PTK SMP Materi Energi Dalam Sistem Kehidupan Model Learning Cycle

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATERI ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE

 umihartati

ABSTRAKS

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan karena adanya prestasi belajar IPA siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Bawang  yang rendah. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai ulangan harian dari 31 orang sebelumnya yang hanya 63,03 serta kemampuan menghitung yang rendah. Penelitian menggunakan rancangan PTK yang direncanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data yang dihimpun berupa data pengamatan aktifitas guru, data pengamatam aktifitas siswa, angket siswa, nilai ulangan harian, dan angket, yang semuanya diolah dengan menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan model Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas siswa menjadi baik (76,2 %). Aktivitas siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa yaitu meningkat 76,8, ketuntasan belajar 87,1%.

Kata kunci :  aktivitas belajar, prestasi belajar dan model pembelajaran Learning Cycle


Pendahuluan

Prestasi belajar IPA siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Bawang  yang rendah menjadi alasan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai ulangan harian sebelumnya yang hanya 63,03 serta kemampuan menghitung yang rendah. Beberapa faktor penyebab adalah pendekatan, strategi, model, atau metode yang diterapkan oleh guru kurang sesuai, juga sarana pembelajaran yang meliputi media, alat peraga, atau sebab lain yang tidak diketahui. Karena keterbatasan yang ada pada peneliti maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa materi energi dalam sistem kehidupan kelas VII A SMP Negeri 2 Bawang semester 2 tahun pelajaran 2015/2016?
  2. Apakah model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan prestasi belajar siswa materi energi dalam sistem kehidupan kelas VII A SMP Negeri 2 Bawang semester 2 tahun pelajaran 2015/2016?

Landasan Teori

Aktivitas berasal dari kata aktif yang berarti sibuk, giat (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 17). Aktif mendapat awalan ke- dan –an, sehingga menjadi aktivitas yang mempunyai arti kegiatan atau kesibukan. Jadi, aktivitas belajar adalah kegiatan atau kesibukan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun di luar sekolah yang menunjang keberhasilan belajar siswa.

Prestasi belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Gagne (Sudjana, 2005:45) mengemukakan lima kategori hasil belajar, yakni verbal information, intelektual skill, cognitive strategy, attitude, motor skill. Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada bidang kognitif.

Learning Cycle atau LC yaitu suatu model pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student centered). Ciri khas model pembelajaran Learning Cycle ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan guru yang kemudian hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Daur belajar learning cycle dapat dilihat pada gambar berikut ini:

umi

Gambar Langkah-langkah Daur Belajar

Sumber: Johnston, 2001 (dalam Hakim: 2010)

 

Metodologi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII A SMP Negeri 2 Bawang semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 31 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan PTK yang direncanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan siklus I mulai hari Senin tanggal 11 Januari 2016 sampai dengan hari Rabu  tanggal 20 Januari 2016. Siklus II mulai Rabu tanggal 10 Februari 2016 sampai hari Rabu tanggal 2 Maret 2016.

Data yang dihimpun berupa data pengamatan aktifitas guru, data pengamatan aktifitas siswa, angket siswa, nilai ulangan harian, dan angket, yang semuanya diolah dengan menggunakan analisis deskriptif. Sintaks model pembelajaran partisipatif diawali dengan pendahuluan, pembentukan kelompok kecil, kerja kelompok, demonstrasi/percobaan dan presentasi kelompok.

Hasil Penelitian dan Pembaasan

Siklus I

Pelaksanaan siklus I terdiri dari 3 pertemuan dengan 5 kali tatap muka. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11Januari 2016 memahami konsep energi, bentuk-bentuk energi, perubahan energi dan sumber energi alternatif. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 13 dan 14 Januari 2016 percobaan energi potensial energi kinetik. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Senin dan Rabu tanggal 18 dan 20 Januari 2016 mempelajari energi pada makanan dan pelaksanaan tes prestasi belajar kesatu.

Pada pertemuan yang pertama yang dilakukan guru adalah mengabsen siswa dan diketahui semua siswa hadir. Kemudian guru mempersilahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing yang telah dibagi pada pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan apersepsi dengan menanyakan bagaimana cara siswa bisa sampai ke sekolah . Beberapa siswa mulai mengerti kemana arah pembelajaran pada hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa bahwa materi energi sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Dengan tanya jawab guru menyampaikan pengetahuan prasyarat dan mengukur kemampuan awal siswa. Kemudian guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan yaitu model Learning Cycle. Sebagian siswa bingung namun setelah dijelaskan langkah-langkah pembelajaran siswa mulai merasa tertarik dan antusias.

Pada bagian inti guru memancing siswa untuk menemukan pengertian dari energi dan memberi contoh riil dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya guru membagi lembar kerja siswa (LKS) untuk masing-masing kelompok sebagai panduan siswa untuk menemukan konsep energi, bentuk-bentuk energi, perubahan energi dan sumber energi alternatif. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugas masing-masing kegiatan dilanjutkan dengan presentasi. Dari kegiatan diskusi dan presentasi diamati siswa yang  aktif, cukup aktif dan kurang aktif. Pada kegiatan penutup guru bersama siswa membuat rangkuman. Guru mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk mempersiapkan pembelajaran selanjutnya.

            Pada pertemuan kedua dan ketiga siklus I kegiatan berjalan lebih lancar. Siswa sudah mulai asyik bekerjasama dengan anggota kelompok. siswa juga melakukan demontrasi dan percobaan.

Hasil siklus I pada penelitian menunjukkan aktivitas belajar siswa 58,7 %  (kategori cukup), namun rata-rata nilai ulangan harian meningkat dari 66,5 sebelum dilaksanakan penelitian menjadi 71,7 atau (terjadi kenaikan 5,3) serta ketuntasan belajar sebelum penelitian 51,6 % menjadi 74,2 % pada siklus I.

Siklus II

Pelaksanaan tindakan pada siklus II terdiri dari 4 pertemuan 10 tatap muka. Pertemuan pertama pada hari Rabu dan Kamis tanggal 10 dana 11 Februari 2016 mempelajari transformasi energi dalam sel. Pertemuan kedua hari Senin, Rabu dan Kamis  15, 17 dan 18 Februari 2016 membahas respirasi, pertemuan ketiga hari Senin, Rabu dan Kamis  tanggal 22, 24 dan 25  Februari 2016 dan pertemuan keempat hari Senin dan Rabu  tanggal 29 Februari dan 2 Maret 2016 mempelajari dan tugas proyek membuat model kincir air/kincir angin. Siklus 2 diakhiri dengan tes prestasi belajar kedua.

Pada ketiga pertemuan tersebut, setelah semua kelompok menyelesaikan tugas masing-masing kegiatan dilanjutkan dengan presentasi. Pada kegiatan penutup guru bersama siswa membuat rangkuman. Guru mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk mempersiapkan pembelajaran selanjutnya.

Pelaksanaan siklus II ini siswa sudah lebih baik daripada siklus I. Disamping karena sudah memahami materi, mereka juga menggunakan alat peraga buatan sendiri, siswa juga tambah teliti dan melakukan prosedur yang semestinya. Kerjasama kelompok sudah terbangun dan aktivitas belajar siswa meningkat.

Bagian awal guru memberikan apersepsi dengan menimbang berat badan siswa dan menanyakan apakah siswa sudah makan pagi atau belum. Selanjutnya memotivasi siswa bahwa materi energi pada makanan ini sangat penting untuk dipelajari dan dipahami.

Pada bagian inti proses pembelajaran sudah lebih baik. Kelompok bekerja dengan kompak dan mencoba menyelesaikan lembar kerja siswa dengan cepat dan benar.  Anggota kelompok sudah mulai berani untuk mengemukakan pendapat untuk memastikan bahwa jawaban mereka sudah tepat. Pada bagian penutup guru membantu siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan mengevaluasi kegiatan.

Pada pertemuan kedua dan ketiga siklus II kegiatan berjalan semakin lancar. Siswa sudah asyik bekerjasama dengan anggota kelompok. Guru memandu siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompok. Berdasarkan hasil pada siklus I maka pada siklus II dilakukan beberapa variasi perlakuan untuk meningkatkan meningkatkan aktivitas  dalam pembelajaran dan meningkatkan nilai tes prestasi belajar. Setelah siklus II dilaksanakan ternyata meningkatkan aktivitas  menjadi 76,2 %  (kategori baik) dan nilai tes prestasi belajarnya meningkat dari 71,7 pada siklus I menjadi 76,8 terjadi kenaikan 5,1 serta ketuntasan menjadi 87,1 % pada siklus II. Sehingga secara keseluruhan nilai tes prestasi belajar meningkat dari 66,5 sebelum dilaksanakan penelitian menjadi 76,8 setelah pelaksanaan siklus II (terjadi kenaikan 10,4).  Karena telah terjadi peningkatan baik dalam aktivitas maupun prestasi belajar seperti yang diharapkan maka penelitian dihentikan pada siklus II.

Tabel 15. Rekapitulasi aktivitas belajar kondisi awal, siklus I dan siklus II

No Rentang Nilai Kategori Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2
1 N ≥ 80 Sangat aktif 0 4 10
2 60 ≤ N ≤ 79 Aktif 5 14 17
3 40 ≤ N ≤  59 Cukup aktif 8 9 4
4 20 ≤  N ≤  39 Kurang aktif 11 4 0
5 N ≤  20 Pasif 7 0 0
6 Rata-rata 37,7 58,7 76,2

Untuk lebih jelas dapat dilihat grafik aktivitas belajar dari kondisi awal, siklus I dan siklus II sebagai berikut:

umih

Berikut ini ditampilkan tabel dan grafik Rekapitulasi prestasi belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II

Tabel 16. Rekapitulasi prestasi belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II

No Kategori Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Sangat Baik 0 5 7
2 Baik 13 18 20
3 Cukup 11 2 4
4 Kurang 4 6 0
5 Sangat Kurang 3 0 0
6 Nilai Tertinggi 86 89,0 91,0
7 Nilai Terrendah 42,0 47,0 59,0
8 Rata-rata 66,5 71,7 76,8
9 Ketuntasan Belajar (%) 51,6 74,2 87,1

 umiha

Simpulan

Pembelajaran menggunakan model Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas siswa menjadi baik (76,2 %). Aktivitas siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa yaitu meningkat 76,8. Hal ini sesuai dengan pendapat Nanang Hanafiah & Cucu Suhana (2009: 23) yang menyebutkan proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofisis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah dan benar, baik yang berkaitan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.

 

Saran

  1. Penelitian ini baru dilaksanakan dalam dua siklus, guru/peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan menambah siklus agar didapat hasil yang lebih optimal.
  2. Pembelajaran menggunakan model Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa, guru dengan kondisi yang relatif sama dapat menggunakannya dalam menyampaikan materi.
  3. Guru dapat menciptakan strategi pembelajaran yang berdasarkan pada potensi siswa agar pembelajaran lebih bermakna.
  4. Guru hendaknya terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  5. Sekolah dapat mendorong guru untuk dapat mengoptimalkan kemampuan guru dan siswa, salah satunya dengan menyediakan anggaran guna menambah sarana prasarana yang mendukung PBM misalnya menambah kelengkapan alat praktikum di laboratorium IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.2014.Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh-contohnya. Yogyakarta:Penerbit Gava Media

Febru, Erna.2009. Indikator Keaktifan Siswa. http://ardana 12’s.wordpress.com/2009/01/20/indikator PTK

Hamalik, Oemar.  2007.  Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.

Hakim.2010.Model Pembelajaran. Learning Theory And Models. Diunggah Sunday.Dec 05. 2010 (learning models blogspot.co.id (2011/04/2.html)

Pusat Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka

Riyanto,Yatim.2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya:Penerbit SIC.

Sudjana, Nana. 2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2009. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Biodata Peneliti:

Nama               : Umi Hartati,S.Pd.

NIP                   : 19750406 200701 2 013

Jabatan           : Guru IPA

Unit Kerja       : SMP Negeri 2 Bawang




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *