PTK SD Materi Penjasorkes

sodikMENINGKATKAN KEMAMPUAN PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI METODE DEMONSTRASI BERKELOMPOK BAGI SISWA KELAS VI SD PAGUBUGAN KULON 03 KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP

ABSTRAK

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) Apakah pembelajaran dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap hasil belajar Penjas-orkes ? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Penjas-orkes dengan diterapkannya metode demonstrasi ? penelitian ini menggunakan penelitin tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi,dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI Semester II SDN PAGUBUGAN KULON 03, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap. Data yang diperoleh berupa hasil tes yang formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (63,6%), siklus II (90,0%), siklus III (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas 6 semester II tahun pelajaran 2013-2014. Serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

 

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Permainan Basket, Metode Demonstrasi.

 

PENDAHULUAN

Ada beberapa alasan penting mengapa sistem pengajaran ini perlu dipakai lebih sering di sekolah-sekolah. Seiring dengan proses globalisasi, juga terjadi transpormasi sosial, ekonomi, dan demografis yang mengharuskan untuk sekolah lebih menyiapkan anak didik dengan ketrampilan-ketrampilan baru untuk bisa ikut berpartisipasi dalam dunia yang berubah dan berkembang pesat. Sesungguhnya, bagi guru-guru di negeri ini metode demonstrasi tidak terlampau asing dan mereka telah sering menggunakannya dan mengenalnya sebagai metode demonstrasi berkelompok. Memang tidak bisa disangkal bahwa banyak guru telah sering menugaskan para siswa untuk bekerja dalam kelompok.

Sayangnya, metode demonstrasi kelompok sering dianggap kurang efektif. Berbagai sikap dan kesan negative memang bermunculan dalam pelaksaan metode demonstrasi berkelompok. Jika demonstrasi kelompok tidak berhasil, siswa cenderung saling menyalahkan. Sebaliknya jika berhasil, muncul perasaan tidak adil. Siswa yang pandai/rajin merasa rekannya yang kurang mampu telah membonceng pada hasil kerja mereka. Akibatnya, metode demonstrasi berkelompok yang seharusnya bertujuan mulia, yakni menanamkan rasa persaudaraan dan kemampuan bekerja sama, justru bisa berakhir dengan ketidakpuasan dan kekecewaan. Bukan hanya guru dan siswa yang merasa pesimis mengenai penggunaan metode demonstrasi berkelompok, bahkan kadang-kadang orang tua pun merasa was-was jika anak meraka dimasukan dalam satu kelompok dengan siswa lain yang dianggap kurang seimbang.

            Bebagai dampak negatif dalam menggunakan metode demontrasi berkelompok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode demontrasi berkelompok. Yang diperkenalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bisa di definisikan sebagi kerja / belajar kelompok yang tersetruktur.

            Kekhawatiran bahwa semangat siswa dalam mengembangkan diri secara individual bisa terancam dalam penggunaan metode demontrasi berkelompok bisa dimengerti karena dalam penugasan kelompok yang dilakukan secara sembarangan, siswa bukanya belajar  secara maksimal, melainkan belajar mendominasi ataupun melempar tanggung jawab. Metode demontrasi berkelompok sedemikian rupa sehigga masing – masing anggota dalam satu kelompok melaksanakan tanggung jawab pribadinya karena ada satu sistem akuntabilitas individu. Siswa tidak bisa begitu saja membonceng jerih payah rekanya dan usaha setiap siswa akan di hargai sesuai dengan poin – poin perbaikanya. Dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti merasa terdorong untuk melihat pengaruh Metode Demontrasi berkelompok.

            Merujuk pada uraian latar belakang diatas, dapat dikaji ada beberapa permasalahan yang di rumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah Metode Demontrasi berkelompok berpengaruh terhadap hasil belajar Penjas-orkes siswa kelas 6 semester 2 Tahun Pelajaran2014 / 2015.
  2. Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Penjas – orkes dengan diterapkanya Metode Demontrasi berkelompok pada siswa kelas 6 semester 2 tahun pelajaran 2014/ 2015.

Menurut Bloom dalam suharsimi Arikunto ( 1993 : 110 ) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotif. Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat di capai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan  suatu evaluasi, tujuanya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar berlangsung.

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda – beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kami temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto ( 1986: 28 ) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “ hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar.”

      Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan kemanusiaan yang di miliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi – informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui diadakan evaluasi, Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

      Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah kecerdasan, bakat, minat, motivasi, lingkingan keluarga yang cukup menunjang, misalnya ekonomi yang cukup, faktor genetika yang baik, faktor lingkungan rumah tangga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, faktor kesehatan dan lain-lain. Prestasi belajar dapat ditujukan dengan peningkatan belajar.

      Dalam proses pembelajaran seorang guru harus memiliki kreatifitas (Kemampuan) dalam memberikan materidikelas agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan, untuk itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan bagi sorang pemdidik agar proses pembelajaran lebih menyenangkan. Dalam prateknya proses pembelajaran terdapat beragam jenis metode pembelajaran antara lain Metode Demontrasi berkelompok dan pemberian latihan – latihan secara intensif.

Kerangka Berpikir

Dengan menerapkan metode demonstrasi berkelompok dan latihan-latihan yang intensif pada mata pelajaran penjas-orkesmateri Permainan Basket maka hasil yang diperoleh antara lain: Meningkatkan aktifaitas siswa dalam Permainan Basket; Ketrampilan siswa dalam Permainan Basket dapat meningkat; Prestasi belajar siswa dalam Permainan Basket dapat meningkat. Dari penjelasan kerangka berfikir di atas dapat digambarkan skema kerangka berpikir sebagai berikut.

kondisi-awal

Diagram 1 Skema Kerangka Berpikir

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian belajar pra siklus, siklus I,II dan siklus III ada peningkatan yang siknifikan. Hasil prasiklus khususnya mata pelajaran Penjas-orkes di sekolah SD Negeri Pagubugan Kulon 03 Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap yang peneliti lakukan masih memperoleh nilai yang rendah, dari 16 siswa hanya 5 siswa yang tuntas dan 11 siswa yang belum tuntas. Dalam hal ini kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Permainan Basket maka perlu diulang-ulang dan diperbaiki dengan menggunakan metode demonstrasi berkelompok.

Pada siklus 1 dari 16 siswa dengan nilai rata-rata 72, siswa yang tuntas 7 dan siswa yang belum tuntas ada 9  siswa. Bila dibandingkan dengan hasil nilai pra siklus dengan siklus I terdapat peningkatan pembelajarran, nilai meningkat dari pra siklus nilai rata-rata 66 menjadi 72 pada siklus ke I. setelah dianalisa ternyata dalam perbaikan pembelajaran siklus I hasilnya belum maksimal maka perlu diadakan perbaikan dengan menekankan pada penggunaan metode Demonstrasi berkelompok dan latihan-latihan secara lebih insentif dimaksimalkan sehingga siswa benar-benar paham terhadap materi,sehingga dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran siklus II

Tabel I. Data Nilai ulangan Penjas Orkes Kls V SDN Pagubugan Kulon 03 dengan KKM(70)

 

 

Nama Nilai Pra

Siklus

Nilai

Siklus 1

Nilai

Siklus 2

Nilai Siklus 3
1 ARS A. 60 60 60 70
2 CN B. 90 90 90 100
3 SP Q. 90 90 100 100
4 TN D. 80 80 90 100
5 JM E. 70 90 100 100
6 DN F. 60 70 80 90
7 DJ G. 60 60 70 80
8 RR H. 50 60 70 80
9 S I. 60 70 80 90
10 Y J. 80 80 90 90
11 K 60 60 70 80
12 L 60 60 74 80
13 M 60 70 80 100
14 N 60 70 80 100
15 O 60 74 75 80
16 P 60 70 70 80
JUMLAH 1.060 1.154 1.228 1.420
Rata-Rata 66 72 80 89
Nilai Tertinggi 90 90 100 100
Nilai Terendah 50 60 60 100
Prosentase Ketuntasan 56,25% 81,25 93,75 100%
Prosentase Ketidaktuntasan 43,75 18,25 6,25 0%

Pada kondisi awal nilai rata- rata siswa hanya mencapai 66 setelah diterapkan metode Demonstrasi berkelompok namun belum optimal nilai rata – rata siswa sudah meningkat menjadi 72 pada siklus 1 dan pada siklus II rata – rata nilai siswa mencapai 80 karena prosentase nilai belum mencapai batas ketuntasan 85 % maka dilanjutkan pada siklus III yaitu dengan nilai rata – rata 89, hal ini dikarenakan guru sudah menerapkan metode Demonstrasi berkelompok secara optimal.

nilai-rata-rata

Gambar 2. Nilai Rata – rata pada Pra siklus I, II dan Siklus III

prosentase

Grafik 3. Prosentase Ketuntasan siswa pra siklus, Siklus I, II dan Siklus III

 

KESIMPULAN                      

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah di lakukan dapat di simpulkan sebagai berikut:

  1. Penerapan pembelajaran demontrasi berkelompok memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang di tandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I ( 63,6 % ), Siklus II ( 90,9 % ), Siklus III (100 % ).
  2. Penerapan pembelajaran demontrasi berkelompok mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk mempelajari kembali materi pelajaran yang telah diterima, hal ini ditunjukan dengan antusias siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pembelajaran demontrasi berkelompok sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
  3. Pembelajaran demontrasi berkelompok memiliki dampak positif terhadap kerja sama antar siswa, hal ini ditunjukan adanya tanggung jawab dalam kelompok dimana siswa yang lebih mampu mengajari temanya yang kurang mampu.

SARAN

  1. Bagi rekan guru

Penerapan Metode Demontrasi dalam pembelajaran penjaskes materi bola basket seperti diuraikan di atas, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk meningkatkan profesionalisme guru hendaknya berusaha untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran.

  1. Bagi siswa

Berlatihlah terus, jangan putus asa apabila dalam belajar menemui hambatan.

 

DAFTAR PASTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajeman Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rinaksa Cipta.

Ngalim, Purwanto M. 1986. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

BIODATA

Nama                           : SODIK WIJIONO

NIP                             : 19650822 198405 1001

Jabatan                         : Kepala Sekolah

Pangkat/Golongan      : IV/A

Unit Kerja                   : SDN Pagubugan Kulon 03 Kec. Binangun Kab. Cilacap.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *