PTK SD Mapel IPA Kelas IV

PEMBERDAYAAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK PEMBELAJARAN IPA STANDAR KOMPETENSI MENGGOLONGKAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA BAGI SISWA KELAS IV SDN SIDAYU 01  SEMESTER I TAHUN 2015/2016

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sidayu 01 pada materi pokok mengolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui pemberdayaan lembar kerja siswa. Penelitian dilaksanakan di SDN Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun. Bentuk penelitian ini adalah Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas). Tindakan yang dilakukan terdiri dari dua tindakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu planning, acting, observing, dan reflecting.  Setelah dilaksanakan siklus pertama yaitu guru melaksanakan praktik pembelajaran langsung diperoleh hasil  pada siklus 1 nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75 Pada siklus 2 nilai rata-rata 86. Jadi dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari rata-rata 67 menjadi 86.Dari hasil penelitian tindakan yang dilaksanakan melalui dua siklus, diperoleh peningkatan yang sangat berarti, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pemberdayaan Lembar Kerja Siswa dapat meningkatkan hasil belajar mengolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya bagi siswa kelas IV SDN Sidayu 01 pada semester 1 tahun pelajaraan 2015/2016. Untuk itu diharapkan guru selalu memberikan bimbingan kepada siswa agar tetap giat belajar,melalui membaca,berdiskusi untuk selalu berlatih mengerjakan lembar kerja siswa,sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan.

Kata Kunci : Pembelajaran  IPA, Menggolongkan hewan dan jenis makananyaPemberdayaan Lembar Kerja Siswa

 

PENDAHULUAN

Pada saat guru megajar pelajaran IPA di kelas IV SDN Sidayu 01 selalu terlihat peserta didik tidak aktif dalam mengikuti pelajaran,mereka terlihat tidak semangat dan tidak memiliki rasa antusias yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hasil ulangan dari beberapa kali ulangan masih terlihat sangat rendah.Hal ini dapat di lihat dari hasil ulangan peserta didik pada formatif 1 yang mendapat nilai di atas KKM sekitar 30 % sedangkan 30 % sesuai KKM,dan sisanya 40% masih di bawah KKM,pada formatif 2 juga demikian tidak ada peningkatan yang berarti.

Proses belajar mengajar dikatakan berhasil jika sekitar 80 % peserta didik telah mampu menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan guru,jika masih kurang dari 80% maka proses belajar mengajar tidak berhasil,perlu dikaji ulang di mana letak kekurangan proses belajar mengajar tersebut.Dari hasil belajar peseta didik pada formatif 1 dan 2 belum dikatakan berhasil karena pencapaian hasil belajar hanya mencapai 60 %,sehingga perlu diadakan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik .Keberhasilan peseta didik dalam belajar bukan hanya dipengaruhi oleh keseriusan peseta didik dalam belajar , guru dalam mengajar juga merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran. Dari faktor guru mungkin guru tersebut belum menggunakan memberdayakan suatu cara dan metode yang tepat dan maksimal.

Dalam pembelajaran IPA sebagaimana penulis paparkan di atas bahwa ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran dikarenakan cara dan tehnik guru dalam mengajar tidak optimal,penyampaiannya masih bersifat konvensioal,hanya berkisar ceramah dan mencatat materi pelajaran saja,akibatnya peserta didik tidak memiliki aktifitas,semuanya bersikap pasif sehingga tidak mampu meningkatkan hasil belajar juga tidak mampu menguasai materi pelajaran IPA yang telah disampaikan guru.Jika hal-hal demikian terus menerus berlangsung maka kemampuan siswa dalam mata pelajaran IPA akan mengalami hambatan dan akhirnya tidak mampu mengaplikasikan ilmu mereka pada masyarakat dan lingkungannya.

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Apakah melalui pemberdayaan Lembar Kerja Siswa dapat meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN Sidayu 01 pada semester 1 tahun 2015/2016, pada standar kompetensi mengolongkan hewan berdasarkan jenis makananya  ?

KAJIAN PUSTAKA,

Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.(Depdiknas; 2004;18). Trianto (2008 :148) mendefinisikan bahwa Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah.Lembar Kerja Sswa ini berwujud lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Tujuan LKS adalah : (1)Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran. (2)Membantu siswa mengembangkan konsep. (3)Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses. (4)Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran. (5)Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis.

Pengertian Belajar

Menurut Morgan, dkk ( 1984 )Memberikan definisi mengenai belajar “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience.” Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan  (practice) atau karena pengalaman ( experience ). Menurut Thursan Hakim, Belajar Secara Efektif ( 2005 )Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.

sumber:http://herrystw.wordpress.com/2011/05/23/pengertian-belajar-menurut-paraahli/,diakses6Jan2016/10:37

Karakteristik Pembelajaran IPA di SD

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dapat dipandang sebagai produk dan sebagai proses. Secara definisi, IPA sebagai produk adalah hasil temuan-temuan para ahli saintis, berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori-teori. Sedangkan IPA sebagai proses adalah strategi atau cara yang dilakukan para ahli saintis dalam menemukan berbagai hal tersebut sebagai implikasi adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa alam. IPA sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya IPA sebagai proses. Sumber :http://fip.uny.ac.id/pjj/wp-content/uploads/2008/02/inisiasi_pengembangan_pembelajaran_ipa_1.pdf)akses6Jan,2016/11:12.

Uraian di atas menunjukkan bahwa dalam pembelajaran IPA di SD yang perlu diajarkan adalah produk dan proses IPA karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Guru yang berperan sebagai fasilitator peserta didik  dalam belajar produk dan proses IPA harus dapat mengemas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Ada beberapa prinsip pembelajaran IPA untuk SD yang harus diperhatikan oleh guru. Prinsip tersebut antara lain:

  1. Pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita di mulai melalui pengalaman baik secara inderawi yaitu mata sebagai alat untuk melihat,telinga alat untuk mendengar,hidung alat untuk mencium,kulit alat untuk meraba dan lidah alat untuk mencicipi makanan.Maupun tidak melalui inderawi.
  2. Pengetahuan yang diperoleh tidak pernah terlihat secara langsung, karena itu perlu diungkap selama proses pembelajaran. Pengetahuan siswa yang diperoleh dari pengalaman itu perlu diungkap di setiap awal pembelajaran agar siswa dapat memahaminya.

Menurut Nuryani R (2005: 51) konsep merupakan suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri, karakter atau atribut yang sama dari sekelompok objek dari suatu fakta, baik merupakan suatu proses, peristiwa, benda atau fenomena di alam yang membedakannya dari kelompok lain. Konsep-konsep IPA sesuai dengan KTSP yang harus dikuasai oleh siswa SD kelas IV secara umum antara lain: ciri-ciri makhluk hidup, penggolongan makluk hidup, lingkungan, benda, perubahan sifat benda, gerak, energi, cuaca, bentuk permukaan bumi, dan sumber daya alam.Proses belajar dan mengajar merupakan suatu langkah untuk membimbing siswa dalam menguasai suatu konsep dan sub konsepnya. Siswa dibimbing melalui metode mengajar dan media pembelajaran sehingga dapat menguasai konsep suatu pokok bahasan.

METODE PENELITIAN

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sidayu 01 semester 1 tahun 2015/2016 yang berjumlah 38 siswa yang terdiri dari L=16 dan P=22. Penelitian ini dibagi dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Siklus 1 dilaksankan pada tanggal 26 dan 29 Oktober 2015, sedangkan Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 2 dan 5 November 2015.

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil/prestasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran IPA. Sedangkan observasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa kegiatan siswa selama mengikuti pembelajaran. Dalam penelitian ini untuk memperoleh kesahihan data digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 200: 178).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penelitian ini tindakan yang akan peneliti lakukan sebanyak dua siklus. Sedangkan tahapan-tahapan dalam siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu: Planning, Acting , Observing  dan Reflecting. Sebelum melaksanakan tindakan peneliti melakukan persiapan awal, yaitu : Minta izin Kepala Sekolah untuk melakukan penelitian. Menyusun Rencana Pembelajaran. Mempersiapkan instrumen penelitian

  1. Perencanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lengkap dengan instrumen yang diperlukan agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan tujuan. RPP dibuat untuk dua kali tindakan, satu tindakan dua kali pertemuan. Instrumen yang diperlukan adalah lembar observasi untuk siswa dan guru, lembar penilaian, dan lembar kerja siswa (LKS).

  1. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti mengadakan pembelajaran IPA yakni pada standar kompetensi 3.Menggolongkan Hewan berdasarkan jenis makanannya.Seperti biasa peneliti masuk ke dalam kelas  untuk memulai pembelajaran yakni : Kegiatan Awa, Kegiatan Inti, Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi, Kegiatan Penutup

  1. Pengamatan

Pada saat melakukan tindakan peneliti minta bantuan teman sejawat untuk menjadi observer. Selama pembelajaran berlangsung observer melakukan pengamatan terhadap semua kegiatan siswa, bagaimana kesiapan siswa dalam pembelajaran

  1. Refleksi

Setelah kegiatan inti, berdasarkan data hasil observasi peneliti melakukan refleksi untuk menilai sejauh mana keefektifan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikerjakan melalui metode diskusi kelompok siswa. Selain itu juga mencari solusi atas hambatan-hambatan yang muncul untuk perbaikan pada kegiatan siklus yang berikutnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal sebelum tindakan, dapat peneliti sampaikan melalui tabel daftar nilai tugas siswa pada pembelajaran IPA, sebanyak dua kali.

No Uraian Tugas 1 Tugas 2
1 Nilai terendah 50 50
2 Nilai tertinggi 70 80
3 Nilai rata-rata 62 71
4 KKM 75 75

       Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi awal siswa sangat rendah. Dengan dua kali tugas pembelajaran IPA nilai rata- rata kelas hanya 62 dan 71. Kondisi awal yang demikian salah satu sebabnya adalah belum digunakannya Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran IPA untuk menunjang alat pembelajaran yang digunakan.

Deskripsi Hasil Siklus 1

Tindakan  berupa pembelajaran IPA pada Standar Kompetensi 3 Penggolongan Hewan Menurut Jenis Makanannya. Pembelajarannya dilakukan pada saat jadwal pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sudah direncanakan sesuai denggan program semester.

Hasil Pengamatan

Pelaksanaan tindakan secara umum sudah sesuai rencana yang dibuat. Pemberdayaan Lembar Kerja Siswa Yang Dibuat Guru Pada pelajaran IPA dengan Standar Kompetensi Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya yang digunakan dalam pembelajaran dapat menarik minat siswa. Selama proses pembelajaran, terutama saat mengerjakan tugas Lembar Kerja Siswa (LKS) di dalam kelompok masih ada 2 orang siswa yang ribut, 7 orang siswa tidak aktif dalam kelompok karena didomonasi siswa yang lebih pintar dalam kelompok, dan 20 orang siswa lainnya kelihatan aktif. Hasil kerja siswa pada Lembar Kerja Siswa sudah baik.

Refleksi

Hasil refleksi siklus1 ditemukan beberapa hambatan. Dengan adanya siswa yang rebut dan tidak aktif di dalam kelompok, peneliti perlu memberikan motivasi dan variasi yang lebih banyak pada kegiatan berikutnya. Hal yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak pemberian Tanya jawab,dan metode pembelajaran yang lain pada siklus berikutnya.

Deskripsi Hasil Siklus 2

Perencanaan Hasil Tindakan

Pelaksanan tindakan sama dengan  siklus I yaitu guru sebagai peneliti. Alat pembelajaran yang digunakan berupa pemberdayaan Lembar Kerja Siswa yang dibuat guru. Sebagai usaha memperbaiki kekurangan yang muncul pada siklus 1, peneliti mengubah metode pembelajaran dari kelompok menjadi duduk berpasangan, selanjutnya berusaha memberikan motivasi yang lebih banyak dan mengadakan tanya jawab antara guru dan siswa.

Pelaksanaan Tindakan II berupa pembelajaran IPA dengan standar kompetensi Menggolongkan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya,kompetensi dasar Menggolongkan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya, dengan pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) melalui metode diskusi berpasangan. Sebagaimana pada tindakan siklus I, pembelajarannya dilakukan pada saat jadwal pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sudah direncanakan sesuai dengan program semester. Guru teman sejawat dan Kepala Sekolah menjadi observer di luar kelas.

Hasil pengamatan

Pada siklus ke 2 ini jumlah siswa yang serius mengerjakan tugas bertambah dan hasil tugas juga sudah lebih baik.Siswa sudah menunjukkan perilaku yang bebas karena merasa sudah tidak ada yang mengamati.

Refleksi

Hasil refleksi siklusII beberapa hambatan yang muncul pada tindakan sebelumnya sudah tidak muncul lagi. Kegiatan mengerjakan tugas pada Lembar Kerja Siswa berjalan cukup lancar, hasil belajar siswa lebih baik daripada sebelumnya.

Pembahasan

Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 dan 2 maka tindakan peneliti dalam upaya meningkatkan pembelajaran menggolongkan hewan berdasarkan jenis makannya dengan memberdayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) sangat efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian pada siklus 1 dan 2. (nilai pada daftar tabel)

Proses Pembelajaran

No

Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2/kondisi akhir Refleksi kondisi awal ke kondisi akhir
1. Masih banyak siswa yang kurang bersemangat dan tidak aktif dalam  menerima pembelajaran. Siswa yang pasif dalam pembelajaran berkurang, ada 2 siswa yang mengerjakan LKS sambil bermain-main. Kreatifitas siswa mulai nampak. Siswa aktif dalam pembelajaran,  tidak ada  yang bermain-main. Anak terlihat antusias dalam pembelajaran.

Dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya

Tabel 4.2 Proses Pembelajaran Siswa

Hasil Belajar

Uraian

Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2
Nilai terendah

50

50

60

Nilai tertinggi

76

90

100

Nilai rata-rata 67 75

86

              Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa

Apabila disajikan dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut:

admans

Gambar 1 Histogram Hasil Belajar Siswa Setiap Siklus

Berdasarkan  proses pembelajaran dan hasil belajar, dapat dilihat bahwa hasil tindakan dalam pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada tabel diatas pada setiap tindakan,   yaitu dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari rata-rata 67 menjadi 86. Pada proeses pembelajaran juga terdapat peningkatan. Pada kondisi akhir siswa lebih aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan standar kompetensi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya. Suasana kelas menjadi lebih tertib dan aman dan terkendali,tidak ada lagi siswa yang bermain main dan bermalas malasan,mereka menunjukkan antusias yang lebih baik dari sebelumnya.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) terutama dirancang dan dibuat guru memperhatikan karakteristik siswa di kelas dapat meningkatkan kemampuan pembelajaran penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).Yakni terlihat dari nilai rerata siswa pada kondisi awal 67, nilai rerata siklus satu 75 dan pada siklus dua menjadi 86. Hal ini telah melampaui KKM 75.

Dengan demikian pemberdayaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan pembelajaran menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya bagi siswa kelas IV semester ganjil SDN  Sidayu 01 pada semester 1 tahun 2015/2016

SARAN

Guru diharapkan selalu membimbing dan mengarahkan siswanya agar membaca,menanamkan sikap rasa ingin tahu,kreatif, kerja keras, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini dapat dilakukan  dengan cara sering memberikan tugas kepada siswa untuk mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan.Adalah hal sangat terpuji apabila setiap guru selalu mencoba melakukan inovasi pembelajaran dengan berbagai kreativitas sehingga tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,dengan istilah pembelajaran Pakem.Menjadikan diri sebagai inspirasi untuk orang lain adalah sikap guru yang professional,sehingga untuk tetap belajar menambah wawasan pengetahuan dengan melihat,membaca dan melalui pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain.Senantiasa mengikuti perubahan zaman yang semakin maju dan serba canggih,menguasai ICT adalah salah satu hal yang harus dimiliki seorang guru professional.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas(2004:18),Trianto(2008:148)Pengertian Lembar Kerja Siswa,Jakarta;Bumi Aksara

http://www.kampus-info.com/2012/10/pengertian-lks.html,diakses6Jan2016/09:23

http://herrystw.wordpress.com/2011/05/23/pengertian-belajar-menurut-para-ahli/,diakses6Jan2016/10:37

http://fip.uny.ac.id/pjj/wp-content/uploads/2008/02/inisiasi_pengembangan_pembelajaran_ipa_1.pdf)akses6Jan,2016/11:12

Morgan dkk(1984). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: BumiAksara

Thursan Hakim (2005).Manajemen Pengajaran secaraManusiawi. Jakarta: Rineka Cipta

BIO DATA

Nama               : Adman, S.Pd

NIP                 : 196312301993011001

Pangkat/gol     : Pembina IV/a

Unit Kerja       : SDN Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *