PTK SD Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Metode Eja

titin

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI METODE EJA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KALIGANGSA KULON 01 KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui metode eja dengan pendekatan saintifik tentang membaca permulaan di kelas 1 SDN Kaligangsa Kulon 01. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan November subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SDN Kaligangsa Kulon 01 yang berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki – laki dan 5 siswa perempuan. Setelah penelitian ini berlangsung selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa metode eja dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan membaca. Hal ini terlihat dari hasil ketuntasan siswa secara klasikal pada prasikulus 40% siklus 1 ketuntasan klasikal 60% dan siklus 2 ketuntasan klasikal 100%.

Kata Kunci : Metode Eja, pendekatan saintifik, dan Membaca.

PENDAHULUAN

Pada awal persekolahan murid-murid kelas I SD, sajian pembelajaran yang utama mereka adalah membaca dan menulis. Murid kelas I itu datang dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang sudah melek huruf (sudah mengenal huruf dan bisa membaca sekelompok kata  atau serangkaian huruf sebagai bunyi yang bermakna). Ada yang sekedar mengenal abjad, ada yang sudah bisa menuliskan namanya sendiri, tetapi tidak mengerti apa yang telah dituliskannya dan bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

Fakta yang ada menunjukkan bahwa di kelas I semester I SDN Kaligangsa Kulon 01 masih rendah kemampuan membacanya. Sebagaimana ditunjukkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I semester I SDN Kaligangsa Kulon 01 Tahun Pelajaran 2014/2015 menunjukkan rendahnya kemampuan membaca siswa pada materi membaca permulaan. Dari pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang membaca permulaan dikelas I semester I SDN Kaligangsa Kulon 01 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, dari hasil pembelajaran selama 3 bulan dari 20 siswa hanya 2 siswa (10%) yang mampu membaca kalimat, 5 siswa (25%) yang bisa membaca kata, 8 siswa (40%) yang mampu membaca suku kata, 3 siswa (15%) mampu menyebutkan huruf, 2 siswa (10%) belum hafal huruf atau belum melek huruf.

Kemampuan membaca yang sangat rendah merupakan permasalahan yang harus segera diatasi. Untuk mengatasi masalah tersebut guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat siswa. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta bila guru menggunakan metode dan media yang tepat, sehingga tujuan pembelajaran pada membaca permulaan dapat tercapai. Dalam membaca permulaan ada berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Diantaranya adalah metode eja dengan pendekatan saintifik. Pembelajaran dengan metode eja dengan pendekatan saintifik memulai pembelajarannya dengan memperkenalkan huruf-huruf secara alfabetis dengan gambar . Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan lafalkan anak sesuai dengan bunyinya menurut gambar. Lalu siswa dikenalkan dengan suku kata, kemudian dilanjutkan dengan membaca kata dan seterusnya. Oleh sebab itu para guru SD diberikan bekal alternatif pembelajaran dengan memanfaatkan media/alat peraga yang mengaktifkan siswa dengan pendekatan Saintifik atau pendekatan ilmiah yaitu pembelajaran yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba. Dengan melalui pendekatan saintifik siswa dapat lebih mudah memahami proses menggunakan media pembelajaran yang dipakai oleh guru.

Jadi penggunaan metode dengan pendekatan inilah yang menjadi alternatif pilihan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01. Atas dasar latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “ Meningkatkan kemampuan membaca melalui metode eja dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes pada semester I Tahun Pelajaran 2014/2015.

Tujuan Umum Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran guru kelas I. Sedangkan tujuan khusus penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Kaligangsa Kulon 01 Brebes dalam pembelaaran membaca permulaan.

Manfaat dari penelitian ini bagi siswa adalah  meningkatnya aktivitas dan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan manfaat bagi guru adalah tersedianya alternatif metode pembelajaran dan meningkatnya keterampilan guru dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi membaca permulaan dan manfaat bagi sekolah adalah meningkatnya kualitas proses dan kemampuan membaca siswa serta sebagai bahan kajian lebih lanjut dalam memberdayakan lembaga pendidikan dengan menggunakan metode yang tepat.

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Hakekat Membaca Permulaan

Menurut Martinus Yamin (2006: 106) membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi yang disampaikan secara verbal dan merupakan hasil ramuan pendapat, gagasan, teori-teori, hasil peneliti para ahli untuk diketahui dan menjadi pengetahuan siswa. Sementara menurut Fathur Rohman (2005: 1-2) mengemukakan bahwa membaca merupakan proses psikologis. Proses psikologi tentang peristiwa membaca yaitu dengan cahaya, bacaan masuk ke mata dan oleh saraf sensorik sebagai reseptor di teruskan ke pusat bahasa yaitu pusat pembentukan kalimat dan langsung ke pusat organisasi berpikir. Setelah di olah melalui proses transtendensi dikembalikan melalui reseptor di mulut dan alat-alat ucap maka terjadilah peristiwa membaca.

Metode EJA

Purwanto, M. Ngalim dan Djeniah. (1997:3) menarik kesimpulan metode eja adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Pendekatan yang dipakai dalam metode eja adalah pendekatan harfiah. Siswa mulai diperkenalkan dengan lambang -lambang huruf. Pembelajaran metode eja terdiri dari pengenalan huruf atau abjad A sampai dengan Z dan pengenalan bunyi huruf atau fonem. Metode kata lembaga didasarkan atas pendekatan kata, yaitu cara memulai mengajarkan membaca permulaan dengan menampilkan kata-kata.

Kerangka Berfikir

Dalam pembelajaran awal kelas 1 SD pada tingkat dasar lebih menekankan pada kemampuan membaca permulaan, hal ini sesuai dengan Kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013 dijelaskan pada  Komptensi Inti yang dijabarkan dalam Kompetensi Dasar bahwa dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk kelas I adalah siswa dapat mengenal teks petunjuk/arahan tentang perawatan tubuh serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam Bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.

Membaca telah menjadikan aktivitas yang sanagat penting dalam kehidupan sehari-hari di zaman yang sreba modern ini. Melalui membaca dapat diserap berbagai macam informasi dan wawasan pengetahuan pun semakin luas. Seseorang akan maju dan berpengetahuan luas apabila senang membaca. Namun, tidak semua orang mengetahui hal itu sehingga membaca belum menjadi suatu kebutuhan. Bahkan pembelajaran membaca pada tingkat dasar seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembelajaran bahasa.

Kenyataan di lapangan masih banyak menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa khususnya dalam hal membaca pada siswa masih sangat kurang sekal. hal ini dibuktikan dari hasil pembelajaran selama 3 bulan dari 20 siswa hanya 2 siswa (10%) yang mampu membaca kalimat, 5 siswa (25%) yang bisa membaca kata, 8 siswa (40%) yang mampu membaca suku kata, 3 siswa (15%) mampu menyebutkan huruf, 2 siswa (10%) belum lafal huruf atau belum melek huruf. Dari hasil proses pelaksanaan pembelajaran tentang membaca permulaan diatas menunjukan bahwa pembelajaran perlu diperbaiki guna meningkatkan kemampuan membaca siswa pada kelas 1 tahun pelajaran 2014/2015 SDN Kaligangsa Kulon 01 Kecamatan Brebes kabupaten Brebes memlalui metode EJA dengan pendekatan saintifik.

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan, hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : ”Kemampuan membaca permulaan siswa akan meningkat hasilnya, apabila guru dalam pembelajaran menggunakan metode EJA dengan pendekatan saintifik sebagai metode pembelajaran.”

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 selama 3 bulan dimulai pada bulan September-November 2014. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kaligangsa Kulon 01. Kelas yang diteliti adalah kelas 1 dengan jumlah siswa 20 orang. Subjek penelitian ini adalah guru kelas 1 dengan objek penelitian pembelajaran kemampuan membaca permulaan  Menggunakan Metode EJA dengan Pendekatan Saintifik. Penelitian  dilaksanakan peneliti sebagai pengajar kelas 1 di SD Negeri Kaligangsa Kulon 01.

Subyek penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas  pada siswa kelas 1 SD Negeri Kaligangsa Kulon 01  tahun pelajaran 2014/2015 selama  3 bulan dimulai pada bulan September-November 2014 dengan jumlah siswa 20. Data dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber untuk  memperoleh data yang valid meliputi: (1) Informan atau nara sumber yaitu guru kelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01; (2) Peristiwa berlangsungnya proses  Hasil belajar tentang membaca permulaan di kelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01; (3) Dokumen atau arsip mengenai pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri Kaligangsa Kulon 01; (4) Tes hasil belajar.

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari beberapa siklus. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan apa yang hendak dicapai. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa perlu adanya evaluasi awal, guna sebagai terapi untuk meminimalisir kesulitan membaca yang dihadapi pesrta didik. Penelitin tindakan kelas dilaksanakan dengan prosedur: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan tindakan (observing), refleksi tindakan (reflecting) dalam setiap siklus.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Pra Siklus

Proses pembelajaran pra siklus mata pelajaran bahasa indonesia materi membaca permulaan pada kelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01 Brebes, Siswa mengalami beberapa kesulitan dalam membaca permulaan. Selesai diadakan tes evaluasi, nilai rata–rata kelas yang diperoleh siswa adalah 57 dengan nilai terrendah 30 dan nilai tetinggi 80. Sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 12 siswa atau 60% dari KKM 70. Sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran siklus I.

Deskripsi Siklus I

Setelah selasai diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan  metode eja, nilai rata–rata kelas meningkat dari 57 menjadi  72.Tetapi dalam perbaikan siklus I masih ada 8 siswa yang belum tuntas KKM 70 Sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran siklus II

Deskripsi Siklus II

Setelah diadakan perbaikan pembelajaran siklus II yang menggunakan metode eja dengan pendekatan saintifik maka hasil pembelajaran  meningkat dari rata–rata 57 pada pra siklus,  meningkat dari rata–rata 72 pada siklus I , setelah diadakan perbaikan pembelajaran yang ke dua meningkat menjadi 80 . Ketuntasan belajar siswa mencapai 100 %. Dengan hasil yang sudah memenuhi target KKM 70 maka perbaikan pembelajaran dianggap sudah tuntas.

Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

   Pada kegiatan pra siklus menunjukan nilai awal yang menjadi pendorong peneliti untuk mengadakan perbaikan pembelajaran, setelah mengadakan perbaikan pembelajaran siklus I mengalami peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya dari nilai rata–rata sebelum perbaikan 57 (pra siklus) menjadi 72 (siklus I). Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran siklus I peneliti belum maksimal menerima hasilnya sebab masih ada siswa yang belum menuntaskan materi yang seharusnya mereka kuasai. Dari 20 siswa, siswa yang menuntaskan nilai di atas KKM 70 yaitu 12 siswa sedangkan 8 siswa lainnya belum berhasil. Untuk itu maka akan diadakan perbaikan pembelajaran yang kedua atau siklus II. Dalam kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II menghasilkan nilai yang maksimal yaitu dengan rata–rata siswa 80 di atas KKM yaitu 70. Di dalam kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II juga berhasil menuntaskan 100% siswa sehingga guru dikatakan berhasil dalam perbaikan pembelajaran.

Hasil Penelitian

Dari beberapa pembahasan tiap siklu dan antar siklus dapat diketahui bahwa pebaikan pembelajaran yang dilakukan peneliti mulai dari tahap awal sampai dengan hasil yang dicapai menunjukan adanya keberhasilan karena nilai rata-rata dari setiap siklus naik dari pra siklus sampai siklus II dan ketuntasan siswa pun naik dari pra siklus yang siswa yang tidak tuntas ada 12, siklus I yang tidak tuntas siswa 8, dan siklus II semua siswa nilainya tuntas, keberhasilan itu dapat tercapai karena peneliti melakukan beberapa tindakan diantaranya :

  1. Guru dalam mengalami pelajaran melakukan apersepsi yang menarik, dan selalu memberikan motivasi kepada siswa.
  2. Guru dalam membahas metode eja dalam membaca tidak terlalu cepat sehingga siswa mudah memahaminya.
  3. Guru menggunakan metode eja dengan pendekatan saintifikyang memudahkan siswa lebih dapat memahami materi yang diberikan.
  4. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang belum diketaui dan memberikan latihan–latihan membaca.

Keberhasilan kegiatan pembelajaran ditentukan oleh metode pembelajaran dengan pendekatan yang digunakan. Seorang guru dalam menyampaikan materi harus menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan yang tepat, karena dengan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan yang tepat maka minat siswa akan terpancing dan menghindari kejenuhan siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan yang bervariasi, sebab dengan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Penggunaan  metode eja dengan  pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran sangat membantu seorang guru dalam menjelaskan materi membaca. Dengan  adanya berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran, karena membunyikan pendekatan saintifik mempermudah siswa dalam membaca permulaan.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian perbaikan pembelajaran, peneliti dapat menyimpulkan bahwa rencana perbaikan pembelajaran dikelas I SD Negeri Kaligangsa Kulon 01 dapat diperoleh kesimpulan bahwa : Metode Eja dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa pada kelas I  semester  II tahun pelajaran 2014/2015  SD Negeri Kaligangsa Kulon 01 Kecamatan Brebes  Kabupaten Brebes.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa diantaranya :

  1. Seorang guru harus dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi pada siswa
  2. Guru selalu menggunakan metode dengan pendekatan saintifik pada setiap kegiatan.
  3. Guru harus dapat menciptakan suasana yang kondusif pada setiap kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

education-vionet.wordpResS.com:2012   (Di unduh tanggal 8 Februari 2015)

Fathur Rohman.2005. “Pengembangan Pembelajaran Membaca”. Makalah disampaikan dalam bimbingan Teknis Guru SMP/ MTs Mata Pelajaran Bahasa Indonesia se-Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh sub Dinas Pengembangan Tenaga Kependidikan dan Non Kependidikan Seksi PTK-SMP

http://mitramahasiswa.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-kesulitan-belajar.html:2012. (Di unduh tanggal 10 Februari 2015)

http://www.lpmpjabar.go.id/index.php/rubrik/artikel/136-pendekatan-saintifik-dalam-pembelajaran-matematika .(27 Februari 2015)

Linda Puspita. 2008. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Ngalim Purwanto.(1997). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Pribadi, Benny A. 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.

Yamin, Martinis. Profesionalisasi dan Implementasi KBK. Gaung Persada Press. 2006: Jakarta

Yantitriana, 2014. Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Matematika. Online:

BIODATA

Nama                           : Titin Aminah,S.Pd.SD

NIP                             : 19650602 198608 2 001

Pangkat/Golongan      : Pembina/IVa

Jabatan                        : Guru Kelas

Sekolah                       : SD Negeri Kaligangsa Kulon 01 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *