MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BILANGAN ROMAWI MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN ROMAWI

sumi

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BILANGAN ROMAWI MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN ROMAWI

ABSRAK

     Penelitian tindakan kelas ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika Bilangan romawi bagi siswa kelas IV SDN Pagubugan Kulon 03 pada semester 2 tahun pelajaran 2014 / 2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 03 Pagubugan Kulon yang berjumlah19 siswa. Terdiri dari 14 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data penelitian tindaan kelas ini dilakukan dengan teknik observasi. Wawancara, tes dan dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan datanya adalah lembar observasi, lembar wawancara, dan soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui permainan kartu bilangan dapat meningkatkan prestasi belajar. Matematika operasi hitung romawi. Dari hasil tes siklus I dengan nilai rata-rata 6,4 menjadi 8,2  diakhir siklus II.

Kata Kunci : Prestasi Belajar, Bilangan Romawi, Permainan Kartu Bilangan Romawi.

PENDAHULUAN

Keberhasilan peserta didik dipengaruhi oleh guru,masyarakat,pemerintah,maupun yang lainnya. Guru mempunyai peranan sangat dominan dalam proses pembelajaran. Diperlukan suatu model pembelajaran dengan bantuan alat peraga yang sesuai dengan materi, kondisi dan kersiapan peserta didik harus optimal, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Agar pembelajaran materi bilangan romawi, dapat meningkat dan tidak membosanka, maka peneliti mencoba mencari solusi atau jalan keluar supaya pelajaran Matematika tidak dirasakan sukar dan tidak membosankan, mengunakan permainan kartu bilangan.

KKM yang ditentukan guru. KKM tersebut merupakan Kelengkapan dengan Standar Kompetensi nomor 7 Menggunakan lambang bilangan romawi, masih rendah. Rata-rata kemampuan melakukan operasi hitung pecahan masih rendah yaitu sebesar 6,3. Hal ini tidak sesuia dengan KKM yang telah ditentukan guru yaitu 6,5. Oleh karena itu peneliti selaku guru di kelas IV SDN Pagubugan Kulon 03 akan berusaha meningkatkan melalui tindakan yang dilakukan dengan penelitian tindakan kelas.

Masalah pokok tentang rendahnya kemampuan menulis lambang bilangan romawi penelitian menggunakan permainan kartu bilangan romawi. Selama ini guru belum mengunakan permainan kartu bilangan romawi, sehingga pembelajaran kurang menarik. Diharapkan dengan permainan kartu bilangan romawi pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mengaktifkan, sehingga siswa mudah memahasi konsep yang disampaikan oleh guru.

            Dengan demikian rumusan masalah pada penelitian tindakan ini adalah :

  1. Apakah permainan kartu bilangan romawi dapat meningkatkan prestasi hasil belajar Matematika penulisan bilangan romawi pada siswa kelas IV semester II SDN 03 Pagubugan Kulon Tahun ajaran 2014 2015

Permainan kartu bilangan romawi adalah model pembelajaran yang mengunakan alat bantu berupa kartu yanga terbuat dari kertas asturo berwarna warni sesuai dengan bentuk nilainya. Ukuran kartu panjang 12 cm dan lebar 10 cm. Kartu bertuliskan bermacam-macam bilangan romawi. Tulisan romawi terdiri dari lambang pokok biasa, lambang tengahan, bilangan asli , dan sebaliknya.

Cara permainan menggunakan kartu bilangan dilakukan guru dan siswa dalam situasi yang menyenangkan. Pada siklus 1 permainan masih bersama-sama dengan guru. Menulis lambang bilangan romawi adalah menulis melibatkan berbagai bentuk bilangan romawi, seperti bilangan pokok, bilangan tengahan, bilangan asli, dan sebaliknya. Standar Kompetensi kelas IV semester 2 tentang bilangan romawi adalah melakukan sistem penulisan  bilangan romawi . Sedangkan standar kompetensinya menggunakan lambang bilangan Romawi, mengenal lambang pokok, lambang tengahan bilangan romawi, mengubah bilangan romawi  ke bilangan asli atau sebaliknya.

Maksud dari presentasi belajar menulis lambang bilangan romawi bagi siswa adalah hasil baik yang dicapai siswa dalam proses yang mengintegrasikan pengalaman dengan konsep, observasi dan tindakan pada penulisan lambang bilangan romawi atau kompetensi yang diperoleh siswa dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan openulisan lambang bilangan bilangan romawi. Kemampuan ini dapat dilihat dari nilai yang diperoleh setelah siswa mengerjakan soal tentang penulisan lambang bilangan romawi.
sumia

KAJIAN PUSTAKA

Untuk mencapai tujuan agar siswa dapat meningkatkan hasil belajar yang baik, terlebih dahulu siswa memahami pengertian dari belajar. Belajar adalah suatu kegiatan yang membawa perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai jumlahpengetahuan melainkanjuga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, dan pengahargaan, minat, pendeknya mengenai segala aspek atau pribadi seseorang. (Nasution, 1995 : 35).

Menurut pengertian secara psikologis belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003 : 2). Winkel (1989 : 15) mengemukakan bahwa proes belajar pada manusia merupakan proses siklus yang berlangsung dalam mengaktifkan subjek dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan. Dari pendapat di atas maka dirumuskan definisi belajar adalah suatu proses untuk mencapai suatu tujuan yaiu perubahan ke arah yang lebih baik.

  1. Bilangan romawi

Romawi adalah sitem penomeran angka numerik. Bilangan romawi terdiri dari bilangan asli bilangan cacah, bilangan bulat, maupun bilangan pecahan. Bilangan romawi jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut wikipedia Angka Romawi adalah sistem penomeran yang berasal dari romawi kuno. Sistem penomeran ini memakai huruf latin untu melambangkan angka numerik. Angka untuk bilangan romawi berbentuk huruf seperti :

I bilangan romawi untuk 1, V bilangan romawi untuk  5, X bilangan romawi untuk  10, L bilangan romawi untuk   50, C bilangan romawi untuk  100

METODE PENELITIAN

            Penelitian ini akan dilakukan pada semester 2 tahun 2014/2015 di kelas IV SDN Pagubugan Kulon 03. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Pagubugan Kulon  03 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, berjumlah 19 anak, 5 laki-laki 14 permpuan. Variable penelitian pada penelitian ini adalah : variabel X adalah tindakan guru dalam proses pembelajaran menggunakan permainan kartu bilangan; Variabel Y adalah prestasi belajar Matematika Bilangan romawi.

Teknik pengumpulan data tindakan permainan kartu bilangan adalah teknik pengamatan, sehingga alat yang digunakan adalah lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data prestasi belajar adalah teknik tes, sedangakan alat yang digunakan adalah soal tes tertulis. Teknik pengumpulan data perilaku/tanggapan siswa adalah teknik wawancara dengan alat pedoman wawancara. Dengan demikian kebutuhan instrumen dalam penelitian ini ada 3 macam.

            Analisis data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat dikatakan berhasil juka : 1) pembelajaran menggunakan permainan kartu bilangan romawi yang dilakukan guru minimal mendapat ketegori baik dengan skor  75%; 2) nilai prestasi belajar Matematika bilangan romawi siswa kelas IV SDN  Pagubugan Kulon 03 meningkat rata-rata minimal 75. Sedangkan kretaria ketuntasan minimal (KKM)6,5 berarti sudah melampaui KKM; 3) Rata-rata tanggapan positif siswa

setelah diberi tindakan minimal 7,5.Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan melalui 2 siklus. Tahap tiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Awal

            Data awal tindakan guru melalui permainan kartu bilangan belum dapat diukur karena guru belum melalui permainan kartu bilangan dalam proses pembelajaran sehingga prosesnya 0%. Sedangkan data awal tentang prestasi belajar siswa Matematika Bilangan romawi adalah 63, artinya masih dibawah Kretaria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Selain tindakan guru dan prestasi belajar yang masih rendah, tanggapan siswa sebelum penelitian dilakukan masih pasif. Artinya skor tanggapan siswa masih 0%. Sedangkan data awal tentang prestasi belajar siswa matematika Bilangan romawi adalah 63, artinya masih rendah, tanggapan siswa sebelum penelitian dilakukan masih pasif. Artinya skor tanggapan siswa masih 0%

Diskripsi siklus 1

     Penelitian membagi siklus I menjadi dua pertemuan yaitu : pertemuan I dilaksanakan pada hari Selasa 3 februari 2015 pukul 07.00-08.45 WIB. Sedangkan pertemuan II dilaksanakan pada hari Rabu,4 februari 2015 pukul 07-08.15 WIB. Pertemuan I dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan apresiasi penelitian bertanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari misalnya bilangan romawi X termasuk bentuk bilangan romawi apa? V termasuk bilangan romawi apa? Dan sebagainya dengan menunjukan kartu bilangan romawi yang ditanyakan. Kolaborator mengamati tindakan guru dan siswa pada proses pembelajaran.

            Pada kegitan inti penelitian membagi siswa menjadi 5 kelompok karena jumlanya 19 anak. Peneliti membagi kartu bilangan untuk masing-masing kelompok, memberikan tugas kelompok supaya mengelompokan kartu bilangan romawi yang sudah diterima dengan waktu 10 menit, peneliti berkeliling untuk memimbing masing-masing kelompok, setelah habis batas waktu yang telah ditentukan, secara bergilir masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok sambil berdiri didekat meja kelompoknya dengan didampingi semua anggota kelompoknya, sedangkan kelompok yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan jika diperlukan, selanjutnya setelah semua kelompok menyampaikan hasil kerjanya, setelah itu peneliti bersama semua siswa membahas hasil kelompok. Pada kegiatan akhir peneliti membimbing siswa membuat kesimpulan dan memberi tugas PR masing-masing anak dua kartu bilangan dengan menggunakan kertas tebal berwarna-warni berukuran kurang lebih panjang 12 cm dan lebar 10 cm yang bertuliskan lambang bilangan ro mawi dan bilangan asli, dengan cara bagian depan ditulis soal dan jawabannya ditulis dibegian belakang kartu temannya, setelah itu kerjakan bersama teman yang rumahnya berdekatan.

            Pertemuan II sebelum kegiatan apersepsi peneliti menagih tugas PR membuat kartu bilangan romawi, setelah semua mengumpulkan tugas peneliti dengan siswa bertanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari misalnya lambang bilangan X senilai dengan bilangan asli berapa? D senilai dengan bilangan berapa ? dan sebagainya dengan menunjukan kartu bilangan romawi yang ditanyakan.

            Pada kegiatan inti peneliti membagi siswa menjadi 5 kelompok dengan cara membagikan gulungan kertas kecil yang berisi 5 lagu daerah yaitu : Apuse, Sarinande, Gundul-Gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, Yamko Rambe Yamko. Caranya gulungan kertas dibuka bersama kemudian menyanyikan dengan benar lagu tersebut sambil berkelompok sesuai lagunya, sekaligus lagu tersebut menjadi nama kelompok, peneliti menyuruh masing-masing kelompok untuk menunjuk seorang ketua kelompok secara aklamasi, peneliti membagi tugas kelompok. Kemudian peneliti memberi tugas untuk dikerjakan siswa secara individu 10 soal 20 menit, setelah batas waktu habis peneliti menuruh siswa untuk menukar hasil pekerjaannya untuk dicocokan, jika jawaban salah nomor supaya dicoret. Jika benar supaya dibiarkan, untuk selanjutnya dinilai oleh korektor dengan skor masing-masing soal nilainya 10 sehingga skor maksimal 100, dan bagian kanan bawah ditulis nama korektor

            Pada kegiatan akhir peneliti dan siswa membuat kesimpulan, memberi tugas PR untuk membuat kartu bilangan pecahan, masing-masing anak dua kartu bilanagan dengan menggunakan kertas tebal berwarna warni kurang lebih ukuran 12 cm untuk panjang dan lebarnya 10 cm, yang bertuliskan Bilangan Romawi, dan Lambang bilangan Asli, sesuai soal yang didiktekan peneliti untuk masing-masing anak, caranya soal dikerjakan dulu dibuku setelah yakin jawabannya benar baru ditulis pada kartu bilangan bagian depan untuk soal dan bagian belakang kartu temanmu untuk jawabannya, oleh karena itu harus dikerjakan dengan teman yang rumahnya berdekatan. Selanjutanya peniliti melakukan analisi nilai prestasi belajar siswa,jika terdapat siswa yang rata-ratanya 6,3 dan belum memenuhi standar KKM yaitu 6,5 maka dapat mengevaluasi tanggapan siswa melalui lembar angket. Berdasarkan hasil pengamatan kolaborator pada peneliti siklus I, guru belum maksimal dalam menggunakan kartu bilangan, sebab belum melibatkan semua peserta didik sehingga perlu meningkatkan pebelajaran berikutnya dengan memperbaiki tindakan agar siswa lebih aktif.

Data pengamatan siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

No Variabel Hasil Keterangan
1 X 66% Belum mencapai indikator
2 Y1 64% Belum mencapai indikator
3 Y2 76% Belum mencapai indikator

                                      Tabel Hasil Pengamatan Siklus I

       Berdasarkan tabel 1 semua indikator penelitian belum tercapai, indikator yang ditetapkan peneliti yaitu skor 27 atau 76%. Tindakan Guru pada permainan kartu bilangan belum maksimal skor 24 atau  66%, nilai presentasi tes masih rendah rata-rata 64 sementara ketuntasan minimumnya 65%, dan tanggapan siswa melalui angket, ternayata masih rendah yaitu 76% belum sesuai dengan indikator keberhasilan.Karena tindakan guru dalam menggunakan kartu bilangan masih rendah yaitu 66%, sedangkan indikator kinerja yang ditetapkan yaitu 76%, maka perlu direncanakan tindakan penggunaan kartu bilangan yang lebih bervariasi. Selain itu karena rata-rata dari prestasi belajar siswa hanya 64 belum mencapai KKM yang ditetapkan peneliti yaitu 65, tanggapan siswa melalui angket ternyata juga masih rendah yaitu 76% belum sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu minimal positif atau 77, namun karena tindakan guru, prestasi belajar dan tanggapan siswa masih rendah, maka penelitian harus dilanjutkan kesiklus II

 Deskripsi Data siklus II

            Tahap pelaksanaan peneliti membagi siklus II menjadi dua pertemuan yaitu : pertemuan I dilaksanakan pada hari Rabu 10 februari 2015 pukul 07.00-08.45 WIB. Sedangkan pertemuan II dilaksanakan pada hari Kamis, 11 februari 2015 pukul 07.00-08.00 WIB. Pada kegiatan apersepsi penelitian bertanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari misalnya X termasuk  lambang bilangan romawi apa ? berapa D   bila ditulis dengan lambang bilangan asli ? dan sebagainya kemudian peneliti menunjukan kartu bilangan romawi yang ditanyakan dan jawaban siswa. Pada kegiatan inti peneliti menjelaskan materi pembelajaran, setelah semua siswa ditanya menjawab sudah jelas. Pada kegiatan akhir peneliti membimbing siswa membuat kesimpulan, selanjutnya peneliti memberikan tugas PR untuk membuat kartu soal bilangan campuran pecahan masing-masing anak dua kartu bilanagan dengan menggunakan kertas tebal berwarna warni kurang lebih ukuran 10 cm untuk panjang dan lebarnya 7 cm, bagian depan ditulis soal dan jawabannya ditulis dibegian belakang kartu temannya, setelah itu kerjakan bersama teman yang rumahnya berdekatan.

Pertemuan II sebelum kegiatan apersepsi penelit menagih tugas PR membuat kartu bilangan, setelah semua mengumpulkan tugas peneliti dengan siswa bertanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari misalnya bilangan C termasuk kelompok lambang bilangan romawi  apa ? berapa D kalau ditulis dengan lambang bilangan romawi ? dan sebagainya dengan menunjukan kartu bilangan romawi yang ditanyakan.

Pada kegiatan inti peneliti membagi kartu bilangan pada masing-masing anak supaya dikerjakan dan setelah selesai

sumiar

Pada kegiatan akhir peneliti membimbing siswa membuat kesimpulan, selanjutnya peneliti memberikan soaltes untuk dikerjakan masing-masing siswa selama 20 menit. Setelah batas waktu selesai peneliti menarik hasil pekerjaan siswa untuk selanjutnya diperiksa dan dinilai.

Setelah melaksanakan tindakan pada siklus II selanjutnya dilakukan observasi atau pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan kolaborator pada peneliti siklus II guru sudah maksimal dalam menggunakan kartu bilangan. Sebab sudah melibatkan semua peserta didik sehingga penelitian tindakan sudah berakhir. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini

NoA VariabelA HasilA KeteranganA
1A XA 78%A Sudah mencapai indikatorA
2A 1A 78%A Sudah mencapai indikatorA
3A 2A 80%A Sudah mencapai indikatorA

                                    Tabel 2 Hasil Pengamatan siklus II

Karena tindakan guru mengunakan kartu bilangan romawi sudah maksimal yaitu skor 31 atau 78% berarti sudah melampai indikator kinerja yaitu 26 atau 75, rata-rata dari prestasi belajar siswa rata-rata 78 berarti sudah optimal melampaui kretaria keruntasan minimal yang ditetapkan peneliti yaitu 65, tanggapan siswa melalui angket sudah positif yaitu 80% sudah melampai indikator keberhasilan yang ditetapkan maka penelitian sudah berakhir.

 PEMBAHASAN

Pelaksanaan siklus I dan siklus II secara berturut-turut selama dua minggu pada minggu ke-2 dan ke-3 pada bulan Februari 2015 dan waktu yang digunakanpun sama, yaitu masing-masing satu minggu dua pertemuan setiap hari selasa tiga jam pelajaran dan hari kamis dua jam pelajaran. Pada siklus I pertemuan ke-1 peneliti hanya menyampaikan materi pembelajaran, sedangkan pada pertemuan ke-2 selain penyampaian materi pelajaran juga diakhiri dengan tes. Pada siklus I tindakan guru dalam menggunakan kartu bilangan masih rendah yaitu skor 22 atau 64, sedangkan indikator kinerja yang ditetapkan yaitu skor 26 atau 75%, maka perlu direncanakan tindakan penggunaan kartu bilangan yang lebih bervariasi.

            Selain itu karena rata-rata dari presentasi tes siswa hanya 63 belum mencapai kretaria ketuntasan minimal yang ditetapkan peneliti yaitu 65, tanggapan siswa melalui angket, ternyata masih rendah yaitu 75% belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 76%, namun karena tindakan guru dan presentasi belajar siswa dan tanggapan siswa masih rendah jadi harus dilanjutkan ke siklus II. Pelaksanaan siklus II pertemuan ke-1 peneliti hanya menympaikan materi pembelajaran, tetapi pada pertemuan ke-2 selain penyampaian materi juga diadakan tes diakhir pertemuan, pada siklus II tindakan guru dalam menggunakan kartu bilangan sudah melampaui indikator. Selain itu rata-rata dari presentasi belajar siswa sudah optimal mencapai 78 berarti sudah melampoi kretaria ketuntasan minimal yang ditetapkan peneliti yaitu 65, tanggapan siswa melalui angket, ternyata respons siswa sudah tinggi yaitu 80% berarti sudah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 76%, melalui permainan kartu bilangan romawi dapat meningkatkan tindakan guru, mengoptimalkan prestasi belajar siswa, dan meningkatkan tanggapan siswa. Perbandingan dari data awal sampai siklus II dapat dilihat pada tabel 3.

No Variabel Data awal Data siklus 1 Data siklus II Ket.
1 X 0 64% 78% Naik
2 Y1 61 63% 78% Naik
3 Y2 0 75% 80% Naik

Tabel 3 Perbandingan Data Awal, Siklus I Dan Siklus II

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tindakan guru dan kondisi awal 0% naik menjadi 75% diakhir siklus I dan naik menjadi 80% diakhir siklus II sementara indikator kinerja yang ditetapkan oleh peneliti minimal baik 75% dengan demikian tindakan guru sudah mencapai indikator keberhasilan, dan presentasi belajar siswa dari kondisi awal 61% naik 63% diakhir siklus I dan menjadi 78% diakhir siklus II sementara KKM yang ditetapkan oleh peneliti adalah 65 dengan demikian sudah optimal dan melampaui KKM, sedangkan tanggapan siswa dari kondisi awal 0% naik menjadi 75%  diakhir siklus I dan 80% diakhir siklus II sementara indikator keberhasilan minimal 76% berarti tanggapan siswa sudah positif. Kenaikan presentase tersebut dapat dilihat pada diagram 2.

Diagram 2 perbandingan data awal, siklus 1dan siklus II

sumiars

Penelitian tindakan telah selesai. Rumusan masalah pada Bab I telah terjawab, yaitu : 1) proses pembelajaran melalui permainan kartu bilangan Romawi telah dilaksanakan dengan baik oleh peneliti. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan kartu bilangan dari data awal 0% kesiklus I naik 64% dari siklus I 64% kesiklus II menjadi 80% sementara indikator kinerjanya 75% presentasi belajar siswa sudah optimal dari data awal 61% ke siklus I naik menjadi 63, dari siklus I naik menjadi 78% sementara kretaria ketuntasan minimalnya 65, berarti KKM sudah terlampaui, sedangkan tanggapan siswa sudah positif dari data awal 0% dari siklus I 75% naik, menjadi 80%, sementara indikator yang ditetapkan peneliti minimal 76%, berarti sudah melampaui indikator keberhasilan. Oleh karena itu penelitian ini sudah berakhir.

PENUTUP

Penelitian tindakan kelas ini telah berhasil. Hal ini dibuktikan dengan terjawabnya rumusan masalah, terbukti tindakan guru tampak amat baik dari kondisi awal sebelum melalui kartu bilangan 0% naik menjadi 64% diakhir siklus I, dan naik menjadi 78% diakhir siklus II. Terbukti meningkatnya presentasi belajar siswa dari nilai rata-rata kondisi awal 61 naik menjadi 63 diakhir siklus I, dan naik menjadi 78 diakhir siklus II. Tanggapan siswa positif yaitu dari kondisi awal 0% naik menjadi 75% diakhir siklus I dan naik menjadi 80% diakhir siklus II.

SARAN

Bagi guru, hendaknya dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika Bilangan romawi melalui permainan kartu bilangan dalam pembelajaran; dan bagi kepala sekolah, dapat menganjurkan guru-guru untuk menggunakan kartu bilangan Romawi dalam pembelajaran Bilangan Romawi.

DAFTAR PUSTAKA

Badiah, Bayu. 2016. Ensiklopedia rumus matematika sd:Pustaka Ilmu Semesta

Depdiknas. 2008. Silabus kelas IV. Yogyakarta:BSNP

Http:id.m.wikipedia.org.wiki.angka_romawi

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

BIODATA

Nama : Sumiyarsih,S.Pd.SD (196112151982012009)

                SDN PAGUBUGAN KULON 3




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *