PTS SD Memahami Buku Guru dan Buku Siswa Tema 3

PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM  MEMAHAMI BUKU GURU DAN BUKU SISWA TEMA 3 DI SDN KARANGBALE 03 UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN LARANGAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh

Sindun,S.Pd.

Ka SDN Karangbale 03  UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman guru terhadap buku  guru dan buku siswa  dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolah dasar. Rendahnya kemampuan guru dalam memahami buku guru dan buku siswa sangat berpengaruh dalam menentukan ketercapaian pada kompetensi inti dan kompetensi dasar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pendampingan kepala sekolah dapat meningkatkan kemampauan guru dalam memahami buku guru dan buku siswa tema 3 di SD Negeri Karangbale 03 UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Semester I tahun pelajaran 2015/2016? Tujuan penelitian tindakan sekolah untuk mengetahui kemampuan guru  dalam memahami buku guru dan buku siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan diakhiri dengan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap buku guru dan buku siswa tema 3 pada siklus 1 dan II menunjukkan peningkatan secara signifikan, hal ini ditandai dengan rata-rata pada semua aspek buku guru siklus I dari  60% menjadi 90% ada peningkatan sebesar 30%. Sedangkan pemahaman guru terhadap buku siswa juga ada peningkatan secara signifikan, hal ini ditandai rata-rata pemahaman guru dari siklus I yaitu 60% menjadi 91% sehingga ada peningkatan sebesar 31%

Kata kunci : Pendampingan, buku guru dan buku siswa 

PENDAHULUAN

Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu

Hasil  supervisi tahun pelajaran 2014/2015 terhadap guru di SDN Negeri Karangbale 03  UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yaitu pemahaman terhadap buku guru dan buku siswa sangat mempihatinkan. Ada beberapa masalah yang menjadikan guru-guru belum  mampu memahami buku guru dan buku siswa sebagai  implementasi kurikulum tersebut di sekolah. Masalah yang muncul dalam implementasi kurikulum 2013 di sekolah antara lain (1) belum mempunyai buku guru dan buku siswa (2) masih rendahnya kemampuan  guru dalam memahami buku guru dan buku tek siswa, (3) guru mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, (4) guru masih bingung dalam melaksanakan penilaian autentik terutama  dalam menilai sikap dan keterampilan, (5) kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran masih memprihatinkan,(6)  pendekatan saintifik dalam pembelajaran belum terlaksana dengan baik .

   Rendahnya pemahaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD Negeri Karangbale 03  sangat berpengaruh dalam menentukan ketercapaian pada kompetensi inti dan kompetensi dasar. Menurut Lie dalam Pedoman Kurikulum (2013) menyatakan bahwa keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum, termasuk pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pemahaman buku guru dan buku siswa.

Sementara itu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013 Menetapkan bahwa Buku Teks Pelajaran sebagai Buku Siswa yang layak digunakan dalam pembelajaran, yang selanjutnya dalam buku ini disebut Buku Siswa. Selain itu, menetapkan Buku Panduan Guru sebagai Buku Guru yang layak digunakan dalam pembelajaran, yang selanjutnya dalam buku ini disebut Buku Guru.

Atas dasar itu, perlu adanya pendampingan oleh kepala sekolah kepada guru kelas dan mapel sebagai langkah awal yang sangat penting untuk mempercepat pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Berdasarkan latar belakang masalah, penulis merumuskan masalah dalam penelitian tidakan ini adalah sebagai berikut. Bagaimanakah pendampingan kepala sekolah dapat meningkatkan  kemampauan  guru  kelas dan guru mapel  dalam memahami buku guru dan buku siswa Tema 3 di SD Negeri Karangbale 03 UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016?

Tujuan penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah sebagai berikut. Mengetahui kemampuan guru kelas dan guru mapel di SD Negeri Karangbale 03   UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dalam memahami buku guru dan buku siswa kurikulum 2013 semester I tahun pelajaran 2015/2016.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Pendampingan

 Pendampingan merupakan alat pemberdayaan dan pengembangan personal yang ampuh; merupakan cara yang efektif dalam menolong seseorang mengembangkan karirnya; merupakan kerjasama antara dua orang (pendamping dan sasaran) yang biasanya bekerja di bidang yang sama atau berbagi pengalaman yang mirip; merupakan hubungan kerja yang bermanfaat didasarkan pada sikap saling percaya dan menghormati.Yang dimaksud pendampingan dalam penelitian adalah proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan pemahaman terhadap buku guru dan buku  siswa  pada Kurikulum 2013 yang diberikan oleh kepala sekolah kepada guru-guru  di kelas.

Prinsip Pendampingan

Pendampingan dilakukan berdasarkan prinsip sebagai berikut, kolegial: yaitu hubungan kesejawatan antara pemberi dan penerima pendampingan. Dengan prinsip ini maka antara pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru pemberi bantuan serta pengawas, kepala sekolah, dan guru yang menerima bantuan memiliki kedudukan setara, yang satu tidak lebih tinggi dibandingkan lainnya. Profesional: yaitu hubungan yang terjadi antara pemberi pendampingan dan penerima pendampingan adalah untuk peningkatan kemampuan profesional danbukan atas dasar hubungan personal. Sikap saling percaya: yaitu pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru yang menerima pendampingan memiliki sikap percaya kepada pemberi pendampingan bahwa informasi, saran, dan contoh yang diberikan adalah yang memang dikehendaki. Berdasarkan kebutuhan: yaitu materi pendampingan adalah materi teridentifikasi sebagai aspek yang masih memerlukan penguatan dan kegiatan penguatan akan memantapkan pengetahuan dan ketrampilan penerima pendampingan. Berkelanjutan: yaitu hubungan profesional yang terjadi antara pemberi dan penerima pendampingan berkelanjutan setelah pemberi pendampingan secara fisik sudah tidak lagi berada di lapangan.

Karakteristik Kurikulum 2013

Berdasarkan Buku Pedoman Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar   menjelaskan bahwa kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut (1) Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial,rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; (2) Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di Sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; (3) Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; (4) Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; (5) Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran; (6) Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti dan;
(7) Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Pengertian Buku Teks

Istilah buku teks  yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah terjemahan atau padanan textbook dalam bahasa Inggris. Walaupun dalam kamus textbook diartikan dengan buku pelajaran tetapi demi  kepraktisan  dan untuk menghindari  salah paham  dalam tulisan ini. Menurut Hall-Quest dalam Tarigan (2008:13)  buku teks adalah rekaman pikiran rasial yang disusun  buat maaksud-maksud  dan tujuan-tujuan instruksional. Sementara itu menurut Bacon dalam Tarigan (2008:14) buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunan di kelas dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi  dengan saran-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi.  Hal tersebut senada dengan pendapat Tomlinson (1998:2) buku teks merujuk segala sesuatu yang digunakan guru atau peserta didik untuk memudahkan belajar, untuk meningkatkan pengetahuan dan atau pengalaman berbahasa.

Dari beberapa pendapat ahli pada tulisan di atas dapat penulis simpulkan beberapa hala sebagai berikut: (1)  buku teks selalu merupakan buku pelajaran yang ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu, (2) buku teks selalu berkaiatan dengan bidang studi tertentu, (3) buku teks biasanya ditulis oleh para ahli di bidangnya masing-masing, dan (4) buku teks adalah buku standar yaitu yang menjadi acuan, berkualitas dan ada bukti pengesahan dari badan yang berwenang.

Fungsi Buku Siswa dan Guru

Buku Siswa adalah buku yang diperuntukkan bagi siswa yang dipergunakan sebagai panduan aktivitas pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam menguasai kompetensi tertentu. Buku Siswa bukan sekedar bahan bacaan, tetapi juga digunakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam proses pembelajaran (activities based learning) isinya dirancang dan dilengkapi dengan contoh-contoh lembar kegiatan dengan tujuan agar dapat terselenggaranya pembelajaran kontekstual, artinya siswa dapat mempelajari sesuatu yang relevan dengan kehidupan yang dialaminya.  Fungsi buku siswa dalam pembelajaran menurut Cunningsworth (1995:7) sebagai (1) penyajian materi ajar, (2) sumber kegiatan bagi peserta didik untuk berlatih komunikasi secara interaktif, (3) rujukan informasi kebahasaan, (4) sumber stimulan dan gagasan suatu kegiatan kelas, dan (5) silabus, bantuan bagi guru yang kurang berpengalaman untuk menumbuhkan kepercayaan diri.

Menurut Buku Panduan Teknis  Buku Guru dan Buku Siswa kurikulum 2013  dijelaskan peran dan fungsi buku siswa yang dapat dirinci sebagai berikut: (1) Panduan bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran, (2) Penghubung antar guru, sekolah dan orang tua, (3) Lembar kerja siswa, (4) Hasil kerja siswa dapat dimanfaatkan dalam penilaian, dan (5) Sebagai kenang-kenangan rekam jejak belajar siswa. Sedangkan fungsi buku guru adalah sebagai berikut: (1) Sebagai petunjuk penggunaan buku siswa, (2) Sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas, dan (3) Penjelasan tentang metode dan pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Tema-Tema  Buku Siswa dan Buku Guru

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013 Menetapkan bahwa Buku Teks Pelajaran sebagai Buku Siswa yang layak digunakan dalam pembelajaran, yang  elanjutnya dalam buku ini disebut Buku Siswa. Selain itu, menetapkan Buku Panduan Guru sebagai Buku Guru yang layak digunakan dalam pembelajaran, yang selanjutnya dalam buku ini disebut Buku Guru. Buku Siswa yang dimaksud, salah satunya adalah Buku Teks Tematik bagi peserta didik Sekolah Dasar.

Sesuai dengan Buku Panduan Teknis Buku Guru dan Buku Siswa adalah buku Teks Tematik untuk kelas I (satu) semester I (satu) terdiri dari empat buku dengan judul tema; Diriku, Kegemaranku, Kegiatanku, dan Keluargaku. Buku Teks Tematik untuk kelas II (dua) semester I (satu) terdiri dari empat buku dengan judul tema; Hidup Rukun, Bermain di Lingkunganku, Tugasku Sehari-hari, dan Aku dan Sekolahku. Buku Teks Tematik untuk kelas IV (empat) semester I (satu) terdiri dari empat buku dengan judul tema; Indahnya Kebersamaan, Selalu Berhemat Energi, Peduli terhadap Makhluk Hidup, dan Berbagai Pekerjaan. Buku Teks Tematik untuk kelas V (lima) semester I (satu) terdiri dari tiga buku dengan judul tema; Benda-benda di sekitar dan Peristiwa dalam Kehidupanku, dan Kerukunan dalam Bermasyarakat.Seperti halnya Buku Siswa bagi siswa, Buku Guru pun terdiri dari tema-tema yang sama untuk masing-masing kelas. Agar buku tersebut dapat digunakan secara optimal, maka guru harus memahami fungsi dan peran baik Buku Guru maupun Buku Siswa.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam penelitian tindakan sekolah (PTS)  ini adalah pelaksanaan dampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dan guru mapel dalam memahami buku guru dan buku siswa pada tema 3 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 di SDN Karangbale 03 UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016.

Kerangka  Berpkir

Dalam melaksanakan penelitian tindakan sekolah (PTS)  ini penulis menggunakan kerangka pikir sebagai berikut yaitu adanya suatu keterkaitan antara peningkatan kemampuan guru kelas  dan guru mapel  dalam  memahmi buku siswa dan buku guru tema 3  melalui pendampingan berkelanjutan oleh kepala sekolah. Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
sindun2

Gambar 2.1.  Skema Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

             Subjek penelitian tindakan sekolah  ini adalah guru kelas  dan guru mapel yang berjumlah 8 orang guru di SD Negeri  Karangbale 03 UPTD Pendidikan Kecamatan  Larangan Kabupaten Brebes.  Sedangkan objek penelitian tindakan sekolah ini adalah kemampuan guru dalam memahami buku guru dan buku siswa pada tema 4. Aspek yang diamati adalah (1) Kesesuaian dengan SKL (2) Kesesuaian dengan KI (3) Kesesuaian dengan KD (4)  Kesesuaian materi dengan tema (5) Keterpaduan Buku SD: dengan  berbagai mata pelajaran Buku IPA/IPS SMP (6) Keterpaduan antar konsep atau topik, (7) Kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu (8) Kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa, (9) Penerapan pendekatan Scientific, dan (10) Penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa.

      Lokasi penelitian tindakan  ini di SD Negeri Karangbale 03 UPTD Pendidikan Kecamatan  Larangan Kabupaten Brebes. Waktu  penelitian ini dilaksanakan pada semeter 1 dimulai pada bulan September sampai dengan  November 2015.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang bersifat siklus. Tindakan diperkirakan sebanyak dua siklus, setiap siklus menggacu pada tujuan dan permasalahan penelitian. Tindakan pada siklus ke dua tergantung dari refleksi pada siklus sebelumnya.Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan guru setelah dilakukan supervisi setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran pada setiap akhir putaran.  Sedangkan rentangan kemampuan guru dalam memahami buku guru dan buku siswa  dengan rentang nilai sebagai berikut.

                                Tabel  3.2    Rentang Nilai  Analisis Buku

Rentang Nilai Kualifikasi
> 85 Sangat baik
65 – 84 Baik
45 – 64 Cukup
25 – 44 Kurang

 

Indikator Keberhasilan

Penentuan berhasil dan tidaknya dalam penelitian tindakan  sekolah ini diperlukan indikator keberhasilan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tindakan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampauan guru dalam memahami buku guru dan buku siswa kategori baik pada semua  aspek.

Aspek yang diamati adalah aspek yang diamati adalah (a) kesesuaian dengan SKL (b) kesesuaian dengan KI (c) kesesuaian dengan KD (d)  kesesuaian materi dengan tema (e) keterpaduan Buku SD: dengan  berbagai mata pelajaran buku IPA/IPS SMP (f) keterpaduan antar konsep atau topik (g) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu (h) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa, (i) penerapan pendekatan Scientific,dan (j) penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Siklus  1

Pemahaman Guru Terhadap Buku Guru

Pelaksanaan pendampingan diawali dengan kegiatan in-service yang dilaksanakan oleh kepala sekolah di ruang guru dihadiri 8 guru.  Materi yang diberikan dalam pertemuan in-service adalah (1) anatomi buku guru pada Buku Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013, (2) anatomi buku siswa pada Buku Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013, (3) standar kelulusan pada Kurikulum 2013, (4) kompetensi Inti pada Kurikulum 2013, (5) ktandar kompetensi  pada Kurikulum 2013, (6) pendekatan saintifik , dan (7) penerapan penilaian autentik.

Dalam pelaksanaan pendamping melaksanaan kegiatan on-service ke sekolah sasaran mengenai pemahaman pada buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013… Pertemuan ini diakhiri   (a) guru belum memahami standar kelulusan yang ada pada buku guru dan buku siswa , (b)  guru belum memahami jaringan tema pada setiap pembelajaran yang pada buku siswa yang terdiri dari kompetensi dasar dan indikator setiap mata pelajaran. Hasil pemahaman guru kelas terhadap buku guru pada siklus 1 adalah sebagai berikut.

           Tabel  4.1 Hasil  Pemahaman Guru Terhadap Buku Guru  Siklus 1

No Kode Guru Aspek yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 A 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3
2 B 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3
3 C 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3
4 D 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2
5 E 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3
6 F 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2
7 G 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2
8 H 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3
Jumlah 23 24 19 20 18 17 19 18 18 21
Rata-rata setiap aspek 2,8 3,0 2,3 2,5 2,2 2,1 2,3 2,2 2,2 2,6
Jumlah keseluruhan 197
Rata-rata untuk semua aspek 24,2 / 60%

Berdasarkan Tabel 4.1. dapat dijelaskan hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus 1 menunjukkan rata-rata kemampuan guru pada setiap aspek sebagai berikut (1) kesesuaian dengan SKL rata-rata 2,3 ; (2) kesesuaian dengan KI rata-rata 3,0; (3) kesesuaian dengan KD rata-rata 2,3; (4) keterpaduan buku dengan berbagai mapel rata-rata 2,5; (5) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu rata-rata 2,2; (6) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa rata-rata 2,1; (7) informasi penerapan pendekatan Scientific rata-rata 2,3 ; (8) informasi pembelajaran sesuai dengan standar proses rata-rata 2,2; (9) instrument penilaian autentik  dan bahan remidial teaching  rata-rata  2,2 , dan (10) kolom interaksi antar guru dengan orang tua 2,5.

Secara keseluruhan hasil pemahaman guru terhadap buku guru di siklus 1 menunjukkan rata-rata pada semua aspek adalah 24 atau 60% dengan  kategori sebutan cukup karena berada pada rentang nilai 45-64.  Dengan hasil tersebut di atas maka pelaksanaan pendampingan dilanjutkan  pada siklus 2 karena indikator keberhasilan yang telah ditetapkan belum tercapai.

Pemahaman Guru Terhadap Buku Siswa

Peneliti selaku pendamping mencatat secara cermat hasil wawancara dan pengamatan ke dalam instrumen tentang kemampuan guru dalam memahami  buku siswa, aspeknya adalah (1) kesesuaian dengan SKL,(2) kesesuaian dengan KI, (3) kesesuaian dengan KD, (4)  kesesuaian materi dengan tema, (5) keterpaduan Buku SD dengan  berbagai mata pelajaran buku IPA/IPS, (6) keterpaduan antar konsep atau topik, (7) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu, (8) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa, (9) penerapan pendekatan scientific, dan (10) penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa.

Hasil pelaksanaan tindakan yang berupa pendampingan diketahui berbagai kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh guru dalam memahami  buku siswa. Secara bersama-sama membuat daftar prioritas aspek atau komponen yang akan diperbaiki dan memilih salah satu prioritas yang segera dipecahkan. Pertemuan ini diakhiri dengan tersusunnya (a)guru belum memahami standar kelulusan yang ada pada buku guru dan buku siswa  (b)  guru belum memahami jaringan tema pada setiap pembelajaran yang pada buku siswa  yang terdiri dari kompetensi dasar dan indikator setiap mata pelajaran.. Hasil pemahaman guru kelas  terhadap buku guru pada siklus 1 adalah sebagai berikut.

           Tabel  4.2  Hasil  Pemahaman Guru Terhadap Buku  Siswa pada Siklus I

No Kode Guru Aspek yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 A 3 3 3 2 3 3 3 3 3
2 B 3 3 3 3 2 2 3 3 3
3 C 3 2 3 2 2 2 3 2 2
4 D 3 3 2 3 3 2 2 2 3
5 E 3 3 2 2 2 2 2 2 2
6 F 3 2 2 2 2 2 2 2 2
7 G 3 3 3 2 3 2 2 2 2
8 H 2 3 2 3 3 2 2 2 3
Jumlah 23 22 20 19 20 17 19 18 20
Rata-rata setiap aspek 2,8 2,7 2,5 2,3 2,5 2,1 2,3 2,2 2,5
Jumlah keseluruhan 178
Rata-rata untuk semua aspek 22,2 / 61%

Berdasarkan Tabel 4.2. dapat dijelaskan hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus 1 menunjukkan rata-rata kemampuan guru pada setiap aspek sebagai berikut (1) kesesuaian dengan SKL rata-rata 2,8; (2) kesesuaian dengan KI rata-rata  2,7; (3) kesesuaian dengan KD rata-rata 2,5; (4) kesesuaian materi dengan tema rata-rata 2,3; (5) keterpaduan buku dengan berbagai mapel rata-rata 2,5; (6) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu rata-rata 2,1;  (7) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa rata-rata 2,3; (8) penerapan pendekatan Scientific rata-rata 2,2, dan  (9)  penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa 2,5.

Secara keseluruhan hasil pemahaman guru terhadap buku  siswa pada di siklus 1 menunjukkan rata-rata pada semua aspek adalah 22,2 kalau diprosentasekan adalah 61% dengan  kategori sebutan cukup karena berada pada rentang nilai 45-64.  Dengan hasil tersebut di atas maka pelaksanaan pendampingan untuk guru dilanjutkan pada siklus 2 karena indikator keberhasilan yang telah ditetapkan belum tercapai.

 

Hasil Siklus  II

Pemahaman Guru Terhadap Buku Guru

Kegiatan pendampingan pada siklus II diawali dengan kegiatan in-service yang dilaksanakan di sekolah dasar (SD) inti yang dihadiri 8 guru kelas . Materi dalam pertemuan in-service adalah  (1) anatomi buku guru, (2) anatomi buku siswa, (3) standar kelulusan (4) kompetensi Inti, (5) standar kompetensi, (6) pendekatan saintifik, dan (7) penerapan penilaian autentik.

Pada kegiatan pendampingan pada siklus 2 diketahui bahwa guru sudah memilik pemahaman yang lebih baik terhadap buku siswa dibandingkan dengan siklus 1 Hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus II adalah sebagai berikut

            Tabel  4.3 Hasil  Pemahaman Guru Terhadap Buku Guru  Siklus 1I

No Kode Guru Aspek yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 A 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3
2 B 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4
3 C 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3
4 D 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3
5 E 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4
6 F 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3
7 G 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4
8 H 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4
Jumlah 32 31 31 25 29 27 31 31 30 28
Rata-rata setiap aspek 4,0 3,8 3,8 3,1 3,6 3,3 38 3,8 3,7 3,5
Jumlah keseluruhan 295
Rata-rata untuk semua aspek 36 / 87%

     Berdasarkan Tabel 4.3. dapat dijelaskan hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada tema 3 di siklus 1I menunjukkan rata-rata kemampuan guru pada setiap aspek sebagai berikut (1) kesesuaian dengan SKL rata-rata 4,0; (2) kesesuaian dengan KI rata-rata  3,8; (3) kesesuaian dengan KD rata-rata 3,8; (4) keterpaduan buku dengan berbagai mapel rata-rata 3,1; (5) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu rata-rata 3,6; (6)  kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa rata-rata 3,3; (7) informasi penerapan pendekatan Scientific rata-rata 3,8; (8) informasi pembelajaran sesuai dengan standar proses rata-rata 3,8; (9) instrument penilaian autentik  dan bahan remidial teaching  rata-rata  3,7, dan (10) kolom interaksi antar guru dengan orang tua 3,5

Secara keseluruhan hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus 1 menunjukkan rata-rata semua aspek adalah 36 atau 87%  dengan kategori sebutan sangat baik.

Pemahaman Guru Terhadap Buku Siswa

Peneliti selaku pendamping mencatat secara cermat hasil wawancara dan pengamatan ke dalam instrumen tentang kemampuan guru dalam memahami buku siswa, aspeknya adalah (1) kesesuaian dengan SKL; (2) kesesuaian dengan KI; (3) kesesuaian dengan KD; (4)  kesesuaian materi dengan tema; (5) keterpaduan Buku SD dengan  berbagai mata pelajaran buku IPA/IPS SMP; (6) keterpaduan antar konsep atau topik; (7) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu; (8) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa; (9) penerapan pendekatan Scientific, dan (10) penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa. Hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus 1I adalah sebagai berikut.

         Tabel  4.4  Hasil  Pemahaman Guru Terhadap Buku  Siswa pada Siklus II

       No Kode Guru Aspek yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 A 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2 B 4 3 4 4 4 4 3 3 4
3 C 4 3 4 4 4 3 3 3 4
4 D 4 3 4 4 4 3 4 3 4
5 E 4 4 3 4 4 4 3 4 4
6 F 4 3 4 4 4 3 3 3 4
7 G 4 4 4 4 4 4 3 3 4
8 H 4 4 4 4 4 3 4 3 4
Jumlah 32 28 31 32 32 31 27 26 32
Rata-rata setiap aspek 4,0 3,5 3,8 4,0 4,0 3,8 3,3 3,2 4,0
Jumlah keseluruhan 271
Rata-rata untuk semua aspek 33,8 / 88 %

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dijelaskan hasil pemahaman guru terhadap buku guru pada tema 3 di siklus 1I menunjukkan rata-rata kemampuan guru pada setiap aspek sebagai berikut (1) kesesuaian dengan SKL rata-rata 4,0; (2) kesesuaian dengan KI rata-rata  3,5; (3) kesesuaian dengan KD rata-rata 3,8; (4) kesesuaian materi dengan tema rata-rata 4,0; (5) keterpaduan buku dengan berbagai mapel rata-rata 4,0; (6) kecukupan materi diitinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan  dari alokasi waktu rata-rata 3,8; (7) kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan  karakteristik siswa rata-rata 3,3; (8) penerapan pendekatan Scientific rata-rata 3,2  dan  (9)  penilaian autentik  yang tersedia dalam buku siswa 4,0.Secara keseluruhan hasil pemahaman guru terhadap buku  siswa pada siklus 1I menunjukkan rata-rata pada semua aspek adalah 33,8 atau 88 % dengan kategori sebutan SANGAT BAIK.

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil pemahaman guru kelas  dan guru mapel buku  guru  pada siklus 1 meliputi 10 aspek menunjukkan rata-rata pada semua aspek adalah 60% dengan  kategori sebutan cukup, meningkat menjadi 90% dengan sebutan baik pada siklus II. Secara keseluruhan hasil pendampingan pengawas sekolah kepada guru kelas V pada siklus I dan  II dapat dijelaskan  sebagai berikut.

sindun1

Gambar 4.3 Kemampuan Pemahaman Guru Terhadap Buku Guru

Berdasarkan Gambar 4.4 menunjukkan bahwa kemampuan guru dan guru kelas  serta guru dalam memahami buku guru pada siklus I dan II  dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pada aspek kesesuaian dengan standar kompetensi kelulusan kemampuan pemahaman guru pada buku guru di siklus 1 adalah 57% menjadi 88% pada siklus 2,
  2. Aspek kesesuaian dengan kompetensi inti (K I) kemampuan pemahaman guru pada buku guru di siklus 1 yaitu 66% menjadi 85 % pada siklus 2,  .
  3. Aspek kesesuaian dengan kompetensi dasar (KD) kemampuan pemahaman guru pada buku guru di siklus 1 yaitu  60 % menjadi 80% pada siklus 2, guru memahami bahwa tentang standar kompetensipada masing-masing mata pelajaran.
  4. Aspek keterpaduan buku SD dengan berbagai mata pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, dan Keterpaduan antar konsep atau topik kemampuan pemahaman guru pada buku guru di siklus1 yaitu 65% menjadi 80% pada siklus 2,
  5. Kecukupan materi ditinjau dari cakupan konsep/materi esensial dari alokasi waktu kemampuan  pemahaman guru pada buku guru di siklus1 yaitu 61% menjadi 80% pada siklus 2, Guru memahami bahwa materi ajar  pada buku siswa itu  dapat berupa konsep, prinsip, fakta atau prosedur.
  6. Kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan, dan karakteristik siswa kemampuan pemahaman guru pada buku guru di siklus1 yaitu 60% menjadi 85%  pada siklus 2,
  7. Informasi tentang penerapan pendekatan saintifik kemampuan  pemahaman guru pada buku guru  tentang aspek tersebut pada siklus1   yaitu 64% menjadi 83% pada siklus 2,
  8. Informasi tentang standar proses kemampuan  pemahaman guru pada buku guru tentang aspek tersebut pada siklus 1 yaitu 67% menjadi 85%pada siklus 2,
  9. Instrumen penilaian autentik dan remidial teaching, kemampuan pemahaman guru pada buku guru tentang aspek tersebut pada siklus1 yaitu 68.% menjadi 83% pada siklus 2,.
  10. Interaksi dengan orang tua murid, kemampuan pemahaman guru pada buku guru tentang aspek tersebut pada siklus1 yaitu 65% menjadi 83%, pada siklus 2,.

Secara keseluruhan hasil pendampingan kepala sekolah kepada guru kelas dan guru mapel  mengenai pemahaman guru terhadap buku guru pada siklus I dan  II dapat dilihat pada Gambar 4.6 di bawah ini.

sindun

Gambar 4.4 Kemampuan Pemahaman Guru Terhadap Buku Siswa

  Berdasarkan Gambar 4.4 menunjukkan bahwa kemampuan guru kelas V dalam memahami buku siswa pada siklus I dan II  dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Aspek kesesuaian dengan standar kompetensi kelulusan,kemampuan pemahaman guru pada buku siswa di siklus 1 adalah 64% menjadi 84% pada siklus 2
  2. Aspek kesesuaian dengan kompetensi inti (K I) kemampuan pemahaman guru pada buku siswa di siklus 1 yaitu  66% menjadi 85% pada siklus 2,
  3. Aspek kesesuaian dengan kompetensi dasar (KD), kemampuan pemahaman guru pada buku siswa di siklus1 yaitu  65% menjadi 85% pada siklus 2,
  4. Kesesuaian materi dengan tema, kemampuan pemahaman guru pada buku siswa di siklus1 yaitu  66% menjadi 82% pada siklus 2,
  5. Aspek keterpaduan buku SD dengan berbagai mata pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, dan Keterpaduan antar konsep atau topik kemampuan  pemahaman guru pada buku siswa di siklus 1 yaitu  66% menjadi 80% pada siklus 2.
  6. Kecukupan materi ditinjau dari cakupan  konsep/materi esensial dari alokasi waktu  kemampuan  pemahaman guru pada buku siswa di siklus1 yaitu 58% menjadi 84% pada siklus 2,.
  7. Kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan, dan karakteristik siswa kemampuan pemahaman guru pada buku siswa di siklus1 yaitu 59,6 menjadi 85,4 pada siklus 2,.
  8. Penerapan pendekatan saintifik kemampuan pemahaman guru pada buku siswa   tentang aspek tersebut pada siklus1 yaitu 66% menjadi 84% pada siklus 2,
  9. Penilaian autentik, kemampuan  pemahaman guru pada buku siswa  tentang aspek tersebut pada siklus1 yaitu 68% menjadi 83% pada siklus 2,

      Berdasarkan hasil analisis instrumen tentang pemahaman guru kelas V terhadap buku siswa pada siklus 1 melalui 9 aspek menunjukkan rata-rata semua aspek adalah 60 dengan  kategori sebutan cukup, menjadi meningkat 88% dengan sebutan BAIK  pada siklus II. Dengan demikian penelitian tindakan ini dianggap selesai karena semua indikator keberhasilan dapat terlampau dengan kategori sangat baik.

SIMPULAN

Hasil penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan bahwa pendampingan secara berkelanjutan ternyata ada peningkatan secara signifikan  mengenai  pemahaman guru terhadap buku guru dan siswa .Secara keseluruhan hasil pemahaman guru terhadap buku guru dan buku siswa pada siklus 1 dan II menunjukkan peningkatan secara signifikan, hal ini ditandai dengan rata-rata pada semua aspek buku guru siklus I dari 60% menjadi 90% ada peningkatan sebesar 30%. Sedangkan pemahaman guru terhadap buku siswa juga ada peningkatan secara signifikan, hal ini ditandai rata-rata pemahaman guru dari siklus I yaitu 61% menjadi 91%, sehingga ada peningkatan sebesar 31%. Dengan demikian pendampingan yang dilaksanakan oleh kepala  sekolah kepada guru V  dalam memahami buku guru dan buku siswa dapat dikatakan berhasil dengan  kategori BAIK.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suhartini. 2003. Penelitian Tindakan Kelas .Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-Undang No. 20 tentang Sisdiknas. Jakarta: Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Kebudayaan. 2013. Peraturan Mendiknas No 71  tentang Buku Teks. Jakarta: Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Kebudayaan,2013.Peraturan Mendikanas No.67  tentang Kerangka dasar dan Struktur Kurikulum. Jakarta: Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Kebudayaan.2013. Pedoman Kurikulum .Jakarta:  Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Kebudayaan.2013. Petunjuk Teknis Buku Guru dan Buku Siswa .Jakarta:  Dikdasmen

Sukmadinata,N.S.2009.Pengembnagan Kurikulum Teori dan Praktik.Cetakan 11.Bandung: Remaja Rosda Karya

Tarigan, H.G. 2008 . Telaah Buku Teks SMA. Bandung : Angkasa


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *