PTK SD Matematika Melalui Model Vizualization, Auditory, Kinesthetic (VAK)

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) BERBANTUAN MULTIMEDIA

supriyanto 

ABSTRAK

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran matematika tentang bangun ruang melalui penerapan model VAK dengan multimedia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan selama 3 siklus, atau 3 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kepudang 02 yang berjumlah 16 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: persentase siswa yang tuntas pada siklus I adalah 31,25% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 68,88. Pada siklus II persentase ketuntasan siswa mencapai 62,5% dengan nilai rata-rata 84,68, sedangkan pada siklus III persentase siswa yang tuntas sebesar 87,5% dengan nilai rata-rata kelas 96,25. Berdasarkan persentase ketuntasan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa telah berhasil meningkat dengan digunakannya model VAK dengan multimedia.  .

Kata Kunci: Model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK), Multimedia, Pembelajaran Matematika

 


PENDAHULUAN

Matematika merupakan ilmu tentang berbagai bilangan yang memiliki pola tertentu, penggunaan, dan beberapa pembuktian yang logis untuk menyelesaikan masalah mengenai bilangan. Matematika menjadi sangat penting karena keeratanya dengan kehidupan.

Berdasarkan hasil pengamatan di kelas V SDN Kepudang 02 yang telah dilakukan, ditemukan bahwa siswa kelas V masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mengingat konsep matematika. Motivasi belajar matematika mereka juga rendah karena anggapan mereka bahwa  matematika itu sulit. Hal ini terjadi karena pembelajaran matematika belum dikemas menjadi pembelajar-an yang menarik, menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik siswa.

Proses pembelajaran yang kurang menarik dan menyenangkan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pre test matematika di kelas V, diketahui nilai rata-rata yang diperoleh adalah 49,82. Nilai rata-rata ini masih jauh dibawah KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 68 untuk matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sesuai karakteristik siswa.

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa adalah model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK), model ini juga menitik beratkan pada karakteristik gaya belajar siswa.  Penggabungan antara model VAK dengan multimedia akan memudahkan siswa dalam mempelajari hal yang masih abstrak bagi mereka menjadi hal yang dapat mereka konstruksikan dalam pikiran mereka.

De Porter dkk dalam Shodiqoh (2014: 10), pembelajaran VAK merupakan pembelajaran yang difokuskan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung (direct experience) dan menyenang-kan menggunakan cara belajar dengan melihat (visual), belajar dengan mendengar (auditory), dan belajar dengan bergerak serta emosi (Kinesthetic). Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh M.H. D, Sapti. M. dan Astuti. E, dengan menerapkan model VAK dapat me-ningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Loano.

Menurut Brown (dalam Galakjani, 2012: 105) berpendapat “learning styles as the manner in which individuals perceive and process information in learning situations” yaitu gaya belajar sebagai cara yang individu menerima dan memproses informasi dalam situasi belajar. Miftahul Huda (2013: 278-288) mengidentifikasi ketiga gaya belajar yaitu: gaya belajar visual (dengan melihat), gaya belajar auditory (dengan mendengar), gaya kelajar kinesthetic (dengan bergerak).

Shoimin (2014:227-228) menerangkan bahwa langkah model VAK memiliki 4 langkah, yaitu: (1) tahap persiapan (kegiatan pendahuluan), (2) tahap penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi), (3) tahap pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi), (4) tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi). Menurut Jang Hyuanita (2012), langkah model VAK terdiri dari 2 tahap, yaitu: (1) persiapan, (2) Presentasi kelas.

Mayer (dalam Yueh, Lin, Huang, dan Sheen, 2012: 348) berpendapat “Multimedia teaching integrates verbal material, such as printed and spoken text, and visual material, such as pictures, graphs, photos, and dynamic graphics” yakni pengajaran multimedia mengin-tegrasikan materi verbal, seperti teks dicetak dan berbicara, dan materi visual, seperti gambar, grafik, foto, dan grafis dinamis. Munir (2013: 6) berpendapat bahwa kelebihan multi-media antara lain: (a) menggunakan gabungan beberapa media dalam penggunaannya, (b) dapat menyajikan informasi lebih up to date, mendalam dan banyak, (c) bersifat multi-sensorik karena banyak merangsang indra, (d) dapat menarik perhatian dan minat karena merupakan gabungan dari pandangan, suara dan gerakan, (e) merupakan media alternatif dalam penyampaian pesan yang diperkuat teks, gambar, video, dan animasi, (f) meningkatkan kualitas penyampaian, (g) bersifat interaktif diantara pengguna multimedia (guru dan siswa).

Multimedia dalam penelitian ini akan digunakan dari awal hingga akhir pembelajaran, multimedia yang digunakan bukan hanya multimedia slide berisi teks, namun peneliti juga mengombinasikanya dengan gambar, video dan musik. Multimedia ini selain sebagai penyampai pesan juga akan menjadi pemusat perhatian siswa.

Mengacu pada uraian diatas, maka di dapat rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah penerapan model VAK dengan multi-media? dan (2) Apakah penerapan model VAK dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran matema-tika tentang bangun ruang?

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model VAK dengan multimedia, dan (2) meningkatkan pembelajaran mate-matika tentang bangun ruang dengan penerapan model VAK dengan multi-media.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN Kepudang 02 yang berlokasi di Jalan Tileng No.73 Desa Kepudang Kecamatan Binangun. Penelitian ini dilakukan pada semester 2 tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 16 siswa yang terdiri dari 11 putra dan 5 putri.

Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes yang berupa tes pre test dan tes evaluasi, serta teknik non tes, yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data yang dilaku-kan oleh peneliti setelah terkumpul data adalah tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesim-pulan.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui empat tahapan yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi, (4) tahap refleksi. Penelitian ini akan dilak-sanakan selama tiga siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemu-an.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan multimedia pada pembelajaran matematika tentang bangun ruang memiliki empat langkah yaitu: (1) persiapan dengan multimedia, (2) penyampaian dengan multimedia, (3) pelatihan dengan multimedia, (4) penyampaian hasil dengan multimedia.

Hasil observasi perlaksanaan pembelajaran menggunakan model VAK dengan multimedia siswa pada siklus I, II, III dapat dilihat pada tabel 1 berikut.

Tabel 1 Persentase Observasi Aktivitas Siswa Tiap Sikus

Siklus Persentase Aktivitas Siswa
Siklus I 83,23
Siklus II 86,35
Siklus III 94,28

Berdasarkan data pada tabel 1 dapat dilihat bahwa respon siswa menunjukan adanya peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat pada siklus I respon siswa sebesar 83,23%, lalu meningkat pada siklus II dengan persentase respon siswa 86,35%. Pada siklus III respon siswa meningkat menjadi 94,28%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan sangat baik.

Observasi juga dilakukan pada hasil belajar siswa pada siklus I, II, III. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I, II, dan III dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2 Rekapitulasi Perbandingan Hasil Belajar Siklus I, II, III

No Siklus Rata-rata Nilai Persentase Ketuntasan (%)
1 Siklus I 69,88 31,25%
2 Siklus II 84,68 62,5%
3 Siklus III 96,25 87,5%

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa persentase siswa yang tuntas pada siklus I adalah 31,25% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 68,88. Pada siklus II persentase ketuntasan siswa mencapai 62,5% dengan nilai rata-rata 84,68, sedangkan pada siklus III persentase siswa yang tuntas sebesar 87,5% dengan nilai rata-rata kelas 96,25. Berdasarkan persentase ketuntasan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa telah berhasil meningkat dengan digunakannya model VAK dengan multimedia.  Untuk lebih jelasnya secara visual dalam bentuk grafik berikut.

supriyantoo

Pembelajaran matematika tentang materi bangun ruang menggunakan model VAK dengan multi-media dapat mengaktifkan siswa, dan memotivasi siswa dalam belajar karena telah mengacu kepada tiga komponen yang ada pada diri mereka. Siswa juga merasa senang dalam mengikuti pembelajaran, karena pembelajaran dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Shoimin (2014: 228) yang menyatakan bahwa kelebihan dari model VAK yaitu: (a) pembelajaran menjadi lebih efektif karena mengombinasikan ketiga gaya belajar, (b) mampu melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah dimili oleh setiap individu, (c) memberikan pengalaman langsung kepada siswa, (d) dapat melibatkan siswa secara maksimal dalam memahami konsep melalui kegiatan fisik, (e) mampu menjangkau semua gaya belajar siswa, (f) siswa yang memiliki kemampuan lebih tidak akan terhambat oleh siswa yang memiliki kemampuan kurang.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan multimedia pada pembelajaran matematika tentang bangun ruang di kelas V SD N Kepudang 02, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Langkah-langkah model VAK dengan Multimedia yang diterapkan dalam pembelajaran matematika tentang bangun ruang yaitu: (a) persiapan dengan multimedia, (b) penyampaian materi dengan multimedia, (c) pe-latihan dengan multimedia, (d) pe-nyampaian hasil dengan multimedia; (2) Penerapan model VAK dengan Multimedia terbukti dapat mening-katkan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri Kepudang 02 tahun ajaran 2014/2015.

Implikasi secara teoretis, penelitian tentang penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) yang menarik, inofatif, dan aktif yang dikombinasikan dengan multimedia dapat memenuhi minat siswa dan kebutuhan belajar siswa sekolah dasar. Kondisi tersebut membuat kualitas proses belajar siswa dapat terpenuhi dengan baik dan berdampak positif pada hasil belajarnya. Oleh karena itu, penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan multimedia sangat relevan guna meningkatkan pembelajaran matematika

Penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan Multimedia dapat digunakan oleh guru sebagai alternatif pembelajaran pada mata pelajaran apapun, karena model VAK dengan multimedia ini dapat menumbuhkan motivasi dan berfikir sesuai gaya belajar siswa.

Penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan multimedia dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa.

Penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan Multimedia dapat menumbuhkan motivasi siswa, membantu siswa dalam memahami pelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa

Berdasarkan pelaksanaan penelitian dan kesimpulan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: (1) bagi siswa, sebaiknya siswa memiliki motivasi dan antusias serta dapat aktif dalam pembelajaran matematika yang nantinya agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal; (2) bagi guru, sebaiknya tegas dengan aturan dan langkah-langkah kegiatan kerja, agar siswa dapat mematuhi dan kegiatan kerja dapat berjalan dengan baik, guru juga hendaknya dapat melaksanakan langkah model dengan tepat; (3) bagi peneliti, sebaiknya peneliti lebih menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada saat penelitian berlangsung; (4) bagi sekolah, sebaiknya sekolah dapat melengkapi sarana dan prasarana yang dapat mendukung pembelajaran, agar setiap pembelajaran akan menjadi me-narik, menyenangkan dan bermakna bagi siswa, sehingga dapat ber-pengaruh terhadap prestasi siswa yang akan berdampak pula bagi prestasi sekolah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. , Suhardjono, & Supardi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Darmawan, D. (2012). Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Ibrahim dan Suparni. (2012). Pembelajaran Matematika Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Suka-Press

Jihad, A. (2008). Pengembangan Kurikulum Matematika (TinjauanTeoritis dan Historis). Bandung: Multi Pressindo

Shodiqoh, U. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran VAK (Visualization Auditory, Kinesthetic) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VIII MTsN Ngawen Gunung Kidul Tahun Ajaran 2013/2014. Diperoleh tanggal Mei 2014 Dari: http://www.digilib.uin-suka.ac.id

Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Yamin, M. (2011). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press.

Biodata  :

Supriyanto, S.Pd.

SDN Kepudang 02, Desa Kepudang Kecamatan Binangun




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *