Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Mengartikan Al Quran Surah Pendek Pilihan Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Al-Quran

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  MENGARTIKAN AL QURAN SURAH PENDEK PILIHAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AL-QURAN BAGI SISWA KELAS VA SD NEGERI  KARANGNANGKA PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh : Zubaedah, S.Pd.I

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sekolah dasar melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan melalui penggunaan media pembelajaran Al-Quran bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017 bertempat di SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng. Subyek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017 yang berjumlah 22 siswa yang teridiri 10 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik tes. Sesuai dengan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu tentang mengartikan Al Quran surah pendek pilihan maka tes yang digunakan adalah tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan media pembelajaran Al-Quran, hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017 dapat ditingkatkan. Dari rata-rata nilai pada kondisi awal yang hanya 67,63 dapat ditingkatkan menjadi 81,04 pada kondisi akhir. Kesimpulan berdasarkan data empirik sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritik yaitu “ melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada Semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017”.

Kata kunci: media pembelajaran, surat pendek pilihan, hasil belajar

PENDAHULUAN

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ), Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar  terutama di kelas VA SD Negeri Karangnangka  semester I, meliputi pembelajaran membaca dengan harkat dan makhroj yang benar serta mengartikannya surat Al Lahab dan Al Kafirun.

Berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), peneliti ingin mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam peningkatan prestasi belajar dalam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan. Kondisi siswa kami dari hal tersebut masih belum memuaskan hasilnya. Nilai rata-rata  tes awal 67,63 .Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) SD Negeri Karangnangka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam semester I tahun pelajaran 2016/2017 adalah 75. Artinya bahwa siswa dapat dinyatakan tuntas dalam mempelajari suatu meteri pelajaran manakala mereka dapat mencapai nilai minimal 75. KKM ini juga sebagai prasarat siswa dapat melanjutkan materi pelajaran berikunya.

Materi pelajaran yang ditargetkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) merupakan suatu rangkaian berjenjang sehingga siswa  mudah mempelajari suatu materi pelajaran apa bila telah memahami materi pelajaran sebelumnya. Disamping itu pencapaian KKM ini merupakan syarat bagi siswa untuk dapat naik kelas . Siswa yang dinyatakan naik kelas berarti mereka dinyatakan pula telah siap mengikuti program pembelajaran pada tingkat berikutnya. Untuk siswa kelas VA yang naik kelas berarti mereka telah siap mengikuti program pembelajaran di kelas VI. Kita semua mengetahui bahwa semakin tinggi tingkatan kelasnya maka semakin tinggi pula  tingkat kesulitan materi pelajaran . Itulah esensi dasar mengapa dalam kurikulum KTSP ditentukan KKM masing-masing mata pelajaran.

Dengan uraian di atas maka jelaslah terlihat adanya kesenjangan antara kenyataan yang ada dengan harapan yang di inginkan. Kenyataan yang ada menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa kelas VA SD  Negeri Karangnangka. Disisi lain munculnya harapan yang diinginkan sebagaimana yang dituangkan dalam KKM 75.

Dengan kata lain harapan semua guru dan orang tua siswa  agar semua siswa di kelas VA SD Negeri Karangnangka pelajaran Pendidikan Agama Islam mencapai kualitas memuaskan .Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam ingin mencari solusi sebagai wujud tanggungjawab terhadap tugas pokok dan fungsinya. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil belajar siswa .Salah satu diantaranya dengn melalui PTK. Dengan melalui PTK diharapkan dapat ditemukan penyebab rendahnya hasil belajar serta dapat ditemukan pula solusinya. Dengan demikian dapat diwujudkan harapan orangtua ,sekolah dan guru. Demikian pula masalah tentang rendahnya hasil belajar dapat teratasi.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan masih rendahnya hasil  belajar bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/2017. Misalnya karena materi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih terlalu sukar untuk tingkatan siswa sekolah dasar kelas VA, atau alokasi waktu yang tersedia untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terlalu sedikit, atau tidak tepatnya teknik penanaman konsep dasar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, atau minimnya media pembelajaran untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam, atau mungkin belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dari sekian banyak penyebab rendahnya hasil belajar tersebut tidak mungkin akan dapat dibahas seluruhnya dalam penelitian tindakan kelas ini. Sesuai dengan kaidah yang berlaku bahwa dalam satu penelitian hanya mungkin untuk menyelidiki satu permasalahan, dan juga untuk memudahkan dalam proses penelitian tindakan sekolah ini maka peneliti hanya akan berupaya meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/2017 melalui Penggunaan Media Pembelajaran Al-Quran. Penggunaan Media Pembelajaran Al-Quran mempunyai kecenderungan mengalami peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang pada muara akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah sebagaimana dijelaskan di atas maka dibuatlah rumusan masalah dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu: “Apakah melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka semester I tahun pelajaran 2016/2017?”.

KAJIAN TEORI

Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam

Apakah belajar itu ? Banyak pakar bidang pendidikan yang merumuskan teori belajar. Dalam penelitian tindakan kelas ini penulis menyajikan beberapa  teori tentang belajar dari beberapa  tokoh pendidikan . Belajar adalah suatu aktivitas untuk menghasilkan perubahan diri individu. Bahwa perubahan yang diharapkan itu berupa kemampuan –kemampuan baru dalam memberikan respons terhadap stimulus yang diterima. (Mashuri HP, 1990:52 ). Sedangkan Belajar menurut G. Kimble dalam Elin Rosalin (2008:16) adalah Learning is a relatively permanent change in bahaviour potentiality which occurs as a result of reinforced practice. Menurut G. Kimble  bahwa ada tiga faktor penting dalam dalam kegiatan belajar, yaitu 1) Adanya perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil perbuatan belajar. 2) Adanya perilaku yang bersifat potensial sebagai modal dasar individu yang harus dikembanngkan secara optimal. 3) Adanya reinforced practice (kegatan reinforcement) sebagai suatu pendekatan dalam mengembangkan perilaku dasar individu untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Kemudian perumusan belajar menurut Gagne dalam Najib Sulhan (2006:5) adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia, seperti sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya, yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai kinerja. Dengan demikian, belajar pada dasarnya dapat dipanndang sebagai suatu proses perubahan yang terjadi pada tingkah laku siswa sebagai subjek didik akibat adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, nilai, sikap, minat, apresiasi, kemampuan berpikir logis dan kritis, kemampuan interaktif, dan kreativitas yang telah dicapai.

Kemudian, hasil belajar dapat disamakan pengertiannya dengan produk belajar, yaitu suatu pola perbuatan, nilai, makna, apresiasi, kecakapan, ketrampilan, yang berguna bagi masyarakat. (Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang, 1990:172). Ada tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif adalah hasil belajar yang berupa pengetahuan-pengetahuan atau kemampuan-kemampuan baru yang bersifat keilmuan. Ranah afektif adalah hasil belajar yang berupa perubahan-perubahan perilaku sebagai akibat telah dilakukannya proses belajar. Sedangkan ranah psikomotorik adalah hasil belajar yang berupa ketrampilan-ketrampilan praktis oleh anggota badan, seperti tangan, kaki, alat indera dan sebagainya. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hasil belajar yang diperoleh peserta didik lebih dominan pada ranah kognitif.

Yang dimaksud hasil belajar Pendidikan Agama Islam adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu atau program tertentu. Hasil belajar tersebut berupa kemampuan baru yang ,meliputi pola perbuatan ,nilai makna ,sikap ,aptesiasi kecakapan ketrampilan yang berguna untuk memecah problematika dalam materi Pendidikan Agama Islam khusunya dan problematika sosial pada umumnya.

Kurun waktu yang digunakan untuk penelitian tindakan kelas ini adalah empat minggu sesuai dengan jumlah siklus yang dilaksanakan yang masing-masing siklus dilaksanakan selama dua minggu. Tindakan-tindakan dalam siklus tersebut dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017. Sedangkan program yang dilaksanakan adalah pembelajaran tentang mengartikan Al Quran surat pendek pilihan. Materi pembelajaran dalam siklus I adalah tentang mengartikan surat Al Kafirun. Materi pelajaran siklus II adalah tentang mengahafalkan surat Al Kafirun.

Mengartikan Al Quran Surat Pendek Pilihan

Sesuai dengan silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V semester I tahun pelajaran 2016/2017 disebutkan bahwa mengartikan Al Quran surah pendek pilihan yang dimaksud adalah mengartikan surah Al Kafirun dan menghafal surah Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar.

Surat Al Kafirun terdiri dari 6 ayat. Surat ini diturunkan di kota Mekah sebelum nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, sehingga surat ini termasuk kelompok surat Makiyah. Al Kafirun artiya orang-orang kafir. Didalam Al Qur’an surat Al Kafirun merupakan urutan surat ke 109.

Sesuai dengan silabus kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V  semester I tahun pelajaran 2016/2017 disebutkan arti surat Al Kafirun adalah 1) Katakanlah wahai orang-orang kafir !; 2) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah; 3) Dan kamu bukan penyembah apa yang Aku sembah; 4) Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah; 5) Dan kamu bukan penyembah apa yang kau sembah; 6) Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Mengartikan Al Quran Surat Pendek Pilihan

Yang dimaksud dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu atau program tertentu. Hasil belajar tersebut berupa kemampuan baru yang meliputi pola perbuatan,nilai, makna, sikap, apresiasi, percakapan, keterampilan yang berguna untuk memecahkan problematika dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya dan problematika sosial pada umumnya.

Sebagai bukti telah dikuasainya kemampuan-kemampuan baru oleh peserta didik dinyatakan dengan nilai yang berupa angka-angka. Makin tinggi nilai yang diperoleh peserta didik berarti makin tinggi pula tingkat kemampuan-kemampuan baru yang dikuasainya. Penilaian kelas dapat dilaksanakan melalui teknik tes (tertulis, lisa, dan perbuatan) dan non tes yang berupa pemberian tugas, tes perbuatan/ praktik dan kumpulan hasil kerja siswa (portopolio). (Depdiknas, 2002:5). Adapun jenis penilaian kelas meliputi ulangan harian, pemberian tugas, dan ulangan umum.

Dalam penelitian tindakan kelas ini Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam yang dimaksud adalah nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surat pendek pilihan yang diperoleh siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Mengartikan Al Quran surat pendek pilihan dimaksud adalah mengartikan surah Al Kafirun dan menghafal surah Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar. (Tim KTSP SD Negeri Karangnangka, 2016/ 2017:4)

Media Pembelajaran Al-Quran

Kata media berasal dari bahasa latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak ditengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Menurut Sri Anita (2010:5) bahwa media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pebelajar untuk menerima pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Sedangkan media menurut Gerlach dan Eli dalam Rostina Sundayana (2013:4) bahwa media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pebelajar untuk menerima pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.

Menurut Gerlach dan Ely dalam Sri Anita (2010:5),  dikatakan media pembelajaran, bila segala sesuatu tersebut membawakan pesan untuk suatu tujuan pembelajaran. Substansi dari media media pembelajaran adalah 1) Bentuk saluran yang digunakan menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar. 2) berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar. 3) Bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. 4) Bentuyk-bentuk komunikasi yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar, baik cetak, maupun audio, visual, dan audio visual. (Bovee dalam RostinaSundayani, 2013:6-7).

Menurut Ali Askhabuni (dalam Mashuri Sirojuddin Iqbal, 2005:2-3) bahwa Al-Quran yaitu kalamuloh yang diturunkan kepada penutup para nabi dan para rasul dengan perantaraan yang dapat dipercayai  yaitu Jibril yang ditulis dalam muskhaf dan dinukilkan kepada kiat dengan mutawatir, serta diperintah membacanya diawali dengan surah  Al Fatihah dan diakhiri dengan surah An Nass. Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surah, dan 6666 ayat yang termasuk di dalamnya surah Al Kafirun urutan surat ke-109.

Yang dimaksud dengan media pembelajaran Al-Quran adalah media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan. Dalam hal ini guru menunjukan kitab Al-Quran yang berisikan 30 juz, 114 surah, 6666 ayat.

KERANGKA BERPIKIR

Kegiatan penelitian secara ringkas dapat dilihat dalam gambar kerangka berpikir di halaman berikut ini:

 

METODE PENELITIAN

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017, berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki.

Penelitian Tindakan Kelas ini hanya menggunakan sumber data primer yang berasal dari subjek penelitian. Data dari subjek penelitian tersebut adalah berupa nilai hasil belajar siswa. Ada tiga macam nilai yang diambil dari subjek penelitian, yaitu nilai kondisi awal, nilai siklus I, dan nilai akhir siklus II. Dari tiga macam nilai tersebut yang dijadikan sebagai dasar penentuan ada tidaknya peningkatan hasil belajar adalah nilai kondisi awal dan nilai akhir siklus. Karena dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat dua siklus, maka terdapat dua nilai akhir siklus, yaitu nilai akhir siklus I dan nilai akhir siklus II. Nilai pertama diperoleh melalui tes di akhir siklus I, dan nilai kedua diperoleh melalui tes di akhir siklus II. Yang dijadikan sebagai dasar penentuan ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa nilai akhir siklus II (sebagai nilai kondisi akhir). Untuk kepentingan pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini digunakan teknik tes. Sesuai dengan materi mata pelajaran yang diambil dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VA semester I dengan materi pelajaran mengartikan Al Quran surat pendek pilihan, maka teknik tes yang diambil untuk pengumpul data adalah tes tertulis.

Analisis data dalam peneliitian tindakan kelas ini adalah menggunakan analisis deskriptif komparatif, yaitu membandingkan secara tertulis nilai-nilai yang ada. Nilai-nilai yang diperbandingkan adalah nilai rata-rata kondisi awal, nilai rata-rata kondisi akhir siiklus I, dan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II. Deskriptif komparatif tersebut meliputi : 1) Deskriptif komparatif kondisi awal dengan kondisi akhir siklus I. Nilai rata-rata pada kondisi awal dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus I. 2) Deskriptif komparatif kondisi akhir siklus I dengan kondisi akhir siklus II. Nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus I dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II. 3) Deskriptif komparatif kondisi awal dengan kondisi akhir siklus II. Nilai rata-rata pada kondisi awal dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II.

Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pada kondisi awal mengalami peningkatan pada kondisi akhir siklus II. Atau dapat dikatakan bahwa penelitian tindakan kelas disebut berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian pada kondisi akhir siklus II lebih tinggi daripada nilai rata-rata pada kondisi awal.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Sebagaimana tertulis pada latar belakang masalah bahwa pada kondisi awal penelitian tindakan kelas ini, nilai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Mengartikan Al Quran Surat Pendek Pilihan siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng  tahun pelajaran 2016/2017 rata-ratanya masih rendah. Rata-rata perolehan nilai masih belum memenuhi harapan. Dari 22 siswa kelas VA yang mengikuti tes awal Pendidikan Agama Islam, diperoleh nilai rata-rata 67,63. Nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 55.

Subjek penelitian yang memperoleh nilai 75 s.d. 100 ada 5 siswa, nilai 50 s.d. 74  ada 17 siswa, nilai 25 s.d. 49 ada 0 siswa, dan nilai 0 s.d. 24 ada 0 siswa.

Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 22 siswa yang mengikuti tes awal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan, hanya 5 siswa (22,73%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 17 siswa (77,27%). KKM mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VA adalah 75.

Deskripsi Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada minggu ketiga dan keempat bulan Agustus 2016. Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016.

Siklus I untuk menyampaikan materi kompetensi dasar 4.1. Mengartikan Surah Al Kafirun. Untuk menyampaikan materi pembelajaran, peneliti menggunakan media pembelajaran Al Quran. Siswa dibagi tujuh kelompok, duduk saling berhadapan. Enam  kelompok beranggotakan masing-masing 3 siswa, dan satua kelompok beranggotakan 4 siswa. Siklus I terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting.

Dalam pelaksanaan pembelajaran,  kegiatan intinya diantaranya adalah sebagai berikut :

1) Guru peneliti menjelaskan cara mengerjakan lembar kerja dan penggunaan alat peraga Guru mengenalkan media      pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.

2) Guru menjelaskan cara menggunakan media pembelajaran.

3) Guru menjelaskan materi pelajaran yang akan diajarkan.

4) Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa dengan bimbingan guru.

5) Guru dan siswa membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui      tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa.

6) Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan.

Siklus I ditutup dengan cara siswa mengikuti tes akhir siklus secara tertulis. Setiap siswa mengerjakan soal-soal tes tertulis secara individual. Waktu yang dipergunakan untuk tes akhir siklus adalah satu jam pelajaran terakhir, yaitu selama 35 menit.

Observing

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus I. Subjek penelitian diberi tugas untuk mengerjakan tes akhir siklus I. Tes akhir Siklus I dikerjakan secara individual. Dari 22 siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus I, diperoleh nilai rata-rata 73,18. Nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 60. Perhatikan tabel berikut:

Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 22 siswa yang mengikuti tes akhir siklus I mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, terdapat 12 siswa (54,55%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 10 siswa (45,45%). KKM mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VA adalah 75.

Reflecting

Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 67,63 meningkat menjadi 73,18 pada akhir siklus I (meningkat sebesar 8,20%). Nilai tertinggi pada kondisi awal sebesar 80 meningkat menjadi 90  pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 12,50 %) . Nilai terendah pada kondisi awal sebesar 55 meningkat menjadi 60 pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 9,09 %). Selengkapnya perhatikan tabel berikut:

Deskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada minggu kesatu dan kedua bulan September 2016 . Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu  tanggal 3 September 2016. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 September 2016.

Siklus II untuk menyampaikan materi kompetensi dasar 4.2.Menghafal surah Al Kafirun dengan harakat dan makhroj yang benar. Untuk menyampaikan materi pembelajaran, peneliti menggunkan media pembelajaran Al Quran secara individual. Siklus II terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting. Kegiatan intinya adalah sebagai berikut :

1) Guru mengenalkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.

2) Guru menjelaskan cara menggunakan media pembelajaran.

3) Guru menjelaskan materi pelajaran yang akan diajarkan.

4) Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa dengan bimbingan guru.

5) Guru dan siswa membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui      tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa.

6) Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan.

Siklus II ditutup dengan cara siswa mengikuti tes akhir siklus secara tertulis. Setiap siswa mengerjakan soal-soal tes tertulis secara individual. Waktu yang dipergunakan untuk tes akhir siklus adalah satu jam terakhir, yaitu selama 35 menit.

Observing

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus II, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus II. Subjek penelitian diberi tugas mengerjakan soal tes siklus II. Tes akhir Siklus II dikerjakan secara individual.  Dari 22 siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus II, diperoleh nilai rata-rata 81,04. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 63. Subjek penelitian yang memperoleh nilai 75 s.d. 100 ada 17 siswa, nilai 50 s.d. 74  ada 5 siswa, nilai 25 s.d. 49 ada  0 siswa, dan nilai 0 s.d. 24 ada 0 siswa.  Perhatikan tabel berikut :

Reflecting

a. Reflecting  Kondisi Akhir  Siklus I dengan Kondisi Akhir Siklus II

Nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus I sebesar 73,18 meningkat menjadi 81,04 pada akhir siklus II (meningkat sebesar 10,74%). Nilai tertinggi pada kondisi akhir siklus I sebesar 90 dan pada akhir siklus II 100 ( 11,11%) . Nilai terendah pada kondisi akhir siklus I sebesar 60 meningkat menjadi 63 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 5%). Perhatikan table berikut :

b. Reflecting  Kondisi Awal dengan Kondisi Akhir Siklus II

Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 67,63 meningkat menjadi 81,04 pada akhir siklus II (meningkat sebesar 19,82 %). Nilai tertinggi pada kondisi awal sebesar 80 meningkat menjadi 100 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 25%) . Nilai terendah pada kondisi awal sebesar 55 meningkat menjadi 63 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 14,54%). Perhatikan table berikut :

PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru peneliti sejak dari kondisi awal, kondisi di akhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II, sesuai dengan data-data yang diperoleh ternyata terjadi dinamika perubahan hasil belajar. Pada saat kondisi awal, nilai rata-rata subjek penelitian hanya 67,63. Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 73,18. Ketika dilakukan penilaian di akhir siklus II, ternyata nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 81,04. Data hasil belajar subjek penelitian mulai dari kondisi awal, kondisi akhir siklus I sampai dengan kondisi akhir siklus  II  dapat disimak pada tabel berikut ini :

Dinamika perubahan hasil belajar dari kondisi awal, kondisi di akhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II (kondisi akhir) akan lebih jelas terlihat dalam diagram di bawah ini :

Kiranya perlu diketahui bahwa keberhasilan penelitian tindakan kelas adalah ditentukan oleh perbandingan nilai  rata-rata kondisi awal dengan kondisi rata-rata kondisi akhir (kondisi pada akhir siklus II). Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek peneitian mengalami peningkatan dari kondisi  awal ke kondisi akhir siklus II.

Sebagaimana tertulis di bagian terdahulu bahwa nilai rata-rata subjek penelitian pada saat kondisi awal adalah 67,63 sedangkan nilai rata-rata subjek penelitian pada kondisi akhir (kondisi pada akhir siklus II) adalah 81,04. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir, nilai rata-rata hasil belajar subjek penelitian mengalami peningkatan sebesar 13,41 poin (19,82%). Perubahan nilai rata-rata tersebut dapat lebih terlihat dengan jelas pada diagram berikut ini :

Menurut data empirik penelitian tindakan kelas sebagaimana tertulis di atas dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam Mengartikan Al Quran Surah Pendek Pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada Semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017.

PENUTUP

Data-data empirik yang dikumpulkan selama proses penelitian tindakan kelas sebgaimana tertulis dalam bab IV menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti dalam siklus I dengan menggunakan media pembelajaran Al Quran  secara kelompok telah berhasil meningkatkan hasil belajar subjek penelitian. Nilai rata-rata pada kondisi awal yang hanya 67,63 dapat ditingkatkan menjadi 73,18 di akhir siklus I.

Pada siklus II, guru peneliti melakukan perubahan teknik penggunaan media pembelajaran Al Quran. Media pembelajaran Al Quran  diubah penggunaannya menjadi secara individual pada siklus II. Dengan perubahan teknik penggunaan media pembelajaran Al Quran  tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata di akhir siklus II mengalami peningkatan manjadi 81,04. Kalau kondisi awal hanya 67,63 sedangkan nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus II menembus angka 81,04  berarti telah terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 13,41 poin atau meningkat sebesar 19,82%.

Berdasarkan data empirik yang dikumpulkan dalam penelitian tindakan kelas sebagaimana tertulis di atas menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti telah berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I tahun pelajaran 2016/ 2017.

Kesimpulan berdasarkan data empirik tersebut sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritis sebagaimana tercantum dalam bab II yang berbunyi : “Melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini terbukti, yaitu : “Melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017”.

Dengan terbuktinya hipotesis tindakan penelitian tindakan kelas ini, yaitu: “Melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017” maka penulis mengajak kepada semua guru untuk semaksimal mungkin menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran yang dilaksanakannya agar peserta didik dapat mencapai nilai yang tinggi.

Dengan terbuktinya hipotesis tindakan penelitian tindakan kelas ini, yaitu : “Melalui penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017” maka secara teoritis kita semakin menyakini bahwa penggunaan media pembelajaran Al Quran dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam mengartikan Al Quran surah pendek pilihan bagi siswa kelas VA SD Negeri Karangnangka pada semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017 . Dengan demikian diharapkan dapat menambah wacana dalam berpikir dan dijadikan dasar bertindak oleh para pendidik dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai agen pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Disamping itu juga dapat sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya, baik oleh peneliti PTK ini maupun peneliti-peneliti lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Elin Rosalin. 2008. Bagaimana menjadi Guru Inspiratif. Karsa Mandiri Persada. Bandung.

 

Masyhuri HP. 1990. Azas-Azas Belajar. IKIP Semarang Press. Semarang

Mashuri Sirojudin Iqbal. 2005. Pengantar Ilmu Tafsir. Angkasa. Bandung

Najib Sulhan. 2006. Pembangunan Karakter pada Anak.Surabaya Intelektual klub. Surabaya.

 

Rostina Sundaya.2013. Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika.Alfabeta. Bandung.

 

Sri Anitah. 2010. Media Pembelajaran. Yuma Pustaka. Surakarta.

 

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang. 1990. Psikologi Belajar. IKIP Semarang Press: Semarang.

 

…. 2002. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB, tingkat Sekolah Dasar dan MI. Ditjen Dikdasmen. Depdiknas: Jakarta




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *