PEMBERDAYAAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK PEMBELAJARAN IPA PADA STANDAR KOMPETENSI MENGGOLONGKAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GALUHTIMUR 02 KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2013-2014

sujarwati

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas IV SDN Galuhtimur 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes sekitar bulan September s/d Desember 2013. Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam di kelas IV SDN Galuhtimur 02 dari beberapa kali ulangan masih sangat rendah. Dari dua kali ulangan rata-rata nilai kelas masih di bawah KKM yaitu 75. Nilai tertinggi 70 sedangkan nilai terendah 50. Pada ulangan harian kedua nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Rata-rata dari kedua ulangan harian tersebut adalah 67. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa kelas IV SDN Galuhtimur 02, Tahun Ajaran 2013/2014 melalui pemberdayaan lembar kerja siswa. Penelitian dilaksanakan di SDN Galuhtimur 02. Waktu Penelitian dilaksanakan September sampai dengan Desember 2013. Bentuk penelitian ini adalah Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas). Tindakan yang dilakukan terdiri dari dua tindakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu planning, acting, observing, dan reflecting. Adapun kelas yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN Galuhtimur 02, dengan jumlah siswa 29 orang. Setelah dilaksanakan siklus pertama yaitu guru melaksanakan praktik pembelajaran langsung diperoleh hasil  pada siklus 1 nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75 Pada siklus 2 nilai rata-rata 86. Jadi dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari rata-rata 67 menjadi 86.

Kata Kunci : Lembar Kerja Siswa, Ilmu Pengetahuan Alam, Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan.

PENDAHULUAN

Pada saat guru mengajar pelajaran IPA di kelas IV SDN Galuhtimur 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes selalu terlihat peserta didik tidak aktif dalam mengikuti pelajaran, mereka terlihat tidak semangat dan tidak memiliki rasa antusias yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hasil ulangan dari beberapa kali ulangan masih terlihat sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan peserta didik pada formatif 1 yang mendapat nilai di atas KKM sekitar 30 % sedangkan 30 % sesuai KKM, dan sisanya 40% masih di bawah KKM, pada formatif 2 juga demikian tidak ada peningkatan yang berarti. Proses belajar mengajar dikatakan berhasil jika sekitar 80 % peserta didik telah mampu menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan guru, jika masih kurang dari 80% maka proses belajar mengajar tidak berhasil, perlu dikaji ulang dimana letak kekurangan proses belajar mengajar tersebut. Dari hasil belajar peseta didik pada formatif 1 dan 2 belum dikatakan berhasil karena pencapaian hasil belajar hanya mencapai 60%, sehingga perlu diadakan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Keberhasilan peseta didik dalam belajar bukan hanya dipengaruhi oleh keseriusan peserta didik dalam belajar, guru dalam mengajar juga merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran. Dari faktor guru mungkin guru tersebut belum menggunakan dan memberdayakan suatu cara dan metode yang tepat dan maksimal. Dalam pembelajaran IPA sebagai mana penulis paparkan di atas bahwa ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran dikarenakan cara dan tehnik guru dalam mengajar tidak optimal, penyampaiannya masih bersifat konvensional.

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Apakah  melalui pemberdayaan Lembar Kerja Siswa dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada standar kompetensi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makananya Kelas IV SD Negeri Galuhtimur 02  Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013-2014 ?

 

KAJIAN PUSTAKA

Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) sebaiknya dibuat oleh guru yang mengajarkan peserta didik di kelas tersebut, karena dapat menyesuaikan kemampuan, karakter, tempat tinggal dan latar belakang peserta didik. Selain itu juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan guru dalam meningkatkan kualitas menulis. Lembar Kerja Siswa adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapai nya. (Depdiknas; 2004;18). Trianto (2008:148) mendefinisikan bahwa Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melaku kan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah. Lembar Kerja Sswa ini berwujud lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Karakteristik Pembelajaran IPA di SD

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dapat dipandang sebagai produk dan sebagai proses. Secara definisi, IPA sebagai produk adalah hasil temuan-temuan para ahli saintis, berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori-teori. Sedangkan IPA sebagai proses adalah strategi atau cara yang dilakukan oleh para ahli saintis. Pemahaman kita tentang dunia disekitar kita dimulai melalui pengalaman baik secara inderawi, maupun tidak melalui inderawi. atau cara yang dilakukan para ahli saintis dalam menemukan berbagai hal sebagai implikasi adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa alam. IPA sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya IPA sebagai proses. Siswa SD yang secara umum berusia 6-12 tahun, secara perkembangan kognitif termasuk dalam tahapan perkembangan operasional konkrit. Tahapan ini ditandai dengan cara berpikir yang cenderung konkrit/nyata. Siswa mulai mampu berpikir logis yang elementer, misalnya mengelompokkan, merangkaikan sederetan objek, dan menghubungkan satu dengan yang lain. Konsep reversibilitas mulai berkembang. Pada mulanya bilangan, kemudian panjang, luas, dan volume. Siswa masih berpikir tahap demi tahap tetapi belum dihubungkan satu dengan yang lain.

Kerangka Berpikir

Rendahnya hasil belajar peserta didik perlu dikaji ulang letak permasalahan nya. Perlu diketahui cara memperbaiki pendidikan yaitu terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana cara manusia belajar dan mengajarnya, ciptakan suasana untuk belajar. Kedua kegiatan tersebut dalam rangka memahami cara manusia bagaimana ia membangun atau mengkonstruksi pengetahuannya tentang objek-objek dan peristiwa-peristiwa yang dijumpai selama kehidupannya. Manusia akan mencari dan menggunakan hal-hal atau peralatan yang dapat membantu memahami pengalamannya. Guru harus mampu menciptakan suasana yang membuat peserta didik untuk belajar. Kelas sebagai tempat pembelajaran, tempat bertemunya guru dan peseta didik di dalamnya telah terjalin ikatan batin yang masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Peneliti berpendapat bahwa aktifitas peserta didik dan guru sangat diperlukan dalam pembelajaran, oleh karena itu guru sebagai agen pembelajaran harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan demokrasi.

Dengan demikian berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas diharapkan pemberdayaan Lembar Kerja Siswa yang dibuat guru dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA kelas IV Sekolah Dasar Negeri Galuhtimur 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013-2014

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas ini Berjudul : Pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Pada Standar Kompetensi Menggolongkan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Galuhtimur 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013-2014. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 bulan September sampai dengan bulan Desember 2013. Lokasi penelitian pembelajaran adalah di SD Negeri Galuhtimur 02, Kecamatan Tonjong Tahun Pelajaran 2013/2014. Mata pelajaran IPA Pada Standar Kompetensi “menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Galuhtimur 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Tahun Pelajaran 2013-2014 yang berjumlah 29 siswa.

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil/prestasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran IPA. Sedangkan observasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa kegiatan siswa selama mengikuti pembelajaran. Selain itu, observasi juga digunakan untuk mengamati kegiatan guru dalam pembelajaran. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar tes dan lembar observasi/pengamatan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal sebelum tindakan, dapat peneliti sampaikan melalui tabel daftar nilai tugas siswa pada pembelajaran IPA, sebanyak dua kali.

No Uraian Tugas 1 Tugas 2
1 Nilai terendah 50 50
2 Nilai tertinggi 70 80
3 Nilai rerata 62 67
4 KKM 75 75

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi awal siswa sangat rendah. Dengan dua kali tugas pembelajaran IPA nilai rata- rata kelas hanya 62 dan 67. Kondisi awal yang demikian salah satu sebabnya adalah belum digunakannya Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran IPA untuk menunjang alat pembelajaran yang digunakan.

DESKRIPSI SIKLUS 1

Selama proses pembelajaran, terutama saat mengerjakan tugas Lembar Kerja Siswa (LKS) di dalam kelompok masih ada 2 orang siswa yang ribut, 7 orang siswa tidak aktif dalam kelompok karena didomonasi siswa yang lebih pintar dalam kelompok. Hasil kerja siswa pada Lembar Kerja Siswa sudah baik, siklus1 ditemukan beberapa hambatan, yaitu adanya siswa yang hanya membuat gaduh dan tidak aktif di dalam kelompok, peneliti perlu memberikan motivasi dan variasi yang lebih banyak pada kegiatan berikutnya. Hal yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak pemberian Tanya jawab, dan metode pembelajaran yang banyak melibatkan siswa. Dengan adanya Tanya jawab antara siswa dan guru/peneliti serta mencari metode pembelajaran yang tepat, diharapkan siswa akan lebih tertarik dan giat dalam melaksanakan tugas yang diberikan guru. Menyikapi reaksi siswa pada siklus I, yaitu siswa merasa diamati sehingga ada perasaan terganggu, maka pada kegiatan observasi berikutnya kegiatan pengamatan / observasi dilakukan dari luar sehingga dapat memberikan kebebasan / keleluasaan pada siswa untuk mengerjakan tugas Lembar Kerja Siswa (LKS).

DESKRIPSI SIKLUS 2

Berdasarkan pembahasan  proses pembelajaran dan hasil belajar, dapat dilihat bahwa hasil tindakan dalam pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan. Hasil Tindakan. Kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari rata-rata 67 menjadi 86. Pada proeses pembelajaran juga terdapat peningkatan. Pada kondisi akhir siswa lebih aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan standar kompetensi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya.

Beberapa hambatan yang muncul pada tindakan sebelumnya sudah tidak muncul lagi. Kegiatan mengerjakan tugas pada Lembar Kerja Siswa berjalan cukup lancar, hasil belajar siswa lebih baik daripada sebelumnya. Mencari jawaban dan contoh-contoh pada tugas Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat dijawab sesuai dengan harapan guru / peneliti. Suasana kelas sudah kelihatan lebih tertib dan nyaman, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan.

PENUTUP

Kesimpulan

Pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) terutama dirancang dan dibuat guru memperhatikan karakteristik siswa di kelas dapat meningkatkan kemampuan pembelajaran penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Yakni terlihat dari nilai rerata siswa pada kondisi awal 67, nilai rerata siklus satu 75 dan pada siklus dua menjadi 86. Hal ini telah melampaui KKM 75.

Penmberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menggolongkan hewan berdasarkan jenis makannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) apalagi jika dipadukan dengan pendekatan Pembelajaran Pakem dan penggunaan multi metode (ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, dan unjuk kerja), sehingga pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Dengan demikian pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan pembelajaran menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya bagi siswa kelas IV semester ganjil SDN Galuhtimur 02, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Saran

Guru diharapkan selalu membimbing dan mengarahkan siswanya agar membaca, menanamkan sikap rasa ingin tahu, kreatif, kerja keras, bersahabat dengan lingkungan, toleransi, disiplin, mandiri dan relegius baik di sekolah maupun di rumah dimanapun mereka berada. Hal ini dapat dilakukan  dengan cara sering memberikan tugas kepada siswa untuk mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Adalah hal sangat terpuji apabila setiap guru selalu mencoba melakukan inovasi pembelajaran dengan berbagai kreativitas sehingga tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, dengan istilah pembelajaran Pakem. Menjadikan diri sebagai inspirasi untuk orang lain adalah sikap guru yang professional, sehingga untuk tetap belajar menambah wawasan pengetahuan dengan melihat, membaca dan melalui pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain.Senantiasa mengikuti perubahan zaman yang semakin maju dan serba canggih, menguasai ICT adalah salah satu hal yang harus dimiliki seorang guru professional.

 DAFTAR PUSTAKA

Achmadi(1996:2), Tujuan Lembar Kerja Siswa, dalam http://www.kampus-info.com/2012/10.pengertian-LKS.html./diakses06 Sep 2013;

Abdul, Majid.( 2006).Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya;

Depdikbud (1996-1993:2) Syarat-Syarat Lembar Kerja Siswa, dalam; http://www.kampus-info.com/2012/10.pengertian LKS.html./diakses06 Sep 2013;

Depdiknas(2004:18),Trianto(2008:148)Pengertian Lembar Kerja Siswa,dalam; http://www.kampus-info.com/2012/10.pengertian-LKS.html./diakses06 Sep 2013;

Departemen Pendidikan Nasional, KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (2006) : Sumber Ilmu;

Departeman Pendidikan Nasional,Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Alam alam SD/MI.Jakarta :

Depdiknas; Gorman dalam Bambang dan Paidi (2002:13), Kemampuan Siswa, dalam; http://Smatalzind.blogsport.com/2012/04/karakteristik-pembelajaran-ipa-disdhtml,diakses,06 Sep 2013;

Hadi Sukamto(1992/1993:2),Kegunaan Lembar kerja siswa.http://www.kampus-info.com/2012/10.pengertian-LKS.html./diakses06 Sep 2013;

Hamzah,Uno. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara http://smartalzind.blogspot.com/2012/04/karakterisrik-pembelajaran-ipa-disd.htmldiakses,06 Sep 2013;

KTSP Berkarakter Tingkat Satuan SD/MI,Perkembangan kognitif pembelajaran IPA,

Prof.Dr.H.Mohammad Asrori,MPd(2009), Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Wacana Prima;

Prima Sumadi Suryabrata.(2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.; Rosmala Dewi, PTK (2006); 

Suharsimi Arikunto(1993).Manajemen Pengajaran secaraManusiawi. Jakarta: Rineka Cipta;

Tim Kreatif Guru(2013),Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI Kelas IV,Jakarta:Bumi Aksara

 

BIODATA PENELITI

Nama Peneliti                         : Sujarwati, S. Pd.

NIP                                         : 19570213 197701 2 003

Tempat tanggal lahir             : Brebes, 13 Februari 1957

Pangkat Gol Ruang                : Pembina IV/A

Unit Kerja                              : SD Negeri Galuhtimur 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes

Alamat Rumah                       : RT 02 RW 04 Karanganyar, Desa Tonjong Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *