Penerapan Metode Demonstrasi dan Media Charta Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Materi Organ Pencernaan Manusia

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA CHARTA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ORGAN PENCERNAAN MANUSIA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI DONDONG 05 TAHUN PELAJARAN : 2014/2015

Oleh : Asri Martini

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Organ pencernaan manusia melalui metode demonstrasi dan media charta di kelas V SDN Dondong 05. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas dengan subyek  penelitian siswa kelas V SDN Dondong 05 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap dengan jumlah 26  siswa. Yang terdiri dari  Laki-laki 14dan 17 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes dan observasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini jika Hasil penelitian menunjukan pada kondisi awal hasil belajar siswa masih rendah rata-rata  hanya  59,23 dengan ketuntasan belajar 42,31%  Kemudian meningkat pada siklus I nilai rata-rata 68,84 dengan ketuntasan 65,38% pada siklus II terjadi peningkatan dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas menjadi 76,15 dengan ketuntasan belajar 92 ,31%,dengan demikian penerapan metode demonstrasi dan media charta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015.

Kata kunci : motivasi, hasil belajar, IPA, metode demonstrasi, media Charta.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Harapan seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah hasil yang optimal. Namun dalam melaksanakan tugasnya peneliti mendapat ganjalan yang dihadapi terutama dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang organ pencernaan manusia pada Kelas V SD Negeri Dondong 05, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Peneliti sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya seorang guru, akan tetapi pada tes formatif menunjukkan rendahnya hasil belajar dan ketermotivasian siswa.

Peneliti melakukan refleksi karena merasakan ada masalah di dalam kelas yang memerlukan perbaikan segera pada mata pelajaran IPA tentang organ pencernaan manusia. Dari hasil ulangan harian diketahui bahwa hasil belajar IPA rendah. Karena dari 26 siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 hanya 11 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi 75% keatas. Masalah tersebut jika dibiarkan akan berdampak buruk pada proses dan hasil belajar selanjutnya.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti berusaha melakukan upaya perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas dalam mata pelajaran IPA tentang organ pencernaan manusia di kelas V SD Negeri Dondong 05, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap melalui metode demonstrasi dan media charta dengan alat sebagai alternatif pemecahan masalahnya.

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sebagai berikut :

1) Bagaimanakah proses pembelajaran dengan Metode demonstrasi dan media charta untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi ”Organ pencernaan manusia’’ bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?

2) Seberapa besar peningkatan hasil belajar IPA materi ”organ pencernaan manusia ” setelah  menggunakan Metode demonstrasi dan media charta bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?

3) Bagaimanakah perubahan perilaku yang menyertai peningkatan hasil belajar IPA materi “Organ pencernaan manusia” setelah menggunakan  Metode demonstrasi dan media charta bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1). Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan Metode demonstrasi dan media charta untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA materi ”Organ pencernaan manusia” bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015.

2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA materi “Organ pencernaan manusia” dengan Metode demonstrasi dan media charta bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015.

3) Mendeskripsikan perubahan prilaku yang menyertai hasil belajar IPA materi “Organ pencernaan manusia” dengan Metode demonstrasi dan media charta bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015.

B. Kajian Teori

Menurut  Drs H.J Gino Dkk ( 2000 :81 ) dalam usahanya menyimpulkan pendapat Mc. Donald,  mengatakan bahwa ada tiga elemen penting dalam motivasi yaitu : 1) Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa/feeling, afeksi seseorang, kejiwaan, emosi, dan dapat menentukan tingkah laku manusia. 3) Motivasi akan dirangsang dengan tujuan, karena memang kenyataanya motivasi itu muncul dari dalam diri manusia akan tetapi munculnya karena terdorong oleh tujuan.

Menurut Imron (1996 : 88) berpendapat, motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal pelajarannya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya.

Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. Bila motornya tidak ada, maka aktivitas tidak akan terjadi, dan bila motornya lemah aktivitas yang terjadi pun lemah pula. Motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai individu yang sedang belajar itu sendiri. Bila seseorang yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan kuat. Motivasi belajar seperti itu disebut motivasi instrinsik atau motivasi internal. Jadi munculnya motivasi dalam belajar, karena siswa ingin menguasai kemampuan yang terkandung di dalam tujuan pembelajaran (Anitah W. Dkk :2008:1.9).

Motivasi merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kualitas pembelajaran,karena peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Setiap guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan diri, dengan kondisi-kondisi belajar dalam lingkungan (Mulyasa, 2007 : 174).

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta,1995:965) belajar adalah usaha (berlatih) dan sebagai upaya dalam mendapat kepandaian. Pengertian belajar menurut (Slameto,2003) memberikan dua definisi terhadap masalah belajar yaitu : (1) belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku ; (2) belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.

Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktivitas mental dengan lingkungannya yang mengasilkan proses perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai sikap (Winkel:1987).

Menurut Slameto (2008:7) Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh dari suatu proses usaha setelah melakukan kegiatan belajar yang dapat diukur dengan menggunakan tes guna melihat kemajuan siswa.

Menurut  Djamarah dan Zain (2006: 107) ’’yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah daya serap terhadap bahan pelajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi baik secara individual maupun kelompok”.

Dimyati dan Mudjiono (2008:3) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari interaksi tindakan belajar dan tindakan mengajar dan dari sisi guru, tindakan diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar sedangkan dari siswa, hasil belajar merupakan berkhirnnya pengalaman belajar. Sementara itu, Oemar Hamalik (2008:36) mengatakan bahwa hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.

(Parsaoran Siahaan, 2001:21) IPA diperoleh dari pertanyaan pada dasar manusia terhadap hukum-hukum IPA merupakan produk yang menyediakan ilmiah (secience method) dan hukum atau teori-teoti dalam IPA bukan suatu kebenaran mutlak, tapi bersifat nisab.

Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuatu yang dikehendaki (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:24). Sedangkan mengajar adalah suatu termotivasiitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar (Nasution, 1995:4).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, (2000) dalam Gunawan (2009).

Menurut Djamarah (2000) dalam Gunawan (2009) kelebihan metode demonstrasi diantaranya sebagai berikut: a) Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda. b) Memudahkan berbagai jenis penjelasan. C) Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya.

Meskipun demikian, metode demonstrasi juga mempunyai beberapa kelemahan. Menurut Djamarah (2009) kelemahan metode demonstrasi adalah sebagai berikut: a) Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. b) Tidak semua benda dapat didemonstrasikan. c) Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

 Media adalah segala sesuatu yang dapat dilihat dan berfungsi sebagai perantara, sarana, dan alat untuk keperluan proses komunikasi. Sebagai perantara dalam proses komunikasi, media menjadi pengantar pesan atau informasi, dari si pemberi ke penerima informasi. Dalam pembelajaran, informasi dimaksud adalah informasi bahan belajar.Pada hakekatnya media pembelajaran itu adalah sumber belajar. Sekaligus alat bantu  untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Penggunaan media sebagai sumber dan alat bantu pembelajaran, dapat mempertinggi kualitas proses dan hasil belajar. Selain itu akan menghilangkan verbalisme (pemahaman yang kabur) pada diri siswa. Media pembelajaran juga dapat memperdekat pengetahuan siswa terhadap fakta sesungguhan.

Media charta adalah penyajian diagramatik suatu visual. Dalam hal ini termasuk gambar, sketsa, diagram dan grafis. Charta termasuk alat peraga visual berupa gambar dua dimensi yang dapat mempengaruhi daya fikir siswa melalui panca indra.

Manfaat penggunaan media charta dalam pembelajaran antara lain:

a) Materi pembelajaran yang disampaikan dengan media charta dapat memperdekat pengetahuan siswa pada fakta.

b) Memperlancar proses tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal.

c) Media charta dapat memperkuat ingatan siswa dan memperjelas pemahaman yang kabur pada diri siswa.

http://www.matrapendidikan.com/2015/05/manfaat-penggunaan-media-charta.html

C. Kerangka Berfikir

Dengan menerapkan Metode demonstrasi dan media charta siswa akan  terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran sehingga dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran materi yang dipelajari siswa akan selalu teringat dalam pemikirannya. Bertolak dari pemikiran bahwa siswa ikut termotivasi dalam pembelajaran akan memudahkan siswa menerima materi yang dipelajarinya, maka secara otomatis langkah penerapan metode demonstrasi dan media charta merupakan suatu langkah yang efektif untuk menyampaikan suatu metari ajar.

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut diatas diajukan hipotesis tindakan sbb: ”Melalui Metode demonstrasi dan media charta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA materi “Organ pencernaan manusia” bagi siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015.

 

METODE PENELITIAN

1. Setting penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Dondong  05 tahun pelajaran 2014/2015 Kecamatan kesugihan  Kabupaten Cilacap jln  Kedungsari Dondong Kesugihan

Diawali dengan penyusunan proposal PTK tanggal 4 s/d 9 agustus 2014 dan kegiatan seminar PTK di SDN Dondong 5, dilaksanakan sabtu tanggal  1 nopember 2014

Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian Tindakan kelas dilaksanakan dalam siklus ke I dan Siklus II, dengan di bantu oleh observer guru kelas V Penelitian mengenai penerapan metode Problem Based Intruction (PBI) dalam peningkatan kemandirian belajar matematika siswa kelas IV, jenis dari penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian PTK.

Subyek  penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015 tahun pelajaran,  berjumlah 26  siswa.

Sumber data yang dapat menjadi acuan penelitian ini adalah :1) Data primer diambil melalui angket yang dibagikan ke siswa. 2) Hasil tes formatif mata pelajaran IPA materi  organ pencernaan manusia pada study awal. 3) Jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas belajar di study awal,siklus I dan siklus II.

Data yang dikumpulkan adalah datakuantitatif dan data kualitatif yang terdiri atas:1) Data Kuantitatif adalah data bilangan yang berupa nilai hasil evaluasi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa cara: Tes :adalah serangkaian butir pertanyaan yang diberikan kepada peserta tes untuk mengetahui kemampuannya. 2) Data Kualitatif adalah data katagori hasil pengamatan. a) Angket Motivasi :angket yang digunakan untuk mengukur minat belajar siswa berbentuk angket langsung dan tertutup berisi 10 pernyataan positif. b) Observasi :Menurut Arikunto (2006.133) yang menyatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan terhadap seuatu objek dengan menggunakan alat indra. Observasi yang dilakukan untuk mengetahui ketermotivasian siswa dalam pembelajaran dan ketrampilan guru dalam melaksanakan data.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif berupa : 1) Termotivasiitas belajar siswa dianalisis dengan deskriptif kualitatif berdasarkan hasil obsevasi dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2. 2) Hasil belajar siswa  dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kualitatif dari kondisi awal, siklus1 dan siklus 2. 3) Data keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan.  4) Analisis data kualitatif untuk mengetahui  hasil belajar dalam pelajaran IPA materi “organ pencernaan manusia” Analisis ini dilakukan dengan lembar observasi,  dengan menggunakan tehnik diskriptif melalui persentase. Dalam  triangulasi data atau hubungan erat komponen yaitu:lembar obsevasi  dan  test tertulis  mampu meningkatkan  hasil belajar  IPA materi : “Organ pencernaan manusia “ siswa kelas V  SD Negeri Dondong 05, maka analisis data berhasil.

2. Indikator Kinerja

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa adalah ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Dengan kriteria siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat penguasaan materi 75% keatas. Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan ketermotivasian belajar siswa adalah keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi. Siswa dinyatakan terlibat secara termotivasi jika siswa memberikan respon positif terhadap penjelasan dan pertanyaan yang diajukan guru, termotivasi dalam mencari dan menemukan informasi, termotivasi belajar dan bekerja dalam kelompok, dan termotivasi dalam mengkomunikasikan hasil. Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut : a) Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan hasil belajar siswa) dinyatakan berhasil jika 75% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar. B) Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan ketermotivasian belajar siswa dinyatakan berhasil jika 75% dari jumlah siswa terlibat termotivasi selama proses pembelajaran berlangsung).

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Siklus pertama

1. Rencana Tindakan

Rencana tindakan pada perbaikan pembelajaran melalui PTK ini dinilai sesuai dengan perencanaan yang disiapkan oleh peneliti dan observer. Rencana tindakan pada PTK ini, peneliti jelaskan sebagai berikut: a) Penyamaan konsep penggunaan metode demonstrasi dengan alat peraga Media carta dan apron dengan observer sudah dilaksanakan sebelum dilakukan penelitian. Penggunaan metode demonstrasi melalui alat peraga Media carta dan apron pada perbaikan pembelajaran juga telah mendapat respon positif dari beberapa rekan guru yang lain dan kepala sekolah. b) Penyusunan lembar observasi dilaksanakan berdasarkan materi pembelajaran yang sesuai.c) penyusunan rencana perbaikan pembelajaran dilaksanakan bersamaan dengan pembuatan lembar kerja dan lembar evaluasi.

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan tindakan melalui dua siklus perbaikan pembelajaran, peneliti melaksanakan tindakan perbaikan yang dilaksanakan pada kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya pencapaian hasil penelitian yang sesuai dengan solusi perbaikan pembelajaran yang diharapkan melalui metode demonstrasi dan media charta

Hasil observasi tentang  motivasi siswa menunjukkan bahwa: a) Pada saat guru menjelaskan materi, siswa sudah tampak siap dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru sudah berkurang. b) Kadang-kadang siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami.c) Motivasi siswa dalam proses pembelajaran sudah mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya persentase motivasi siswa dari 46,15% menjadi 69,23%.

3. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi maka perlu dilakukan refleksi untuk perbaikan dan mengoptimalkan proses pembelajaran dimana semua kelemahan dan kekurangan dalam pembelajaran dapat ditemukan penyelesaian permasalahannya, sehingga diharapkan pada siklus kedua hasil belajar dan motivasi belajar siswa optimal.

Dari siklus pertama diperoleh hasil belajar siswa bahwa guru masih kurang maksimal dalam menggunakan metode demonstrasi  dan media carta, guru masih kurang membimbing siswa pada saat siswa bekerja kelompok, siswa gaduh dan kurang merespon pertanyaan dan penjelasan guru. Meskipun sebagian siswa meningkat hasil belajarnya, namun siswa yang tuntas belajaranya belum mencapai 75%.

Untuk siklus pertama yang peneliti laksanakan dari 26 siswa hanya 17 siswa yang tuntas belajarnya atau 65,38%, sedangkan 9 siswa atau 34,62% perlu ada perbaikan, begitu pula siswa yang termotivasi dalam pembelajaran hanya 18 siswa atau 69,23%. Karena siklus pertama belum mencapai hasil belajar sesuai kriteria, maka peneliti melaksanakan proses perbaikan pembelajaran pada siklus kedua dengan metode yang relevan.

Berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dengan observer  maka upaya yang perlu dilaksanakan untuk siklus kedua adalah: a) Guru perlu lebih mengoptimalkan penggunaan metode demonstrasi dengan media charta. b) Guru perlu lebih memberi bimbingan dan lebih memperhatikan siswa pada saat siswa bekerja dalam kelompok. c) Hasil belajar dan motivasi belajar siswa sudah meningkat namun masih perlu ditingkatkan agar hasil belajar siswa dan moivasi siswa mencapai nilai KKM.

B. Siklus kedua

1. Rencana Tindakan

a) Setelah merujuk pada refleksi, maka media charta yang digunakan pada siklus kedua akan lebih dimaksimalkan.

b) Penyusunan lembar observasi dilaksanakan berdasarkan materi pembelajaran yang sesuai.

c) penyusunan rencana perbaikan pembelajaran dilaksanakan bersamaan dengan pembuatan lembar kerja dan lembar evaluasi.

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada pertemuan pertama peneliti memberi pemahaman tentang nama-nama organ pencernaan manusia kepada siswa dengan cara mendemonstrasikan dengan Media carta. Siswa sudah termotivasi, hal ini dibuktikan dengan banyak siswa yang merespon pertanyaan guru.

Pada pertemuan kedua, guru melanjutkan pembahasan dan menjelaskan fungsi bagian-bagian organ pencernaan manusia. Pada pertemuan ke dua siklus kedua ini, siswa juga sudah banyak yang termotivasi. Hasil belajar yang diperoleh pada siklus kedua adalah siswa yang tuntas belajarnya sebanyak 92,31%. Ketermotivasian belajar siswa pada siklus pertama ini mempunyai persentase 96,15Observasi.

3. Refleksi

Pada siklus kedua hasil yang dicapai dari 26 siswa sudah memenuhi harapan yaitu 24 siswa sudah tuntas belajar atau 92,31%, selain itu jumlah siswa yang termotivasi pada siklus kedua adalah 25 siswa atau 96,15%.  Dengan demikian perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPA dengan materi Organ Pencernaan Manusia melalui Penelitian Tindakan Kelas sudah berakhir.

Berdasarkan temuan data diatas, peningkatan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA tentang organ pencernaan manusia adalah sebagai berikut: 1) Dari pra-siklus ke siklus pertama mengalami kenaikan sebesar 23,08%.2) Dari siklus pertama ke siklus kedua mengalami peningkatan sebesar 26,92%

Dengan demikian perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari pra-siklus sampai pada perbaikan pembelajaran siklus kedua, siswa yang termotivasi belajar mengalami peningkatan 50%.

 

SIMPULAN

1. Proses pembelajaran menggunakan Metode demonstrasi dan media charta dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi “ organ pencernaan manusia” di kelas V SD Negeri Dondong 05  tahun pelajaran 2014/2015.

2. Hasil belajar IPA materi ”Organ pencernaan manusia” mengalami peningkatan setelah menggunakan Metode demonstrasi dan media charta, dibuktikan siswa yang tuntas belajar siklus I ada 11 siswa (42,31)sedangkan yang termitivasi 18 siswa (69,33%), pada siklus ke II ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 24 siswa (92,31%) dan siswa yang termotivasi ada 25 siswa dari 26 siswa (96,15%)

3. Dengan pembelajaran menggunakan Metode demonstrasi dan media charta  pada materi “ Organ pencernaan manusia” kelas V SD Negeri Dondong 05 Kecamatan Kabupaten Kesugihan Cilacap tahun pelajaran 2014/2015, terjadi perubahan tingkah laku yang siknifikan, dibuktikan dengan persentase  hasil belajar yang meningkat disetiap siklusnya.

 

SARAN

1. Untuk Guru

a) Penggunaan Metode demonstrasi dan media charta dapat mendorong siswa lebih termotivasi kreatif dan termotifasi dalam proses pembelajaran..

b) Sebaiknya guru mampu untuk senantiasa menggunakan strategi pembelajaran, metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

c) Guru mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah yang terjadi dalam proses belajar mengajar dengan caranya sendiri dan minta bantuan kepada teman sejawat atau atasan langsung agar kegiatan pembelajaran lebih meningkat dan menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi dan mandiri dalam hidupnya ditunjukkan dengan kemampuan dalam memecahkan masalah.

2. Untuk Siswa

a) Siswa lebih tertarik dengan pembelajaran yang ditampilkan guru, sehingga hasil belajar meningkat.

b) Penggunaan Metode demonstrasi dan media charta dapat mendorong siswa lebih termotivasi kreatif dan termotifasi

 

DAFTAR PUSTAKA

Anitah  Sri, DKK (2008)”Strategi pembelajaran di SD” Jakarta UT.

Dimyati dan Mudjiono (2008),Belajar dan Pembelajaran,Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Gunawan, E.M. 2009. Macam-Macam Metode Pembelajaran (On-line), diakses pada 15 Agustus 2010. Diperoleh dari internet, http://nilaieka.blogspot.com/2009/04/macam-macam-metodepembelajaran.html.

H.J Gino dkk (2000) Belajar dan pembelajaran Surakarta,Universitas Sebelas Maret.

http://www.matrapendidikan.com/2015/05/manfaat-penggunaan-media-charta.html

Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Nasution, 1995. Berbagai Pendekatan dalam Proses belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Purwodarminto 1995, WJS.Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta ; balai Pustaka.

Siaahan Parsaoran (2001) Hakikat pembelajaran IPA,Diklat Advokasi PBS IPA Depdiknas.

Slameto. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Tim Penyusun KBBI. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai           Pustaka.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *