PTK SD Belajar IPS Materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KENAMPAKAN ALAM DAN KEADAAN SOSIAL NEGARA-NEGARA DI DUNIA MELALUI METODE DISKUSI

masitoh  

Oleh :

Masitoh, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas tersebut dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang belum optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia. Dalam penelitian tersebut diperoleh hasil sebagai berikut : pada Prasiklus terdapat 19 anak (70,37%) yang belum sepenuhnya tuntas dan yang tuntas 8 anak (29,63%). Sedangkan minat belajar siswa yang aktif berjumlah 7 anak (25,93%) dan siswa yang pasif sebanyak 20 anak (74,03%). Pada Siklus I terdapat peningkatan dimana 16 anak (59,26%)  yang tuntas dan 11 anak (40,74%) yang belum tuntas. Sedangkan minat belajar siswa yang aktif sebanyak 14 anak (51,86%) dan siswa yang pasif 13 anak (48,14%). Pada Siklus II terdapat peningkatan signifikan dimana siswa tuntas sebanyak  23 anak (85,19%) sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 4 anak (14,81%). Untuk minat belajar siswa juga meningkat dimana siswa yang aktif berjumlah 25 anak (92,59%) sedangkan siswa yang pasif berjumlah 2 anak (7,41%). Untuk Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari nilai rata – rata 67,70 pada prasiklus 72,26 pada siklus I menjadi 80,89 pada siklus II. Dengan begitu hipotesis tindakan pada penelitian perbaikan pembelajaran yang diajukan oleh guru yaitu penerapan metode diskusi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia pada siswa kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan dapat diterima.

Kata kunci : metode diskusi, pelajaran ips, minat dan hasil belajar

PENDAHULUAN

Kondisi pembelajaran IPS saat ini masih banyak diwarnai dengan menggunakan model pembelajaran konvensional seperti metode ceramah yang mengakibatkan siswa cenderung pasif sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan.

Dari hasil awal pengamatan, nilai dalam mata pelajaran IPS mengenai materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia di kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan terlihat masih terlihat rendah. Banyak siswa yang nilai hasil belajarnya masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 69. Berikut tabel nilai (lihat lampiran 7) KKM pada prasiklus :

Tabel 1.

Nilai pada Prasiklus

No Kriteria Ketuntasan Minimal Prasiklus
siswa presentase
1 £ 69

belum tuntas

19 70,37%
2 ³ 69

tuntas

8 29,63%
Jumlah 27 100%

Dari analisis permasalahan di kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan tersebut terdapat beberapa masalah yang muncul ketika pembelajaran berlangsung  diantaranya :

  1. Siswa kurang menguasai materi pelajaran.
  2. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran.
  3. Hasil belajar siswa masih rendah.

Dengan latar belakang permasalahan tersebut, guru mengambil fokus penelitian dengan judul “Peningkatan minat dan hasil belajar melalui metode diskusi  dalam pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia pada siswa kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan.”

Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas pada siswa kelas VIB Sekolah Dasar Negeri Pasir Wetan dalam pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia adalah sebagai berikut :

  1. “Apakah penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan minat belajar siswa?”
  2. “Apakah penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa?”

Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok siswa, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban/penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada.

Metode diskusi merupakan suatu metode pengajaran yang mana guru memberi suatu persoalan atau masalah kepada murid, dan para murid diberi kesempatan secara bersama-sama untuk memecahkan masalah itu dengan teman-temannya. Dalam diskusi murid dapat mengemukakan pendapat, menyangkal pendapat orang lain, mengajukan usul-usul, dan mengajukan saran-saran dalam rangka pemecahan masalah yang ditinjau dari berbagai segi.

Sukardi (1987) mengemukakan bahwa minat belajar adalah suatu kerangka mental yang terdiri dari kombinasi gerak perpaduan dan campuran dari perasaan, prasangka, cemas dan kecenderungan – kecenderungan lain yang biasa mengarahkan individu pada suatu pilihan tertentu.

Proses belajar merupakan suatu aktivitas psikis / mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan – perubahan yang relatif konstan dan berbekas. Perubahan perilaku ini merupakan hasil belajar yang mencakup yang mencakup ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. (Suprayekti, 2003).

Hasil belajar adalah angka yang diperoleh siswa yang telah berhasil menuntaskan konsep – konsep mata pelajaran sesuai dengan ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

IPS adalah bidang studi yang mempelajari dan menelaah serta menganalisis gejala dan masalah sosial di masyarakat ditinjau dari berbagai aspek kehidupan secara terpadu. Pemberian mata pelajaran IPS di SD diarahkan untuk mempersiapkan siswa sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan ( knowledge ), ketrampilan ( skills ), sikap dan nilai ( attitudes and values ) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga negara yang baik.

Dunia memiliki enam benua yaitu Benua Asia, Australia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Antartika. Ada empat samudera yang ada di dunia yaitu Samudera Hindia, Pasifik, Atlantik dan Arktik. Empat negara terbanyak penduduknya di dunia adalah RRC, India, Amerika Serikat dan Indonesia. Negara yang mendapat julukan macan asia adalah Jepang dan Korea.

Setiap negara memiliki kenampakan alam dan buatan yang menjadi ciri khas masing-masing negara yang disebut keajaiban dunia, diantaranya adalah Tembok Raksasa (RRC), Taj Mahal (India), Menara Eiffel (Perancis), Menara Pisa (Italia), Ka’bah (Saudi Arabia), Piramida (Mesir), Patung Liberty (Amerika) dan lain-lain.

Puncak tertinggi di dunia adalah Mount Everest (Asia). Gunung api tertinggi di dunia adalah Gunung Kilimanjaro (Afrika). Sungai terpanjang di dunia adalah Sungai Nil. Sungai Hwang Ho disebut juga Sungai Kuning (Yellow River). Gurun Gobi terdapat di Cina. Gurun terluas di dunia adalah Gurun Sahara (Afrika). Danau terkenal di Australia adalah Danau Eyre. Negara penghasil emas terbesar di dunia adalah Afrika Selatan. Julukan negara Belanda adalah Negara Kincir Angin. Negara penghasil kopi terbesar adalah Brasil. Terusan Suez menghubungkan Laut Tengah dengan Laut Merah. Terowongan yang menghubungkan Swiss dengan Italia adalah Terowongan Simplan.

Berdasarkan kajian teori di atas, maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut: “Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan minat belajar dalam pelajaran IPS pada siswa kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan”

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran IPS tentang Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara di Dunia melalui metode diskusi dilakukan di kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan dengan jumlah  siswa 27 anak terdiri dari 13 siswa perempuan dan 14 siswa laki – laki.

Teknik Pengumpulan Data, Penelitian tindakan kelas mata pelajaran matematika tentang geometri  melalui metode Demonstrasi, tes tertulis dan non tes pengamatan. Validasi data dianalisis dari penilaian prasiklus atau kondisi awal, siklus I dan siklus II. Penilaian nilai tiap siklus tersebut dibandingkan untuk menentukan sejauh mana peningkatan yang dicapai setelah pembelajaran berlangsung pada tiap siklus, dalam hal ini data dianalisis secara kuantitatif. Sedangkan validasi data untuk mengetahui sejauh mana peningkatan minat belajar siswa diperoleh  melalui pengamatan secara langsung.

Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai tes evaluasi antar siklus maupun dengan pengamatan secara langsung. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar data dianalisis secara kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif akan dianalisis secara deskripsi dalam bentuk tabel, gambar atau grafik. Sedangkan data kualitatif dianalisis dalam bentuk narasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Prasiklus

Sebagai gambaran kondisi awal siswa, guru melakukan evaluasi prasiklus. Hasil evaluasi saat prasiklus masih rendah dengan nilai rata – rata 67,70 sementara KKM yang dicapai yaitu 69  (lihat lampiran 7). Maka didapat tabel dan diagram ketuntasan siswa seperti berikut :

Tabel 3.

Hasil Evaluasi Siswa pada Prasiklus

No Kriteria Ketuntasan Minimal Prasiklus
Siswa presentase
1 £ 69

belum tuntas

19 70,37%
2 ³ 69

tuntas

8 29,63%
Jumlah 27 100%

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru melakukan pengamatan terhadap minat belajar siswa yang dapat digambarkan dalam tabel dan diagram berikut ini :

Tabel 4.

Minat Belajar Siswa pada Prasiklus

No Uraian Prasiklus I Keterangan
Siswa presentase
1 Aktif 7 25,93%
2 Pasif 20 74,03%

Deskripsi Siklus I

Perbaikan pembelajaran melalui metode diskusi pada siklus I dilakukan berdasarkan dari hasil pembelajaran prasiklus pada materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia. Pada akhir kegiatan, guru melakukan tes evaluasi tertulis dan diperoleh data (lihat lampiran 8) dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 5.

Hasil Evaluasi Siswa pada Siklus I

No Kriteria Ketuntasan Minimal Siklus I
Siswa presentase
1 £ 69

belum tuntas

11 40,74%
2 ³ 69

Tuntas

16 59,26%
Jumlah 20 100%

Pada siklus I, siswa yang telah tuntas yaitu 59,26% sebanyak 16 anak. Sedangkan siswa yang belum tuntas yaitu 40,74% sebanyak 11 anak yang berarti sudah menunjukkan peningkatan hasil belajar seperti yang digambarkan pada diagram ketuntasan siswa diatas. Guru juga melakukan pengamatan terhadap minat siswa dengan hasil seperti dibawah ini :

Tabel 6.

Minat  Belajar Siswa pada Siklus I

No Uraian Siklus I Keterangan
Siswa presentase
1 Aktif 14 51,86%
2 Pasif 13 48,14%

Dari hasil analisis terdapat peningkatan hasil belajar  antara prasiklus dengan nilai rata – ratanya adalah 64,55 dibandingkan siklus I dengan nilai rata – ratanya adalah 69,25. Dari data tersebut, dapat digambarkan grafik perbandingan antara prasiklus dengan siklus I sebagai berikut :

masitoh

Gambar 1.

Diagram Perbandingan Nilai Rata – Rata antara Prasiklus dengan Siklus I

Deskripsi Siklus II

Perbaikan pembelajaran pada siklus II dilakukan melalui metode diskusi, dimana merupakan perbaikan pembelajaran dari hasil pembelajaran pada siklus I. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun berdasarkan pengamatan pada siklus I.

Pada akhir kegiatan, guru melakukan tes formatif. Dari tes tersebut diperoleh data hasil belajar siswa (lihat lampiran 9) sebagai berikut :

Tabel 7.

Hasil Evaluasi Siswa pada Siklus II

No Kriteria Ketuntasan Minimal Siklus II
Siswa presentase
1 £ 69

belum tuntas

4 14,81%
2 ³ 69

Tuntas

23 85,19%
Jumlah 27 100%

Pada siklus II, siswa yang telah tuntas yaitu 85,19% sebanyak 23 anak. Sedangkan siswa yang belum tuntas yaitu 14,81% sebanyak 4 anak, seperti yang digambarkan dalam grafik ketuntasan siswa sebagai berikut :

Dalam siklus II ini, guru melakukan pengamatan terhadap minat siswa yang dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam diskusi, tanya jawab seperti terlihat dalam tabel dan diagram berikut :

Tabel 8.

Minat Belajar Siswa pada Siklus II

No Uraian Siklus II Keterangan
Frekuensi Persentase
1 Aktif 25 92,59%
2 Pasif 2 7,41%

Setelah dilakukannya perbaikan pembelajaran pada siklus II, terdapat peningkatan hasil belajar yang digambarkan pada grafik perbandingan antara siklus I dengan siklus II sebagai berikut :

Gambar 2

Diagram Perbandingan Nilai Rata – Rata antara Siklus I dengan Siklus II

Pembahasan

Hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II ternyata menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang meningkat setiap siklus. Berikut uraian dari tiap siklus :

  1. Prasiklus

Pada saat prasiklus dengan masih menggunakan metode ceramah terlihat kurangnya prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil belajar siswa dimana hanya 8 anak atau 29,63%  yang tuntas sesuai nilai KKM yang sudah ditentukan yaitu 69. Dan 19 anak atau 70,37% yang belum sepenuhnya tuntas. Sedangkan minat belajar siswa yang aktif hanya 7 anak atau 25,93% dan siswa yang pasif sebanyak 20 anak atau 74,07%.

  1. Siklus I

Dengan hasil prasiklus tersebut guru mencoba menggunakan metode lain yaitu metode diskusi untuk dapat mengubah cara belajar siswa yang monoton menjadi menarik dan meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa. Guru berusaha mencoba menerapkannya dengan menggunakan permainan teka-teki silang dalam kelompok untuk mempermudah diskusi antara siswa satu dengan yang lain. Meskipun belum terlihat signifikan namun metode diskusi ini mulai memperlihatkan keberhasilan yaitu dengan meningkatnya hasil belajar siswa dimana terdapat 16 anak atau 59,26% yang tuntas sesuai nilai KKM  dan 11 anak atau  40,74% yang belum tuntas. Sedangkan minat belajar siswa yang aktif sebanyak 14 anak atau 51,86% dan siswa yang pasif sebanyak 13 anak atau 48,14%.

  1. Siklus II

Pada siklus II ini, guru memberikan tugas dalam kegiatan inti untuk menyusun gambar benua berupa puzzle atau potongan gambar yang diacak untuk kemudian siswa menjawab pertanyaan sesuai dengan gambar yang disusunnya. Guru mencoba lebih memperdalam pembelajaran lama dengan yang baru untuk lebih memudahkan siswa memahami materi dan agar lebih menarik minat siswa dalam mempelajarinya. Kemudian siswa dalam kelompok saling berdiskusi mengenai proses – proses pembelajaran yang dilakukan mengenai materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-nagara di dunia.

Dan terbukti metode diskusi dengan media puzzle ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari pelajaran IPS. Dimana jumlah siswa tuntas sebanyak 23 anak atau 85,19% sedangkan siswa yang belum tuntas 4 anak atau 14,81%. Untuk minat belajar siswa juga meningkat dimana siswa yang aktif berjumlah 25 anak atau 92,59% sedangkan siswa yang pasif 2 anak atau 7,41%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu dari rata – rata 67,70 pada prasiklus dan 72,26 pada siklus I menjadi 80,89 pada siklus II.

masito

Dengan begitu hipotesis tindakan pada penelitian perbaikan pembelajaran yang diajukan oleh guru yaitu penerapan metode diskusi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia pada siswa kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan dapat diterima.

PENUTUP

Simpulan yang diperoleh dalam Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas, yaitu :

  1. Minat siswa terhadap pembelajaran IPS menjadi positif, tampak dari mimik wajah yang menunjukkan sikap antusias, gembira, aktif dan semangat serta tanggap sehingga pelajaran matematika tidak terasa membosankan. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode diskusi mampu meningkatkan minat belajar siswa dalam materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia.
  2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia mengalami peningkatan setelah dilaksanakannya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi pada siklus I dan siklus II.

Dalam penelitian tersebut diperoleh hasil sebagai berikut : pada Prasiklus terdapat 19 anak (70,37%) yang belum sepenuhnya tuntas dan yang tuntas 8 anak (29,63%). Sedangkan minat belajar siswa yang aktif berjumlah 7 anak (25,93%) dan siswa yang pasif sebanyak 20 anak (74,03%). Pada Siklus I terdapat peningkatan dimana 16 anak (59,26%)  yang tuntas dan 11 anak (40,74%) yang belum tuntas. Sedangkan minat belajar siswa yang aktif sebanyak 14 anak (51,86%) dan siswa yang pasif 13 anak (48,14%). Pada Siklus II terdapat peningkatan signifikan dimana siswa tuntas sebanyak  23 anak (85,19%) sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 4 anak (14,81%). Untuk minat belajar siswa juga meningkat dimana siswa yang aktif berjumlah 25 anak (92,59%) sedangkan siswa yang pasif berjumlah 2 anak (7,41%). Untuk Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari nilai rata – rata 67,70 pada prasiklus 72,26 pada siklus I menjadi 80,89 pada siklus II.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tindakan, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan metode diskusi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pelajaran IPS pada siswa kelas VIB SD Negeri Pasir Wetan khususnya mengenai materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, W Sri. 2014. Strategi Pembelajaran di SD. Tangerang. Universitas Terbuka

Asya’ri,dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. Gelora Aksara Pratama

http://www.kajianteori.com/2012/10/minat-belajar.html

http://www.kajianpustaka.com/2013/2F01/metode-diskusi-dalam-belajar.html

BIODATA PENULIS

Nama                                                   : Masitoh, S.Pd

NIP                                                       : 19620520 198608 2 004

Pangkat/Golongan                            : Pembina/IVa

Jabatan                                                : Guru Kelas VI

Unit Kerja                                           : SD Negeri Pasir Wetan




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *