi Listrik Statis  melalui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa  (LKS)  bagi siswa kelas  IXG    semester I  SMP Negeri 1 PrembunTahun Pelajaran 2015/2016.

KAJIAN PUSTAKA

Belajar menurut Gagne   yang dikutip oleh Abd. Abror (Abd. Abror : 1993) merupakan sejenis yang diperlihatkan dalam tingkah laku yang keaadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah malakukan tindakan itu. Belajar merupakan proses kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan kemudian menimbulkan perubahan yangkeadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh keadaan lainnya. Perubahan itu berupa perubahan tingkah laku yang dilakukan lewat kegiatan atau usaha yang disengaja atau diperkuat.

Menurut Lie (2004 : 3) paradigma lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Untuk itu  guru perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan beberapa  pokok pemikiran, yaitu :

a. pengetahuan ditemukan, dibentuk, dan dikembangkan oleh siswa,

b. Siswa membangun pengetahuan secara aktif,

c. Guru perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa,

d. Guru perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa,

e. Pendidikan adalah interaksi pribadi diantara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Wasty Soemanto ,2012 : 104).

Prestasi dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai dari suatu usaha. Sedangkan belajar, menurut E.L. Torndike,  adalah suatu proses ”stamping in” (diingat, forming, hubungan antara stimulus dan respon (Sri Esti Wuryani Djiwandono, 2002: 126). Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh anak dalam periode tertentu. Simbol, angka, huruf, atau kalimat sebagai visualisasi hasil belajar karena hasil belajar yang sesungguhnya adalah ”performansi maksimal subjek dalam menguasai bahan atau materi yang diajarkan.

Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum, hasil belajar dipengaruhi  oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau lingkungan. ”Faktor dalam diri siswa terutama menyangkut kemampuan, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik, dan psikhis” (Nana Sujana, 2008: 39).

Lembar kegiatan siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kegiatan siswa berupa petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai atau tidaknya sebuah kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa (Abdul Majid: 176)

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran (Azhar Arsyad, 2000 : 2). Dengan demikian media pembelajaran dapat diartikan perantara yang dimanfaat kan oleh guru untuk menyampaikan atau mentransfer materi pejaran agar dapat dimengerti oleh siswa Karena lembar kerja siswa merupakan perantara yang digunakan oleh guru untuk mentransfer konsep-konsep yang ingin disampaiakan kepada siswa oleh karena itu maka LKS merupakan media pembelajaran.

Aktivitas siswa tidak hanya mendengarkan dan mencatat saja tetapi lebih menitikberatkan pada aktivitas atau keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode ceramah lebih cenderung menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang membosankan bagi anak didik. Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi guru dan anak didik. Guru mendapatkan kegagalan dalam penyampaian  pesan-pesan keilmuan dan anak didik diru  gikan. Akibatnya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar IPA sehingga hasil belajar yang diperoleh belum memuaskan dan terbilang masih rendah.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Prembun  yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi 11 Prembun, Kabupaten Kebumen, khususnya di Kelas  IXG.

Waktu penelitian adalah semester I tahun pelajaran 2015/2016, tepatnya pada tanggal  23  Oktober  sampai dengan 13  Nopember  2015. Penelitian ini dilaksanakan pada mata melajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi pokok Listrik  Statis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kela.Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang disengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama-sama.

Subjek penelitian adalah siswa Kelas IXG  SMP Negeri  1 Prembun Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2015/2016 semester I yang berjumlah 30 anak yang terdiri atas 14  laki-laki dan 16 perempuan.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:

1. Hasil tes prestasi hasil belajar

2. Hasil kerja diskusi kelompok kolaboratif siswa

3. Angket siswa

4. Hasil observasi keaktifan siswa dalam pembelajaran yang dilakukan oleh kolaborator

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, angket dan  observasi.

1. Tes untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa berbentuk pilihan ganda dan uraian.

2. Observasi dilakukan oleh teman sejawat dan peneliti untuk mengamati keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan panduan observasi yang telah disiapkan.

3. Angket untuk mengevaluasi seluruh proses pembelajaran.

Data dalam penelitian ini terdiri atas dua data yaitu data aktivitas belajar dan data prestasi hasil belajar

laksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri atas dua siklus yang    masing – masing siklus , terdiri atas tahapan sebagai berikut :

1. Kegiatan selama siklus pertama meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

a. Perencanaan

Perencanaan kegiatan ini antara lain:

1) Pembuatan perangkat pembelajaran, terutama rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan instrumen penelitian (lembar lks, angkes siswa, lembar observasi siswa, lembar observasi guru).

2) Penyiapan peralatan dalam pembelajaran yaitu model atom, model  garis gaya listrik,

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan  pembelajaran pada siklus pertama meliputi beberapa tahap sebagai berikut.

1) Tahap Pendahuluan

2) Tahap Inti Pelaksanaan

Dalam tahap inti pembelajaran, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai  berikut.

a) Eksplorasi

b) Elaborasi

c) Konfirmasi

3) Penutup

a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran.

b) Penilaian akhir penguasaan konsep

c) Refleksi pembelajaran.

c. Observasi

d. Konfirmasi

2. Kegiatan selama siklus kedua  sama seperti siklus  satu meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Pembelajaran IPA di Kelas IXG  SMP Negeri 1 Prembun  Kabupaten Kebumen pada semester I tahun pelajaran 2015/2016 dengan materi Listrik Statis dengan  metode ceramah variasi dan sumber belajar buku semata ternyata kualitas pembelajaranya kurang berkualitas, baik dari segi proses pembelajaran, aktivitas siswa,  maupun hasil pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti tentang aktivitas  belajar siswa pada pada pembelajaran pada kondisi awal  masih belum maksimal. Hal ini dapat diamati adanya siswa yang perhatiannya pada pelajaran yang masih pasif. Beberapa siswa masih berbicara sendiri, bermain-main dengan benda yang ada di dekatnnya,  diam tetapi pasif, atau melakukan aktivitas yang lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran. Siswa cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. Ketika peneliti akan memasuki ruang kelas banyak siswa yang masih berada di luar kelas, hal ini menunjukkan bahwa siswa kurang antusias untuk mengikuti pembelajaran.

Depkripsi Tiap Siklus

Siklus I

Siklus pertama merupakan proses pembelajaran pertemuan pertama dengan standar kompetensi   memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

1. Tahap Pendahuluan

Dalam tahap pendahuluan  ini peneliti melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut.

a. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam pada siswa

b. Berdoa

c. Mengecek kehadiran peserta didik

d. Menanyakan kabar peserta didik dengan fokus pada mereka yang tidak datang dan/atau yang pada pertemuan sebelumnya tidak datang

e. Apersepsi: memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan listrik statis

f. Motivasi: dengan menginformasikan tujuan pembelajaran.

g. Guru menyampaikan tata cara pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan LKS dengan  metode ceramah bervariasi tanya jawab, diskusi, dan presentasi.

2. Tahap Inti Pelaksanaan

Dalam tahap inti pembelajaran, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai  berikut.

a. Eksplorasi

1) Siswa menyimak informasi dari guru tentang teori elektron.

2) Siswa mendengarkan informasi dari guru sambil mengamati gambar atom yang ada dalam LKS

b. Konfirmasi

1) Setelah selesai diskusi, tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kelompok yang lain menanggapi.

2) Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah didiskusikan.

c. Pemajangan hasil diskusi

3. Penutup

a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran.

b. Penilaian akhir penguasaan konsep

c. Refleksi : peserta didik mengungkapkan kesan pembelajaran dengan LKS

d. Guru meyampaikan rangkuman tentang struktur atom .

e. Pada akhir pelajaran guru memberikan salam.

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas siswa dalam pembelajaran terjadi peningkatan dari 48,17% pada prasiklus menjadi 63% pada siklus pertama (lihat Tabel 1)

Tabel 1. Prestasi Belajar Siklus 1

Siklus II

Siklus kedua merupakan proses pembelajaran pertemuan kedua dengan materi medan listrik. Langkah pokok pembelajaran dalam siklus kedua adalah sama seperti pada siklus pertama.

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus kedua, aktivitas siswa dalam pembelajaran terjadi peningkatan dari 63% pada siklus pertama menjadi 71,33 pada siklus kedua. Peningkatan aktivitas siswa diikuti dengan peningkatan prestasi belajar.  Data aktivitas dan prestasi belajar penguasaan  materi listrik statis pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel  2. Prestasi Belajar Siklus Kedua

Hasil Penelitian

Berdasarkan tujuan, hipotesis, dan indikator kinerja penelitian tindakan kelas ini menunjukkan hasil sebagai berikut.

1. Aktivitas  Siswa dalam Pembelajaran

Pemanfaatan lembar kerja siswa (LKS) mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran . Siswa menjadi aktif secara kolaboratif dalam melaksanakan pembelajaran, mendiskusikan masalah, dan mempresentasikan hasil kajian yang dilakukan dalam diskusi kolaboratif. Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3. Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Ket: Indikator kinerja untuk aktivitas siswa adalah lebih dari 70

2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

Prestasi belajar penguasaan konsep listrik statis dengan meanfatkan lembar kerja siswa juga meningkat.. Hal itu tampak dari nilai rata-rata prestasi belajar penguasaan konsep tentang listrik statis. Pada kondisi awal belum mampu mencapai ketuntasan belajar, namun pada akhir siklus kedua mayoritas siswa dapat mencapai ketuntasan belajar. Peningkatan prestasi belajar penguasaan konsep dan ketuntasan belajar siswa adalah sebagai berikut (Tabel 4).

Tabel 4 Prestasi Belajar Penguasaan Konsep

PENUTUP

Kesimpulan

1. Pembelajaran dengan bantan Lembar Kerja Siswa (LKS)  memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan rata–rata hasil belajar siswa  dalam setiap siklus, yaitu siklus I (69,25), siklus II  (75,67 )

2. Pembelajaran dengan mengunakan Lembar Kerja Siswa (LKS)  mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan  aktivitas  belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil  pengamatan pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan data hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I (63%) meningkat pada siklus II (71,33%)

Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses pembelajaran diperoleh hasil yang meningkat  dan dan meningkat kan motivasi belajar siswa , maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan pembelajaran  yang optimal disarankan menggunakan  Lembar Kerja Siswa (LKS) sehingga aktivitas siswa selama pembelajaran meningkat .

2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering menggunakan media pembelajaran, dan LKS merupakan media yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abd. Rachman Abror,(1993) Psikologi Pendidikan,  Yogyakarta : Tiara Wacana

Abdul Majid  (2008) Perencanaan Pembelajaran ( Mengembangkan Stndar

Kompetensi Guru), Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Azhar Arsyad (2007) Media Pembelajaran,Jakarta : Raja GrafindoPersada

Lie, Anita. (2004). Cooperatif Learning. Jakarta : Grasindo.

Nana Sudjana, (2008). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sri Esti Wuryani Djiwandono, 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Wasty Soemanto, (2012) Psikologi Pendidikan , Jakarta : Rineka Cipta

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *