Menulis Huruf Jawa Melalui Metode Menggambar Ekspresif Teknik Menulis Hias

PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS HURUF JAWA MELALUI METODE MENGGAMBAR EKSPRESIF TEKNIK MELUKIS HIAS SISWA KELAS VI SD NEGERI 01 BABALANLOR KECAMATAN BOJONG SEMESTER I TAHUN 2013/2014

 

Oleh: SUHARNI , S.Pd

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis huruf jawa melalui teknik menggambar hias, penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tidakan, observasi dan refleksi, penelitian berlangsung pada semester I tahun 2013/2014 pada kelas VI SD Negeri 01 Babalanlor Bojong. Hasil ulangan siklus I siswa  mengalami kenaikan sebesar 15,81%. Tindakan siklus I dianalisis untuk diperbaiki pada Siklus II, supaya lebih efektif dalam menggunakan prosedur menggambar ekspresif peneliti  bekerjasama dengan kolaborator. Hasil pada siklus II terbukti mengsalami peningkatan lagi sebesar 10,74 %. Sedangkan peningkatan kreativitas siswa dalam mengambar berhuruf jawa pada siklus I sebesar 61,6% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,4% data dalam penelitian ini supaya valid hasilnya dianalisis menggunakan teknik analisis data tri anggulasi, yaitu perpaduan data hasil belajar siswa, aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan hasil wawancara respon siswa setelah melakukan pembelajaran menulis aksara jawa. Denagan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode menggambar ekspresif teknis hias dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar menulis huruf jawa siswa kelas VI SD Negeri 01 Babalanlor semester I tahun 2013-2014.

Kata Kunci: Kompetensi  menulis huruf jawa, menggambar ekspresif, tehnik melukis hias

PENDAHULUAN

     Sekolah Dasar adalah satuan lembaga pendidikan yang bertujuan memberikan pengetahuan dasar sebagai landasan untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi. Mata pelajaran bahasa jawa merupakan mata pelajaran muatan lokal Jawa Tengah berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah  Nomor: 423.5/27/2010 wajib diajarkan untuk semua jenjang pendidikan formal Negeri dan Swasta di Provinsi Jawa Tengah

    Pengembangan KTSP  Bahasa Jawa mengacu pada dua kompetensi dasar yakni kompetensi berbahasa dan kompetensi bersastra. Masing-masing kompetensi tersebut terdiri dari empat kompetensi yakni membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Keempat kompetensi ini tidak berdiri sendiri melainkan menyatu dalam satu ikatan kompetensi berbahasa. Pada penjabaran secara lebih lanjut dari kurikulum ini, khususnya pada pengembangan silabus maupun pada pengelolaan pembelajaran bahasa Jawa juga harus mengacu pada empat kompetensi. Berdasarkan data awal dilapangan, walaupun empat kompetensi dilaksanakan secara terpadu, namun sering dijumpai salah satu kompetensi pencapaiannya tidak maksimal.

    Sebagai salah satu bukti yang terjadi di SD Negeri 01 Babalanlor pada kompetensi berbahasa, kompetensi menulis aksara jawa sering diabaikan. Nilai ulangan awal rata-rata hanya mencapai 50, yang tuntas hanya 10 siswa(40%) dari jumlah 26 siswa, nilai tertinggi 70, nilai terrendah 30, KKM yang ditetapkan 70. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya guru dalam memahami pembelajaran menulis jawa, sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar menulis jawa dengan sungguh-sungguh. Lagi pula suasana budaya jawa yang semakin tersisih, huruf jawa tak lagi difungsikan sebagai alat komunikasi masyarakat lebih senang  digunakan untuk hiasan didnding yang tidak tau makna, semakin pula dalam pembelajaran disekolah yang selalu dituntut untuk mengejar materi Ujian Nasional tulisan jawa semakin jauh terabaikan.

Untuk mencapai Kompetensi Dasar pada menulis jawa peneliti akan menerapkan metode menggambar hiasan dinding dalam huruf jawa. Metode ini akan di gunakan sebagai penelitian tindakan kelas, penerapan metode ini dalam  upaya meningkatkan komprtensi menulis jawa diaplikasikan dalam pandangan siswa pada kehidupan nyata. Dengan menggambar hias tulisan jawa secara teknik grrafis yang indah siswa akan tertarik dan gemar mempelajari tulisan jawa dan disamping itu lingkungan sangat mendukung karena banyak industri batik yang merupakan pekerjaan orang tuanya membatik tulis maupun teknik colet.

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pembelajaran Menulis Jawa

               Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia, yang hidup dan tetap digunakan dalam masyarakat bahasa yang bersangkutan. Bahasa jawa ternyata terus menerus mengalami perkembangan, sehingga ejaanpun juga perlu disesuaikan dengan perkembangan tersebut terutama dalam penulisan aksara jawa yang makin tidak dikenal masyarakat. Pedoman penulisan aksara jawa disepakati dalam konggres bahasa jawa tahun 1991 di Semarang. Penerbitan  buku pedoman akan diselenggarakan oleh dinas Pendidikan Propinsi Yogyakarta dan akan diberlakukan di 3 propinsi diantara propinsi Jawa Tengah, propinsi Jawa Timur dan DIY (Panduan konggres Bahasa Jawa,1991)        

Sandangan

 Menggambar Ekspresi Teknik Melukis Hias

            Kata Ekspresi berasal dari bahasa Inggris to exspres, yang mempunyai arti mencurahkan, mengungkapkan perasaan. Ungkapan perasaan dimaksud adalah sedih, marah, gembira, senang, tertawa dan sebagainya.(KBBI) Jadi menggambar ekspresi adalah mengungkapkan perasaan atau suatu kegiatan pencurahan perasaan atau batin kedalam bidang dua dimensional yang didalamnya didukung oleh unsur-unsur seni rupa. Melukis adalah memindahkan bentuk-bentuk yang kita lihat dengan memberi rasa sesuai dengan perasaan pelukis. Bentuk tidak selalu sama dengan yang kita lihat. Melukis adalah bagian dari menggambar ekspresi.( Sudarmaji, 1982 hal 66.).Dalam kegiatan menggambar ekspresi atau melukis yang paling menonjol disini adalah pergolakan jiwa / perasaan. Perasaan jiwa seorang anak-anak tentu tidak sama dengan orang dewasa dan orang tua, berikutnya akan diuraikan letak perbedaannya yaitu  dalam gambar ekspresi anak-anak, penekanan garisnya masih polos apa adanya, demikian pula pada pewarnaannya apa yang dia hayalkan itu disusunnya atau diterapkan, dalam pewarnaan misalnya pada umumnya warna kulit coklat belum tentu coklat mungkin dia bisa memberi warna dengan warna kuning, hijau dll. Masalah komposisi dll itu semuanya masih disususn dalam keadaan tidak sistematis. Sedangkan gambar ekspresi pada orang Dewasa / Propesional semua bidang atau unsur-unsur seni rupanya seperti warna, garis, komposisi, ide, bentuk, baik itu imajinansinya tentu disusun secara sistematis, dan semua unsur – unsur tersebut diatas semuanya ada maknanya. (T.W. Ward, Th.1988, Hal 10 ).

 

Kompetensi Menulis Jawa

Dalam kompetensi menulis jawa yang dijadikan pedoman penilainaya adalah berkaitan dengan cara menulis, kebenaran menggunakan huruf, pasangan dan kreativitas hiasnya. Hal itu merupakan hasil belajar yang dicapainya. Kerativitas penulisan hias merupakan aspek ketrampilan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dalam bentuk gambar atau lukisan hias. Menurut Munandar (2009), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hal itu sebagai bentuk keterampilan siswa dalam memulis jawa. Sedangkan aspek keterampilan yang dapat ninilai adalah: 1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. 2) Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, 3) Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik. 4) Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.(Permendiknas 23/2006)        

 

Kerangka Berfikir

             Penelitian ini berangkat dari kondisi awal siswa tidak kreatif, malas, hasil belajar rendah hal ini disebabkan anak tidak mau melaksanakan perintah guru dan tidak bergairah dalam mempelajari bahasa jawa, guru mengambil langkah menggunakan metode menggambar ekspresif hiasan dinding. Siswa diperkenalkan pada gambar-gambar hiasan,  mencari inspirasi dari tempat bersejarah maupun dari hasil percakapan dari seorang tokoh dengan demikian diharapkan akan meningkatkan kreatrivitas dan hasil belajar siswa menulis huruf jawa pada siswa kelas VI SD Negeri 01 Babalanlor Bojong tahun 2013-2014.

Hipoteses Tindakan

                Hipotesis tindakan yang ditetapkan  adalah : Dengan menggunakan metode menggambar ekspresif dapat meningkatkan kompetensi menulis huruf jawa sandangan swara pada kelas VI SD Negeri 01 Babalanlor Kecamatan Bojong Sementer I Tahun 2013/2014.

METODE PENELITIAN

   Desain  penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus dilaksanakan 2 pertemuan dilaksanaan pada bulan  September, Oktober, Nopember 2013 dengan prosedur penelitian melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.  Subjek  penelitian ini  adalah  siwa  kelas  VI  SD  Negeri 01 Babalanlor  berjumlah 26  siswa. Yang terdiri dari  laki-laki 13 siswa dan perempuan 13 siswi. Kondisi kelas ini sangat heterogen baik tingkat    kecerdasan   maupun sosial ekonominya. Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah: Penelitian  tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila :    1) Minimal 85 % siswa telah mencapai  kriteria  ketuntasan minimal  70 ,  2)  ketrampilan siswa telah mencapai skor B (76-85%). Sumber data dalam  penelitian ini  berasal dari  : 1) Guru   :  Hasil Pengamatan. 2) Siswa  :  Hasil  test, wawancara dan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk pengambilan data hasil belajar siswa dan nontes sebagai alat pengumpulan data kualitatif observasi maupun hasil wawancara siswa.  Validasi data tes maupun observasi dan wawancara menggunakan teknik tri angulasi, baik dari beberapa sumber maupun beberapa metode. Analisis data dilakukan dengan analisis diskripsif komparatif yaitu membandingkan nilai tes antara siklus dengan indikator kinerja.

 Prosedur  Penelitian.

             Penelitian  tindakan kelas ini direncanakan dalam 2 siklus, tiap siklus meliputi empat  komponen yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dengan demikian prosedur penelitian  ini memiliki siklus, rencana, tindakan, observasi dan refleksi serta revisi dan seterusnya sehingga mencapai tujuan yang diinginkan.

 HASIL DAN PEMBAHASANNYA

 Siklus I

                 Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok belajar, siswa memperhatikan  guru dalam menayangkan gambar-gambar lukisan hias, siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tugas yang akan dilaksanakan, siswa secara kelompok siswa diajak untuk mendatangi objek alam legendaris jawa, guru menceritakan legenda alam disekitar untuk dicari inspirasinya, siswa menggambar lukisan hias sesuai dengan inspirasinya berhuruf jawa, siswa masuk kelas untuk melanjutkan karya seninya, setelah waktu yang ditentukan selesai gambar dikumpulkan, guru menanyakan satu persatu alasan menulis aksara jawa dan apa artinya.

        Tabel 1. Hasil Ulangan

Skor Interval Jumlah Frekwensi(F) %
A 81-100 4 15%
B 61-80 8 30%
C 41-60 9         34%
D 21-40 5 19,2%
E <20  
Jumlah 26 100%
Tuntas 21 80%
Rata-rata 71,40  

Dilihat dari tabel 1 di atas nampak ada kenaikan yang signifikan, nilai tertinggi  pada interval 86-100 dicapai oleh 4 siswa, tergolong kategori A(sangat tinggi), nilai terendah pada interval 41-60 dicapai oleh 5 siswa(tidak tuntas), nilai rata-rata mencapai 71,40 dan ketuntasa belajar dicapai oleh 21 siswa(80%).

         Tabel 2. Nilai Keterampilan Siklus I

No Aspek Perolehan Prosentase
1 Kelancaran berfikir 42 56
2 Keluwesan 44 56,66
3 Pengembangan ide 55 70.33
4 Keunikan/keaslian 37 49,33
  Jumlah 178 57,05%

Keterangan: Skor maksimal 312(26×12)

     Dari data pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa siswa kurang maksimal berkreasi, perolehan skor hanya mencapai 178(57,05%) hanya memperoleh skor C yaitu kategori sedang. Siswa kurang kratif pada keunikan gambar, rata-rata hampir sama dengan teman-temannya belum mampu mempunyai ide sendiri sehingga originalitas belum berkembang.

Hasil Observasi

       Tabel 3. Hasil Observasi Proses Pembelajaran Siklus I

NO INDIKATOR Perolehan Prosentase
1. Mengtikuti pelajaran dengan tekun 16 64
2. Bisa menulis jawa dengan tepat 11 44
3. bisa melukis dengan paduan warna yang menarik 17 68
4. Bisa mencari kata-kata ungkapan yang baik 18 72
5. Mengumpulkan tugas tepat waktu 15 60
  Jumlah 77 308
  Skor rata-rata 15,4 59,2%

    Keterangan: skor maksimal 130(26×5)

           Dari Data pada tabel 4. diatas menunjukkan aktivitas siswa dalam proses belajar masuk kategori sedang, memperoleh skor 77(59,2%) termasuk skor C.

 Refleksi dan Pembahasan

Dari pelaksanaan siklus I masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam proses pembelajaran sehingga perlu pembenahan dan penekanan, darai hasil tes menunjukkan nilai yang tergolong masih rendah, dan nilai observasi menunjukkan masih lemahnya proses pembelajaran terutama pada metode menulis jawa, siswa jangan dibiarkan, siswa belum mampu menulis dengan tepat, sehingga perlu pendampingan guru secara kelompok, salah satu yang pandai bisa disuruh mengoreksi hasil karya temannya sehingga bisa menghasilkan tulisan yang maksimal. Pembahasan hasil belajar dan observasi siklus I belum menunjukkan nilai maksimal, masih perlu diberdayakan lagi sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal terutama pada tindakan menulis huruf jawa belum mau menghafal huruf-huruf jawa sehingga ketepatan dalam menulis masih rendah, kreatifitas juga belum tumbuh dilihat dari keunikan karya juga masih rendah perlu penekanan pada keunikan karya, menurut teori belajar bahwa belajar adalah untuk itu penelitian perlu dilanjutkan

Siklus II

           Perencanaan denagan mengidentifikasi masalah, menyusun jadwal pelaksanaan, menyiapakan instrumen  penelitian, menyiapkan lembar pengamatan, menyiapkan media, menyiapkan   rubrik  penilaian. Tindakan dengan siswa diperkenalkan dengan materi yang akan dibahas dan tujuan yang     ingin dicapai dalam pembelajaran,  siswa mengamati gambar  yang telah di pajangan, siswa mengapresiasi hasil gambar pada siklus I untuk dijadikan acuan menggambar  berikutnya, siswa diajak pada tempat tokoh jawa yang disekitar sekolah, siswa mencari aspirasi tentang lukisan yang akan dibuatnya berkaitan dengan tulisan jawa, siswa diajak untuk mausuk kelas untuk mengerjakan apa yang ia rasakan dalm cerita  tokoh tersebut, setelah waktu yang ditentukan selesai hasil lukisan dikumpulkan,secara bergantian siswa saling membaca hasil karya lukisnya, lalu  ditempel  dipapan pajangan.

         Tabel 5. Hasil Ulangan  Siklus II

Skor Interval Jumlah Frekwensi(F) %
A 86-100 9 35%
B 76-85 9 35%
C 61-75 8 30%
D 41-60  
E <40  
Jumlah 26 100%
Tuntas 26 100%
Rata-rata 81, 92  

 Menurut tabel 5.  Nilai tertinggi  pada interval 86-100 dicapai oleh 9 siswa, menduduki frekwensi terbanyak, tergolong kategori A(sangat tinggi), nilai terendah pada interval 61-75 dicapai oleh 8 siswa, nilai rata-rata mencapai 81,92 dan ketuntasan belajar dicapai oleh 26 siswa(100%).

       Tabel 6. Nilai Keterampilan Siklus II

No Aspek Perolehan Prosentase
1 Kelancaran berfikir 52 69
2 Keluwesan 49 65,33
3 Pengembangan ide 60 80
4 Keunikan/keaslian 52 69
  Jumlah 213 68%

Keterangan: Skor maksimal 312(26×12)

         Dari data pada tabel 6 diatas menunjukkan bahwa siswa sudah kelihatan tumbuh kreativitasnya skor sudah menunjukkan 68% yaitu kategori B (baik). Siswa sudah kratif pada keunikan gambar, pengembangan ide sudah mulai tampak sehingga originalitas sudah berkembang

 Observasi

        Tabel 7. Hasil observasi Aktivitas Proses Pembelajaran

NO INDIKATOR Perolehan Prosentase
1. Mengtikuti pelajaran dengan tekun 19 76
2. Bisa menulis jawa dengan tepat 21 84
3. bisa melukis dengan paduan warna yang menarik 18 72
4. Bisa mencari kata-kata ungkapan yang baik 22 88
5 Mengumpulkan tugas tepat waktu 23 92
  Jumlah 103 412
  Skor rata-rata 20,6 79,2%

    Keterangan: skor maksimal 130(26×5)

           Dari Data pada tabel 7. di atas menunjukkan aktivitas proses pembelajaran sudah mulai tampak baik, ada perkembangan dari siklus I, hasil pengamatan memperoleh skor 20,6(79,2%) termasuk skor B atau masuk dalam kategori  baik.

 Refleksi dan pembahasan

Dari data proses pembelajaran pada siklus II telah mengalami perubahan, kelemahan-kelemahan pada siklus I telah diperbaiki, sehingga dampaknya hasil belajar telah mengalami peningkatan yang maksimal, kelemahan masih ada sedikit namun tidak berakibat fatal yaitu pada pembuatan warna, perpaduan warna belum bisa menarik, tetapi sudah menghasilkan karya yang bagus.  Pembahasan hasil tindakan dan hasil observasi ditemukan fakta-fakta bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah baik, aktivitas siswa sudah tampak baik, hasil belajar juga sudah baik dan memenuhi indikator kinerja. Untuk itu penelitian ini dapat diberhentikan.

Pembahasan Antar Siklus

Tabel 8. Hasil Ulangan

No         Indikator Pra Siklus

 

Siklus I

 

Siklus II

 

N F % N F % N F %
1 Nilai tertinggi 70 2 7,40 75 1 3,70 90 1 3,70
2 Nilai terendah 45 8 29,62 50 9 33,33 60 1 3,70
3 Tuntas  ≥65 13 48,14 18 66,66 26

 

96,29
4 Tdktuntas <64 14

 

51,85 9

 

33,33 1 3,70
  Rerata 58,70 58,70 60,37 60,37 75,18 75,18
  Peningkatan 0 29,97% 12,85%
  Total peningkatan 0 38,97%

Pembahasan:

     Dari tabel 8 di atas terlihat bahwa tindakan antar siklus ada peningkatan baik ketuntasan, kreativitas, maupun aktivitas siswa. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari rata-rata 50, pada siklus I meningkat 71,40 setelah siklus II menjadi 81,93. Total peningkatan sebesar 38,97%.

Simpulan

                   Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV di atas   dapat disimpulkan bahwa melalui metode menggambar ekspresif tehnik melukis hias dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar menulis jawa pada siswa kelas VI SD Negeri 01 Babalanlor Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan semester I tahun 2013-2014. Hal ini dapat dibuktikan bahwa: 1.  Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan pada pra siklus 40%, Pada siklus I,  93% setelah siklus II  mencapai 100%  tuntas dan tingkat kreativitas siswa dari siklus I mencapai kategori sedang, setelah siklus  II   mencapai kategori baik.

     Saran

               Berdasarkan pengalaman yang pernah dilakukan penulis, maka penulis   memberi saran: Kepada guru yang akan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar menulis jawa dapat memakai metode melukis hiasan, ternyata lebih efektif, Bagi Siswa agar tetap rajin belajar melalui metode menggambar ini dapat sebagai pemacu dalam belajar menulis aksara jawa, bagi sekolah agar selalu mendorong guru untuk melakukan pengembangan diri merancang pembelajaran yang lebih bermutu dan menyediakan saran prasarana yang menunjang terciptanya pembelajaran yang baik.

DATAR PUSTAKA

Arsyad, A. 2002. Media Pembelajaran, edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo   Persada

Munandar, 2009, Teori Kreativitas,Http/teori kriativitas.html.

           diunduh tanggal 20 Agustus 2011

Mikke Susanto,  2002, Pelajaran Seni budaya. Http//obbith. seni budaya. htm,

          diunduh  tangagal 20 September  2011

………………., 1991, Panduan Konggres Bahasa Jawa, Semarang, Javanes.com.

T.W. Ward, Th.1988, Komposisi seni lukis, Jakarta, Media Preas.

SK Gubernur Jateng, 2010, Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa,  Semarang,

           Depdiknas

Sudiyatmono, DR, 2009. Bintek Guru Basa Jawa, Semarang, Depdiknas Prop.

          Jateng,

S.Sudarmaji, 1982,  Kabus Tengahari, Jakarta, Pustaka Jaya

Undang-undang No. 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, Jakarta, Depdiknas

Undang-undang No 20 tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional, Jakarta,   Depdiknas

Uzer Usman, Moh (1993), Belajar Mengajar , Bandung : Remaja Rosdakarya

……………..,Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentang

                 Standar isi, Jakarta, Depdiknas

BIODATA PENULIS

         Nama                            : SUHARNi, S.Pd

          NIP                              :  19611108 199103 2 003

          Instansi                        : SD Negeri 01 Babalanlor, Bojong Kab. Pekalongan

          Alamat Instansi           : Jl. Kenanga  Babalanlor Bojong

          Pangkat/Gol                  : Pembina/ IVa

          Alamat  Rumah            : Jl. HM. Nor Pacar Tirto Pekalongan

         No. HP                          : 085642714501

         Email                             : suharni_42@yahoo.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *