Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Konduktor dan Isolator Panas

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KONDUKTOR DAN ISOLATOR PANAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI DONDONG 01 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Siti Paryati

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan penerapan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) pada pembelajaran IPA kelas V di SDN Dondong 01 dan mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA setelah menerapkan model pembelajaran TAI. Dari hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I dalam pembelajaran IPA : aktivitas  belajar siswa pra siklus ada 5 siswa (20,83% b) pada siklus I mencapai 15 siswa (62,50%) dan pada siklus ke II aktivitas meningkat menjadi 20 siswa (83,88),sementara itu untuk hasil belajar siswa siklus  pada pra siklus rerata 56,6  siklus I rerata 72,91 pada siklus 2 meningkat sifnifikan menjadi  85,83% Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) bahwa Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) pada materi konduktor dan isolator panas di SD Dondong 01 telah berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Kata kunci : aktivitas, hasil belajar, IPA, model pembelajaran TAI.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kualitas pendidikan meliputi diberbagai sektor dan jenjang pendidikan, termasuk jenjang pendidikan dasar. Keberhasilan pendidikan banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk guru. Guru yang profesional akan selalu berupaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang dirinci sebagai berikut: 1) Mendidik adalah usaha sadar untuk meningkatkan dan menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi perannya dimasa yang akan dating, 2) Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirimelalui proses pendidikan pada jalur dan jenjang pendidikan tertentu. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pendidikan pada jalur dan jenjang pendidikan tertentu. (Ngalim Purwanto, 1997: 42)

Dari 24 siswa kelas VI SDN  Dondong 01Tahun Ajaran 2014/2015 yaitu 14 laki-laki dan 10 perempuan .Hanya 8 orang yang tuntas belajar,hal ini mendorong kami untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas ini…

Berdasarkan hasil renungan yang penulis lakukan setelah melaksanakan pembelajaran IPA tentang konduktor dan isolator panas panas, yang dilanjutkan dengan evaluasi, tetapi hasilnya tidak memuaskan, maka penulis sebagai guru kelas menyadari bahwa kesalahan berada pada guru bukan pada siswa, antara lain pembelajaran berpusat pada guru, keterlibatan siswa dalam pembelajaran kurang ada kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan siswa pasif dan hasil evaluasi.Dari 24 siswa hanya 8 orang yang tuntas belajar.Dangan KKM Mata pelajaran IPA 70 ,berlatar belakang dari permasalahan tersebut, dipandang perlu melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, sebab Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran yang bersifat individual dan luwes.

Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka muncul berbagai masalah yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Mengapa aktivitas dan hasil belajar dalam pelajaran IPA materi ” Konduktor dan isolator panas” siswa kelas VI Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015 rendah.

2. Mengapa aktivitas dan  hasil belajar dalam pelajaran IPA materi “Konduktor dan isolator panas” siswa kelas VI Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015 rendah dan  perlu ditingkatkan.

Pembatasan Masalah

Untuk membatasi meluasnya permasalahan dalam penelitian ini, perlu adanya pembatasan masalah sebagai berikut:

”Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization)” diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan  hasil belajar IPA materi “ konduktor dan isolator panas“  bagi  siswa  kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimanakah proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization)  untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi ”Konduktor dan isolator panas” bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015?

2. Seberapa besar peningkatan  hasil belajar IPA materi “Konduktor dan isolator panas” setelah  menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015?

3. Bagaimanakah perubahan perilaku yang menyertai peningkatan hasil belajar IPA materi ”Konduktor dan isolator panas”  setelah  menggunakan  model pembelajaran kooperatif tipe TAI(Team Assisted Individualization) bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization), untuk meningkatkan aktivitas dan  hasil belajar IPA  materi “Konduktor dan isolator panas”  bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015.

2. Mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA materi “Konduktor dan isolator panas”  dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization)  bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015.

3. Mendeskripsikan perubahan prilaku yang menyertai  aktivitas  dan hasil belajar IPA materi” Konduktor dan isolator panas” dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) bagi siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015.

Manfaat Hasil Penelitian

Manfaat Teoritis

1. Peneliti dapat menemukan teori/pengetahuan baru tentang cara meningkatkan  hasil belajar IPA.

2. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pemikiran atau bahan kajian dalam dunia pendidikan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization).

Manfaat Secara Praktis

1. Bagi guru: dengan mengadakan penelitian tindakan kelas guru dapat mengetahui metode yang tepat sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas, agar permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun oleh guru dapat diminimalkan.

2. Bagi siswa: dapat meningkatkan hasil belajarnya terhadap mata pelajaran IPA pada materi pokok Konduktor dan isolator panas.

Kajian Teori

Pengertian Aktivitas Belajar

Belajar bukanlah berproses dalam kehampaan. Tidak pula pernah sepi dari berbagai aktivitas, tidak pernah terlihat orang yang belajar tanpa melibatkan aktivitas raganya. Apalagi bila aktivitas belajar itu berhubungan dengan masalah belajar menulis, mencatat memandang, membaca, mengingat, berfikir, atau praktek(dalam saiful Bahri Djamarah 2000: 38)

Menurut  Oemar Hamalik (2008: 27) Aktivitas istilah umum yang dikaitkan dengan keadaan bergerak, eksplorasi dan berbagai repson lainnya terhadap rangsangan sekitar.Sedangkan belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modificationor strengthening of behavior through experiencing).

Hakikat Belajar

Belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar,.  (Imron, 1996: 2).

Makna dan hakekat belajar seringkali hanya diartikan sebagai penerimaan informasi dari sumber informasi (guru dan buku pelajaran). Akibatnya guru masih memakai kegiatan mengajar sebagai kegiatan memindahkan informasi dari guru atau buku kepada siswa. (Muslih, 2008 : 51).

Hakikat Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakanya pembelajaran disekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistimatis mengarah pada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Semua hasil belajar tersebut merubuan hasil dari interaksi  tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merubuan berakhirnya  penggal dan puncak proses belajar (Dimyati dan Mujiono, 2009 : 3).

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam

(Parsaoran Siahaan, 2001:21) IPA diperoleh dari pertanyaan pada dasar manusia terhadap hukum-hukum IPA merubuan produk yang menyediakan ilmiah (secience method) dan hukum atau teori-teori dalam IPA bukan suatu kebenaran mutlak, tapi bersifat nisab.Dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar berbagai macam metoda dapat gunakan. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, metoda yang penulis gunakan adalah metoda bervariasi, yaitu metoda tanya jawab, penugasan, ceramah, diskusi dan metoda eksperimen. Dengan penggunaan metoda yang tepat dapat membantu cara berfikir anak, hal ini sesuai pendapat Carol Gestwicki(1995 hal:321) bahwa dalam perkembangan terdapat perubahan yang dapat diramalkan. Anak terlibat langsung dalam praktek pembelajaran IPA.

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Slavin dalam Isjoni (2009: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen. Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran. Selanjutnya

Johnson (Anita Lie,2007: 30) mengemukakan dalam model pembelajaran kooperatif ada lima unsur yaitu: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, dan evaluasi proses kelompok. Pembelajaran kooperatif (Cooperative learning) adalah model pembelajaran yang menekankan pada saling ketergantungan positif antar individu siswa, adanya tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi intensif antar siswa, dan evaluasi proses kelompok.

Anita Lie (Agus Suprijono, 2009: 56) menguraikan model pembelajaran kooperatif ini didasarkan pada falsafah homo homini socius. Berlawanan dengan teori Darwin, filsafat ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dialog interaktif (interaksi sosial) adalah kunci seseorang dapat menempatkan dirinya di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Wisenbaken (Slavin, 2005) mengemukakan bahwa tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan norma-norma yang proakademik di antara para siswa, dan norma-norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat penting bagi pencapaian siswa.

Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

Isjoni (2009: 27) memaparkan beberapa ciri-ciri pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut:

1. setiap anggota memiliki peran

2. terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa;

3. setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga temanteman sekelompoknya;

4. guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan

5. guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.

Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran kooperatif sebagaimana dikemukakan Slavin (Isjoni, 2009) yaitu penghargaan kelompok, pertanggung jawaban individu, dan kesempatan yang sama untuk berhasil.

1. Penghargaan kelompok.

2. Pertanggung jawaban individu.

3. Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan.

Pengertian Model Pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization)

Model Pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) ini dikembangkan oleh Slavin. Menurut Slavin (2005) tipe ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah, ciri khas pada model pembelajaran TAI ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.

Konduktor dan Isolator Panas

Isolator panas adalah benda-benda yang tidak mudah dan lambat dalam menghantarkan panas. Benda yang bersifat Isolator  tidak dapat menghantarkan panas. Misalnya sejenis plastik tahan panas. Pembelajaran konduktor dan isolator panas akan mudah di pahami anak apabila menggunakan metode/model pembelajaran yang  didalamya siswa berperan aktif, melaksanakan percobaan.

Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization)

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut diatas diajukan hipotesis tindakan sbb:”Melalui Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan  aktivitas dan  hasil belajar IPA materi “Konduktor dan isolator panas“  bagi siswa kelas  VI  SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Peneliti dalam melakukan perbaikan pembelajaran merencanakan langkah-langkah PTK dengan rencana 2 (dua) siklus, dengan harapan akan memperoleh ketuntasan belajar.

Siklus 1

Perencanaan Tindakan Penelitian

Perencanaan tindakan penelitian dilakukan berdasarkan hasil orientasi dan identifikasi masalah pengajaran. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah : (1) Menelaah kurikulum SD Kelas VI Mata pelajaran IPA (2) menyusun Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran IPA (3) menyusun lembar observasi proses pelaksanaan pembelajaran (4) Membuat LKS (5) Menyusun alat evaluasi.

Pelaksanaan Tindakan Penelitian

Empat tahap kegiatan yang dilakukan pada setiap siklus tindakan pembelajaran adalah seperti di bawah ini.

Perencanaan Tindakan

Kegiatan perencanaan tindakan meliputi tahapan sebagai berikut :

1. Membuat RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2. Mempersiapkan alat atau media pembelajaran yang akan digunakan yaitu model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAIuntuk setiap kelompok,

3. Menyusun instrumen-instrumen yang akan digunakan.

Pelaksanaan Pembelajaran

Dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti melaksanakan pembelajaran tentang penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dan mencatat berbagai temuan selama kegiatan pembelajaran sebagai bahan refleksi pada pelaksanaan pada siklus l khususnya yang berhubungan dengan fokus penelitian.

Observasi Pelaksanaan Penelitian

Peneliti dengan berkolaborasi dengan teman sejawat Yaitu bapak Sardi guru kelas V, melakukan analisis dan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran, untuk keperluan analisis dilakukan pemeriksaan lembar pengamatan dan catatan-catatan tentang data yang terkumpul.

Analisis dan Refleksi Pembelajaran

Peneliti bersama-sama dengan rekan sejawat melakukan analisis dan refleksi data yang terkumpul selama kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis dan refleksi dijadikan bahan untuk melakukan tindakan penelitian.

Siklus II

Perencanaan

Siklus ini merupakan penyempurnaan dari siklus 1, tetapi telah diadakan revisi terhadap kekurangan-kekurangan yang ada, peneliti memberikan pengantar tentang segala sesuatu yang akan dikerjakan pada saat tindakan di kelas. Merencanakan Peneliti  mengembangkan rancangan pembelajaran dan perangkat pembelajaran  untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan melihat kekurangan pada rancangan  siklus pertama.

Pelaksanaan Tindakan (acting)

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran  adalah sebagai berikut:

a. Guru mengabsen kehadiran siswa, menanyakan keadaan kesehatan siswa.

b. Guru

c. Siswa mengerjakan test formatif.

d. Guru  memberikan kegiatan tindak lanjut (PR).

Pengamatan  (observating)

Tahap ini melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan untuk mencatat hasil observasi yang diperolehnya.

Evaluasi.

Evaluasi dilaksanakan pada siklus 1I  melalui :

a. Melakukan wawancara dengan observer tentang kebaikan, kekurangan dan kendala yang ditemui ketika mengajar.

b. Menganalisis test formatif.

c. Membahas  hasil observasi pada siklus II.

Refleksi ( reflecting ).

Data siklus II merubuan tindakan refleksi dari siklus I. Data ini merubuan hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus tersebut.

Jika dari analisis data  mengalami peningkatan data yang segnifikan maka penelitian tersebut dianggap berhasil.

Setting penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Adapun rencana penelitian secara garis besar sebagai berikut ;

Subyek penelitian

Subyek penelitian  siswa kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015. Berjumlah 19 anak terdiri dari 10 putri dan 9 putra.

Sumber Data Penelitian

Sumber data yang diperoleh peneliti adalah berdasarkan keluhan guru dalam proses Pembelajaran tentang konduktor dan isolator panas dari hasil ulangan yang diperoleh hanya mencapai rata-rata 33% yang tuntas KKM ketika ditanyakan pada siswa ternyata hampir 79% siswa menjawab kesulitan.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 teknik, yaitu teknik observasi dan teknik tes.

Teknik Observasi

Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang dibuat untuk digunakan sebagai perangkat pengumpul data.

Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Butir Soal tes sebanyak 5 nomor

Lembar Observasi, yaitu:

Validasi Data

Agar diperoleh data yang obyektif, sahih dan handal, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi  dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menggunakan cara yang bervariasi untuk memperoleh data yang sama, misalnya untuk mengetahui seberapa aktivitas dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi.

2. Triangulasi data yakni dengan membandingkan data antara hasil tes tertulis siklus ke satu dan ke dua.

3. Melakukan pengecekan ulang dari data yang telah terkumpul untuk kelengkapannya.

4. Melakukan pengolahan dan analisis ulang dari data yang terkumpul.

Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan ada yang bersifat kuantitatif dan kualitatif.

1. Seleksi Data

Data yang telah terkumpul dari hasil observasi selama kegiatan penelitian maka diadakan penyeleksian data yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian.

2. Klasifikasi Data

Data yang terkumpul berdasarkan penyeleksian, diklasifikasikan berdasarkan urutan logis untuk disajikan secara sistematis berdasarkan urutan siklus.

3. Persentase Data

Tahap akhir dari teknik analisis data, dilakukan prosentase data bagi data yang telah terkumpul beradasarkan klasifikasi.

Indikator kerja

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil tes formatif yang hanya 25 % siswa yang tuntas Belajar memperoleh nilai diatas KKM Pelajaran IPA Kelas VI SD Negeri Dondong 01.  Adapun hasil penelitian yang diharapkan adalah 80 % siswa memperoleh nilai diatas KKM.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Keadaan Siswa

Berdasarkan data yang diperoleh dari sekolah, keadaan siswa Kelas VI SD Negeri  Dondong 01 pada semester I diperoleh data yaitu dari  24 siswa yaitu 14 laki-laki dan 10 Perempuan.

Deskripsi dan Pembahasan Siklus 1

Perencanaan

Untuk menjaring data dalam penelitian, maka langkah selanjutnya membuat lembar observasi, antara lain :

1. Lembar observasi RancanganPelaksanaan Pembelajaran

2. Lembar observasi Pelaksanaan Pembelajaran

3. Lembar observasi Kemampuan Siswa pada Materi Konduktor Dan Isolator Panas

Tindakan penelitian siklus I berdasarkan perencanaan tindakan penelitian yang telah ditetapkan dan hasilnya disusun berdasarkan katagori data dibawah ini

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran pada Siklus I meliputi kegiatan guru dalam mengajar, dan siswa dalam belajar dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini:

Hasil Belajar Siswa Siklus I

Data Perolehan Nilai Tes siklus I

Deskripsi Dan Pembahasan Siklus 2

Tindakan penelitian siklus 2 berdasarkan repleksi siklus l, dan hasilnya disusun berdasarkan katagori data dibawah ini :

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran pada siklus 2 meliputi kegiatan guru dalam mengajar, dan siswa dalam belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Hasil Belajar Siswa Siklus 2

Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil evaluasi yang dilaksanakan pada Siklus 2, masih banyak siswa yang salah, secara rinci hasil yang diperoleh siswa adalah sebagai berikut :

Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran

Dari data di atas dapat terlihat bahwa hasil belajar siswa cenderung meningkat. Sebelum pembelajaran siswa yang telah tuntas belajar sebanyak 8 orang siswa (33%) pada siklus I bertambah menjadi  orang siswa14  (58%) dan pada siklus II menjadi 20 orang siswa (92%).

Dari tabel diatas terlihat adanya peningkatan aktivitas diskusi kelompok mengerjakan LKS.Dalam mengajukan pendapat  pada siklus I sebanyak 5 orang (29,41%),dan pada siklus II meningkat menjadi  13 orang (76,47 %).Siswa yang aktif dalam diskusi juga meningkat yaitu pada siklus I sebanyak 6 orang (35,29%) dan meningkat pada siklus II meningkat menjadi 14 orang (82,35%).Kemudian aktivitas menjawab pertanyaan juga meningkat pada siklus I sebanyak 6 orang (35,29 %) dan pada siklus II meningkat menjadi 15 orang (88,23 %).Kemudian akyivitas membantu mengerjakan tugas juga meningkat yaitu sebanyak 11 orang pada siklus I kemudian sebanyak 17 orang (100%)pada siklus II.

KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

1. Proses pembelajaran menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi “ Konduktor dan isolator panas” di kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap

2. Hasil belajar IPA materi” Konduktor dan isolator panas” , mengalami peningkatan setelah menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI.

3. Dengan pembelajaran menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI.  pada materi “ Konduktor dan isolator panas  kelas VI SD Negeri Dondong 01 tahun pelajaran 2014/2015, Kecamatan  Kesugihan Kabupaten Cilacap , terjadi perubahan tingkah laku yang siknifikan, dibuktikan dengan persentase  hasil belajar yang meningkat disetiap siklusnya, dibuktikan pada kondisi awal hasil belajar rerata 56,6, siklus I meningkat menjadi 72,91 dan pada siklus II rerata meningkat menjadi 85,83.sedangkan siswa yang tuntas  belajar pada kondisi awal 33%  (8 siswa) pada siklus 2 meningkat menjadi 14(58%) siswa dari 24 siswa

Saran

Penelitian Tindakan kelas dengan judul upaya meningkatkan  hasil belajar siswa kelas VI dalam materi “ konduktor dan isolator panas”  dengan menggunakan  Model pembelajaran kooperatif tipe TAI ternyata berdampak positif. Membuat guru selalu terinspirasi  merubah cara mengajar ke arah yang lebih baik.

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut; Penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat mendorong siswa lebih aktif,   kreatif dan termotifasi dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Aunurahman (2008)” Belajar dan Pembelajaran” Bandung,Alfabeta.

Getswiki, C.(1995).Teori Pembelajaran.Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.

Imron Ali (1996)  Belajar dan Pembelajaran Jakarta; Pustaka jaya.

Iskandar Wassid, Dadang Suhendar (2010),Strategi Pembelajaran Bahasa ,          Jakarta ;  PT Remaja Rosdaya.

Isjoni (2010) Pembelajaran Kooperativ Learning,Nusa Media Jakarta

Lie, Anita 2008.Cooperative Learning di Ruang-ruang kelas Jakarta;PT Grasindo.

Mulyani Sumantri, dan Djohar Permana(1999) Strategi Belajar Mengajar .Jakarta.

Muslih ( 2008) Belajar dan Pembelajaran Jakarta : Uneversitas terbuka.

Nurhayani   (2010) SDN Babulang  Kalianda”TAI dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI

Oemar Hamalik (2008) Proses Belajar Bengajar, Jakarta, Bumi Aksara.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zein (2010) Strategi Belajar Bengajar.Jakarta : PT Rineka Cipta.

Sayiful Sagala (2005) Konsep dan Makna Pembelajaran : Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar  (Bandung ;CV Alfabeta)


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *