Menyunting Teks Dengan Teknik “B-B, K-B, K-K”

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUNTING TEKS DENGAN TEKNIK “B-B, K-B, K-K”

yuniasih

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII semester genap aspek menulis, terdapat Kompetensi Dasar (KD 12.2): menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. Hal ini tentu tidak terlepas dari unsur penyuntingan (editing) di akhir kegiatan pembelajaran sebelum teks berita dipublikasikan. Salah satu bentuk penyuntingan di antaranya adalah memperbaiki penulisan huruf kapital yang tidak sesuai kaidah.

Idealnya, pada saat apersepsi, tujuan pembelajaran disampaikan oleh guru terkait langsung dengan manfaat konkret dari kegiatan berlatih menulis teks berita. Misalnya, kolerasi pembelajaran menulis teks berita dengan cita-cita atau profesi yang prospektif di masa depan. Harapannya agar tumbuh motivasi, minat, dan interes siswa pada dunia jurnalistik atau setidaknya ada kemauan untuk mencoba menulis, yang bermuara pada pembiasaan siswa gemar menulis berdasarkan kaidah penulisan yang baik dan benar sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran KD 12.2 ini meliputi: 1) mengamati contoh teks berita; 2) berburu berita di sekitar sekolah; 3)menyusun data-data pokok berita; 4) merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas; 5) menyunting berita; 6) mempublikasikan berita pada majalah dinding kelas atau sekolah.

Ketika pembelajaran berlangsung dari langkah pertama hingga keempat, yakni tugas menyusun data pokok berita dan merangkainya menjadi teks berita yang singkat, padat, dan jelas dilaksanakan, mungkin para siswa belum menjumpai kesulitan yang cukup berarti. Namun, pada saat melaksanakan langkah pembelajaran kelima, yakni menyunting teks berita sesuai kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, di sinilah mulai muncul permasalahan.

Sebagian siswa sudah paham tentang kaidah penulisan berita sesuai dengan EYD. Namun, tidak sedikit pula siswa lain yang masih bingung dan saling bertanya pada teman sekelompoknya, terutama dalam penggunaan huruf kapital. Beberapa siswa memberanikan diri bertanya kepada saya tentang pedoman penulisan huruf kapital. Seperti penulisan Gunung Slamet, Jalan Sudirman, Kecamatan Sokaraja. Kata gunung, jalan, kecamatan yang berada di tengah kalimat, menggunakan huruf kecil atau besar? Kata kepala sekolah, wali kelas, pembina OSIS, dll, bagaimana cara penulisannya?

Saya terhenyak. Ternyata masih banyak siswa yang belum paham sepenuhnya tentang kaidah penulisan huruf kapital. Saya mengecek anak-anak sekelas barangkali ada yang punya atau bahkan membawa buku EYD sebagai pedoman, ternyata tak satu pun yang membawa. Wah, gawat! Padahal waktu begitu singkat untuk satu pertemuan. Hanya tersisa beberapa menit saja sampai akhir pembelajaran.

Melihat situasi seperti itu, saya mencoba berpikir praktis. Saya keluarkan rumus jitu penulisan huruf kapital yang mudah diingat sebagai pedoman sederhana. Rumus yang dimaksud adalah B-B, K-B, K-K.

B-B, K-B, K-K merupakan singkatan dari Besar-Besar, Kecil-Besar, Kecil-Kecil untuk pedoman penulisan huruf besar atau kecil sebagai huruf pertama dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. B-B (huruf Besar-Besar) digunakan untuk penulisan hal yang berhubungan dengan nama:
  • nama orang, contoh: Ananda Naila Adzima
  • nama geografi, contoh: Gunung Slamet, Sungai Serayu, Jalan Sawo
  • gelar disertai nama:

                             gelar kehormatan,     contoh: Haji Ahmad Dahlan

                            gelar keturunan,        contoh: Sultan Hamengkubuwono

                            gelar keagamaan,      contoh: Nabi Muhammad

                           gelar pendidikan,     contoh: Drs. Umang Harsono; Agung Satya, S.H.,  Bayu Heryanto, S.Pd.,                                                                                                 YuniasihAnggraeni, S.S.

  • jabatan/pangkat, contoh: Presiden Sukarno, Jenderal Suharto
  • lembaga negara contoh: DPR, Kejaksaan Agung, Dinas Pendidikan
  • dokumen resmi, contoh: Piagam  Jakarta
  1. K-B (huruf Kecil-Besar) digunakan untuk penulisan:
  • suku, bangsa, bahasa (sbb)

           contoh: suku Dayak, bangsa Indonesia, bahasa Jawa

  • hari, bulan, tahun (hbt)

          contoh :hari Jumat, hari Natal

                         bulan Mei, bulan Muharram

                         tahun Hijriyah, tahun Masehi

  1. K-K (huruf Kecil-Kecil) digunakan untuk penulisan segala jenis: buah, binatang, barang/ merk, dll, contoh: jeruk bali, kucing anggora, kecap inggris

Setelah saya berikan rumus praktis penulisan huruf kapital tersebut dalam pembelajaran di kelas, para siswa memperoleh pencerahan, menjadi lebih jelas, dan lebih cepat menyelesaikan tugas penyuntingan berita. Hasilnya, tingkat kesalahan penulisan huruf kapital dalam kegiatan menulis berita dapat diminimalkan.

Teknik pembelajaran penulisan huruf kapital dengan rumus praktis ini dapat juga diterapkan pada pembelajaran kelas IX semester gasal KD 4.3, yakni menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. Selain itu, rumus praktis ini cukup efektif pula digunakan dalam pembahasan materi Ujian Nasional (UN), terkait SKL perbaikan penulisan huruf kapital.

Pada umumnya, siswa cenderung lebih mudah mengingat dan memahami teknik tersebut karena lebih simple dan praktis. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penerbit. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tim Penyusun. 2014. Pedoman Umum EYD dan Dasar Umum Pembentukan Istilah. Yogyakarta. Diva Press.

BIODATA PENULIS:

 

NAMA                     :   YUNIASIH ANGGRAENI HUSODO, S.S.

NIP                           :   19740625 200801 2 004

UNIT KERJA         :   SMP Negeri 2 Sokaraja

MAPEL                   :   Bahasa Indonesia

ORGANISASI      : Sekretaris MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Banyumas 


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *