PTK SD Media Interaktif Power Point Mapel IPS

Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Wisata Banyumas Melalui Media Interaktif Power Point

asih

ABSTRAK

Hasil belajar siswa kelas VIIC SMP N 3 Kebasen rendah pada tema Penelitian tindakan kelas ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui media power point dengan tema wisata di Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada 32 siswa SMPN 3 kebasen kalas VIIC. Data dikumpulkan melalui observasi guru, angket siswa dan hasil ulangan siswa . Hasil sebelum penelitian menunjukan nilai rata-rata hasil belajar 63 setelah ada perbaikan I menjadi 80 dan perbaikan II menjadi 84. Siswa yang mencapai KKM dari 17% , pada perbaikan I menjadi 72% dan perbaikan  ke II menjadi 100% dengan nilai terendah 80 dan tertinggi 90.

Kata Kunci : hasil belajar, media power point, wisata Banyumas

PENDAHULUAN

            Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan tugas utama guru untuk memberikan materi pelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS sangat menjemukan karena penyajiannya guru lebih dominan hanya ceramah saja sehingga siswa malas untuk memperhatikan dan mereka mengantuk. Pembelajaran sehari – hari menggunakan metode ceramah dan tidak ada interaksi antar siswa yang pandai, sedang dan normal. Kenyataan tersebut, menunjukkan bahwa proses yang dilakukan oleh guru untuk pembelajaran IPS belum aktif. Setelah memperhatikan situasi kelas yang seperti itu, maka perlu dipikirkan cara penyajian dan suasana pembelajaran IPS yang cocok untuk siswa, sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Siwa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas kadang mengalami kebosanan karena guru kurang menarik dalam penyampaian materi pelajaran. Guru bisa  menggunakan  model pembelajaran  lebih menarik perhatian dan konsentrasi dalam kegiatan belajar. Semua model  digunakan dalam  upaya  mempermudah pemahaman siswa pada materi belajar yang disampaikan oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari pembelajaran.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian di kelas VIIC di SMP N 3 Kebasen dengan KKM 75 Pada tema Wisata Banyumas mencapai rata-rata  63 dan  5 siswa (17%) yang mencapai KKM, yang  belum mencapai KKM 25 atau (83%) di SMP N 3 Kebasen untuk Kelas VIIC.

Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan menunjukan siswa kelihatan jenuh mengikuti pelajaran IPS. Pembelajaran kurang didukung dengan model pembelajaran sehingga siswa merasa kurang tertarik yang pada akhirnya ramai dan bermain sendiri.

Berdasarkan rumusan di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian “Apakah media interaktif power point dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa khususnya kelas VIIC  SMP N 3 Kebasen Tahun Pelajaran 2015/2016?”

Menurut Undang undang no 10 tahun 2009, Wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau kelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multi dimensi serta multi disiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat sesama wisatawan , pemerintah, pemerintah Daerah dan pengusaha. Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang dimiliki keunikan, keindahan dan nilai yang beraneka keragamam kekayaan alam , budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran dan tujuan kunjungan wisatawan. Daerah tujuan wisata atau destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang didalamnya terdapat daya tarik wisata. Asas kepariwisataan diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, kekeluargaan adil dan merata, keseimbangan, kemandirian kelestarian, partisipatif berkelanjutan, demokratis, kesetaraan dan kesatuan. Wisata Banyumas menurut Marjoko(2012) Tujuh kekuatan kepariwisataan di Kabupaten Banyumas seperti Wisata Baturaden, Wisata Pendidikan, Wisata Sejarah, Wisata Seni Budaya, Wisata Boga, Wisata Perairan. Obyek wisata Baturaden, Curug Cipendok, taman wisata air Bale Kumambang dan kesenian antara lain ebeg, amplang, sintren, lengger, wayang kulit, wisata boga antara lain : Sawangan, alun-alun Purwokerto, Gor satria, Andang pangrenan, Kebondalem, Pasar wage. Wisata pendidikan antara lain Musium BRI, Musium Sendang Mas.

Media Pembelajaran

Media pembelajaran menurut Arief S. Sadiman (1993:7) Media Pembelajaran perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil tehnologi dalam proses belajar. Hal tersebut menuntut guru mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Gerlach dan Ely (1971) mengatakan apabila dipahami secara garis besar maka media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun suatu kondisi atau membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Dalam pengertian guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, foto grafis atau elektronis untuk menangkap, memroses dan menyusun kembali informasi visual.

Power point adalah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh microsoft didalam paket aplikasi,  microsoft oficce, selain microsoft word, excel, akses Dalam kegiatan belajar mengajar Jie Kwan (2003:52) Kelebihan power poin memberikan cara, tehnik, strategi dalam menyampaikan materi, meningkatkan motivasi siswa, menerangkan hal abstrak lebih mudah dan lebih menghidupkan.

Kelebihan menggunakan power point menurut Tri wahyuni (2002:41) .Memberikan kemudahan dalam membuat bahan presentasi, pada setiap bahan presentasi atau slide dapat disisipkan komponen multi media meliputi gambar,tes,grafik, foto dan suara, mengatur transisi dari slide ke slide berikutnya, menggunakan fitur disediakan power point presentasi lebih hidup dan mengesankan, dan memudahkan penggunaan membuat materi.

Kelemahan media pembelajaran power point menurut Putericinta (2003:47) Jika terlalu banyak animasi dan grafik mengalihkan perhatian terhadap materi pelajaran. Penyediaan isi pelajaran memerlukan waktu lama. Warna terlalu terang merusak mata.

Media Power Point

Telah menjadi pengetahuan umum bahwa penggunaan media merupakan salah satu komponen penting di dalam proses pembelajaran di sekolah. Penggunaan media dipandang penting oleh karena membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penyiapan media pembelajaran menjadi salah satu tanggung jawab guru.

Sejalan dengan itu, meluasnya kemajuan bidang komunikasi dan teknologi serta tingginya dinamika dalam dunia pendidikan semakin meluas pula tuntutan dan peluang penggunaan media yang lebih maju dan bervariasi di dalam proses pembelajaran. Terutama, dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, berbagai kemungkinan dan kemudahan ditawarkan di dalam upaya memberi solusi terhadap berbagai masalah pembelajaran, terlebih untuk pengembangan media. Teknologi kumputer menawarkan berbagai kemungkinan dan kemudahan menghasilkan dan mengolah audio-visual sehingga pembuatan media pembelajaran yang lebih maju dan variatif dapat dilakukan.

Microsoft mengembangakan salah satu program (software) yang dapat digunakan sebagai perangkat untuk mempresentasikan materi kepada audiens, termasuk di dalam proses pembelajaran di sekolah, yakni Microsoft Power Point. Program ini selain untuk presentasi, juga menyediakan berbagai fasilitas untuk berkreasi, mengolah, dan menginput file audio maupun visual. Keterbatasannya di dalam berkreasi dan mengolah audio-visual dapat diselesaikan dengan mengintegrasikan dengan program-program lain. Hasil kreasi dan olahan dari program lain kemudian diinput ke dalam program ini untuk diolah dan dipresentasikan.

Media pembelajaran interaktif power point yang dilengkapi dengan evaluasi menggunakan visual basic for aplication (VBA) Microsof powerpoint. Mushonef (2015: )  Guru  menggunakan Microsoft PowerPoint sebagai salah satu media  presentasi maupun digunakan untuk membuat media pembelajaran interaktif. Siswa akan lebih tertarik dengan media pembelajaran yang bervariatif. Dalam mengembangkan media interaktif  biasanya dilengkapi dengan soal evaluasi. Salah satu program yang digunakan untuk membuat soal evaluasi pada Microsoft PowerPoint adalah Visual Basic For Aplication(VBA).

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini melalui penggunaan media pembelajaran interaktif power point dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang Wisata Banyumas siswa kelas VIIC SMP N 3 Kebasen.

METODE PENELITIAN

Lokasi penelitian adalah SMP N 3 Kebasen pada kelas VIIC semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Subyek Penelitian siswa kelas VIIC SMP N 3 Kebasen jumlah siswa 32 siswa yang terdiri  laki-laki 18 siswa dan  14 siswa  perempuan. Sumber data primer yaitu dari  hasil ulangan, angket , observasi pada siswa kelas VIIC tahun 2015.

Tehnik dan alat pengumpulan data adalah angket melalui data cepat dalam waktu singkat dan observasi untuk pengamatan guru terhadap proses pembelajaran. Analisis data data kuantitatif melalui data dengan angka, data kualitatif melalui keterangan.

Indikator kinerja adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran power point dan indikator belajar dalam penelitian ini adalah sekurang-kurangnya 80 % keseluruhan siswa kelas VIIC memperoleh nilai 75. Prosedur penelitian kegiatan pokok dalam setiap siklus pada penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Pra Siklus   Hari / Tanggal  Kamis 5 Nopember 2015. Dilihat dari nilai yang diperoleh 5 siswa (17%)  yang telah mencapai KKM,Rata –rata nilai 63 satu kelas dan yang belum mencapai ketuntasan 25 siswa(83%). Ada 2 siswa tidak masuk sekolah karena sakit.

Deskripsi Siklus I

 Hari / Tanggal Kamis 12 Nopember  2015. Dilihat dari nilai yang diperoleh 23 siswa (72%)  yang telah mencapai KKM,Rata –rata nilai ulangan 80  dan yang belum mencapai ketuntasan 9 siswa(28%).Pengamatan kesiapan belajar siswa 68% dengan kriteria  Cukup. Aktivitas belajar siswa 71% dengan kriteria Baik. Pada siklus pertama siswa menerima materi pelajaran menggunakan power poin yang ditayangkan oleh guru dan siswa mengamati materi Wisata Banyumas setelah itu guru dan siswa mengadakan tanya jawab. Dari hasil pengamatan siswa sudah mulai konsentrasi dengan gambar dan warna serta materi yang menarik. Mereka mengatakan pembelajaran sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Materi menggunakan slide gambar dan tulisan sangat menarik dan materi mudah diingat dan dimengerti serta dipahami. Lembar angket siswa yang menjawab kurang dimengerti 10 siswa (33%) mudah mengerti 20 siswa (69%) sangat mudah di mengerti. Berdasarkan hasil refleksi peneliti memutuskan untuk mengadakan perbaikan pada siklus II menggunakan model pembelajaran media power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada tema Wisata Banyumas secara berkelompok dengan menggunakan nama-nama tempat wisata yang ada di Kabupaten Banyumas yang disertai evaluasi secara kelompok dengan 10 soal pilihan ganda.

Deskripsi Siklus II

Hari Sabtu, 21 Nopember  2015 rata-rata nilai 84,68 di kelas VIIC  yang telah mencapai KKM 32 siswa (100%) . Pengamatan kesiapan belajar siswa 94% dengan kriteria  Amat baik . Aktivitas belajar siswa 85 % dengan kriteria baik.

Tabel 1. Hasil Evaluasi Kerja Kelompok

Baturaden Curug Cipendok Musium BRI Batur Agung Musium Sendangmas Masjid Saka Tunggal
B S B S B S B S B S B S
9 1 8 2 7 3 9 1 8 2 9 1
Nilai 90 Nilai 80 Nilai 70 Nilai 90 Nilai 80 Nilai 90

Dari hasil kerja kelompok hanya kelompok Musium BRI yang belum mencapai KKM.

Pada siklus II Rata-rata nilai ulangan yang diperoleh kelas VIIC mencapai 84 dan dengan nilai terendah 80 dan tertinggi 90 dan semua siswa telah mencapai KKM. Lembar Angket siswa yang menjawab  mudah mengerti 25 siswa (78%) dan 7 siswa (22%) menjawab Sangat mudah di mengerti.

Tabel 2.Pembahasan Tiap Siklus

No Aspek penilaian Pra siklus Siklus I Siklus II
1 Rata-Rata Penilain kelas 63 80 84
2 Siswa mencapai KKM 17% 72% 100%
3 Siswa belum mencapai KKM 83% 28% 0%

Gambar 1.Diagram Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas dengan media power point dapat meningkatkan hasil belajar di kelas VIIC SMP N 3 Kebasen: 1) Adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran power point adanya peningkatan dari rata-rata nilai kelas dari 63 menjadi 84; 2) Indikator belajar dalam penelitian ini adalah sekurang-kurangnya 80 % keseluruhan siswa kelas VIIC memperoleh nilai 75 tercapai karena semua siswa mendapatkan nilai diatas KKM dengan nilai terendah 80 dan tertinggi 90

PENUTUP

Upaya meningkatkan hasil belajar menggunakan media power point dapat meningkatkan hasil belajar pada tema wisata Banyumas di kelas VIIC SMP N 3 Kebasen dengan indikator 80% mencapai nilai 75 tercapai karena pada siklus ke II siswa mencapai nilai diatas KKM 32 siswa atau 100% dengan nilai terendah 80 dan tertinggi 90 dan nilai rata-rata kelas 84. Menggunakan model pembelajaran media power point pada tema Wisata Banyumas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIC SMP N 3 Kebasen.

DAFTAR PUSTAKA

Bactiar Dodi, dkk.2009. Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan menggunakan Media Power Point dalam Pembelajaran Kompetensi Sistem Pengisian di Kelas XIA SMA Texmaco Pemalang Tahun Pelajaran 2009/2010. Pemalang,Jurnal Jpt mesin d090172

Mardjoko, 2012. Kesiapan Kabupaten Banyumas Dalam Menyambut Visit Jateng 2013. Makalah Seminar Nasional

Mulyasa. 2010. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung .PT Remaja Rosdakarya

Mushonef.2015.Media Pembelajaran Interaktif dengan Membuat Soal Evaluasi Menggunakan Visual Basic For Aplication (VBA) pada Microsof Powerpoint, Makalah Workshop Nasional, Banyumas

Wulandari Asih Wasih.2014. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIC SMPN 3 Kebasen Mapel IPS Melalui Media Gambar. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Tut Wuri hal 1-5. Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Banyumas

Foto kegiatan penelitian tindakan kelas

             asihh                            asihhh

           Gambar 1 Guru membimbing siswa                        Gambar 2 Siswa belajar lewat power point

BIODATA PENULIS

Nama : Asih Wasih Wulandari,S.E

NIP    : 197811202008012021

Guru : Mata pelajaran IPS di SMP N 3 Kebasen.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *