MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH MELALUI METODE PERMAINAN MELOMPATI KARDUS SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 WONOKERTO SEMESTER 2 TAHUN 2014/2015

 

Nama Lengkap                        :  Sukisto,S.Pd

Jenis Kelamin                          :  Laki-laki

NIP                                         : 19660712 200604 1 010

Pangkat / Golongan                :  Penata, III/c

Jenis Guru                               :  Guru PJOK

Sekolah                                   :  SMP Negeri 1 Wonokerto

Alamat Sekolah                      :  Jl. Wonokerto Kulon, Desa Wonokerto Kulon

Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi lompat jauh. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil pembelajaran, dari siklus I ke siklus II sebesar 32,35% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 35,29%, kenaikan total 67,64%. Dan juga adanya peningkatan motivasi siswa pada siklus I tampak ada kenaikan dari jumlah skor atau prosentasenya, yaitu pada siklus I motivasi siswa mencapai 74,26% setelah siklus II naik menjadi 88,23% jadi ada kenaikan sebesar 13,97%. Untuk Hasil wawancara siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode permainan hasilnya berhasil sebab 98,23% siswa menjawab ya. Hal ini terbukti bahwa respon positif siswa kelas VIII-7 SMP Negeri I Wonokerto semester 2 tahun 2014/2015 sangat tinggi. Untuk itu terbukti bahwa dengan menggunakan metode permainan melompati kardus dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 1 Wonokerto semester II tahun 2014/2015 pada materi lompat jauh.

Kata Kunci: Metode permainan melompati kardus, Hasil belajar, Motivasi

PENDAHULUAN

Dalam cabang olahraga atletik, khususnya nomor lompat jauh adalah nomor yang relatif sederhana dibandingkan dengan nomor lompat lainnya yaitu: lompat tinggi, lompat jangkit sampai dengan nomor yang paling komplek yaitu lompat tinggi galah. Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) tingkat SMP hanya memuat materi nomor lompat jauh, lompat tinggi, dan lompat jangkit.Walaupun lompat jauh termasuk jenis olahraga lompat yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan, kenyataannya hasil yang dicapai siswa khususnya kelas VIII-7 SMP Negeri 1 Wonokerto masih kurang memuaskan rata-rata kelas masih mencapai 70,88, yang tuntas baru 10 siswa (29,41%)  dan yang tidak tuntas 24 siswa (70,58%)  padahal yang diharapkan minimal 85% tuntas KKM.. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari hasil belajar lompat jauh yang dicapai siswa masih rendah nilai hasil belajarnya masih ada yang di bawah standar ketuntasan belajar minimal 75, pada hasil tes awal praktek lompat jauh putra rata-rata baru mencapai 2,5 m, dan putri rata-rata baru mencapai 1,7 m padahal yang diharapkan putra bisa mencapai 3 m atau lebih , sedangkan putri bisa mencapai 2 m atau lebih, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) pada siswa SMP Negeri 1 Wonokerto khususnya nomor lompat jauh, ada beberapa permasalahan yang mengakibatkan hasil belajar siswa kurang memuaskan. Adapun beberapa permasalahan tersebut antara lain adalah:

1.kemampuan fisik siswa terutama kekuatan otot kaki bagian bawah sangat rendah

2.kurangnya model-model pembelajaran yang dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa

3.kurangnya komunikasi antara guru dan siswa, sehingga pembelajaran hanya terpusat pada guru saja tidak ada timbal baliknya

4.kemampuan motorik atau gerak siswa masih rendah sehingga menyulitkan siswa untuk melakukan gerakan, guru dalam membelajarkanya masih sebatas pada teori yang pernah didapat pada guru-guru terdahulu dan hasil dari perkuliahan.

Terkait dengan hal tersebut di atas, maka dibutuhkan Penelitian  mengenai metode yang tepat untuk pembelajaran Penjasorkes khususnya nomor lompat jauh..  Metode yang akan digunakan adalah metode permainan melompati kardus. Melali metode  ini diharapkan akan didapat solusi atau jawaban tentang metode pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan lompat jauh kepada siswa SMP, khususnya bagi siswa SMP Negeri 1 Wonokerto.

Pendekatan dengan permainan adalah model yang akan digunakan dalam penelitian ini, khususnya untuk nomor lompat jauh gaya jongkok. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan bagi siswa, dengan bermain siswa tidak merasakan lelah ataupun terbebani dalam melakukan aktivitas. Dalam olahraga atletik yang mengasyikkan bukan mengejar permaianan yang menyenagkan saja namun tetap fokus pada materi pokoknya. Di sini siswa dalam melakukan gerakannya walaupun penuh kegembiraan dan keceriaan, tujuan dari proses pembelajarannya tetap tercapai.

Metode yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran lompat jauh dengan strategi pendekatan perrmainan melompati rintangan. Adapun rintangan yang digunakan adalah kardus yang tidak terpakai lagi  yang berukuran panjang 35 cm dan tinggi 25 cm. Dengan menerapkan metode permainan melompati kardus ini siswa akan lebih tertarik untuk melakukan materi pembelajaran, sehingga diharapkan kualitas belajarnya akan meningkat.

Berdasarkan latar belakang masalah maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut:

1.Apakah melalui metode permaianan melompati kardus pada lompat jauh gaya jongkok dapat meningkatkan motivasi  pelajaran Penjasorkes ?

2.Apakah melalui metode permaianan melompati kardus pada lompat jauh gaya jongkok dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes ?

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar pelajaran Penjasorkes melalui metode permaianan melompati kardus pada materi lompat jauh gaya jongkok.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Lompat Jauh

Lompat Jauh termasuk salah satu nomor lompat, dalam olahraga atletik. Lompat Jauh baik teknis maupun pelaksanaannya berbeda dengan lompat tinggi. Menurut Mochamad Djumidar A.Widya (2002: 58) pengertian lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat atau lambat dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan dua kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik.  Menurut Eddy dkk (2011: 93) lompat jauh adalah nomor yang sederhana dan paling sederhana dibandingkan nomor-nomor lapangan lainnya.Menurut Sarjianto dkk (2010: 122 – 123) untuk lompat jauh gaya jongkok sikap badan di udara jongkok, badan dibulatkan, kedua lutut ditekuk, kedua tangan lurus ke depan.

Hakekat Pendidikan Jasmani

Pendidikan Jasmani olah raga dan kesehatan disingkat penjasorkes.             Penjasorkes merupakan istilah yang terdapat di dalam kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Istilah ini pada tahun 1983 oleh MPR dinamakan pendidikan jasmani dan olahraga. Kemudian pada tahun 1987 berdasarkan surat keputusan Mendikbud 413/U/1987 istilah Pendidikan Olahraga dan Kesehatan diubah menjadi Pendidikan Jasmani.

Berdasarkan ruang lingkup kegiatannya maka pendidikan jasmani lebih luas dari olahraga, karena dalam pendidikan jasmani juga meliputi olahraga (sport), games, bermain (play) dan segala aktivitas untuk mengembangkan kualitas manusia melalui gerak. Dalam pendidikan jasmani (Physical Education) mempunyai unsur bermain dan olahraga, tetapi tidak semata-mata hanya bermain dan olahraga saja melainkan kombinasi keduanya. Dengan nama pendidikan jasmani aktivitas fisik berorientasi pada tujuan pendidikan, yaitu mencoba melakukan kegiatan mendidik melalui aktivitas fisik, akan tetapi pada kegiatan bermain dan olahraga tidak berorientasi pada tujuan pendidikan.

Konsep Belajar Keterampilan Gerak

Konsep belajar ketrampilan gerak dapat berupa gagasan dan prinsip yang berhubungan dengan gerak. Gagasan dan prinsip ini benar-benar bersifat kognitif dan dapat diterapkan pada konteks atau situasi yang berbeda. Menurut Samsudin (2008: 27) terdapat enam katagori konsep gerak yang berguna dalam pendidikan jasmani yang harus tercakup dalam pengajaran konsep, yaitu : rangkaian aksi (action words), kualitas gerak (movement qualities), prinsip gerak (movement principles), strategi gerak (movement strategies), pengaruh gerak (movement effects), emosi gerak (movement affects).

Pengertian Belajar

Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap.Menurut Dikdik Zafar Sidik (2010: 63) latihan lompat melewati rintangan merupakan unsur yang penting dari latihan lomba dalam atletik. Rintangan yang dianjurkan untuk latihan lompat jauh adalah dengan beberapa kardus. Keuntungan rintangan dari kotak-kotak kardus adalah tidak akan menyebabkan siswa cidera atau luka, sehingga akan membuat siswa merasa aman untuk melakukannya.Jadi tuntutan tehnik dasar lari cepat sudah lebih difasilitasi lagi, yaitu anak terbiasa untuk mengangkat lutut sewaktu berlari (Samsudin, 2008: 71).

Saidihardjo (2004: 13) menyatakan bahwa mengajar pada hakekatnya adalah membimbing kegiatan siswa belajar, aktivitas belajar  ada pada siswa bukan pada guru.  Dengan demikian, mengajar adalah mengatur dan mengkondisikan lingkungan belajar siswa sehingga terjadi interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Peranan guru sebagai pengajar merencanakan, melaksanakan, mengorganisasi, dan mengawasi proses belajar siswa.

Menurut Standar Nasional Pendidikan 2005 dalam Suharsimi Arikunto dkk (2006: 1 – 2) sepuluh kompetensi guru disempurnakan menjadi empat kompetensi, yaitu:

1.kepribadian,

2.profesional

3.kependidikan,

4.sosial

Konsep Dasar Model Pembelajaran dengan Pendekatan Permainan

Kegiatan bermain merupakan suatu kegiatan yang sangat diperlukan oleh setiap manusia tanpa memandang usia manusia tersebut. Khususnya untuk anak­-anak kegiatan bermain merupakan suatu kegiatan yang bersifat sangat penting, sebab melalui kegiatan bermain potensi yang dimiliki oleh anak dapat tergali secara optimal.

Model Permainan Lompat Jauh Gaya Jongkok

Dalam penelitian ini ada tiga model permainan yang digunakan dalam pendekatan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok yaitu: model permainan melewati beberapa kardus, model permainan koordinasi, model permainan sistem sirkuit

Pengertian Motivasi Belajar Siswa

Motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar (Dalyono, 2005:55). Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Tujuan adalah yang membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto, 2007 : 61). Abin Syamsuddin (2009: 37)  mengatakan bahwa motivasi adalah suatu kekuatan atau tenaga atau daya; atau suatu keadaan kompleks

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilakuakan  di SMP Negeri 1 Wonokerto, lokasi di Jalan Wonokerto Kulon, Desa Wonokerto Kulon  Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Termasuk di daerah yang dekat dengan pantai utara. Waktu penelitian selama 3 bulan yaitu mulai bulan  Maret – Mei  2015 pada semester 2..

Subjek penelitian ini adalah siwa kelas VIII-7 dengan jumlah 34 siswa. Yang terdiri dari  laki-laki 19 siswa dan perempuan 15 siswi. Kondisi kelas ini sangat heterogen baik tingkat  kecerasan maupun sosial ekonominya.

Sumber data berasal dari Guru berupa hasil observasi aktivitas siswa dan hasil observasi aktivitas guru. Sedangkan sumber data yang lain berasal dari siswa yaitu berupa hasil belajar lompat jauh dari siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 1 Wonokerto Kab. Pekalongan.

Teknik tes, artinya untuk mengumpulkan data kuantitatif yang berupa nilai lompat jauh gaya jongkok yang didapat melalui tes melompat dilaksanakan oleh guru menilai selama proses pembelajaran.

Data yang telah diperoleh dilapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan  dengan cara peneliti bersama kolaborator merefleksi hasil observasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa di dalam kelas.  Data kualitatif dalam catatan lapangan diolah menjadi kalimat-kalimat yang bermakna dan dianalisis secara kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan secara berturutan  yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan berhasil apabila :Siswa bisa menuntaskan KKM (75) minimal 85% dari semua siswa kelas     VIII-7 yang berjumlah 34 siswa., Motivasi siswa rata-rata telah mencapai skor B (baik) yaitu antara 70-85%.

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dilakukan dengan 2 siklus, di mana masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

PEMBAHASAN

Pada kegiatan pembahasan antar siklus ini akan ditampilkan perolehan tindakan mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II hasilnya adalah:

1.Hasil Ulangan Antar Siklus

 

 

 

 

 

 

Pembahasan: berdasarkan tabel 1 di atas hasil yang dicapai siswa pada Pra siklus, siklus pertama dan kedua, sangat jelas sekali adanya peningkatan hasil dan kualitas pembelajaran yang dicapai. Dengan demikian tindakan proses belajar lompat jauh khususnya lompat jauh gaya jongkok dengan strategi pendekatan permainan dengan melompati kardus yang diberikan pada siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 1 Wonokerto dapat dikatakan berhasil yaitu adanya peningkatan hasil pembelajaran, dari siklus I ke siklus II sebesar 32,35% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 35,29%, Kenaikan total 67,64%.

Setelah dilakukan evaluasi terhadap tindakan kelas yang telah dilaksanakan selama dua siklus, dapat dilaporkan segi-segi penelitian yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan segi-segi lain yang dianggap kurang memenuhi harapan. Tindakan yang telah menunjukkan kualitas sesuai dengan harapan kiranya dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Sedangkan tindakan yang kurang berhasil diharapkan menjadi bahan telaah untuk perbaikan dan penyempurnaan.

 

 

 

 

 

 

 

2.Hasil Observasi Aktifitas Antar Siklus

1.Hasil Observasi Aktifitas Antar Siklus Terhadap Guru

 

 

 

 

Dari hasil observasi aktifitas guru terlihat ada kenaikan semangat mengajar melakukan metode permaianan melompati kardus pada siklus I tampak ada kenaiakan dari juklah skor atau prosentasenya, yaitu pada siklus I Aktivitas Guru mencapai 58,33% setelah siklus I naik menjadi 93,33% jadi ada kenaiakn sebesar 35%. Kesimpulanya ada kenaikan dan hasilnya Sangat Baik.

 

 

 

 

 

 

3.Hasil Observasi Motivasi Siswa

 

 

 

 

Dari hasil tabel 3 diatas observasi siswa terlihat ada kenaikan motivasi belajar melakukan metode permaianan melompati kardus pada siklus I tampak ada kenaikan dari jumlah skor atau prosentasenya, yaitu pada siklus I motivasi siswa mencapai 74,26% setelah siklus II naik menjadi 88,23% jadi ada kenaikan sebesar 13,97%. Kesimpulanya ada kenaikan dan hasilnya sangat tinggi.

 

 

 

 

 

Untuk mendukung validitas data maka disajikan hasil wawancara  siswa terhadap jalannya pembelajaran dengan menggunakan metode permainan melompati kardus. hasil wawancara siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode permainan hasilnya berhasil sebab 98,23% siswa menjawab ya. Hal ini terbukti bahwa respon positif siswa kelas VIII-7 SMP Negeri I Wonokerto semester 2 tahun 2014/2015 sangat tinggi.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perolehan tindakan dalam bab IV diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:

Melalui metode permaianan melompati kardus pada lompat jauh gaya jongkok dapat meningkatkan motivasi belajar Penjasorkes. Hal ini terbukti dari hasil observasi motivasi siswa terlihat ada kenaikan motivasi belajar melakukan metode permainan melompati kardus pada siklus I tampak ada kenaikan dari jumlah skor atau prosentasenya, yaitu pada siklus I motivasi siswa mencapai 74,26% setelah siklus II naik menjadi 88,23% jadi ada kenaikan sebesar 13,97%. Kesimpulanya ada kenaikan dan hasilnya sangat tinggi.

Melalui metode permaianan melompati kardus pada lompat jauh gaya jongkok dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes.Hal ini terbukti dari hasil yang telah dilaksanakan dan hasil yang dicapai siswa pada Pra siklus, siklus pertama dan kedua,  sangat jelas sekali adanya peningkatan hasil dan kualitas pembelajaran yang dicapai. Dengan demikian tindakan proses belajar lompat jauh khususnya lompat jauh gaya jongkok dengan strategi pendekatan permainan dengan melompati kardus yang diberikan pada siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 1 Wonokerto dapat dikatakan berhasil yaitu adanya peningkatan hasil pembelajaran, dari siklus I ke siklus II sebesar 32,35% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 35,29%, kenaikan total 67,64%.

Hasil wawancara siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode permainan hasilnya berhasil sebab 98,23% siswa menjawab ya. Hal ini terbukti bahwa respon positif siswa kelas VIII-7 SMP Negeri I Wonokerto semester 2 tahun 2014/2015 sangat tinggi.

Implikasi

Proses pembelajaran lompat jauh dengan metode permainan melompati kardus memberi implikasi terhadap meningkatnya kualitas pembelajaran lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VIII-7 SMP Negeri I Wonokerto. Dengan meningkatnya kualitas pembelajaran lompat jauh gaya jongkok mendorong siswa lebih termotivasi untuk melakukan lompatan lebih baik lagi. Dengan demikian dapat disimpulkan jika ingin meningkatkan kualitas pembelajaran lompat jauh gaya jongkok maka dapat dilakukan dengan strategi metode permainan melompati kardus.

Saran

Setelah disimpulkan dari hasil penelitian ini, maka perlu kiranya dibuat saran-saran untuk menjadi perhatian dalam menetapkan kebijaksanaan yang berhubungan dengan mutu pembelajaran, khususnya bidang studi Penjasorkes. Saran-saran tersebut adalah sebagai berikut:

Kepada guru Penjasorkes, bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan permainan melompati kardus dapat digunakan sebagai alternatif dalam memilih dan menetapkan strategi atau metode pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Hal ini akan memberikan keuntungan diantaranya: bahan atau alat yang digunakan yakni kardus banyak dijumpai dimana-mana dan tidak membahayakan bagi siswa, kesempatan bergerak setiap siswa akan lebih banyak, dan dapat menumbuhkan gairah dan semangat serta tidak mudah membuat siswa jenuh dan membosankan dalam melakukan aktivitas dilapangan.

Kepada lembaga khususnya sekolah bahwa proses pembelajaran dengan strategi pendekatan permainan melompati kardus dapat meningkatkan kualitas pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dan dapat dijadikan salah satu model pembelajaran Penjasorkes, mengingat banyak keuntungan dan manfaat yang diperoleh baik bagi guru maupun bagi siswa dalam  proses belajar lompat jauh gaya jongkok.

Agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien, peneliti mengharapkan kepada guru Penjasorkes dapat mencoba strategi pendekatan permainan melompati kardus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran  lompat jauh gaya jongkok. Metode ini juga dapat merangsang siswa dengan banyak variasi-variasi untuk melakukan melompati kardus, sehingga siswa merasa senang dan tujuan pembelajaran cepat tercapai dengan baik.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kemmis, Stephen & Mc. Taggart, Robin. (l988). The Action Research Planner. Victoria:  Deakin University.

Martinis Yamin. (2004). Strategi Pembelajaran Berbasis Kompeten. Jakarta: Gaung  Persada Press.

Mayke S. Tedjasaputra. (2007). Bermain, Mainan, dan Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: PT. Grasindo.

Mochamad Djumidar A. Widya. (2002). BelajarBerlatih Gerak-Gerak  Dasar Atletik  dalam Bermain.Jakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan  Universitas Negeri Jakarta.

Montague, Earl J. (l987). Fundamentals of Secondary Classroom Instruction. Columbus, Ohio: Merrill Publishing Company.

Moura, N.A., & Paula Moura, T.F. (2001). IAAF New Studies in Athletics (The IAAF Technical Quarterly), 16:4; 51-61, 2001.

Naskah Standar Pembelajaran Pendidikan Jasmani SMP. (2003). Azas dan Falsafah Penjas. Jakarta: Depdiknas.

Purnomo, Eddy. Dkk. (2011) Dasar-Dasar Gerak Atletik. Alfamedia. Yogyakarta.

Samsudin (2008). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan SMA/ MA. PT. Fajar Interpratama. Jakarta.

Slameto.(2003). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Subandono. (2006). Perbedaan Pengaruh Latihan Plyometrics Dan Fleksibilitas Togok Terhadap Peningkatan Prestasi Lompat Jauh. Tesis magister, tidak diterbitkan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.

Sujarwadi dan Dwi Sarjiyanto. (2010) Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan untuk SMP. Kementrian Pendidikan Nasional. Jakarta

Supriyono. (2006). Pengaruh Latihan Plyometrics Dan Power Otot-Otot Tungkai Terhadap Prestasi Lompat Jauh. Tesis magister, tidak diterbitkan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.

Tadkiroatun Musfiroh. (2008). Cerdas Melalui Bermain (Cara Mengasah Multiple Intelligence pada Anak Sejak Usia Dini). Jakarta: PT. Grasindo.

Yoyo Bahagia dkk. (2000).  Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Zafar Sidik, Dikdik. (2010) Mengajar dan Melatih Atletik. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *