PTK SD Bahasa Indonesia Menulis Pengumuman Kelas V

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TENTANG MENULIS PENGUMUMAN MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KELAS V MI NEGERI JAMBUSARI JERUKLEGI CILACAP

Oleh : Nasum, S.Pd.I

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh penggunaan pendekatan komunikatif terhadap pemahaman siswa dalam memahami materi pembelajaran. (2) Menganalisis pengaruh penggunaan pendekatan komunikatif terhadap keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. (3) Menganalisis pengaruh penggunaan pendekatan komunikatif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan melalui proses pengkajian berdaur (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection), dan dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan. Dari hasil analisis, kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar 66,67% dari sebelum perbaikan siswa tuntas hanya 33,33% menjadi 100% pada siklus ketiga  (2) Penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebesar 66,67% dari sebelum perbaikan siswa yang aktif 33,33% menjadi 100%pada siklus ketiga. (3) Penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata sebelum perbaikan 57,22  menjadi 80,00 pada siklus ketiga. (4) Ada korelasi positif antara keaktifan siswa dengan hasil belajar siswa, semakin tinggi keaktifan siswa dalam pembelajaran semakin tinggi pula angka keberhasilan siswa dalam belajar. 

 

Kata kunci: Pendekatan Komunikatif, bahasa indonesia, prestasi belajar

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya. Dalam proses pendidikan terjadi proses perkembangan dimana pendidikan sebagai proses membantu peserta didik agar berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dan sistem nilai yang dianutnya dalam masyarakat. Masa usia Sekolah Dasar merupakan tahapan perkembangan yang sangat penting dan bahkan fundamental bagi kesuksesan perkembangan pendidikan selanjutnya. Untuk itu, seorang guru Sekolah Dasar harus memahami betul karakteristik peserta didiknya.

Proses pendidikan mencakup persoalan bagaimana terselenggaranya suatu pembelajaran. Menyangkut di dalamnya penggunaan pendekatan, strategi dan metode yang tepat, penyediaan sarana pembelajaran yang memadai, evaluasi yang akurat dan sebagainya. Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya tujuan pembelajaran oleh siswa. Guru sebagai pengelola pembelajaran bertugas untuk memfasilitasi dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Untuk mengetahui adanya pencapaian tujuan pembelajaran tersebut yaitu dengan pemberian tugas dan tes evaluasi ulangan harian.

Dari hal tersebut terlihat adanya kesenjangan antara pencapaian hasil belajar dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, saya merasakan adanya masalah yang menghambat keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Sadar akan adanya masalah dan bercermin pada pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan, maka selanjutnya saya melakukan refleksi hal-hal yang menyimpang dan mengidentifikasi masalah yang ada untuk kemudian ditindaklanjuti dalam kegiatan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap adanya masalah yang terjadi dalam pembelajaran yaitu: 1) Minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran menulis pengumuman sangat rendah; 2) Siswa kesulitan dalam menuangkan gagasan dalam bahasa tulis; 3) Hasil belajar siswa tentang menulis pengumuman masih sangat rendah.

Dari rangkaian proses tersebut, sehingga diambil kesimpulan bahwa penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah: 1) Proses kegiatan pembelajaran yang terlalu didominasi guru dengan metode ceramah yang monoton sehingga siswa merasa kurang tertarik dengan materi ajar yang disampaikan; 2) Guru kurang memberikan latihan menulis yang cukup kepada siswa; 3) Guru kurang bisa membangkitkan minat dan perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Dengan memperhatikan masalah tersebut diatas, maka saya memilih suatu alternatif pemecahan masalah melalui penerapan pendekatan komunikatif. Berdasarkan alternatif pemecahan masalah diatas, maka masalah yang menjadi fokus perbaikan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran?
  2. Apakah penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran?
  3. Apakah penggunaan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

 

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa Degeng (1989). Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengancara efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran.

Menurut Puji Santoso (Materi Pembelajaran Bahasa SD : 6.15), menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menulis membutuhkan latihan. Apabila dilihat prosesnya menulis mulai dari suatu yang tidak tampak, sebab apa yang hendak kita tulis masih berbentuk pikiran, bersifat sangat pribadi.

Menurut Tim Penyusun Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 4, (2004) menulis pengumuman adalah menulis berita yang bertujuan memberitahukan sesuatu kepada pembaca. Bentuk menulis pengumuman menggunakan bahasa singkat, padat, dan mudah dipahami isinya.

Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang berlandaskan pada pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Robin dan Thompson mengemukakan bahwa ciri-ciri peserta didik yang sesuai dengan konsep pendekatan komunikatif adalah: Selalu berkeinginan untuk menafsirkan tuturan secara tepat, berkeinginan agar bahasa yang digunakan selalu komunikatif, tidak merasa malu jika berbuat kesalahan dalam berkomunikasi,

Dua peran guru dalam proses belajar-mengajar, yaitu sebagai pemberi kemudahan dalam proses komunikasidan sebagai partisipan mandiri dalam kelompok belajar-mengajar. Materi pembelajaran dipersiapkan setelah guru mengadakan suatu analisis kebutuhan peserta didik. Ada tiga jenis materi yang perlu dipertimbangakn, yaitu: Materi yang berdasarkan teks, materi yang berdasarkan tugas, dan materi yang berdasarkan bahan yang otentik.

Pembelajaran menulis pengumuman dengan alur pendekatan komunikatif adalah sebagai berikut :

nasum

Tarigan mengungkapkan bahwa metode-metode pembelajaran bahasa komunikatif dilandasi oleh teori pembelajaran yang mengacu pada dua prinsip, yaitu prinsip komunikasi, dan  prinsip tugas.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di kelas V MI Negeri Jambusari Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, yang berlokasi di Dusun Karanganyar, RT03 RW 07, Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu  bulan Maret 2016 dengan rincian per siklusnya sebagai berikut: Siklus pertama tanggal 7 dan 8 Maret 2016, siklus kedua tanggal 14 dan 15 Maret 2016, siklus ketiga tanggal 21 dan 22 Maret 2016.

Subyek dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi. Teknik pengumpulan data yag dilakuka dalam penelitian ini yaitu  data kuantitatif dan data kualitatif.

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah mengukur peningkatan prestasi belajar siswa adalah ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Dengan kriteria, siswa dikatakan tuntas belajar jika lebih dari 75% siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu 63 di MI kami. Indikator yang digunakan untuk mengukur minat belajar siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi.

Secara rinci prosedur tindakan yang digunakan dalam penelitiaan ini menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Ristasa (2007) PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection).

 

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Siklus I

Sebelum perbaikan pembelajaran dilaksanakan, siswa yang tuntas belajarnya hanya 3 dari 9 siswa (33,33%) dengan rata-rata kelas 57,22 sedangkan siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran hanya 3 siswa dari 8 siswa (33,33%). Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus pertama, jumlah siswa yang tuntas belajar menjadi 5 siswa dari 9 siwa (55,56%) dengan nilai rata-rata kelas 61,67, sedangkan siswa yang menunjukkan keaktifan dalam belajar sebanyak 6 dari 9 siswa (66,67%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan komunikatif pada pembelajaran Bahasa Indonesia tentang “Menulis Pengumuman” dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan.

Deskripsi Siklus II

Setelah dilaksanakannya perbaikan pembelajaran siklus kedua, siswa yang tuntas belajar mengalami kenaikan menjadi 6 dari 9 siswa (66,67%) dengan nilai rata-rata 70,00. Siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran mengalami kenaikan menjadi 8 dari 9 siswa (88,89%).

Deskripsi Siklus III

Setelah dilaksanakannya perbaikan pembelajaran siklus ketiga, jumlah siswa yang tuntas belajar menjadi 9 dari 9 siswa (100%) dengan nilai rata-rata kelas 80,00. Siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  juga mencapai 100%. Satu siswa yang memiliki intelegensi rendah pun terlihat antusias dan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan melihat hasil yang sangat memuaskan, akhirnya kegiatan perbaikan pembelajaran pada siklus ketiga dianggap berhasil karena sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Maka upaya perbaikan pembelajaran berakhir pada siklus ketiga.

PEMBAHASAN

Alternatif  pemecahan masalah untuk mengatasi rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran Bahasa Indonesia tentang “Menulis Pengumuman” dan rendahnya keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dengan menggunakan pendekatan komunikatif pada kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran di kelas V MI Negeri Jambusari, ternyata memberikan kenaikan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hasil pembelajaran sebelumnya.

Berkat intervensi ini, ketuntasan belajar siswa naik sebesar 22,23%, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran naik sebesar 22,23% dan nilai rata-rata kelas naik sebesar 4,25.

Setelah dilakukan intervensi terhadap kelemahan hasil refleksi pada siklus I, pada kegiatan siklus II menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup berarti. Kenaikan ketuntasan belajar sebesar 11,11%, kenaikan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran sebesar 22,22% dan nilai rata-rata kelas naik sebesar 8,33 dari siklus I.

Akan tetapi pada siklus II ini walaupun sudah menunjukan kenaikan yang signifikan, hasil belajar siswa belum melampaui batas kriteria yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II, peneliti menggunakan variabel lain untuk meningkatan hasil belajar siswa yang nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman.

Dengan bimbingan guru, hampir semua siswa mengalami kenaikan dalam pembelajaran. Kenaikan ketuntasan belajar sebesar 33,33%, siswa yang  tuntas belajarnya  mencapai 9 dari 9 siswa atau 100%. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami kenaikan hingga 100%.

Untuk lebih jelasnya peningkatan ketuntasan belajar siswa dan rata-rata kelas dapat dilihat pada gambar diagram batang berikut ini:
nasuma

                        Diagram 1 Peningkatan ketuntasan belajar siswa

Dari hasil analisis, peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1 Peningkatan keaktifan siswa

No. Pembelajaran Siswa yang benar-benar aktif dalam kegiatan pembelajaran Persentase
1 Sebelum perbaikan 3 33,33
2 Siklus I 6 66,67
3 Siklus II 8 88,89
4 Siklus III 9 100

Untuk lebih jelasnya peningkatan keaktifan belajar siswa dapat dilihat pada gambar diagram batang berikut ini.

nasumas

                        Diagram 2 Peningkatan keaktifan belajar siswa

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis data dan yang diperoleh selama proses perbaikan berlangsung, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penggunaan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Menulis Pengumuman mampu mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran.
  2. Penggunaan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Menulis Pengumuman mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
  3. Penggunaan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Menulis Pengumuman mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Dengan meningkatnya pemahaman, perhatian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran sangat berdampak positif terhadap hasil belajar siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA (tidak ada yang cocok)

Mulyati, Yeti. (2006). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi.. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suparno& Mohamad, Yunus. (2008). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sumantri, M. &Johar, Permana. (1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Toha, Anggoro, M., dkk. (2008). Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sumantri, M. & Syaodih, N. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.A.K., dkk. (2008). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : universitas Terbuka.
Mikarsa, H.L., dkk. (2008). Pendidikan Anak di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
Ristasa, R.A. (2010). Panduan Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Purwokerto: UPBJJ UT Purwokerto
Wardani, I.G.A.K.& Wihardit, K. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.A.K.(2008). Pemantapan KemampuanProfesional. Jakarta : Universitas Terbuka.

BIODATA

Nama               : Nasum, S.Pd.I

NIP                 : 1966042520003021001

Pangkat/Gol    : Penata/lll C

Unit kerja        : MI Negeri Jambusari Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap

Jabatan            : Guru Kelas

Unit Kerja       : MI Negeri Jambusari Kecamata Jeruklegi Kabupate Cilacap.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *