PTK SD Menulis Karangan Sederhana Melalui Alat Peraga Gambar Seri

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA GAMBAR SERI BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI TRITIH KULON 06 KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh:

Sri Hastuti

 

ABSTRAK :

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis karangan sederhana melalui pemanfaatan alat peraga gambar seri. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tritihkulon 06 Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan pertimbangan kesesuaian materi dengan waktu yang diperlukan. Tahapan penelitian tindakan kelas ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Saat melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat atau observer.Dalam penelitian ini setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Dari penelitian tindakan kelas ini diperoleh hasil prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis karangan sederhana  dari kondisi awal  yang tuntas 12 siswa dari 30 siswa atau 39 %, pada siklus pertama yang tuntas 21 siswa dari 30 siswa atau 68% dan pada siklus kedua yang tuntas 28 siswa dari 30 siswa atau 90 %.  Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan alat peraga gambar seri. Dari hasil pengamatan juga diperoleh hasil adanya peningkatan keaktipan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dari kondisi awal yang aktip hanya 43,33 %, pada siklus pertama 73,33 % dan pada siklus kedua 86,66 % dari jumlah siswa 30 anak. Dengan demikian melalui pemanfaan alat peraga gambar seri dapat meningkatkan kemampuan  siswa dalammenulis karangan sederhana.

 

Kata kunci  : Kemampuan menulis karangan sederhana, alat peraga gambar seri.

PENDAHULUAN

Kemampuan berbahasa siswa kelas IV SD Tritihkulon 06 Kecamatan Cilacap Utara masih  lemah, khususnya dalam membuat dan menyusun kalimat masih sangat kurang.Sebagian besar  siswa cenderung pasif dalam membuat dan menyusun kalimat dalam mengarang Bahasa Indonesia.Kita menyadari adanya keterbatasan kemampuan siswa. Untuk menghasilkan karangan yang baik salah satu syarat yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan dalam membuat dan menyusun kalimat.

Hal yang menjadi hambatan siswa kelas IV SD Tritihkulon 06 adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membuat, menyusun dan merangkai kalimat. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil karangan siswa yang tidak beraturan sehingga sulit dipahami isinya. Guru dalam menjelaskan cara membuat karangan sudah berulang-ulang bahkan sudah disertai dengan contoh. Namun dalam melaksanakan pembelajaran mengarang guru belum memanfaatkan alat peraga secara maksimal.

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut akar permasalahan yang utama adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru kurang mengaktifkan siswa secara maksimal. Selain itu guru juga belum memanfaatkan alat peraga yang dapat mengaktifkan siswa. Sehingga kegiatan pembelajaran terkesan monoton dan tidak menarik. Sebagai akibatnya siswa tidak memahami materi yang diajarkan oleh guru sehingga hasil evaluasi rendah,terbukti nilai rata-rata siswa masih di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 75, dengan nilai terendah 53,tertinggi 85 dan nilai rata-rata 69 dari jumlah siswa kelas IV yaitu 30 anak. Dengan keadaan tersebut di atas peneliti berusaha untuk mengambil suatu tindakan dengan harapan hasil belajar siswa lebih baik minimal 80% di atas KKM.

Dari hasil analisis permasalahan tersebut di atas peneliti menentukan tindakan yang segera dilakukan adalah pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis karangan sederhana. Karena dengan menggunakan alat peraga siswa dapat terlibat langsung sehingga lebih aktif, menarik dan memperhatikan pelajaran.

 Bertolak dari keadaan di atas peneliti tergerak untuk melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana Melalui Pemanfaatan Alat Peraga Gambar Seri bagi Siswa Kelas  IV SD Negeri Tritihkulon 06  Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016.

Fokus Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan difokuskan pada prestasi kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06 Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap pada mata pelajaran mengarang sederhana masih rendah,salah satunya disebabkan oleh penggunaan alat peraga yang pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru kurang mengaktifkan siswa secara maksimal. Sehingga kegiatan pembelajaran terkesan monoton dan tidak menarik. Sebagai akibatnya siswa tidak memahami materi yang diajarkan oleh guru sehingga hasil evaluasi rendah.Untuk mengatasinya guru menentukan tindakan pemanfaatan alat peraga gambar seri dalam pembelajaran sehinggan siswa dapat terlibat langsung sehingga aktif.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESA TINDAKAN

Pengertian alat peraga.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi tiga (2003), alat peraga adalah alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti anak didik. Dari dua pengertian tersebut di atas dapat peneliti jelaskan bahwa alat peraga adalah suatu alat yang berupa benda atau gambar yang dipakai oleh guru untuk menjelaskan materi pelajaran agar mudah dipahami dan dimengerti oleh anak didik. Dengan demikian dengan menggunakan alat peraga diharapkan dapat mempermudah anak didik dalam menerima konsep-konsep materi pelajaran.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat alat peraga yang sederhana, di antaranya : (1) Dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat supaya tahan lama.(2) Dibuat secara sederhana, mudah dikelola dan tidak rumit.(3) Ukurannya dibuat sedemikian rupa sehingga seimbang dengan ukuran fisiknya. (4) Dapat menyajikan konsep (bentuk nyata, gambar, diagram).(5) Sesuai dengan konsep.(6) Peragaan itu supaya merupakan dasar untuk timbulnya konsep abstrak.(7) Diharapkan siswa belajar aktif (sendiri atau kelompok).(8) Bila memungkinkan buatlah alat peraga yang berfungsi banyak

Pengertian gambar seri.

Menurut Nunung Yuli Eti, dkk (2006:96) ada beberapa langkah yang dapat dilaksanakan jika mengarang berdasarkan gambar seri : (1) Mencermati setiap gambar agar dapat memahami dan menemukan peristiwa yang digambarkan.(2) Menulis peristiwa tersebut dengan kalimat yang sesuai, dapat menggunakan lebih dari satu kalimat untuk satu peristiwa.(3) Melakukan langkah yang sama seperti tersebut di atas untuk setiap gambar.(4) Setelah semua gambar diceritakan dalam bentuk tulisan, kemudian dibaca lagi.(5) Jika ternyata cerita itu belum tuntas, perlu ditambahkan kata atau kalimat yang sesuai dengan peristiwa dalam gambar.

Pengertian Menulis

Dari pendapat ( Tarigan 1987: 4) dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu proses berpikir yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Ide dan gagasan tersebut kemudian dikembangkan dalam wujud rangkaian kalimat-kalimat. Bila menulis dikaitkan dengan kegiatan membaca pada prinsipnya adalah menulis untuk dibaca oleh orang lain,agar orang lain dapat membaca tulisan tersebut dituntut adanya bahasa yang sama. Di samping itu suatu pikiran agar dapat dibaca juga dituntut adanya ketrampilan bagi penulis untuk dapat menyusun gagasan-gagasan tersebut secara logis,diekspresikan dengan jelas dan ditata secara menarik, didasarkan pada pengalaman ketrampilan seseorang dalam menulis tidak diperoleh secara mudah,melainkan diperoleh dengan latihan dan pembiasaan sehingga jelas bahwa ketrampilan menulis tidak datang dengan sendirinya. Menulis menuntut latihan yang cukup dan teratur serta pendidikan yang terprogram sehingga menghasilkan kalimat yang komunikatif.

Fungsi Menulis

Dengan  menulis,  penulis  dapat  mengungkapkan  gagasan,  pikiran  dan perasaan  manusia  secara  baik,  terbuka  dan  sistematis. Tulisan dapat membantu kita menjelaskan pikiran-pikiran kita. Fungsi menulis berdasarkan kegunaan: (a.1) Melukiskan. Penulis menggambarkan mendeskripsikan keadaan sehingga pembaca seolah-olahmelihat atau mengalami langsung.(a.2) Memberi petunjuk. Penulis memberikan petunjuk tentang cara melaksanakan sesuatu.(a.3) Memerintahkan. Penulis memberikan perintah melakukan sesuatu dan juga perintah untuk tidak melakukan sesuatu.Fungsi ini terdapat dalam Undang-Undang dan peraturan. (a.4) Penulis  mencatat  peristiwa,  keadaan  dengan  tujuan  untuk  mengingat  hal-hal penting agar tidak terlupakan.(a.5) Berkorespondensi. Penulis melakukan surat menyurat dengan orang lain..Fungsi menulis berdasarkan peranan: (b.1) Fungsi  penataan,  yaitu  penataan  gagasan,  imajinasi  dan  penggunaan  bahasa pada saat mengarang.( b.2) Fungsi  pengawetan,  yaitu  mengawetkan  pengutaraan  sesuatu  dalam  wujud dokumentasi  tertulis.  Dokumen  tersebut  sangat  berharga  misalnya mengungkapkan kehidupan zaman dahulu ( b.3) Fungsi penciptaan, yaitu mewujudkan hal yang baru. ( b.4) Fungsi penyampaian, yaitu menyampaikan dapat terjadi bukan saja pada orang yang  berdekatan  tempatnya  melainkan  pada  orang  yang  berjauhan.

Tujuan Menulis

Menurut  tujuan  dan  maksud  yang  dikandungnya  tulisan  dapat  dibagi kedalam  beberapa  jenis.  Menurut  (Tarigan,  1986:24)  tujuan  menulis diantaranya sebagai berikut : a) Tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca, disebut dengan waca persuasif. b) Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan, disebut wacana informatif. c) Tulisan yang bertujuan untuk mengekspresikan perasaan atau emosi yang kuat dan berapi-api, disebut wacana ekspresif.

Hartig (Tarigan :1986 :24-25) mengemukakan tujuan menulis sebagai berikut : a) Tujuan penugasan.Penulis menulis berdasarkan tugasnya. b) Tujuan altruistik. Penulis bertujuan menyenangkan pembaca. c) Tujuan persuasif.Penulis bertujuan mempengaruhi pembaca agar pembaca yakin akan gagasan atau ide yang dituangkan penulis. d) Tujuan penerangan.Penulis menuangkan ide/gagasan dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca. e)  Tujuan pernyataan diri. Penulis  berusaha  untuk  memperkenalkan  atau  menyatakan  dirinya  sendiri kepada para pembaca. f) Tujuan kreatif.Penulis bertujuan agar para pembaca dapat memiliki nilai-nilai artistic,nilai-nilai kesenian dengan membaca tulisan penulis. g) Tujuan pemecahan masalah.Penulis berusaha memcahkan suatu masalah yang dihadapi. Dengan tulisannya penulis  berusaha  memberikan  kejelasannya  kepada  para  pembaca  tentang bagaimana cara memecahkan suatu masalah.

Manfaat Menulis 

Manfaat  menulis yaitu sebagai berikut ; a) Dengan kegiatan menulis kita dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi diri dan mengetahui sampai dimana pengetahuan kita tentang suatu topik. b) Dapat mengembangkan berbagai gagasan c) Lebih  banyak  menyerap,  mencari,  serta  menguasai  informasi  sehubungan dengan topik yang kita tulis. d) Dapat  mengkomunikasikan  gagasan  serta  sitematis  dan  mengungkapkannya secara tersurat. e) Dapat menilai diri kita secara obyektif. f ) Dapat  memecahkan  suatu  permasalahan  yaitu  dengan  menganalisanya  secara  tersurat dalam konteks yang kongkret.g) Mendorong  kita  belajar  lebih  aktif,  kita  menjadi  penemu  serta  pemecah masalah dan membiasakan secara tertib.

Pengertian Menulis Karangan.

Menurut Suparno (2006:3.1) mengarang pada hakekatnya adalah mengungkapkan atau menyampaikan gagasan dengan bahasa tulis.Menurut Muhamad Yunus (dalam Suparno, Muhamad Yunus 2006:1.29) menulis adalah kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain. Aktivitas menulis melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan, pesan atau isi tulisan, saluran atau media tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan.

Sebagai suatu keterampilan berbahasa, menulis merupakan kegiatan yang kompleks karena menulis dituntut untuk dapat menyusun dan mengorganisasikan isi tulisannya serta menuangkannya dalam formulasi ragam bahasa tulis.Sebagai suatu proses, menulis melibatkan serangkaian kegiatan yang terbagi atas tahap prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan. Fase prapenulisan merupakan tahap persiapan yang mencakup kegiatan pemilihan topik, penentuan tujuan, penentuan pembaca dan corak karangan, mengumpulkan informasi atau bahan tulisan, serta penyusunan kerangka karangan.

KERANGKA BERPIKIR

Setelah peneliti mengkaji beberapa teori dari para pakar, peneliti menyusun kerangka berfikir : Berdasarkan masalah yang timbul dan terjadi pada pembelajaran ini adalah dalam proses belajar siswa menunjukkan kurang aktif pada saat mempelajari materi menulis karangan sederhana siswa kesulitan menyusun kalimat, yang mengakibatkan hasil belajar siswa kurang mencapai target yang diharapkan dalam pembelajaran menulis karangan sederhana yang berakibat pada rendahnya keaktifan dan prestasi belajar siswa.

Upaya yang dilaksanakan dengan cara melakukan sejumlah tindakan terangkum dalam siklus I dan siklus II untuk merubah kondisi awal berupa hasil belajar menulis karangan rendah menjadi meningkat.Dengan pemanfaatan alat peraga gambar seri diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan menulis karangan dari kondisi awal ke akhir siklus I dan berlanjut sampai pada kondisi akhir siklus II.

HIPOTESIS TINDAKAN

Dalam penelitian ini hipotesis dari peneliti adalah : Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan bagi siswa kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06 Kecamatan Cilacap Utara pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, karena permasalahan yang diangkat untuk dipecahkan dalam penelitian ini merupakan permasalahan yang berangkat dari persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi guru dan adanya tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang ada.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki praktek-praktek pembelajaran dan dapat meningkatkan pretasi belajar siswa.

Ciri khas dari PTK ini terletak pada adanya tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang ada. Untuk mengetahui meningkat atau tidaknya prestasi belajar siswa serta efektif atau tidaknya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran terpadu ini sebelumnya direncanakan penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan 2 proses, dimana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus melalui proses berdaur yang terdiri dari 3 tahap, yaitu : (1) perencanaan ; (2) pelaksanaan tindakan dan pengamatan ; (3) refleksi.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Tritihkulon 06 Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, pada kelas IV semester genap untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis karangan sederhana Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan dua siklus.Untuk siklus pertama dilaksanakan tanggal 22  dan 23  Februari 2016 dan siklus kedua dilaksanakan tanggal  2  dan  3  Maret 2016 Untuk penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subyek adalah siswa, karena peneliti adalah seorang guru.

 

Perencanaan

Peneliti bekerja sama dengan pengamat untuk : (a). Membuat rencana tindakan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis karangan sederhana dengan menggunakan alat peraga gambar seri.(b) Mempersiapkan lembar pengamatan. (c) Mempersiapkan bahan ajar dan alat peraga yang diperlukan.(d) Mempersiapkan lembar kerja siswa.(e)Mempersiapkan lembar evaluasi.

Sumber data: Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi sumber data adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tritihkulon 06 Cilacap dan teman sejawat.Jenis data. Dalam penelitian tindakan ini jenis data yang akan dikumpulkan  adalah: (a). Data kualitatif yaitu data tentang keterlibatan siswa dalam proses   pembelajaran.(b) Data kuantitatif yaitu data prestasi siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan perbaikan.Alat pengumpulan data. Dalam penelitian ini alat pengumpulan data yang digunakan  adalah : (a) Lembar pengamatan.(b) Alat tes.

Teknik pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data dalam teknik ini untuk mendapatkan data awal tentang prestasi siswa sebelum dilakukan tindakan.Penelitian tindakan ini menggunakan teknik sebagai berikut : (a) Dokumentasi Teknik ini untuk mendapatkan data awal tentang prestasi siswa sebelum dilakukan tindakan. (b) Pengamatan. Teknik ini untuk mengumpulkan data kualitatif tentang keterlibatan / keaktipan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.(c) Tes tertulis. Teknik ini dipakai untuk mengumpulkan data kuantitatif tentang prestasi hasil belajar siswa.

Untuk menganalisis data yang sudah terkumpul dalam penelitian tindakan ini peneliti menggunakan metode diskripsi, yaitu mengambil suatu kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul setiap siklus kemudian dibandingkan dengan data awal.

Indikator keberhasilan komponen-komponen yang menjadi indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah : “Siswa dianggap meningkat prestasi belajarnya apabila terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa diakhir pembelajaran,dalam hal ini diakhir siklus penelitian.Selain itu juga, harus dapat menguasai 75% keatas dari seluruh tujuan pembelajaran.”

Data yang diperoleh peneliti sesuai dengan yang benar-benar terjadi di lapangan dan sesungguhnya. penelitian ini juga menggunakan metode diskripsi,yaitu mengambil suatu kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul setiap siklus kemudian dibandingkan dengan data awal.Dari hasil perbandingan itu akan diketahui keberhasilan dari penelitian ini. Dari data-data yang menjadi keberhasilan dalam penelitian ini digunakan sebagai pedoman bahwa penelitian ini valid dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Keadaan Pra Tindakan.

Sebelum dilaksanakan  penelitian tindakan, hasil kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis karangan sederhana untuk kelas IV SD Trithkulon 06 sangat jelek, hal tersebut dapat  dilihat dari prestasi siswa rata-rata masih di bawah KKM atau kurang dari 75. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siswa belum telibat secara aktif, guru dalam menyampaikan materi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab , tidak menggunakan alat peraga sehingga kurang menarik.

Deskripsi Siklus  I

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 Februari 2016 di Kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06 dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar oleh teman sejawat, yaitu Anarni,S.Pd.SD.

Pada akhirnya proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan alat peraga gambar seri  diperoleh   ketuntasan belajar mencapai 70 % atau ada 21 siswa dari 30 siswa sudah tuntas belajar.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya refisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya.Hasil pengamatan menunjukkan, (1) Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan. (2) Guru membagikan alat peraga gambar seri pada setiap siswa (3) Guru harus labih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias.

Deeskripsi Siklus II

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 2 Maret dan 3 Maret 2016 dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II.Pelaksanaan perbaikan pembelajarandiperoleh ketuntasan belajar mencapai 93,33 % atau ada 28 siswa dari 30 yang sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan lebih baik dari  siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena adanya peningkatan kemampuan belajar siswa dalam mata pelajaran yang mereka pelajari. Di samping itu adanya kemampuan guru yang mulai meningkat dalam proses belajar mengajar.

Kegiatan pembelajaran siklus kedua telah berhasil / sudah sesuai yang diharapkan oleh peneliti, karena setelah diadakan tes formatif dari 30 siswa sebanyak 28 siswa telah tuntas belajarnya, yaitu mendapat nilai 75 ke atas. Selanjutnya peneliti dan pengamat mendiskusikan tentang hasil pengamatan yang dikaitkan dengan hasil tes formatif.Dari hasil diskusi antara peneliti dan pengamat memutuskan penelitian tindakan kelas ini dihentikan pada siklus kedua, karena hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa di Kelas IVSD Negeri Tritihkulon 06 terus mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II, dimana siswa yang mencapai KKM pada pra siklus sebanyak 12 siswa atau 40% kemudian pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 21 siswa atau 70 % dan siklus II kembali mengalami peningkatan menjadi 28 siswa atau 93,33%.

                        Tabel 1 Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I, Siklus II

No. URAIAN SISWA YANG TUNTAS BELAJAR SISWA YANG BELUM TUNTAS
JUMLAH % JUMLAH %
1 Studi Awal 12 40 % 18 60 %
2 Siklus Pertama 21 70 % 9 30 %
3 Siklus Kedua 28 93,33 % 2 6,66 %

                        Grafik Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I, Siklus II

PENUTUP

Simpulan

            Berdasarkan hasilpenelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana menggunakan alat peraga gambar seri siswa kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06 dapat disimpulkan bahwa : Proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar seri dapat meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan menulis karangan sederhana dan perilaku bagi siswa kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06, dimana prestasi belajar siswa di kelas IV SD Negeri Tritihkulon 06 terus mengalami peningkatan dari pra sikluspeneliti sampaikan sebagai berikut. Dari kondisi awal siswa kelas IV sejumlah 30 siswa yang dapat menulis karangan sederhana hanya 12 siswa atau  40 %, setelah diadakan penelitian tindakan kelas pada siklus pertama siswa yang dapat menulis karangan sederhana meningkat menjadi 21 siswa ( 70 % )  dan pada siklus kedua menjsi 28 siswa ( 93,33 % ). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan , bahwa penggunaan alat peraga gambar seri  terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran peneliti adalah sebagai berikut :Bagi Guru, (1) Dkan kegiatan pembelajaran diharapkan guru menggunakanalat peraga yang mudah dipahami siswa dan mendorong siswa aktif.(2) Dalam memecahkan permasalahan yang ada kaitannya dengan kegiatan pembelajaran,sebaiknya guru melaksanakan penelitian tindakan kelas. (3) Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas,hendaknya segala sesuatu dipersiapkan sedini mungkin. Bagi Siswa, Penggunaan alat peraga gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan diharapkan siswa dapat menggunakan alat peraga ini.Siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran hendaknya selalu aktif.B agi sekolah,hendaknya sekolah memberi motivasi kepada guru untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas.hendaknya sekolah memfasilitasi dan member reward kepada guru yang melaksanakan penelitian tindakan kelas.memasukkan hasil penelitian sebagai koleksi perpustakaan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun Kamus Bahasa,ed.3.2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Yuli Eti Nunung,dkk.2006. Bahasa Indonesia Kelas IV. Klaten: Intan Pariwara

Yunus Mohamad, Suparno.2006. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta:Universitas Terbuka

HG.Tarigan,Prof.Dr,MenulisSebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa, Angkasa,Bandung,1986

,Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia,Angkasa,Bandung,1987

BIODATA PENULIS

Nama               : Sri Hastuti

Jabatan             : Guru kl IV SDN Tritih Kulon 06 Ke. Cilacap Utara




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *