MENINGKATKAN KOMPETENSI MENYUSUN RPP TEMATIK MELALUI STRATEGI “SIMO” DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

suyanto

ABSTRAK

Sekolah Dasar Negeri Jepara Kulon 01 pada Tahun Pelajaran 2013/2014 sebagai salah satu sekolah sasaran kurikulum 2013 sehingga penyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus menyesuaikan petunjuk teknis yang baru sesuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A tahun 2013. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Jepara Kulon 01 pada tahun pelajaran 2013/2014 Semester 2. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui strategi SIMO (Single Input Many Output) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan Pendekatan Saintifik sesuai Kurikulum 2013. Peneliti tindakan sekolah (PTS) dengan dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, diskusi, studi dokumenter. Hasil analisa data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, diagram, dan narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (a) terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan Pendekatan Saintifik melalui strategi SIMO , ditandai dengan meningkatnya aktifitas guru dalam menyusun RPP dari 73,2% pada siklus 1 menjadi 80% pada siklus 2. Adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang ditandai dengan hasil penilaian RPP meningkat dari 74,57% pada siklus 1 menjadi 84% pada siklus 2.

 

Kata kunci : Kompetensi menyusun RPP Tematik, Strategi SIMO

PENDAHULUAN

Pada Tahun Pelajaran 2013/2014 Sekolah Dasar Negeri Jepara Kulon 01 mendapat anugrah sabagai salah satu dari sembilan. Kepala sekolah, Guru kelas VI mendapat kesempatan mengikuti pelatihan kurikulum di berbagai tempat baik yang diselenggarakan di tingkat pusat mapun tingkat propinsi. Sehari setelah kegiatan pelatihan, sekolah sasaran menindak lanjuti hasil penelitian yakni menerapkan kurikulum 2013 tahun pelajaran 2013/2014. Tahap awal baru dilaksanakan di kelas I dan kelas IV. Penerapan Kurikulum baru sangat terbantu dengan fasilitasnya sekolah oleh pemerintah melalui bantuan paket buku siswa sesuai jumlah siswa di sekolah tersebut. Buku guru diperoleh saat mengikuti pelatihan. Langkah awal penerapan kurikulum baru adalah para guru menganalisis standar kompetensi lulusan (SKL) Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD) yang ada pada standar Isi, selanjutnya menyusun program tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan menuangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Teatik terpadu).

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut “Apakah kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Terpadu dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkat di Sekolah Dasar Negeri Jepara Kulon 01Tahun Pelajaran 2013/2014.

LANDASAN TEORI

Proses pembelajaran merupakan suatu sistem. Banyaknya komponen yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Komponen tersebut diantaranya kurikulum, guru dan siswa. Komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pembelajaran adalah komponen guru. Gurur merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subyek dan obyek belajar. Bagaimana bagus dan idealnya kurikulum, lengkapnya sarana dan prasarana, tanpa diimbangi dengan kompetensi guru dalam mengimplementasi kurikulum maka semuanya kurang bermakna.

Mengatur peraturan pendidikan nasional republik indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi guru disebutkan bahwa Standar kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. Berikut akan diuraikan tentang kompetensi guru.

Dalam undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa kompetensi guru mencangkup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetemsi profesional.

Sebelum melaksanakan pembelajaran guru perlu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih terarah untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. RPP adalah program perencanaan yang disusun  sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. ( Wina Sanjaya, 2010: 173). Menurut kementrian Pendidikan dan Kebudayaan( 2013 : 9 ) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.

Rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompentensi dasar yang ditetapkandalam Standar isi dan dijabarkan dalam silabus. RPP Tematik Terpadu adalah RPP terpadu antar mata pelajaran yang menggunakan tema. Pembelajaran dalam RPP tersebut memberikan pengalaman bermakna kepada siswa secara utuh. Dalam pelaksanaanya pelajaran yang di ajarkan oleh guru di Sekolah Dasar diintegrasikan melalui tema – tema yang telah ditetapkan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan dan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam kelompok kerja guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar ( SD ) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas IV.

Menurut teguh haryadi pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik aktif mengostruksi konsep, hukum, atau prinsip ( Http: // perangkat guruindonesia. Blogspot.com). Sumber lain menyatakan bahwa pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang mendorong anak untuk melakukan ketrampilan – ketrampilan ilmiah berikut : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan ( Kemendikbud: 2013).

Dari beberapa pendapat di atas, disimpulkan bahwa pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang agar peserta didik aktif mengonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan – tahapan ilmiah.

Menurut Teguh Haryadi tahapan – tahapan pendekatan saintifik meliputi: mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisa data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan ( http:// perangkatguruindonesia. Blogspot.com).

Tinjauan tentang SIMO ( Single Input Many Output)

            Pengetahuan, ketrampilan dan kecakapan manusia dikembangkan melalui belajar. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh ketiga aspek tersebut seperti belajar di dalam sekolah, luar sekolah, tempat bekerja, sewaktu bekerja, melalui pengalaman. Sulistyono mendifinisikan strategi belajar sebagai tindakan khusus yang dilakukan oleh seseorang untuk mempermudah , mempercepat, lebih menikmati, lebih efektif dan mudah ditransfer ke dalam situasi yang baru ( Dalam Trianto, 2007:86)

            SIMO kependekkan dari Single Input Many Output. Merupakan salah satu strategi belajar yang menggunakan satu masukan atau satu informasi menghasilkan banyak keluaran atau hasil karya. Single input yang dimaksudadalah melalui satu informasi utuh tentang penyusunan RPP tematik terpadu sesuai permendikbud no 81 A tahun 2013 yang diberikan oleh kepala sekolah kepada semua guru. Pemaparan ini mengawali semua kegiatan.

Strategi SIMO mengajak semua guru konsentrasi penuh terhadap topik yang dipaparkan secara utuh mengingat tugas yang akan diberikan berbeda – beda sesuai bidang tugas masing – masing.

            Many Output adalah kegiatan yang dilaksanakan guna menghasilkan banyak keluaran atau banyak produk karya, yang merupakan inti dari semua kegiatan. Pada kegiatan ini semua guru akan bekerja sesuai bidang tugas masing – masing hingga menghasilkan karya RPP tematik terpadu yang berbeda. Senada dengan strategi ini adalah strategi one input many output yakni satu masukan banyak keluaran ( Depdiknas, 2007:18) Strategi one input Many Output ini digunakan dalam satu kelas rangkap atau multigrade, apabila jumlah siswa pada satu sekolah kurang dari 60 siswa sementara tenaga gurunya sangat kurang.

Kerangka berpikir

            Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan idealnya guru telah mempersiapkan perangkat pembelajaran diantaranya RPP. Akan tetapi RPP yang disusun oleh guru di SD Negeri Jepara Kulon 01 belum lengkap dan belum seluruhnya dengan pendekatan saintifika, untuk itu perlu diadakan SIMO. Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam skema berikut :

   suyantoas

Diagram 1 Skema Kerangka Berpikir

Hipotensis tindakan

Berdasarkan tujuan pustaka dan kerangka pemikiran diatas maka peningkatan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik melalui SIMO di Sekolah Dasar Negeri tahun pelajaran 2013/2014.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan SD Negeri Jepara Kulon 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, dengan jumlah guru 12 orang, terdiri dari 6 guru kelas, 1 oarang guru penjasorkes, 1 orang guru Pendidikan Agama Islam, dan 4 orang guru Wiyata Bakti.

Peneliti memilih SD Negeri Jepara Kulon 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap sebagai obyek penelitian disebabkan mengetahui dengan sesungguhnya kondisi yang ada dan juga karena lokasi kerjanya sehingga memudahkan pelaksanaan penelitian ini.

Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Januari – Maret 2014 yakni pada waktu semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014, pelaksanaan penelitian diawali dari observasi untk mengidentifikasi permasalahan yang di hadapi disekolah dalam perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada bulan Januari 2014. Sedang pelaksanaan penelitian dimulai bulan Februari 2014 sampai dengan Maret 214. Sedangkan rencana selesai laporan PTS ini dijadwalkan pada ulan maret 2014. Alasan pengguna waktu tersebut agar pembelajaran secara efektif dapat tetap berlangsung dan penelitian tidak menggangu aktivitas pemelajaran lainnya sehingga tetap efektif.

Subyek penelitian adalah Guru SD Negeri Jepara Kulon 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap dengan jumlah Guru 13 orang, terdiri dari 9 Guru kelas, 1 orang guru Penjasorkes, 1 orang guru Pendidikan Agama Islam, dan 2 orang guru wiyata mata pelajaran Bahasa Inggris. Dalam penelitian difokuskan pada 2 oarang guru kelas yaitu guru kelas I dan gur kelas IV, 1 orang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang telah mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013.

Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Sekolah dengan 2 siklus. Setiap siklus dengan empat langkah pokok yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tndakan, (3) pengamatan atau observasi, (4) refleksi.

suyantoasa

Bagan 2 Siklus Penelitian Tindakan Sekolah

Data yang telah dikumpulkan emudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunkan untuk menjelaskan aktivitas guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu. Analisis data kuantitatif digunakan uutk mengetahui keberhasilan guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik. Hasil aalisis disajikan secara deskriptif.

Indikator keberasilan

Keseluruhan data yan dikumpulkan sealnjutnya dipegunkan untuk menilai keberhasilan tindakan yang diberikan dengan indikator keberhasilan sebagai berikut ini :

  1. Terjadinya peningkatan pemahaman guru tentang cra menyusun RPP Tematik terpadu dengan pendekatan Saintifik.
  2. Terjadinya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu denga pendekatan Saintifik dibuktikan dengan dokumen RPP setelah memperbaiki strategi SIM selesai atau dengan kata lain setelah Penelitian Tindakan Sekolah selesai sama aau lebih besar dari 75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

SD Negeri Jepara Kulon 01 termasuk dalam wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap sebagai  salah satu sekolah sasaran Kurikulum 2013. Sebelum melakukan tindakan perbaikan, peneliti terlebih dahulu melakukan kegiatan orientasi sebagai studi pendahuluan. Dalam kegiatan ini guru “didiagnosis” sehingga penelitian menemukan derajat kelengkapan dan kesistematisan RPP yang disusun guru  pada saat awal kegiatan. Penelitian mengamati aktivitas guru dalam persiapan dan selama proses penyusunan RPP, kemudian mengevaluasi RPP yang dibuatnya. Hasil pengamatan dan evaluasi tersebut kemudian dijadikan bahan untuk mencari upaya perbaikan (tahap tindakan) pada siklus pnelitian. Penelitian mengadakan enilaian terhadap RPP yang sudah dibuat oleh guru menggunakan lembar penilaian RPP yang digunakan dalam penilaian kinerja guru. Hasil penilaian rata-rata sebesar 70,2%.

Deskripsi Siklus 1

Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan adalah mereview silabus serta pembuatan perangkat penelitaian yang meliputi lembar penilaian aktivitas dan lembar penilaian RPP. Adapun indikator keberhasilan adalah lebih dari atau sama dengan 75%. Peneliti mengadakan bimbingan tentang cara menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik yang diikuti seluruh guru SD Negeri Jepara Kulon 01. Kegiatan ini bertujuan: (a) meningkatkan pemahaman Guru SD Negeri Jepara Kulon 01 dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik; (b) Meningkatkan keterampilan Guru SD Negeri Jepara Kulon 01 dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik. Melakukan pengamatan dalam penyusunan RPP menggunakan lembar Onservasi. Hasil aktivitas guru dalam kegiatan siklus 1 sebesar  73,2%. Berarti indikator belum tercapai.

Deskripsi Siklus 2

Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan adalah mereview RPP serta pembuatan perangkat penelitian yang meliputi lembar penilaian aktivitas dan lembar penilaian RPP. Untuk lembar penilaian aktivitas selama mengikuti kegiatan peneliti membuat sendiri. Sedangkan lembar penilaian RPP diambil dari format lembar penilaian kinerja guru. Sama seperti siklus 1, tetapi bimbngan diarahkan kepada guru secara individual. Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan tanya jawab tentang hal yang belum dipahami oleh guru sehingga RPP yang dibuat lebih baik dari siklus 1. Dari hasil pengamatan selama proses penyususnan RPP Tematik terpadu pada siklus 2 diperoleh hasil bahwa aktivitas guru meningkat 6,8% dari 73,2% menjadi 80%.

PEMBAHASAN

Peneliti mengadakan penilaian terhadap RPP yang sudh dibuat oleh guru menggunakan lembar penilaian RPP yang digunakan dalam penilaian kinerja guru. Hasil penilaian rata-rata sebesar 70,2% Setelah dilakukan kegiatan SIMO menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik pada siklus 1 ternyata hasil penilaian RPP yang dibuat guru meningkat. Sudah mulai meningkat yaitu sebesar 74,57% dalam kondisi awal 70,2%. Skor rata-rata belum mencapai indikator yang diharapkan yaitu sebesar 75% tetapi RPP yang dibuat semakin lengkap.

Pada siklus 2 kompetensi guru dalam penyusunan RPP meningkat menjadi 84%. Berarti RPP yang dibuat guru semakin baik. Gambar diagram berikut akan menjelaskan perubahan yang dari kondisi awal ke siklus 1 dan siklus 2.

Diagram 5. Diagram perbandingan kemampuan guru dalam menyusun RPP

Dalam kegiatan penyusunan guru mempunyai semangat hingga nilai kativitas rata-ratanya 73,2%. Pada siklus 2 terjadi peningkatan yang baik dengan rat-rata skor 80%. Dalam diagram di bawah ini akan lebih nyata perbandingan siklus 1 dan siklus 2.

suyanto

Diagram aktivitas guru

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan uaraian sebelumnya tentang penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 2 siklus dapat disimpulakn bahwa melalui kegiatan single input many Output (SIMO) dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik. Hal ini ditandai dengan peningkatan kemampuan guru dalamsetiap siklus. Dari kondisi awal penilaian RPP sebesar rata-rata 70,2% pada siklus 1 menjadi sebesar 74,57%, tetapi belum memenuhi indikator. Kompetensi guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik pada siklus 2 sebesar rata-rata 84%. Dalam proses penyusunan RPP aktivitas guru juga meningkat dari 73,2% pada silus 1 menjadi 80% pada siklus 2. Menjadi jelas bahwa SIMO dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Santifik.

Saran

  1. Strategi SIMO perlu terus ditingkatkan karena sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi gurumenyusun RPP Tematik Terpadu dengan pendekatan Saintifik.
  2. Guru perlu meningkatkan kompetensinya agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan mengerjakan tugas secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.2011. Peneliti Tindakan Kelas Dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Guva Media

Departemen Pendidikan Nasional, 2003. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar/SD dan Sekolah Dasr Luar Biasa / SLB. Jakarta: Deirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Departemen pendidikan nasional, 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta: depdiknas

BIODATA

Nama               : SUYANTO, S.Pd

NIP                 : 19620713 198508 1001

Pangkat/Gol    : Pembina / IV a

Jabatan            : Kepala Sekolah

Unit Kerja       : SD Negeri Jepara Kulon 01 Kec. Binangun Kab. Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *