MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG NILAI TEMPAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS II SDN 2 PANCURENDANG UNIT PENDIDIKAN KEC. AJIBARANG

BIODATA PENULIS

Nama              :  SUPARYATI, S.Pd.SD.

NIP                 : 19601105 198304.2.007

Unit Kerja      : SDN 2 PANCURENDANG

Abstraksi

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai tempat pada pelajaran matematika. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SDN 2 Pancurendang semester I tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 20 anak. Pelaksanaan penelitian melibatkan kepala sekolah sebagai kolaborator karena peneliti merupakan guru kelas 2. Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi :

1) perencanaan,

2) pelaksanaan tindakan

3) observasi,

4) refleksi dalam setiap siklus. Data yang diperoleh melalui observasi (pengamatan) , angket, wawancara, dokumen serta tes.

Penelitian dilaksanakan 2 siklus. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Dengan menggunakan metode demonstrasi, ternyata mampu meningkatkan pemahaman  tentang nilai tempat pada siswa kelas II SDN Pancurendang sekaligus meningkatkan prestasi hasil belajar yaitu pada siklus I rata rata 66 dan ketuntasan belajar sebesar 60%, dan pada siklus II telah memperoleh nilai rata rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 95%,

Kata Kunci :  Nilai Tempat, Metode Demonstrasi, Pemahaman dan hasil belajar

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akal fikiran/rasional mereka sebagai  Jawaban dalam menghadapi berbagai  masalah yang timbul di masa yang akan datang. Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pendidikan yang baik kita akan mudah mengikuti perkembangan zaman di masa yang akan datang.

Sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi kehidupan, akan membawa sikap mental tingkah laku anak didik. Hal ini merupakan proses yang secara alami munculnya suatu permasalahan yang baru dalam unit pendidikan. Sehingga dalam penyampaian materi pelajaran dituntut untuk selalu menyesuaikan dengan kondisi anak sekarang. Perlu diketahui bahwa pendidikan kemarin, sekarang dan yang akan datang banyak perubahan. Guru yang selalu menggunakan metode monoton, artinya dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami perubahan karena adanya perubahan kondisi, mereka akan mengalami permasalahan yang yang tidak mereka sadari. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik harus mau tahu akan kebutuhan anak didik, terutama dalam pelayanan dan penyampaian materi pelajaran. Sehingga sangat perlulah sebagai pendidik mengadakan variasi metode pengajarannya. Manakah yang lebih tepat untuk menyampaikan materi supaya hasil proses belajar mengajar berhasil maksimal.

Perubahan pengajaran tidak harus disertai dengan pemakaian perlengkapan uang serba hebat, tetapi lebih menekankan pada pengembangan cara-cara baru belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Pembelajaran akan efektif bila guru dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi di kelasnya, kemudian menganalisa dan menentukan factor-faktor yang diduga menjadi penyebab utama, yang selanjutnya menentukan tindakan pemecahannya.

Tuntutan peningkatan kualitas professional guru belum memenuhi syarat yang diinginkan atau diharapkan, karena antara petunjuk perlaksanaan yan sudah ada banyak terdapat kendala bagi para pelaksana pendidikan utamanya guru terbukti dengan dampak yang dilapangan antara lain:

1.Keterampilan anak didik masih sangat rendah, terutama tentang

-keterampilan

-menghitung

2.Tingkat pengetahuan dan prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika lebih rendah dari mata pelajaran yang lain.

3.Suasana belajar kurang dinamis.

Permasalahan di atas disebabkan oleh dominasi guru masih tinggi, peran guru dalam proses belajar mengajar sebagai penyebar ilmu krang berperan sebagai fasilitator, guru masih banyak bergantung pada buku, guru masih dominan menggunakan ceramah dan mencatat, guru kurang mengoptimalkan bekerja bersaman-sama dan siswa dianggap lulus tes atau dapat mengerjakan tes tanpa memperhatikan aspek lain seperti kejujuran, pengendalian diri, penghargaan kepada orang lain, dan kemampuan bekerja sama.

Demikian gambaran situasi pembelajaran saat ini yang terjadi di lapangan khususnya pembelajaran di Sekolah Dasar. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses pembelajaran dari segi hasil. Dari segi peoses pembelajaran dikatakan berhasil apabila seluruhnya atau setidaktidaknya sebagaian besar (70%) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun social dalam proses pembelajaran di samping menunjukkan kegairahan belajar tinggi, semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri yang tinggi. Sedangkan dari segi hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan-perubahan perilaku yang positif dari peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (70%)

Metode mengajar banyak sekali jenisnya, disebabkan oleh karena metode ini dipengaruhi oleh beberapa factor misalnya : tujuan yang berbagai jenis dan fungsinya, tingkat kematangan siswa yang berbeda, situasi yang berbagai keadaan, pribadi guru dan kemampuan professional yang berbeda-beda. Karena itu sulit untuk memberikan satu klasifikasi yang jelas mengenai metode yang pernah dikenal di dalam pengajaran. Namun demikian ada sifat umum yang menjadi mungkin untuk mengadakan klasifikasi yang jelas tetapi fleksibel.

Di dalam kenyataan banyak factor yang menyebabkan tidak selalu dapat dipergunakan metode yang paling sesuai dengan tujuan, situasi dan lain-ain. Guru sering kali terpaksa menggunakan metode pilihan. Agar usaha pendidikan tidak sia-sia.

Berdasarkan hasil ulangan harian ke I mata pelajaran matematika dengan kompetensi dasar “Menentukan nilai tempat satuan, puluhan dan ratusan”, menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan materi. Dari 20 siswa di kelas II hanya 11 siswa yang mencapai tingkat penguasaaan materi sebesar 70% ke atas. Oleh karena itu, peneliti meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pembelajaran.Dari hasil diskusi tersebut, maka terungkap masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu “Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi”. Setelah penulis menganalisa dengan melakukan diskusi dan tukar pendapat dengan teman sejawat selaku pengamat, maka diketahui bahwa faktor penyebab siswa kurang menguasai materi yang diajarkan adalah:

1.Kurangnya perhatian siswa terhadap materi

2.Guru dalam menjelaskan materi terlalu cepat.

Mengingat permasalahan tersebut adalah masalah yang bermuara dari dan dirasakan oleh guru kelas, maka peneliti berupaya mencoba cara yang paling efektif dalam memperkenalkan konsep kepada anak didik mencari yang paling mudah, dekat dengan diri siswa sehingga pelajaran Matematika menjadi menyenangkan, maka dari itu penulis mengajukan penelitian dengan judul “Meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai tempat melalui metode demonstrasi pada siswa kelas II SDN 2 Pancurendang Unit Pendidikan Kecamatan  Ajibarang”.

Kajian Teoritis

Pembelajaran Matematika

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek anstrak dan dibangun melalui proses penalaran dedukatif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas.

Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyeledikan, eksplorasi dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah malalui pola piker dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui symbol, tabel, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten

Keterampilan Dasar Mengajar Matematika

Menurut Hasibuan dan Mujiono (1986) bahwa keterampilan mengajar dapat berupa: “

(1) keterampilan memberi penguatan (Reinforcement)

(2) keterampilan bertanya

(3) keterampilan menggunakan variasi

(4) keterampilan menjelaskan

(5) keterampilan membuka dan menutup pelajaran matematika.”

Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk mempertontonkan dan mempertunjukkan yaitu sebuah tindakan atau posedur yang digunakan.Metode ini disertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan pernyataan lisan (oral) atau peragaan (visual) secara tepat dalam Canei, 1986:38).Dari batasan ini, Nampak bahwa metode ini ditandai adanya kesengajaan untuk mempertunjukkan tindakan atau penggunaan prosesur yang disertai penjelasan, ilustrasi, atau  pernyataan secara lisan maupun visual.

Winarno mengemukakan bahwa metode demonstrasi adalah adanya seorang guru, orang luar yang diminta, atau siswa memperlihatkan suatu proses kepada seluruh kelas (Winarno, 1980:87). Batasan yang dikemukakan Winarno memberikan kepada kita, bahwa untuk mendemonstrasikan atau memperagakan tidak harus dilakukan oleh guru sendiri dan yang didemonstrasikan adalah suatu proses.

Penerapan Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa

Seorang guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menentukan konsep materi yang akan dipelajari siswa, mencari dan merumuskan masalah yang sesuai dengan konsep tersebut, serta merencanakan strategi pembelajaran yang cocok. Maka selama proses kegiatan belajar mengajar siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, siswa memperoleh pengalaman yang dapat membentuk ingatan yang kuat, siswa terhindar dari kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan, pertanyaanpertanyaan yang timbul dapat dijawab sendiri oleh siswa pada saat dilaksanakannya demonstrasi, apabila terjadi keraguan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru, kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki karena langsung diberikan contoh konkretnya.

Menurut Basyirudin Usman (2002:46) menyatakan bahwa keunggulan dari metode demonstrasi adalah perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat, menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan, karena siswa mengamati secara langsung jalannya demonstrasi yang dilakukan. Penggunaan metode demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pokok bahasan nilai tempat ratusan, puluhan dan satuan

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Tempat yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah SDN 2 Pancurendang Unit Pendidikan Kecamatan  Ajibarang

Waktu Penelitian

Waktu yang digunakan peneliti dalam melakasanakan penelitian tindakan kelas ini selama 2 siklus, yaitu pada tanggal 4, 11 Oktober 2016 dan 1,8 November 2016

Subjek Penelitian

Kelas II Semester I SDN Pancurendang  yang berjumlah 20 siswa pada Tahun Pelajaran 2016/2017

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan cara Teknik Tes dan Teknik Nontes

Teknik Analisis Data

Analisis nilai dilakukan dengan cara mencari nilai tertinggi, nilai terendah, dan rata-rata nilainya. Analisis data meliputi data nilai tes unjuk kerja siklus I dan tes unjuk kerja siklus II.

Selain itu juga dilakukan analisis deskripsi komparatif antara kondisi awal dengan kondisi akhir  siklus I, analisis deskriptif antara kondisi di akhir siklus I dengan kondisi akhir di siklus II, maupun analisis komparatif antara kondisi awal  dengan kondisi akhir siklus II. Kondisi di akhir siklus II merupakan kondisi akhir penelitian.

Indikator keberhasilan

Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran adalah ketuntasan belajar, keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, dan peningkatan nilai rata-rata hasil ulangan.

Untuk mengukur peningkatan hasil akhir pembelajaran adalah nilai rata-rata dari nilai kelas meningkat. Sedangkan KKM siswa untuk penelitian tindakan kelas ini adalah sebesar 70. Artinya, siswa akan dinyatakan tuntas belajar, jika nilai tes pemahaman siswa untuk materi nilai tempat mencapai nilai 70 ke atas.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Deskripsi Data Awal

Berdasarkan data yang diperoleh, kondisi awal penelitian tindakan kelas siswa kelas II SD Negeri 2 Pancurendang pada semester I tahun pelajaran 2016/2017, rata-rata hasil belajarnya rendah. Hasil belajar yang rendah itu mengindikasaikan tingkat pemahaman yang masih rendah. Rata-rata perolehan nilai masih belum memenuhi harapan yaitu dengan rata-rata nilai 63 dengan nilai ketuntasan belajar 40 %..

Deskripsi Per Siklus

Siklus I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari table di atas dapat kita lihat Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas II dalam memahami materi nilai tempat masih belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan pada

Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas diperoleh data hasil belajar siswa sudah cukup memuaskan yaitu ada 18 siswa telah memperoleh nilai 70 atau lebih dengan rata rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 95%, disamping itu tindakan guru dan aktivitas siswa sudah meningkat. Dengan  hasil penelitian pada siklus II menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas II dalam memahami materi nilai tempat sudah banyak mengalami pengingkatan yang bermakna atau signifikan. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini sudah tercapai.

Pembahasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas nampak 18 siswa telah mampu memahami materi nilai tempat melalui metode demonstrasi dan hampir seluruh siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I ke siklus II. Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa khususnya tentang nilai tempat.

Pada siklus perkembangan ketuntasan belajar yang mencapai indicator yang ditentukan. Hampir semua siswa terlibat aktif dalam melakukan demonstrasi. Dalam diskusi kelompok, hampir semua siswa sudah aktif dan tercipta kerja sama yang baik dalam menyelesaikan tugas. Dari hasil belajar diperoleh telah memperoleh nilai 70 atau lebih dengan rata rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 95%, ini berarti tingkat pemahaman siswa telah tercapai.

Gamabaran peningkatan pemahaman ini dapat kita lihat pada diagram berikut ini :

 

 

 

 

Kesimpulan dan Saran

 

Kesimpulan

Setelah adanya kegiatan tindakan kelas dapat ditarik kesimpulan sebagai  berikut:

  1. Dengan menggunakan metode demonstrasi, ternyata mampu meningkatkan pemahaman tentang nilai tempat pada siswa kelas II SDN Pancurendang pada semseter I tahun 2016/2017.
  2. Dengan meningkatnya pemahaman siswa kelas II SDN Pancurendang pada materi tentang nilai tempat, maka prestasi siswa pun juga ikut meningkat.
  3. Hasil belajar diperoleh pada siklus I rata rata 66 dan ketuntasan belajar sebesar 60%, dan pada siklus II telah memperoleh nilai 70 atau lebih dengan rata rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 95%,

Saran

Agar penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat, maka dikemukakan saran-saran berikut ini:

  1. Diharapkan rekan-rekan guru menerapkan metode ini dan melakukan penelitian serupa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
  2. Pembelajaran dengan demonstrasi yang banyak melibatkan belajar siswa, perlu diterapkan di sekolah-sekolah khususnya sekolah dasar
  3. Guru hendaknya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  4. Kepala Sekolah diharapkan dapat mendorong guru untuk mempelajari dan menerapkan metode

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bahri, Jamara Syaiful. (2000). Keunggulan Metode Demonstrasi. Jakarta: Bina Aksara

 

Cenei (1986). Tujuan Penerapan Metode Demonstrasi. Boston: Allyn & Bacon.

 

Mujiono.(1986). Keterampilan Dasar Mengajar Matematika. Jakarta: Intan Pariwara

 

Reuseffendi (1990). Macam-macam Metode. Jakarta: Bina Aksara

 

Usman, Basyirudin. (2002). Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran.  Jakarta: Pustaka Jaya

 

Staton (1978).Penerapan Metode Demonstrasi. Boston: Allyn & Bacon

 

Winarno (1980).Pengertian Metode Demonstrasi. Jakarta: Rineka Cipta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *