Penelitian Tindakan Kelas SMP Materi Sejarah

 OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PERKEMBANGAN PERGERAKAN INDONESIA MELALUI METODE BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH

Oleh : Arie Murtijo, S. Pd., M.M.Pd.

 

ABSTRAK

Penelitian Tindakan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan pembelajaran sejarah dengan memvariasikan beberapa metode belajar sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap dengan subyek penelitian siswa kelas VII.E Semester I SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, yaitu bulan September sampai bulan November 2011. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) peningkatan pemahaman; (2) perubahan perilaku dan motivasi; (3) peningkatan prestasi siswa kelas VII.E di SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2011/2012 dalam mata pelajaran sejarah pada pokok bahasan perkembangan pergerakan Indonesia. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus, dengan tahapan (1) rencana perbaikan, (2) pelaksanaan perbaikan, (3) observasi, dan (4) analisis dan refleksi. Hasil prasiklus siswa yang memperoleh nilai KKM 20% dari jumlah siswa, Siklus I meningkat menjadi 35 siswa tuntas atau 62,5 5% dari keseluruhan siswa. Hasil Siklus II ketuntasan menjadi 39 siswa atau 97,5% dari keseluruhan siswa. Ini menunjukkan bahwa metode bervariasi berhasil dalam meningkatkan pemahaman serta prestasi siswa kelas VII.E di SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2011/2012.

 

Kata kunci : pembelajaran sejarah, metode bervariasi, pergerakan nasional Indonesia


PENDAHULUAN

Secara umum tujuan pendidikan Indonesia sebagaimana telah tertuang dalam GBHN, sebagai berikut :”Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.”

Dari kutipan di atas tujuan Pendidikan Nasional Indonesia adalah menciptakan manusia-manusia pembangunan yang berjiwa Pancasila, cerdas bertanggung jawab dan konsekuen terhadap pembangunan dirinya sendiri dan bangsanya. Pendidikan formal adalah proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah dalam proses belajar mengajar ini banyak mata pelajaran yang harus ditempuh diantaranya adalah Sejarah.

Sejarah melihat peristiwa yang sudah berlalu sebagai data pedoman untuk masa mendatang. Mata pelajaran sejarah merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran Pengetahuan Sosial, akan tetapi dalam tingkat menengah pertama mata pelajaran sejarah dipisahkan menjadi mata pelajaran tersendiri, dengan tujuan siswa lebih mengetahui tentang perjalanan sejarah bangsa ini dan juga bangsa lain, sehingga tercipta rasa nasionalisme yang tinggi untuk keutuhan negara kesatuan Indonesia.

Dewasa ini Negara Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan disegala bidang guna untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Sejalan dengan perkembangan itu terutama dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah bidang pendidikan, dimana telah diusahakan dengan berbagai langkah-langkah dan segala pembinaan guna untuk membentuk pribadi manusia Indonesia yang seutuhnya dalam rangka untuk menyejahterakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara sekarang dan masa yang akan datang.

Dapat kita ketahui bahwa metode pengajaran memiliki peranan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan, untuk itu guru perlu memiliki pengetahuan dan menguasai materi serta bisa melaksanakan metode mengajar yang kondusif dan produktif.

Salah satu masalah yang sering dihadapi guru dalam mengajarkan pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional Indonesia adalah kesulitan menemukan dan menggunakan metode yang tepat untuk mengajar siswa. Hal tersebut sejalan dengan hasil evaluasi prasiklus, diketahui bahwa hanya 8 orang siswa yang memiliki nilai tuntas atau KKM. Hal ini menunjukkan prestasi belajar siswa kelas VII.E SMP Negeri 1 Cipari pada pokok bahasan perkembangan pergerakan Indonesia belum mencapai kondisi yang optimal.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti perlu melakukan PTK dengan menerapkan metode bervariasi. Metode ini dapat digunakan untuk mengoptimalisasikan pembelajaran sejarah dengan memvariasikan beberapa metode belajar sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat.

Adapun permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : “Bagaimana penerapan metode bervariasi pada pokok bahasan perkembangan pergerakan Indonesia untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah di SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2011/2012?”

 

LANDASAN TEORETIS

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN

Optimum adalah kondisi yang terbaik (Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1021). Sedangkan optimalisasi pembelajaran adalah proses menjadikan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi terbaik untuk menghasilkan prestasi puncak.

Kondisi terbaik ini dapat tercipta apabila peran guru di kelas adalah sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan kemampuan belajar anak. (Rista,2009 dalam http://rista-pendidikan.blogspot.co.id/2009/11/optimalisasi-dalam-pembelajaran.html). Sehubungan dengan hal tersebut, maka tugas guru yang utama adalah menyediakan kondisi belajar yang relevan yang memungkinkan terwujudnya aktivitas belajar siswa dalam situasi wajar dan penuh kegembiraan.

METODE BERVARIASI

Udin S. Winataputra (2004) mengartikan variasi sebagai keanekaan yang membuat sesuatu tidak menoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan untuk memberikan kesan yang unik.  Adapun metode bervariasi adalah metode yang sengaja diciptakan atau dirubah atau bahkan dikombinasikan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang unik.

Metode bervariasi pada penelitian ini merupakan penggabungan beberapa metode pembelajaran. Tujuannya adalah untuk hasil maksimal dalam pembelajaran agar dapat menumbuhkan minat belajar dan meningkatkan prestasi siswa dalam belajar sejarah dengan pokok bahasan perkembangan pergerakan di Indonesia yang telah ditentukan di atas.

Metode bervariasi memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

  • Menyajikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa. Metode bervariasi sangat fleksibel digunakan untuk siswa dengan gaya belajar auditori, kinestetik maupun visual. Penggunaan metode bervariasi ini memungkinkan tiap anak mempunyai kesenangan yang berbeda dalam menggunakan alat indera untuk belajar, maka pendekatan multiindera ini akan dapat memenuhi selera anak yang berbeda tersebut. (Romi Syahrurrohim, 2010)
  • Penggunaan metode bervariasi sesuai dengan materi pembelajaran akan membuat siswa memililiki pemahaman yang lebih mendalam tentang materi tersebut. Mereka tak hanya sebagai manusia penghafal, tapi kemungkinan besar juga akan mampu mengaplikasikan pengetahuannya pada kehidupan nyata. Melalui hal tersebut siswa akan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna (meaningful learning). (Elaine B Johnshon, 2006)
  • Siswa akan terbantu mengekspresikan berbagai perasaan waktu guru menggunakan metode bervariasi. Hal ini akan membuat siswa mengikuti pembelajaran dengan sukarela dan bersemangat untuk berpartisipasi aktif. Mereka akan berpikir secara mandiri, dan secara tanpa sadar mereka telah tenggelam dan terlibat aktif dalam pembelajaran anda. (Elaine B Johnshon, 2006)

Metode bervariasi yang digunakan dalam penelitian kali ini antara lain:

  1. Metode dokumentasi
  2. Metode ceramah
  3. Metode diskusi
  4. Metode tanya jawab
  5. Metode inquiri

 

Metode Penelitian

Penelitian tindakan ini dilakukan di SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap, bertepatan dengan tempat peneliti melaksanakan tugas sebagai guru yang mengajar sejarah sekaligus sebagai Kepala Sekolah. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII.E sebagai subyek penelitian. Siswa kelas VII E sebagian besar mengalami hambatan dalam menguasai istilah penting dalam pembelajaran sejarah. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu awal bulan September sampai akhir November 2011.

Prosedur penelitian berlangsung 2 siklus, melaui empat tahap, yaitu 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan 3) observasi dan 4) refleksi.

Subjek penelitian adalah kelas VII.F SMP Negeri 1 Cipari pada tahun pelajaran 2011/2012.

Data penelitian diambil menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif berupa, hasil belajar, situasi pembelajaran, keterkaitan antara rencana dan pelaksanaan tindakan kelas, jurnal (catatan mengenai tahap-tahap pembelajaran dan hasil yang telah dicapai), dengan instrumen penelitian berupa :

  1. Tes tertulis, dapat berupa tes essay/uraian, pilihan ganda, isian, menjodohkan dan sebagainya.
  2. Tes lisan, yaitu berbentuk daftar pertanyaan.
  3. Tes unjuk kerja dapat berupa tes identifikasi, tes simulasi dan uji petik kerja produk, uji petik kerja prosedur, atau uji petik kerja prosedur dan produk.
  4. Penugasan, seperti tugas proyek atau tugas rumah.
  5. Observasi, yaitu suatu cara untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan dengan terjun langsung kelapangan.
  6. Wawancara, yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara.
  7. Portofolio, dapat menggunakan dokumen pekerjaan, karya dan atau prestasi siswa.
  8. Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

Pada Siklus I dilaksanakan pembelajaran menggunakan metode bervariasi yang disusun sedemikian rupa sehingga didapatkan rentang nilai rata-rata seluruh aspek yang diperoleh siswa pada siklus pertama seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1 : Skor hasil belajar pada siklus I

  Rentang Nilai Jumlah Siswa
1 96 – 100
2 91 – 95 2
3 86 – 90 3
4 81 – 85 4
5 76 – 80 3
6 71 – 75 3
7 66 – 70 9
8 61 – 65 16

ariem

Pada proses perencanaan (Planning) Siklus I, permasalahan yang dihadapi adalah belum sesuainya metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sejarah, yang berakibat pada rendahnya prestasi belajar siswa. Kemudian dirancang rencana pembelajaran Sejarah dengan standar dan kompetensi menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat serta pengaruh yang ditimbulkannya, dengan rincian sebagai berikut;

  • Merencanakan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar (PBM) siklus I.
  • Menentukan pokok bahasan.
  • Mengembangkan skenario pembelajaran. .
  • Menyusun petunjuk kegiatan siswa
  • Mengatur kelompok menggali informasi dalam penemuan terbimbing (inkuiri).
  • Mengembangkan format evaluasi dan tindak lanjut.

Pada tahap pelaksanaan, (Acting) peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peneliti mengamati proses pembelajaran dan permasalahannya. Siswa dibimbing membuat kesimpulan, sebagai bukti pemahaman siswa, siswa mengerjakan soal secara berkelompok.

Peneliti mengamati jalannya pembelajaran (observasi) dan upaya mengumpulkan data tentang aktivitas siswa, keaktifan bertanya dalam kegiatan belajar siswa yang berupaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah tentang perkembangan pergerakan Indonesia.

Observasi dilakukan oleh rekan sejawat yang menilai kelebihan dan kekurangan sesuai dengan fokus permasalahan yang diajukan sebagai upaya perbaikan.

Setelah melalui proses perencanaan dan pelaksanaan, peneliti merefleksi atau merenungkan, mengingat dan menghubung-hubungkan kinerja mengajar dalam pembelajaran. Refleksi dapat dilakukan sendiri dan/atau bersama–sama dengan rekan sejawat atau dengan supervisor melalui diskusi atau dialog dengan siswa.

Pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dapat diketahui bahwa yang dicapai hasil kegiatan pembelajaran siklus I belum optimal akan tetapi sudah menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam langkah refleksi ini guru bersama dengan rekan sejawat menemukan bahwa kelebihan guru adalah:

  1. sudah menggunakan media belajar yang menarik,
  2. sudah menggunakan media yang sesuai untuk pembelajaran perkembangan pergerakan Indonesia sehingga siswa tidak terjebak dalam konsep abstrak,
  3. guru membimbing siswa menggunakan alat peraga dengan baik.

Sementara kelemahan pembelajaran siklus I yang dilakukan guru adalah:

  1. penyampaian materi terlalu cepat,
  2. LKS yang dibuat guru kurang memandu siswa dalam melakukan aktivitas belajar,
  3. aktivitas siswa belum optimal dalam menggunakan peraga tidak sesuai dengan petunjuk guru sehingga pembelajaran tidak bisa maksimal.

Terdapat peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata kelas (64,2)  naik menjadi nilai rata-rata kelas (70,6). Dari 8 anak (20%) yang mencapai KKM menjadi 25 anak (62,5%) yang mencapai KKM.

Ditinjau dari prosesnya, pembelajaran pada siklus pertama ini baru sedikit siswa yang mampu mencapai pemahaman, sehingga tidak semua siswa memperoleh hasil yang maksimal. Beberapa hambatan tersebut menyebabkan ketuntasan pada pembelajaran sejarah belum dapat tercapai semua siswa. Meski demikian, ada sebagaian kecil siswa yang mampu mencapai melampaui  KKM, bahkan ada yang mendapat nilai rata-rata 90.

 

Siklus II

Pada siklus II dilakukan perbaikan atas hasil refleksi siklus I. Guru membuat perencanaan dan mengatasi kekurangan agar memudahkan siswa dalam pembelajaran untuk membantu pemahaman siswa terhadap pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional sehingga diperoleh hasil rata-rata pembelajaran seperti tabel di bawah ini.

Tabel 2 : Skor hasil belajar pada siklus II

No Rentang Nilai Jumlah Siswa
1 96 – 100
2 91 – 95 3
3 86 – 90 5
4 81 – 85 6
5 76 – 80 7
6 71 – 75 10
7 66 – 70 8
8 61 – 65 1

Perencanaan (Planning) pada siklus II berbekal pada kegiatan refleksi pada kegiatan siklus I, guru melakukan upaya perbaikan atas hasil refleksi siklus I.

Fokus perbaikan pelaksanaan (Acting) siklus II pada pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional adalah kegiatan yang bersifat  membangun pemahaman siswa dengan memperbanyak diskusi dengan panduan dari guru.

Guru mengamati (Observasi) proses pembelajaran dan upaya mengumpulkan data tentang aktivitas siswa, keaktifan bertanya dalam kegiatan belajar siswa yang berupaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah tentang perkembangan pergerakan Indonesia.

Pada siklus ke-II ini, guru memperbaiki teknik bertanya, mengurangi dominasi, memotivasi siswa agar lebih aktif dalam kegiatan diskusi, melanjutkan pada sub pokok bahasan selanjutnya, yaitu Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional.

Hasil siklus kedua dapat diketahui bahwa yang dicapai pelaksanaan penelitian adalah  kegiatan pembelajaran sudah optimal menggunakan metode bervariasi. Dalam langkah refleksi ini guru bersama dengan rekan sejawat menemukan bahwa diperoleh  hasil kegiatan pembelajaran yang cukup efektif yaitu 97,5% (39) siswa.

Kelebihan guru dalam siklus II adalah guru sudah memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Guru lebih banyak melakukan kegiatan diskusi dan pemecahan masalah bersama siswa. Sementara kekurangan pembelajaran adalah masih terdapat sebagian kecil siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran.

Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari pencapaian  nilai rata-rata kelas pada siklus I (70,6) naik menjadi (79,3) dan terdapat 39 anak (97,5%) yang mencapai KKM.

Setelah pelaksanaan di setiap siklusnya diperoleh nilai hasil belajar yang didapat dari kegiatan belajar sebelum dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode bervariasi dengan setelah menerapkan variasi cara mengajar pada pembahasan topik.

Perbaikan pembelajaran yang dilakukan pada siklus kedua berdampak pada hasil belajar siswa. Tabel di atas menunjukkan 39 siswa telah menguasai/mencapai peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan pembentukan lembaga-lembaga negara di atas KKM. 1 anak belum mencapai hasil maksimal dikarenakan kondisi fisiknya yang sedang tidak sehat.

Lebih lanjut, perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua ini adalah dengan memvariasikan metode mengajar dengan mengurangi dominasi guru serta mendorong siswa untuk saling membantu dalam diskusi dengan siswa lain yang masih mengalami kesulitan memahami pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional.

Melalui tindakan di siklus ke-II ini, tujuan pembelajaran yang dikehendaki dapat tercapai. Selain itu, antara siswa yang memahami dan siswa yang belum memahami tercipta komunikasi yang efektif, saling membantu dan bermanfaat. Proses pembelajaran seperti ini juga membangkitkan motivasi dan kegairahan siswa. Hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional ini pun membawa hasil yang cukup signifikan. Peningkatan hasil belajar dari siklus pertama dengan siklus kedua terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3 : Perbandingan hasil belajar siklus I dan II

No Rentang Nilai Jumlah Siswa
Siklus I Siklus II
1 96 – 100
2 91 – 95 2 3
3 86 – 90 3 5
4 81 – 85 4 6
5 76 – 80 3 7
6 71 – 75 3 10
7 66 – 70 9 8
8 61 – 65 16 1Nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran sejarah setelah diterapkan pendekatan komunikatif

arie

Dengan meningkatnya pemahaman pada pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional, prestasi siswa dalam pembelajaran sejarah meningkat, baik siswa yang sebelumnya telah tuntas maupun siswa yang awalnya belum tuntas. Hasil belajar pada kondisi awal 20%, meningkat pada siklus pertama menjadi 62,5%, dan siklus kedua menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan menjadi 97,5%, siswa mencapai ketuntasan pada materi belajar. Bukan tidak mungkin, apabila dilanjutkan pada siklus III akan memperoleh hasil ketuntasan 100%.pada saat sebelum siklus,  yaitu 20%, menandakan pembelajaran yang kurang berhasil. Sedangkan nilai pada siklus satu menjadi 62,5% yang masuk kategori cukup kemudian ditindaklanjuti pada siklus kedua menjadi 97,5% dan pembelajaran dikatakan efektif. Karena disebabkan antara lain cukupnya pengetahuan, sikap, ketrampilan siswa terhadap proses pembelajaran sejarah. Hal ini menujukkan adanya peningkatan hasil pembelajaran dan membuktikan bahwa dengan penerapan metode bervariasi dapat meningkatkan pembelajaran sejarah.

Setelah melalui perencanaan yang dibuat sebelum penelitian, penelitian ini terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah di buat, sehingga didapatkan prestasi yang diharapkan, yaitu dengan ditemukannya peningkatan dalam setiap siklus pembelajaran.

Dengan perbandingan peningkatan yang tersebut peneliti menyarankan penggunaan metode yang bervariasi dalam menyampaikan pembelajaran siswa SMP Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap juga sekolah yang lain, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan dengan harapkan diperoleh kemudahan bagi siswa untuk memahami pokok bahasan dari mata pelajaran juga sebagai peningkatan prestasi belajar siswa-siswanya.

 

Penutup

Simpulan

Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pemahaman siswa terhadap pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional menggunakan metode bervariasi mengalami peningkatan.
  2. Minat siswa untuk mempelajari Sejarah pokok bahasan perkembangan pergerakan nasional Indonesia semakin meningkat.
  3. Motivasi guru terhadap siswa juga meningkat.
  4. Suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif dan menyenangkan.

 

Saran

Berdasarkan kesimpulan peneliti menguraikan saran sebagai berikut :

  1. Memaksimalkan persiapan perangkat pembelajaran, khususnya LKS yang melibatkan kegiatan metode bervariasi.
  2. Meningkatkan kualitas kolaborasi antar anggota sehingga masukan atau input dari para pengamat bisa lebih meningkatkan kinerja.
  3. Memperdalam pengetahuan yang berkaitan dengan metode bervariasi.
  4. Hendaknya guru dalam mengajar menggunakan metode atau model belajar yang dapat mempermudah anak didiknya dalam memahami pokok bahasan dan sesuai dengan pelajaran.
  5. Dalam proses belajar mengajar guru perlu memberikan dorongan atau motivasi kepada siswa agar lebih giat dan senang terhadap mata pelajaran yang diajarkannya.

 

Daftar Pustaka

Depdiknas, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa Depdiknas

Johnson, Elaine. B. 2006. Contextual Teaching and Learning. Bandung : Penerbit Mizan (MLC)

Winataputra, Udin S. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Universitas Terbuka.

_______. 2009. http://rista-pendidikan.blogspot.co.id/2009/11/optimalisasi-dalam-pembelajaran.html   tanggal akses 28 September 2011

Syahrurrohim,Romi.2010.http://thepoepleofchoice.blogspot.co.id/2010/12/keutamaan-variasi-dalam-proses.html) tanggal akses 30 September 2011

 

BIODATA PENULIS  :

  1. Nama Lengkap dan Gelar :  Arie Murtijo, S. Pd., M.M.Pd.
  2. NIP :  19600612 198603 1 027
  3. Pangkat/Golongan :  Pembina / IV. A
  4. Jabatan :  Kepala Sekolah / Guru Mata Pelajaran
  5. Instansi :  SMP Negeri 1 Cipari Kab. Cilacap
  6. Tempat Pendidikan :  SMP Negeri 1 Cipari Kab. Cilacap



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *