PTK SD Kemauan Shalat Siswa Melalui Kolaborasi Bimbingan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN SHALAT SISWA MELALUI KOLABORASI BIMBINGAN ANTARA GURU DAN ORANG TUA WALI MURID PADA SISWA  SDN RANDEGAN03 SEMESTER 2 TAHUN 2016

hanifah

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemauan dan kemampuan siswa mendirikan salat rawatib, bertujuan untuk mendapatkan data yang sahih dan dapat dipercaya untuk membuktikan apakah kolaborasi bimbingan antara guru dan orang tua murid dapat meningkatkan kemampuan shalat siswa. Data diperoleh dengan angket, studi dokumen dan wawancara dari sample sebanyak 61 siswa, yang diambil secara random. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus meliputi 4 aspek yaitu : 1. Kinerja guru; 2. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran; 3. Peran Orangtua; 4. Hasil belajar siswa dalam bentuk kemampuan dan kemauan shalat.

Kata kunci : Peningkatan, Kemampuan, Kemauan, Shalat, Kolaborasi bimbingan,

 

PENDAHULUAN

Menegakkan shalat merupakan rukun Islam kedua. Selain itu shalat juga merupakan ruh agama dalam Islam, bahkan orang yang meninggalkan shalat dapat di katakan sebagai orang meruntuhkan agamanya sendiri.

Dari uraian di atas terdapat beberapa permasalahan yang harus segera ditindaklanjuti oleh semua pihak agar semua siswa  SDN Randegan 03 mampu dan mau melaksanakan shalat dengan baik dan benar. Permasalahan tersebut yaitu ”Apakah dengan kolaborasi bimbingan antara guru dan orang tua dapat meningkatkan kemampuan dan kemauan shalat anak ?”

LANDASAN TEORITIS

Mendapatkan pengetahuan tentang tatacara shalat yang benar sesuai dengan ajaran Islam bagi siswa SDN Randegan 03 Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016. Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.Dengan  adanya  kolaborasi  antar  guru  dan  wali murid. Menyadarkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, masyarakat dan keluarga

Kondisi awal guru belum menerapkan bimbingan shalat siswa dengan kolaborasi antara guru dan orang tua walimurid. Pembelajaran shalat dilakukan dari kelas II sampai kelas IV sesuai dengan acuan kurikulum dan ditambah dengan pembiasaan membaca bacaan shalat sebelum pelajaran agama Islam dimulai. Namun hasilnya kurang maksimal karena setelah dicek secara cermat dengan menggunakan cek point kompetensi shalat, masih banyak siswa yang belum lulus shalatnya. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengadakan bimbingan secara kolaboratif dengan orang tua walimurid secara terus menerus sehingga anak benar-benar mampu dan mau melaksanakan shalat 5 waktu dengan penuh kesadaran.

Hipotesis Tindakan

Dari kajian teoritik dan kerangka berpikir tersebut, dapat ditarik sebuah hipotesis tindakan, “Melalui Kolaborasi Bimbingan Antara Guru dan Orang Tua/Wali Murid mampu meningkatkan kemampuan dan kemauan shalat siswa pada peserta didik SDN Randegan 03 semester genap tapel 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan terhadap siswa SDN Randegan 03 yang berjumlah 61 anak yang keseluruhan beragama Islam pada tahun pelajaran 2015/2016 di kecamatan Losari. Peneliti merencanakan waktu penelitian ini selama 2/3 bulan, yaitu bulan Januari,  Februari dan Maret 2016. Sumber data penelitian diambil dari kartu bimbingan, angket dan hasil uji praktek shalat siswa SDN Randegan 03 tahun pelajaran 2015/2016.

Untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif dalam konsistensi bimbingan secara kolaboratif antara guru dan orang tua/walimurid siswa diperlukan instrumen. Berikut instrumen yang digunakan adalah: Lembar observasi Proses Belajar Mengajar (PBM). Instrumen ini digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi pemahaman siswa.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil Tes Praktek shalat. Yaitu tes praktek individual dan pengamatan kartu bimbingan shalat di rumah. Untuk menganalisa data bentuk yang digunakan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus I dan nilai tes setelah siklus II. Pembelajaran dapat dinyatakan berhasil dengan target ketuntasan 90% siswa mampu dan mau shalat dengan benar dan penuh kesadaran dari seluruh siswa muslim yang berjumlah61siswa.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas satu kali tatap muka. Setiap tatap muka melakukan kegiatan pembelajaran dari materi konsep/sub-konsep. Waktu yang diperlukan kurang lebih 4 jam pelajaran. Kegiatan-kegiatan dalam setiap tindakan meliputi perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observating) dan refleksi (reflecting).

Kegiatan Siklus I

Materi pelajaran pada siklus ini adalah Pendidikan Agama Islam pada pokok bahasan Shalat Wajib Lima Waktu. Media otentik yang dipakai adalah demonstrasi shalat secara langsung.

  1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan dalam siklus ini meliputi :

1). Menyusun RPP dengan materi “Ketentuan shalat ”,

2). Merancang pembelajaran praktik shalat

3). Merancang kolaborasi antara guru dan walimurid

4). Membuat blanko bimbingan shalat

5). Membuat soal uji praktik shalat dalam bentuk penilaian cekpoint

6). Merancang lembar observasi

7). Membuat panduan wawancara dengan murid dan walimurid

  1. Pelaksanaan (Acting)

Menghafalkan bacaan shalat sudah dimulai sejak kelas II, dibaca sebagai pembiasaan setiap sebelum memulai pelajaran melalui shalat dhuha. Dalam penelitian ini, yang menjadi obyek penelitian

Pelaksanaan KBM adalah materi Ketentuan shalat wajib 5 waktu

tahun 2015/2016. Pelaksanaannya meliputi :

1). Menjelaskan Ketentuan-ketentuan shalat

2). Membagikan kartu bimbingan shalat di rumah, walimurid membubuhkan paraf.

  1. Pengamatan (Observating)

Pengamatan dilakukan guna mendapatkan data-data yang sesuai dengan keadaan yang ada. Data yang dikumpulkan berasal dari :

  • observasi perilaku guru dan aktivitas siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar melalui lembar pengamatan.
  • Wawancara guru dengan murid dan walimurid
  • Kartu bimbingan shalat
  • Hasil tes praktik shalat
  • Validasi hasil dilakukan dengan kuarted dari siswa, guru, guru mitra dan wali murid.
  1. Refleksi (Reflecting)

Kegiatan ini meliputi menganalisis data kuantitatif maupun kualitatif dari hasil observasi dengan instrumen yang telah ada. Hasil analisis digunakan untuk melihat hasil tindakan baik positif maupun negatif dan untuk menentukan tindak lanjut siklus berikutnya. Dari hasil penelitian pada siklus I..

Kegiatan Siklus II

Kegiatan dalam siklus II meliputi :

  1. Perencanaan Ulang (Replaning)

1). Menyusun RPP dengan materi “Ketentuan shalat”,

2). Merancang pembelajaran praktik shalat

3). Merancang kolaborasi antara guru dan walimurid

4). Membuat blanko bimbingan shalat.

  1. Pelaksanaan (Acting)

1). Membagi kartu bimbingan

2). Pemanggil orang tua/walimurid bagi anak yang belum bisa shalat samasekali

3). Menjelaskan syarat, rukun, sunnah dan yang membatalkan shalat.

  1. Pengamatan (Observating)

Pengamatan dilakukan guna mendapatkan data-data yang sesuai dengan keadaan yang ada.Data yang dikumpulkan berasal dari :

1). observasi perilaku guru dan aktivitas siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar melalui lembar pengamatan.

2). Wawancara guru dengan murid dan walimurid

3). Kartu bimbingan shalat

  1. Refleksi (Reflecting)

Tahapan setelah pengamatan (Observating) adalah refleksi (reflecting), refleksi yang berupa koreksi terhadap tindakan yang telah dilaksanakan ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang ada pada siklus II. Kekurangan siklus II yaitu: Masih ada siswa yang pasif dalam bertanya maupun menjawab. Sebagian besar siswa sudah berani bertanya dan menyampaikan pendapatnya pada saat proses relajar mengajar, yaitu mencapai 95% .

 

HASIL PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN Randegan03 dengan materi “Ketentuan Shalat” yang diajarkan dengan menggunakan metode demonstrasi dan kolaborasi bimbingan antara guru dan wali murid bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan shalat siswa. Hasil penelitian ini diperoleh dari data awal pada saat observasi

 Hasil Belajar Siswa pada Siklus I.

Hasil belajar siswa meliputi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, atau kami rumuskan dalam kemampuan dan kemauan. Kemampuan secara kognitif kami ambil dari hasil tes tulis, kemampuan psikomotorik diambil dari tes praktik .

a)  Kemampuan shalat

Tabel 1. Hasil Tes Kemampuan Salat Siklus I

No Hasil Tes Siklus I Tertulis Praktek Rata-Rata
1 Nilai Tertinggi 100 90 95
2 Nilai Terendah 50 65 57, 5
3 Nilai Rata-rata Kelas 77,67 79,64 78, 65
4 KKM 75 85 76, 5
5 Jml Siswa tidak Tuntas 11 40 24, 5
6 Jml Siswa Tuntas 50 21 35,5
7 Presentase ketuntasan belajar 83,61 % 34,43 % 59,02 %

Sumber : Data Hasil Penelitian tanggal 20 Januari2016.

Berdasarkan tabel di atas, hasil tes tertulis diperoleh nilai tertinggi 100, nilai terendah 50, nilai rata – rata kelas mencapai 77.67 sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), jumlah siswa yang tuntas belajar 50 siswa atau 83,61 % dan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar 10 atau 16,39 %, dan hasil tes praktek diperoleh nilai tertinggi 90, nilai terendah 65, nilai rata – rata kelas mencapai 79,64 belum mencapai

b) Kemauan Shalat

Tabel 2  Hasil Analisis Aspek Kemauan shalat siswa Siklus I

No Aspek Yang diamati Skor Jml
1 2 3 4
1 Jumlah Sholat fardu yang dilakukan setiap hari 0 14 28 19 61
2 Ketepatan waktu melaksanakan shalat 0 14 25 22 61
3 Kesadaran dalam melaksanakan shalat fardu 0 21 29 11 61
4 Waktu yang diperlukan untuk shalat 0 15 24 22 61
Total Skor 0 64 106 74 244
Persentase 0 26,22 % 43,44 % 30,32 % 100

%

Sumber : Data Hasil Penelitian , 27  Januari2016 (lampiran 6).

Dari hasil penelitian tabel ini, diketahui bahwa rata-rata kemauan siswa untuk menunaikan shalat termasuk cukup. Karena siswa yang rata-rata berumur 11 tahun, melaksanakan shalat setiap hari 4 kali di pertengahan waktu dengan penuh kesadaran namun kekhusyu’annya dinilai masih kurang karena waktu yang diperlukan dalam shalat sekitar 3 menit, padahal waktu shalat bisa khusyu’ minimal 5 menit..

Aspek Kinerja Guru

Tabel 3 Hasil Analisis Aspek Kinerja Guru

No Aspek yang diamati Skor
A PRA PEMBELAJARAN 1 2 3 4
1.      Kemampuan mengkondisikan sebelum pembelajaran dimulai
2.      Kemampuan memnerikan apersepsi untuk memotivasi siswa
3.      Kemampuan menyampaikan tujuan dan indicator yang ingin dicapai
B INTI KEGIATAN PEMBELAJARAN
4.      Penguasaan materi pembelajaran
5.      Interaksi saat pembelajaran
6.      Penguasaan metode pembelajaran
7.      Pemanfaatan sumber media pembelajaran
8.      Kemampuan pengelolaan kelas
C PENUTUP
9.      Kemampuan guru menyimpulkan materi
10.  Kemampuan guru memberikan tugas danevaluasi pembelajaran
Total Skor 37
Peresntase 92,5 %

Sumber : Data Hasil Penelitian tanggal 10Februari2016.

Aspek bimbingan Walimurid pada Siklus I

Aspek bimbingan wali murid dapat dilihat proses pembelajaran agama anak di luar sekolah, hal ini dapat dilihat dari hasil interview dengan walimurid dan pemeriksaan kartu bimbingan shalat siswa.

Tabel 4 Hasil Analisis Proses KBM di luar Sekolah siswa

No ASPEk YANG DIAMATI Jumlah Prosentase (%)
A Tempat Belajar
1.      Tidak ada 0 0
2.      Tempat lain/rumah guru ngaji 3 5
3.      Di Mesjid/ Mushola 12 20
4.      Di TPQ/ MADIN 22 36
5.      Di rumah sendiri 24 39
B Waktu Bimbingan Belajar
1.      Tidak pernah 3 5
2.      Tidak tentu 6 10
3.      Setiap bulan 0 0
4.      Setiap pecan 10 16
5.      Setiap hari 42 69
C. Orang Yang Membimbing langsung
1.      Tidak ada 3 5
2.      Teman/ Lain 0 0
3.      Saudara 3 5
4.      Guru Mengaji 38 62
5.      Orang Tua 17 28
D. Sikap Belajar
1.      Tidak mau 3 5
2.      Terpaksa 2 3
3.      Tidak senang 5 8
4.      Senang 29 48
5.      Sangat senang 22 36
E. Perhatian orang tua terhadap anak 61 100

             Dari data di atas dapat diketahui bahwa selain belajar di Mesjid atau Mushola,   sebagian besar anak belajar di rumah sendiri, setiap hari diajar oleh guru ngaji dan orang tua merasa senang, perhatian orang tua terhadap bimbingan anaknya sangat baik 100 %. Sebagai bukti kartu bimbingan shalat semua siswa telah ditandatangani oleh orang tua / walimurid.

Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Hasil belajar siswa meliputi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, atau dapat dirumuskan dalam kemampuan dan kemauan. Kemampuan secara kognitif diambil dari hasil tes tulis, kemampuan psikomotorik diambil dari tes praktikdankemauan diambil dari hasil interview.

  1. Kemampuan Shalat

Tabel 5 Hasil Tes Kemampuan Salat Siklus 2

NO Hasil Tes Siklus 2 Tes tertulis Tes praktik Rata-Rata
1 Nilai Tertinggi 100 96 98
2 Nilai Terendah 75 84 79, 5
3 Nilai Rata-rata Kelas 87,35 89,33 88, 34
4 KKM 75 85 80
5 Jml Siswa tidak Tuntas 0 2 1
6 Jml Siswa Tuntas 61 59 60
7 Presentase ketuntasan belajar 100 % 97 % 98,5 %

Sumber : Data Hasil Penelitian tanggal 17Februari2016

Berdasarkan tabel 4, hasil tes tertulis diperoleh nilai tertinggi 100, nilai terendah 75, nilai rata – rata kelas mencapai 87,35 sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), jumlah siswa yang tuntas belajar 61 siswa atau 100 % dan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar 0 atau 0%, hasil tes praktek diperoleh nilai tertinggi 96, nilai terendah 84, nilai rata – rata kelas mencapai 89,33 sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). jumlah siswa yang tuntas belajar 59 siswa atau 97% dan jumlahsiswa yang tidak tuntas belajar 1 atau 3% ketuntasan belajar klasikal sebesar 98,5 %. Sedangkan indikator keberhasilan ketuntasan belajar klasikal dalam penelitian tindakan kelas ini minimal mencapai 85 %.

b)Kemauan shalat

Tabel  6 Hasil Analisis Aspek Kemauan shalat siswa Siklus II

NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR Jumlah
1 2 3 4
1. Jumlah shalat fardu yang dilakukan setiap hari 0 0 0 61 61
2. Ketepatan waktu melaksanakan shalat 0 10 25 26 61
3. Kesadaran dalam melaksanakan shalat fardu 0 11 21 29 61
4. Waktu yang diperlukan setiap shalat 0 5 20 36 61
Total Skor 0 26 66 61 244
Peresentase 0% 10,65% 27,04% 62,29% 100,00%

Sumber : Data Hasil Penelitian 24 dan 02Maret2016.

Dari hasil penelitian pada tabel ini, di ketahui bahwa rata-rata kemauan siswa untuk menunaikan shalat adalah baik. Karena kebanyakan anak shalat sudah lima kali setiap hari, sedang waktu melakukan shalat sebagian besar pada awal waktu, kesadaran shalatpun tinggi karena shalat tidak perlu lagi disuruh dan rata-rata waktu shalat mereka 5 menit, sehingga terjaga kekhusyu’anya.

PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kemauan shalat siswa SDN Randegan 03 dengan model bimbingan kolaborasi antara guru dan walimurid pada tahun pelajaran 2015/2016 dilakukan dalam 2 siklus meliputi 4 (empat) aspek yaitu :

  1. Kinerja guru
  2. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran
  3. Peran Orangtua/ walimurid
  4. Hasil belajar siswa dalam bentuk kemampuan dan kemauan shalat

Sedangkan keaktifan siswa pada siklus I termasuk cukup dengan skor 1atau 70%, mengalami peningkatan mencapai 25 % pada siklus II dengan skor 19 atau 95%.

Tabel  7  Hasil Analisis Aspek keaktifan Siswa Siklus I dan siklus II

No ASPEK YANG DIAMATI Skor Siklus I Skor Siklus II
1 2 3 4 1 2 3 4
1. Berapa Persen rata-rata kehadiran siswa dalam pelajaran PAI?
2. Banagimana antusiasme siswa pada proses belajar mengajar
3. Bagaimanakeberanian siswa dalam menyampaikan pertanyaan atau tanggapan
4. Bagaimana keberanian sswa dalam mempraktekan shalat
5. Bagaimana ketepatan waktu dalam mengerjakan soal evaluasi
TOTAL SKOR 14 19
Persentase 70% 95%

Sumber : Data Hasil Penelitian Keaktifan siswa pada siklus I dan siklus II

Setelah anak-anak memberi salam, guru mengkondisikan siswa dulu sebelum pelajaran dimulai. Pada pembelajaran siklus I cukup baik, namun masih terdapat beberapa siswa yang pada waktu berdoa masih ada anak yang masih mencari buku sehingga doa mulai belajar kurang tenang. Pada siklus II sebelum do’a dimulai anak-anak diminta menyiapkan buku dan alat tulis dulu di atas meja, sehinga pada saat berdoa anak dapat berdoa dengan tenang.

Pada siklus II apersepsi yang dilakukan mengalami peningkatan sehingga setiap anak yang ditanya pelajaran yang lalu sudah banyak anak yang dapat menjawabnya dengan tepat karena sebelum disampaikan pertanyaan guru mengingatkan kembali pelajaran yang lalu dan motivasi dulu tentang pentingnya sholat bagi orang Islam serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikatornya yang akan dilakukan baru menerangkan pelajaran.

SIMPULAN

            Berdasarkan uraian diatas maka disarankan  : Guru dan wali murid perlu berkolaborasi dalam pembelajaran apapun.Kolaborasi ini merupakan jalinan silaturrahim antara guru dan walimurid untuk saling bersinergi dalam mendidik anak-anaknya yang harus dilestarikan sampai kapanpun. Sehingga anak menyadari bahwa shalat merupakan tiang agama yang tak dapat digantikan dengan apapun dan siapapun 

DAFTAR PUSTAKA

Bahreisj, Hussein. Hadits Shahih Al-Jamius Shahih Bukhari.Muslim. Surabaya: Karya Utama

Depag, 2008. Al-Qur’an dan Terjemahnya dengan Transliterasi Latin. Surabaya: Mekar Surabaya.

Prayitno & Amti. 1994. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Syarifuddin, Ahmad. 2004. Mendidik anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an. Jakata: Gema Insani Pres.

Rubiyanto, Rubino, Eko Supriyanto, & Joko Santoso. Landasan Pendidikan.2003. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Abughudah, Abdul Fattah. 2009. 40 Metode Pendidikan & Pengajaran Rasulullah SAW. Bandung: Irsyad Baitus Salam.

BIODATA PENULIS

NAMA                                       : H a n i f a h

NIP                                            : 19630424 198405 1001

Pangkat/ Gol                           : Pembina / IV A

Jabatan                                    : Kepala Sekolah

Unit Kerja                               : SDN Randegan 03




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *