PEMANFAATAN MEDIA WAYANG DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI  BELAJAR  BAHASA JAWA

parmo

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan   minat dan prestasi  belajar  Bahasa jawa materi teks Bacaan Wayang pada siswa kelas V semester I SD Negeri Sempol tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, tindakan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan minat dan prestasi belajar siawa. Setiap siklus mencakup 4 tahap yang meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi,dan  tahap refleksi. Pada kondisi awal,siswa yang aktif mengikuti pembelajaran hanya 35,72% meningkat menjadi 57,15% setelah tindakan siklus I dan meningkat lagi setelah tindakan siklus II menjadi 85,72%. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative learning dengan memanfaatkan media wayang  juga dapat meningkatkan prestasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Jawa didapat hasil perolehan pada kondisi awal diperoleh nilai rata-rata 64,50 meningkat menjadi 71,21 setelah tindakan siklus I dan meningkat lagi setelah tindakan siklus II, nilai rata-rata menjadi 81,64. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemanfaatkan media wayang dan penerapan Model Pembelajaran Cooperative learning dapat meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar siswa pada pembelajaran bahasa jawa materi teks bacaan wayang pada siswa kelas V SD Negeri Sempol pada semester I tahun pelajaran  2014/2015.

Kata Kunci: Pembelajaran Cooperative learning,Media Wayang,Minat dan Prestasi Belajar Bahasa Jawa.

 


PENDAHULUAN

Dalam mata pelajaran Bahasa Jawa salah satu standar kompetensi pada kelas V adalah Apresiasi Sastra,sedangkan  kompetensi dasarnya adalah mengapresiasi cerita wayang, dengan materi bacaan wayang.  Dari beberapa standar kompetensi yang harus dikuasai siswa, standar kompetensi ini memiliki kedalaman materi yang cukup luas sehingga untuk dapat memahami siswa perlu memperhatikan secara seksama materi yang disampaikan guru. Permasalahan pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar adalah bahwa pembelajaran Bahasa Jawa merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan budaya ketimuran dimana tingkah laku dan sopan santun  menjadi prioritas utrama disamping budaya tata krama dsan unggah ungguh dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Jawa juga salah satu marta pelajaran yang juga memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa. Pembelajaran Bahasa Jawa ini diharapkan akan mampu membentuk siswa yang ideal memiliki mental yang kuat, sehingga dapat mengatasi permasalahan yang akan dihadapi.

Namun selama ini proses pembelajaran Bahasa Jawa kebanyakan masih menggunakan paradigma yang lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif. Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal (D3CH ), siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderug tidak begitu tertarik dengan pelajaran Bahasa Jawa karena selama ini pelajaran Bahasa Jawa dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat dan prestasi belajar belajar Bahasa Jawa di sekolah. Masalah utama dalam pembelajaran Bahasa Jawa ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan.

Minat dan prestasi belajar siswa yang rendah dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa antara lain terlihat pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) asyik bercerita sendiri, siswa banyak yang mengantuk, dan kurang konsentrasi pada pelajaran Bahasa Jawa. Selain itu prestasi belajar siswa setelah dilakukan ulangan harian hasilnya juga rendah., Rendahnya minat dan prestasi belajar siswa ini kemungkinan disebabkan guru  masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa. Dismping itu juga penggunaan metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan (one way method). Di samping akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan; sehingga mata pelajaran Bahasa Jawa tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan. Selain itu pembelajaran Bahasa Jawa juga cenderung kurang bermakna karena hanya berpatokan pada penilaian hasil bukan pada penilaian proses. Guru Bahasa Jawa mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir.

Dengan adanya fenomena di atas maka penulis berusahamerubah strategi pembelajaran yaitu dengan Pemanfaatkan media wayang dan penerapan Model Pembelajaran Cooperative learning dapat meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar siswa pada pembelajaran bahasa jawa materi teks bacaan wayang, karena dengan motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian tujuan belajar, sehingga diharapkan prestasi belajar akan meningkat. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar termasuk mata pelajaran yang harus dipelajari secara sungguh-sungguh agar dapat mendapatkan hasil prestasi maksimal yaitu nilai tiap siswa dapat mencapai nilai KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimal sekurang-kurangnya 75.

Berdasarkan latar belakang  di atas peneliti  maka dalam rumusan masalah yang disampaikan adalah:

  1. Apakah melalui pemanfaatan media wayang dan model pembelajaranl cooperative learning dapat meningkatkan minat siswa mengikuti pelajaran bahasa Jawa materi teks bacaan wayang Pada Siswa Kelas V  Semester I  SD Negeri Sempol Tahun Pelajaran  2014/2015?
  2. Apakah melalui pemanfaatan media wayang dan model pembelajaranl cooperative learning dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Jawa materi teks bacaan wayang Pada Siswa Kelas V  Semester I  SD Negeri Sempol Tahun Pelajaran  2014/2015?
  3. Apakah melalui pemanfaatan media wayang dan model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan minat dan Prestasi belajar bahasa Jawa materi teks bacaan wayang Pada Siswa Kelas V  Semester I  SD Negeri Sempol Tahun Pelajaran  2014/2015?

Cooperative Learning merupakan suatu kegiatan pembelajaran dimana siswa dikelompokkan dalam suatu kelompok kecil (3-4 anak) untuk bekerjasama mencapai tujuan berupa pemahan suatu konsep melalui tugas yang harus diselesaikan secara bersama. Dalam kerja kelompok ini unsur yang paling penting adalah terjadinya kerjasama antaranggota kelompok. Adapun kelompok model belajar Cooperative Learning seperti yang diunduh dari situs http://www.scribd.com (pada tanggal 23 September 2014 adalah: Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis, anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi, jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin, sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok dari pada individu.

Media menurut W.J.S. Poerwadarminta (1995) istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan proses belajar, dan peserta didik dengan pendidik, sedang proses pembelajaran (belajar mengajar) pada hakekatnya adalah proses komunikasi penyampaian dari pengantar (dalam hal ini pendidik) ke penerima (dalam hal ini peserta didik). Minat adalah kecenderungan seseorang untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan yang dilakukan seseorang,hal ini muncul dikarenakan oleh adanya respon atau rangsangan untuk melakukan suatu aktivitas tersebut.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu mulai dari bulan September 2014 sampai dengan bulan November 2014. Tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sempol, UPTD Dikpora Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Sempol,UPTD Dikpora  Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo dengan  Jumlah 14  siswa yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 6 siswa dan perempuan 8 siswa. Objek penelitian tindakan kelas ini adalah minat dan prestasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa dengan memanfaatkan media wayang,materi teks bacaan wayang.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes dan non tes. Metode tes dilaksanakan dengan menggunakan soal –soal Bahasa Jawa materi teks bacaan wayang berjudul “ Pandu Kresna” dan “Raden Werkudara”. Sedangkan teknik non tes dilakukan dengan pengamatan/ observasi kegiatan belajar siswa dengan memanfaatkan media wayang dan metode demonstrasi pada mata pelajaran Bahasa Jawa.

Data tentang minat  dan hasil prestasi siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa dengan memanfaatkan media wayang,materi teks bacaan wayang, pada kondisi awal diperoleh menggunakan teknik dokumentasi dengan menggunakan instrumen berupa dokumen  buku catatan yang dibuat peneliti tentang minat dan nilai prestasi siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa dengan memanfaatkan media wayang, materi teks bacaan wayang sebelum penerapan model pembelajaran cooperative learning.

Supaya data yang diperoleh valid maka dibuatlah petunjuk dan instrumen  tentang minat dan prestasi  belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa dengan memanfaatkan media wayang,materi teks bacaan wayang setelah penerapan model pembelajaran cooperative learning pada kondisi awal,siklus I dan siklus II.

Setelah data dalam penelitian tindakan kelas ini diperoleh maka selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data yang berupa data tentang minat dan prestasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa dengan memanfaatkan media wayang,materi teks bacaan wayang setelah penerapan model pembelajaran cooperative learning.,pada pada kondisi awal,siklus I dan siklus II. Data- data ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi. Deskriptif komparatif yaitu membandingkan data sebelum dilakukan tindakan dengan data setelah dilakukan tindakan.

Model penelitian tindakan kelas terdiri dari empat komponen yaitu ; (1) Planing (rencana), (2) Acting (tindakan), (3) Observing (observasi), (4) Reflecting (refleksi). Dengan demikian prosedur penelitian ini memiliki 2 siklus, rencana tujuan yang diinginkan dengan tindakan yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan 2 siklus dimana diharapkan terdapat

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Minat dan prestasi  belajar siswa yang rendah dalam mengikuti pembelajaran bahasa Jawa antara lain terlihat pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM), mereka asyik bercerita sendiri, siswa banyak yang mengantuk, dan kurang konsentrasi,hasil pengamatan pada konbdisi awal pada pelajaran Bahasa Jawa,waktu guru  mengajar seperti yang terlihat pada gambar diatas dapat dirangkum pada tabel di bawah ini:

Tabel 1 Minat Siswa Dalam KBM Kondisi Awal

No Sikap Siswa dalam KBM Jumlah Prosentase
1. Bercerita / mengobrol 4 28,57
2. Mencorat-coret buku/bangku 3 21,43
3. Mengantuk 2 14,28
4. Aktif memperhatikan KBM 5 35,72

Tabel 2 Prestasi  belajar Siswa Pada Kondisi Awal

Rentang Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan
0   – 30
31 – 59 2 14,28% Belum tuntas
60 – 74 11 78,57% Belum tuntas
75 – 85 1 7,15% Tuntas
86-100
Nilai Tertinggi 75 Ketuntasan Klasikal

7,15  %

Nilai terendah 58
Rata-rata 64,50
Rentang kemampuan 17
Jumlah Nilai 903

Tabel 3 Minat Siswa Dalam KBM Siklus I

No Sikap Siswa dalam KBM Jumlah Prosentase
1. Bercerita / mengobrol 3 21,42
2. Mencorat-coret buku/bangku 2 14,28
3. Mengantuk 1 7,15
4 Aktif memperhatikan KBM 8 57,15

Tabel 4 Prestasi  belajar Siswa Pada Siklus I

Rentang Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan
0   – 30
31 – 59
60 – 74 8 57,15% Belum tuntas
75 – 85 5 35,70% Tuntas
86-100 1 7,15% Tuntas
Nilai Tertinggi 86 Ketuntasan Klasikal

42,85  %

Nilai terendah 60
Rata-rata 71,21
Rentang kemampuan 26
Jumlah Nilai 997

Tabel 5 Perbandingan Kondisi Awal dan siklus I

No Sikap Siswa Dakam KBM Kondisi Awal % Siklus I %
1. Bercerita / mengobrol 28,57 21,42
2. Mencorat-coret buku/bangku 21,43 14.28
3. Mengantuk 14,28 7,15
4 Aktif memperhatikan KBM 35,72 57,15

Tabel 6 Rekapitulasi Analisa Hasil Penilaian Pada kondisi awal dan  Siklus I

Rentang Nilai Kondisi Awal Siklus I
Jml Siswa % Jml Siswa %
0   – 30
31 – 59 2 14,28%
60 – 74 11 78,57% 8 57,15%
75 – 85 1 7,15% 5 35,70%
86-100 1 7,15%
Nilai Tertinggi 75 86
Nilai Terendah 58 60
Jumlah Nilai 903 997
Rata-rata 64,50 71,21

Tabel 7 Minat Siswa Dalam KBM Siklus II

NO Sikap Siswa dalam KBM Jumlah Prosentase
1. Bercerita / mengobrol 2 14,28
2. Mencorat-coret buku/bangku 0 0
3. Mengantuk 0 0
4. Aktif memperhatikan KBM 12 85,72

Tabel 8 Prestasi  belajar Siswa Pada Siklus II

Rentang Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan
0   – 30
31 – 59
60 – 74 2 14,28 % Belum tuntas
75 – 85 8 57,15% Tuntas
86-100 4 28,57% Tuntas
Nilai Tertinggi 92 Ketuntasan Klasikal

85,72  %

Nilai terendah 70
Rata-rata 81,64
Rentang kemampuan 22
Jumlah Nilai 1143

Tabel 9 Minat Siswa Dalam KBM Siklus I Di Bandingkan Siklus II

No Sikap Siswa dalam KBM Siklus I

%

Siklus II

%

1. Bercerita / mengobrol 21,42 14,28
2. Mencorat-coret buku/bangku 14,28 0
3. Mengantuk 7,15 0
4. Aktif memperhatikan KBM 57,15 85,72

Tabel 10 Rekapitulasi Analisa Hasil Penilaian

Rentang Nilai Kondisi Awal Siklus I Siklus II
Jml Siswa % Jml Siswa % Jml Siswa %
0   – 30 0 0%
31 – 59 2 14,28% 0 0%
60 – 74 11 78,57% 8 57,15% 2 14,28 %
75 – 85 1 7,15% 5 35,70% 8 57,15%
86-100 1 7,15% 4 28,57%
Nilai Tertinggi 75 86 92
Nilai Terendah 58 60 70
Jumlah Nilai 903 997 1143
Rata-rata 64,50 71,21 81,64

PEMBAHASAN

Setelah membandingkan data-data yang diperoleh hasil pembelajaran pada kondisi awal/prasiklus pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa Jawa di kelas V SD Negeri Sempol, kecamtan Sukoharjo,kabupaten Wonosobo yang peneliti laksanakan masih memperolah nilai yang rendah dari 14 siswa hanya 1 siswa ( 7,15 % ) yang tuntas dan 13 siswa ( 92,85% )yang belum tuntas. Sehingga perlu perbaikan pembelajaran pada siklus I dengan pelaksanaan tindakan dengan diawali kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan mengacu pada RPP. Pada siklus I  dari 14 siswa dengan nilai rata – rata 71,21 siswa yang tuntas 6 siswa dan siswa yang belum tuntas 8 siswa. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II pelaksanaan tindakan diawali kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan mengacu pada RPP.

Dilihat dari hasil pengamatan, dalam proses pembelajaran siklus I diperoleh hasil nilai yang masih rendah dari 14  siswa ada 8 siswa ( 57,15 % ) yang tuntas dan 6  siswa ( 42,85% )yang belum tuntas. Pada siklus II  dari 14 siswa dengan nilai rata – rata 81,64 siswa yang tuntas 12 siswa dan siswa yang belum tuntas 2 siswa.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahawa melalui model pembelajaran cooperative learning dengan memanfaatkan media wayang dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa materi teks bacaan wayang  pada Siswa  kelas V semester I  SD Negeri Sempol Tahun Pelajaran  2014/2015.

Karena melalui model pembelajaran cooperative learning dengan memanfaatkan media wayang dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa, maka kepada para guru hendaknya senantiasa bersedia mencoba menerapkan pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran,sehingga minat dan prestasi  belajar siswa juga mengalami peningkatan.

 

DAFTAR PUSTAKA

http:/www.scribd.com/doc/21249216 di unduhtanggal21 September 2014.

Mungin Edi Wibowo 1984. Teknik Bimbingan dan Konseling Jilid I. Semarang ,FIP IKIP     Semarang.

Purwodarminto WJS. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudjana.2005. Metodadan Teknik-Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung.Falah Production.

Setiawan, Denny, dkk, 2006, Komputerdan Media Pembelajaran, Jakarta :Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :PusatPenerbitanUniversitas Terbuka.

 

BIODATA 

Nama PARMO,S.Pd,MM.Pd
Nip 19641210 198702 1 003
Pangkat ,gol/ru Pembina / Iva
Jabatan Kepala Sekolah
Tempat  dan tgl lahir Wonosobo,10 Desember 19064
Pendidikan S-2 STIE WW Yogyakarta 2010
Unit kerja SD Negeri Sempol
Alamat lengkap sekolah Ds.Sempol, Kecamatan Sukoharjo

Kabupaten Wonosobo

Propinsi Jawa Tengah

Kode Pos 56363




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *