MEWUJUDKAN SEKOLAH “BERIMAN” MELALUI PEMBERDAYAAN DOKCIL

   darinah

Oleh:

Darinah, S.Pd

Kepala SDN 3 Bancarkembar Purwokerto Utara

 

LATAR BELAKANG

            Secara psikologi,  lingkungan  berperan penting dalam perilaku manusia khususnya sekolah, sebab dari sinilah perlakuan-perlakuan yang terus menerus dan terstruktur masih diberikan kepada siswa,  sehingga siswa diharapkan dapat merubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Sekolah yang telah memberikan lingkungan yang menunjang bagi kesuksesan pendidikan maka sekolah itu secara langsung dan tidak langsung memberikan sentuhan perlakuan kepada siswa. Lingkungan itu meliputi: 1) fisik seperti bangunan, alat, sarana, dan gurunya kemudian 2) non fisik yaitu kurikulum, norma, dan pembiasaan nilai-nilai kehidupan yang terlaksana di sekolah itu.

Mewujudkan suasana sekolah yang “BERIMAN” (BERsih, Indah, Manfaat, Aman, dan Nyaman) adalah dambaan setiap penghuni sekolah. Suasana yang demikian itu , akan sangat membantu semua stakeholder dalam beraktivitas melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Seperti apakah suasana sekolah yang Beriman tersebut?

SD Negeri 3 Bancarkembar merupakan salah satu sekolah yang mendambakan hal tersebut di atas. Oleh karena itu, di saat saya baru menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah di SD N 3 Bancarkembar banyak hal yang menjadi perhatianku. Hal tersebut saya tampung untuk selanjutnya saya susun dalam bentuk rencana program kerja Kepala Sekolah.

Sebagai seorang Kepala Sekolah dituntut untuk dapat melaksanakan kepemimpinan 4 M, yaitu:  mempengaruhi, mengembangkan, memberdayakan, dan menggerakkan. Dengan menerapkan 4 aspek kepemimpinan tersebut diharapkan keinginanku untuk mewujudkan sekolah yang Beriman dapat terealisasi. Sekolah yang bersih, indah, manfaat, aman, dan nyaman tentu akan terwujud apabila ada peran serta dari semua stakeholder, serta berlangsung secara berkelanjutan, sehingga menjadi suatu perilaku yang membudaya. Peran Kepala Sekolah untuk dapat menggerakkan semua guru agar mau untuk memberdayakan dokter kecil yang ada sangatlah dibutuhkan.

Dari pengamatan yang telah penulis lakukan selama satu tahun menjadi Kepala Sekolah di SD N 3 Bancarkembar, diperoleh beberapa catatan penting tentang penyebab kurang Berimannya lingkungan sekolah. Penyebab tersebut antara lain adalah: (1) regu piket siswa di setiap kelas belum bekerja secara efektif; (2) guru telah memberikan penyuluhan tentang kebersihan, namun keteladanan hidup Beriman belum maksinal; (3)dokter kecil yang ada  belum diberdayakan; (4) kepedulian siswa terhadap sampah masih sangat kurang; (5) kepedulian guru dan siswa terhadap kerindangan lingkungan sekolah juga masih kurang.

Beberapa penyebab kurang “BERIMAN” nya SDN 3 Bancarkembar, maka penulis berusaha mengatasinya dengan cara menggerakkan guru dalam memberdayakan dokter kecil. Apakah dengan menggerakkan guru dalam memberdayakan dokter kecil SD N 3 Bancarkembar dapat mewujudkan sekolah yang “BERIMAN”?

PEMECAHAN MASALAH

Untuk menjawab permasalahan di atas, maka kerangka berfikir yang saya pergunakan adalah sebagai berikut:

darinah

Diagram 1

Alur Kerangka Berfikir

Pada kondisi awal, apabila suasana pagi hari di lingkungan SD N 3 Bancarkembar tampak terlihat sangat bersih dan rapi. Hal ini karena penjaga sekolah telah menyapu halaman sekolah. Namun, jika siswa kelas I – VI mulai melakukan istirahat, maka setelah itu kondisi mulai berubah menjadi kotor oleh sampah-sampah plastik dan kertas yang berserakan  karena tidak semua siswa  membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan. Padahal Bapak/Ibu guru setiap harinya telah memberikan penyuluhan kebersihan. Sekolah juga sudah menyiapkan tempat sampah yang cukup serta tulisan-tulisan yang bersifat mengajak dan memberi perintah  seperti: Buanglah sampah pada tempatnya, Bersih itu indah, dan lainnya. Apabila siswa dan guru melihat sampah berserakan, mereka tidak begitu peduli terhadap kondisi tersebut, kecuali jika ditunjukkan atau diperintah untuk membersihkannya. Penulis benar-benar sangat prihatin dengan kondisi yang seperti itu.

darinaha

Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD N 3 Bancarkembar (2014:8) yang memiliki visi “Berprestasi Unggul, Beriman, dan Berkarakter” saya sangat mendambakan agar ke depan siswa-siswa SD N 3 Bancarkembar dapat memiliki prestasi yang unggul baik di bidang akademik maupun non akademik, menjadi siswa yang memiliki iman yang kokoh serta terbentuk karakter kepribadian yang baik. Untuk dapat membentuk karakter, tentunya harus dapat melakukan sesuatu secara rutin agar dapat menjadi suatu kebiasaan. Apabila kebiasaan itu sudah dilakukan maka dengan sendirinya karakter siswa akan terbentuk.

 Lingkungan sekolah yang “BERIMAN” (Bersih, Indah, Manfaat, Aman, Nyaman), yang diharapkan terwujud itu memiliki indicator keberhasilan minimal 70 (Baik). Adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak ada sampah tercecer di dalam dan di luar ruang kelas.
  2. Disediakan tempat sampah yang digunakan untuk membuang sampah.
  3. Ada kegiatan pemisahan sampah dalam membuang sampah.
  4. Kondisi lantai bersih dari kotoran
  5. Ada pembagian tugas piket di tiap kelas yang bekerja dengan baik
  6. Ada tanaman di depan ruang kelas yang selalu dirawat dengan baik
  7. Ada petugas keamanan (penjaga, satpam) yang bekerja dengan baik
  8. Ada alat-alat kebersihan yang tertata rapi dan dimanfaatkan dengan baik
  9. Penataan meja kursi dalam ruang kelas memungkinkan guru dan siswa bergerak dengan leluasa
  10. Dokter kecil diberdayakan dengan baik
  11. Ada paguyuban pedagang, dan menjual jajanan yang sehat.
  12. Ada tempat duduk bagi siswa untuk istirahat dan dimanfaatkan dengan baik
  13. Terpampang dengan baik pesan-pesan tulisan yang mengajak hidup bersih sehingga dapat terbaca oleh semua orang

Oleh karena itulah, saya berupaya untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan cara melibatkan semua guru dan siswa  agar mereka nantinya terbiasa untuk selalu peduli terhadap lingkungan, sehingga lingkungan sekolah menjadi Beriman. Upaya tersebut adalah: (1) Melakukan pembinaan terhadap guru dan dokter kecil secara terpisah dan rutin. Pembinaan terhadap guru  bertujuan agar guru selalu memberi penyuluhan pentingnya hidup bersih terhadap semua siswa, memberikan keteladanan dalam bersikap peduli terhadap lingkungan. Sedangkan pembinaan terhadap dokter kecil bertujuan agar mereka mengerti akan tugas dan kewajibannya. (2) Menggerakkan guru dalam memberdayakan dokter kecil serta pemberian rewards. Menurut Djauzak Ahmad (1996:10) Kepala Sekolah harus mampu menjalankan fungsi-fungsi  manajemen pendidikan dengan baik, yang meliputi: (a) fungsi perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) menggerakkan, (d) memberikan arahan, (e) pengkoordinasian, (f) pengendalian, dan (g) inovasi. Fungsi menggerakkan menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-sama dalam rangka tujuan pendidikan secara efektif dan efisian.

Dari upaya pembinaan tahap I yang telah saya lakukan secara terpisah antara guru dan dokter kecil dan tanpa adanya pemberian rewards, menghasilkan beberapa perubahan antara lain: (a) guru memberi penyuluhan kebersihan dan menjaga kesehatan lingkungan terhadap dokter kecil masih bersifat insidentil, (b) kepedulian siswa dan guru terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, masih bersifat temporer (jika ada yang mengingatkan/ memberi perintah barulah ada tindakan namun, jika tidak ada yang mengingatkan, keadaan kembali seperti semula), (c) kebersihan badan dan lingkungan sekitar  masih perlu ditingkatkan.

Karena hasil yang diharapkan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang Beriman belum sesuai dengan indikator yang diharapkan, maka saya pun melakukan upaya pembinaan tahap II yaitu dengan menggerakkan guru dalam memberdayakan dokter kecil serta memberikan reward kepada kelas yang telah berhasil mencapai indicator yang diharapkan.

Upaya pembinaan tahap II yang saya lakukan yaitu menggerakkan guru dengan memberdayakan dokter kecil disertai pemberian rewads, yang akhirnya menghasilkan beberapa perubahan antara lain: (a) guru memberi penyuluhan kebersihan dan menjaga kesehatan lingkungan terhadap dokter kecil mulai bersifat rutin, (b) kepedulian siswa dan guru terhadap keindahan, kebersihan  badan dan lingkungan  sekolah, mulai membudaya

darinahas

Untuk memotivasi semua siswa, kegiatan dalam rangka mewujudkan sekolah yang Beriman yang terdiri dari beberapa indicator yang telah ditetapkan, akan dinilai oleh masing-masing guru kelas dan Kepala Sekolah dengan skor 70% dan 30%. Hasil penjumlahan skor tersebut akan direkap setiap akhir bulan dan akan dibuat peringkat dari kelas I sampai dengan VI, bagi yangmemperoleh skor tertinggi, maka mendapatkan hadiah piala bergilir 7K, yang akan disimpan di dalam kelas tersebut.

dar

Gambar 7 Pemberian reward berupa piala bergilir  dilakukan setiap bulan sekali pada saat upacara bendera.

Dari data yang telah diperoleh pada pembinaan tahap kedua menunjukkan bahwa upaya untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang Beriman dengan menggerakkan guru dalam memberdayakan dokcil yang ada mulai menampakkan hasil yang diinginkan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai berdasarkan indicator-indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

darinahass

Jika kita mencari korelasi antara lingkungan sekolah yang bersih, indah, manfaat, aman, dan nyaman (Beriman) dengan prestasi siswa di sekolah, maka didapatlah fakta bahwa proses belajar mengajar itu memerlukan ruang dan lingkungan pendukung untuk dapat membantu siswa dan guru agar dapat berkonsentrasi dalam belajar. Mengapa begitu? Karena belajar memerlukan kondisi psikologi yang mendukung. Jika para siswa belajar dalam kondisi yang menyenangkan dengan kelas yang bersih, udara yang bersih, keadaan aman, dan sedikit polusi suara, niscaya tingkat prestasi para siswa juga akan naik.

darinahasss

Gb.11,12,13. Penghijauan yang ada di setiap kelas untuk mewujudkan kerindangan sehingga dapat bermanfaat untuk pembelajaran siswa.

Para guru dapat pula memanfaatkan lingkungan yang bersih, rapi, indah, rindang itu untuk kegiatan pembelajaran. Lingkungan dapat dijadikan sebagai sumber dan media untuk belajar siswa. Para siswa tidak selamanya harus belajar di dalam ruang kelas, namun perlu juga untuk diajak belajar di luar kelas. Hal ini tentu akan memberikan suasana yang berbeda bagi para siswa. Siswa akan merasa senang dalam belajar, sehingga diharapkan dengan belajar dalam suasana senang akan memperoleh hasil yang memuaskan.

PENUTUP

Lingkungan sekolah yang bersih, indah, manfaat, aman dan nyaman (Beriman) dapat terwujud apabila terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antar semua stakeholder yang ada di sekolah tersebut. Lingkungan yang Beriman sangat mendukung terhadap tumbuh kembang para siswa secara optimal. Siswa-siswa menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi siswa yang cerdas dan kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Prestasi belajar  yang unggul, siswa yang beriman, serta memiliki karakter kepribadian yang baik sebagai harapan sekolah, semoga dapat terwujud.

DAFTAR PUSTAKA

Djauzak Ahmad,1996.Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta, Depdagri Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)Dokumen 1 SD Negeri 3 Bancarkembar. UPK Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.

BIODATA PENULIS

Nama               : Darinah, S.Pd

Jabatan            : Kepala SDN 3 Bancarkembar UPK Purwokerto Utara


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *