infopasti.net

PENERAPAN MEDIA KARTU HURUF DAN METODE EJA UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KONSEP MEMBACA LANCAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SEMESTER 2 SDN PEPEDAN KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2013/2014

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan tindakan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, dan pelaku utamanya adalah guru kelas II. Penelitian ini meliputi 4 tahapan, yaitu observasi, perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan, pemaknaan dan refleksi, serta revisi atau perencanaan untuk putaran berikutnya. Setiap siklus terdiri dari 4 tindakan, yaitu melaksanakan pembelajaran menggunakan media kartu huruf, memberi soal evaluasi, pemberian motivasi dan penguatan serta pemberian umpan balik. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa, peneliti menggunakan alat bantu atau media lembar pengamatan, instrumen tes, dan catatan. Peneliti mempunyai peranan dalam setiap tindakan yang akan dilakukan guru/peneliti. Pemantauan dilakukan peneliti/guru saat melakukan tindakan kelas. Dari keseluruhan siklus yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf dan metode eja dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap konsep membaca lancar kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Berdasarkan kriteria dan diskripsi hasil penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam rangka  membantu guru yang mengalami permasalahan sejenis. Di samping itu perlu penelitian lanjut tentang upaya guru mempertahankan/menjaga kemampuan siswa melalui penggunaan media kartu huruf dan metode eja.

Kata kunci : Media kartu Huruf, Metode Eja, Bahasa Indonesia, Prestasi

PENDAHULUAN

Sekolah Dasar Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Kelas II tahun pelajaran 2013/2014 mengalami kesulitan dan kemerosotan hasil belajar. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran Bahasa Indonesia karena selama ini pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan membaca dan menulis semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar Bahasa Indonesia siswa di sekolah.

Hasil belajar Bahasa Indonesia pada kondisi awal, Konsep membaca lancar pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014, dari 9 siswa, 5 siswa (55,6%) pada katagori kurang, 4 siswa (44,4%) pada katagori sedang, dengan rata-rata 68.

Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, strategi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan. Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran melalui penerapan metode eja dan media kartu adalah suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi huruf-huruf yang ada. Rumusan masalah pada PTK ini adalah apakah penerapan media kartu huruf dan metode eja dapat meningkatkan perstasi belajar siswa tentang konsep membaca lancar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II Sekolah Dasar Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014?

 

LANDASAN TEORI

Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach.

Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, mengarah kepada kesempurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Tujuan utama Bahasa Indonesia ialah untuk mengembangkan potensi  peserta didik agar peka terhadap tehnik membaca dalam memahami suatu bacaan sehingga mengetahui peristiwa yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diorganisir secara baik.

Belajar merupakan kebutuhan setiap orang yang ingin maju. Hampir semua pengetahuan, ketrampilan dan sikap manusia terbentuk dan berkembang karena perbuatan belajar. Menurut Abu Ahmadi (1987 : 36), belajar adalah perubahan murid dari usahanya sendiri dalam bidang material, formil, serta fungsionil pada umumnya dan pada bidang-bidang intelek khususnya. Singkatnya belajar adalah berusaha mengadakan perubahan situasi dalam proses perkembangan dirinya mencapai tujuan. Beberapa  pengertian belajar di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu perubahan secara sadar perubahan yang dihasilkan berupa perubahan pembawaan dan kemampuan yang dapat bertahan dalam periode tertentu dan bersifat relatif permanen. Perubahan yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman atau latihan untuk memecahkan dan menemukan kunci persoalan yang dihadapi, serta memperkuat  ikatan hubungan antara stimulasi dan respon yang dipelajari melalui situasi yang kondusif bukan pengaruh proses pertumbuhan, proses kematangan dan faktor-faktor kondisional seperti kelelahan, kejenuhan dan sebagainya. Dari ketiga pendapat ahli tesebut penulis menyimpulkan bahwa pengertian belajar: (a) belajar adalah merupakan perubahan yang diusahakan siswa dalam mencapai tujuan, (b) perubahan merupakan perubahan tingkah laku yang bersifat konstan dan (c) kegiatan ini dilakukan secara sadar dan sengaja.

Meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia melalui penggunaan media kartu huruf- kartu huruf  dan metode eja. Prestasi  belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini antara lain sebagai berikut: “Dengan media kartu huruf  dan metode eja di kelas II dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013/2014”

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Pepedan tahun pelajaran 2013/2014 pada siswa kelas II dengan jumlah siswa 19 siswa. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung dengan materi “konsep membaca lancar”. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa 19 siswa.

Sumber data dalam penelitian ini antara lain:

  1. Aktivitas siswa, meliputi: (a) keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat, (b) motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran (menyelesaikan tugas mandiri dan aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru), (c) interaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  kelompok, (d) hubungan siswa dengan guru selama pembelajaran, (e) hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran (dalam kerja kelompok), dan (f) partisipasi siswa dalam pembelajaran (melihat, ikut melakukan kegiatan kelompok, selalu mengikuti petunjuk guru) yang diukur melalui lembar observasi.
  2. Prestasi belajar Bahasa Indonesia dalam materi ”Konsep Membaca Lancar” pada siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 pada pra siklus, siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga.

 

Data penelitian dikumpulkan dengan dua alat, yaitu (1) perangkat tes Bahasa Indonesia pada materi Membaca Lancar pada siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 dan (2) lembar observasi.

Validitas adalah suatu alat ukur yang menunjukkan kevalidan dan kesahihan suatu alat instrument. Suatu alat instrumen dikatakan valid dan sahih apabila mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Arikunto, 1996:136). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi adalah seberapa jauh materi tes sesuai dengan materi yang diukur. Adapun perangkat pembelajaran yang divalidasi adalah butir soal. Komponen-komponen yang divalidasi adalah ada dan tidaknya tujuan, kesesuaian materi dan tujuan, kebenaran konsep, serta keterbacaan bahasa. Sementara itu, butir soal, komponen-komponen yang divalidasi kesesuaian soal dengan indikator, dirumuskan dengan jelas dan  kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Analisis data penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data prestasi belajar Bahasa Indonesia dalam materi” Konsep Membaca Lancar” pada siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 dilakukan dengan  memberi skor 1 (satu) untuk jawaban benar dan 0 (nol) untuk jawaban salah, selanjutnya dihitung rata-rata kelas. Data yang diperoleh dari lembar observasi dianalisis dengan mencari prosentase setiap indikator yang ada.

Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan mengalami kemajuan minimal 10% dari siklus I. Kriteria keberhasilan penelitian ini dari sisi proses dan hasil. Sisi proses yaitu dengan berhasilnya siswa mendemonstrasikan huruf- huruf, kemudian menyusun huruf dan membaca melalui media kartu huruf dan metode eja dengan mengadakan latihan membaca berulang-ulang secara berkelompok belajar, dimana para siswa dilatih untuk berani menyusun huruf dan membaca.

Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan bersama sama untuk peneliti dan decision maker tentang variabel yang dimanipulasikan dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Prosedur penelitian terdiri dari  4 tahap, yakni  perencanaan, melakukan tindakan, observasi, dan evaluasi. Refleksi dalam tahap siklus dan akan berulang kembali pada siklus-siklus berikutnya

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Seiring dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang membaca lancar sangat di butuhkan untuk pembentukan generasi bangsa dan juga merupakan ilmu dasar yang sangat penting dan berperan dalam penyelesaian persoalan dan permasalahan  pada kehidupan sehari-hari, namun disisi lain masih banyak siswa yang menganggap bahwa Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang sukar, tidak menarik dan menakutkan. Berdasarkan hasil prasiklus pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes yang peneliti laksanakan masih memperolah nilai yang rendah dari 19 siswa hanya 2 siswa (7,69 %) yang tuntas dan 17 siswa (92,30%) yang belum tuntas.

Dalam proses pembelajaran prasiklus diperoleh hasil nilai yang masih rendah dari 19 siswa hanya 2 siswa (7,69%) yang tuntas dan 17 siswa (92,30%)yang belum tuntas. Hal ini kemungkinan adanya faktor-faktor yang kurang mendukung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, antara lain : Karakteristik Bahasa Indonesia sendiri yang memiliki objek kajian yang nyata, kesiapan dan penugasan materi dari pihak guru, kondisi siswa sebagai peserta didik, pemilihan metode yang kurang tepat dari guru, guru tidak melakukan tindakan perbaikan hasil ulangan siswa yang belum tuntas, media pembelajaran, sarana dan prasarana yang tersedia kurang memadai serta situasi lingkungan saat belajar Bahasa Indonesia.

 

Pembahasan Tiap Dan Antar Siklus

Berdasarkan hasil pembelajaran pada kondisi awal/prasiklus pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes yang peneliti laksanakan masih memperoleh nilai yang rendah dari 19 siswa hanya 4 siswa ( 21,05 % ) yang tuntas dan 15 siswa ( 78,95% )yang belum tuntas. Sehingga perlu perbaikan pembelajaran pada siklus I dengan pelaksanaan tindakan dengan diawali kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan mengacu pada RPP. Pada siklus I  dari 19 siswa dengan nilai rata – rata 70 siswa yang tuntas 5 siswa dan siswa yang belum tuntas 14 siswa. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II pelaksanaan tindakan diawali kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan mengacu pada RPP.

Dilihat dari hasil pengamatan, dalam proses pembelajaran siklus I diperoleh hasil nilai yang masih rendah dari 19 siswa ada 5 siswa ( 26,3 % ) yang tuntas dan 14 siswa ( 73,68% )yang belum tuntas. Pada siklus II  dari 19 siswa dengan nilai rata – rata 76 siswa yang tuntas 7 siswa (36,84%) dan 12 siswa (65,16%) yang belum tuntas. Pada siklus III  dari 19 siswa dengan nilai rata– rata 86 siswa yang tuntas 19 siswa dari 19 siswa.

Refleksi hasil belajar siswa pada siklus I sudah meningkat walaupun masih ada sebagaian siswa yang belum paham. Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat diperoleh kesimpulan yaitu antara lain :

  1. Guru kurang memotivasi siswa.
  2. Guru kurang memberikan kesempatan bertanya.
  3. Penggunaan media pembelanjaan belum maksimal.
  4. Dengan mengacu hasil perbaikan pembelajaran siklus I yang belum maksimal maka dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran siklus II dan siklus III.

Refleksi hasil belajar pada siklus III tingkat pemahaman siswa tentang konsep membaca lancar sudah meningkat dan mencapai nilai rata-rata 86, dari 19 siswa yang tuntas KKM ada 19 siswa (100%).

 

SIMPULAN

Ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu:

  1. Skor rerata ulangan siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa meningkat dari 68 menjadi 70 mengalami kenaikan sebesar 76 menjadi 86 pada siklus III.
  2. Prosentase kenaikan ketuntasan dan pemahaman siswa pada  mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam konsep membaca lancar siswa kelas II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 dari 68  menjadi 70 mengalami kenaikan sebesar 76 menjadi 86 pada siklus III.
  3. dari 68 pada pra siklus menjadi 70 pada siklus 1 prosentase kenaikan mencapai 2,94%
  4. dari 68 pada pra siklus dan menjadi 76 pada siklus 2 prosentase kenaikan mencapai 11,76%
  5. dari 68 pada pra siklus dan menjadi 86 pada siklus 3 prosentase kenaikan mencapai 26,47%

 Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Penggunaan Media Kartu Huruf dan Metode eja  dapat (1) meningkatkan aktivitas dan pemahaman belajar siswa II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014, (2) dapat meningkatkan Prestasi belajar pada siswa II SD Negeri Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014.

 

DAFTAR PUSTAKA

Basiran, Mokh. 1999. Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994?. Yogyakarta: Depdikbud

Darjowidjojo, Soenjono. 1994. Butir-butir Renungan Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Makalah disajikan dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Salatiga: Univeristas Kristen Satya Wacana

Degeng, I.N.S. 1997. Strategi Pembelajaran Mengorganisasi Isi dengan Model Elaborasi. Malang: IKIP dan IPTDI

Depdikbud. 1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek Pembinaan Sekolah Dasar

Machfudz, Imam. 2000. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Jurnal Bahasa dan Sastra UM

Moeleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosyda Karya.

Saksomo, Dwi. 1983. Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang

Salamun, M. 2002. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren. Tesis.. Tidak diterbitkan

Sholhah, Anik. 2000. Pertanyaan Tutor dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing di UM. Skripsi. Tidak diterbitkan.

Subyakto, Sri Utari. 1988. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

Sugiono, S. 1993. Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Makalah disajikan dalam Konferensi Bahasa Indonesia; VI. Jakarta: 28 Oktober—2 Nopember 1993

Suharyanto. 1999. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Yogyakarta: Depdikbud

BIODATA PENELITI

Nama Peneliti                         : Nunani, S. Pd.

NIP                                            : 19630315 198304 2 006

Tempat tanggal lahir              : Brebes, 15 Maret 1963

Pangkat Gol Ruang                : Pembina IV/A

Unit Kerja                                  : SD Negeri Pepedan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *