http://www.infopasti.net/penerapan-model-pembelajaran-student-teams-achievement-division-stad-sebagai-upaya-peningkatan-prestasi-belajar-tentang-pemerintahan-pusat-pada-siswa-kelas-vi-sd-negeri-bulupayung-03-kecamatan-kes/

Penelitian Tindakan Kelas SD Model STAD Mapel PKn

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)  SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR TENTANG PEMERINTAHAN PUSAT PADA  SISWA KELAS VI SD NEGERI BULUPAYUNG 03 KECAMATAN KESUGIHAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ABSTRAK

Dengan latar belakang masalah rendahnya prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan  materi pemerintah pusat pada siswa kelas VI, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada pada siswa kelas VI dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD).Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis anatara data awal, siklus I, dan II diperoleh peningkatan pada nilai rata-ratadan persentase ketuntasan belajar dari tiap siklusnya. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 66 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 45%, siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 74 dengan persentase ketuntasan belajar 73%, dan pada siklus II terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa menjadi 83dan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 91%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)sangat tepat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VI SD Negeri Bulupayung 03Kecamatan Kesugihan, Cilacap materi pemerintah pusatsemester 1 tahun pelajaran 2015/2016.

Kata kunci: hasil belajar, Student Teams Achievement Division, pemerintah pusat

PENDAHULUAN

Sekolah merupakan tempat yang diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam sekolah ini terdapat unsur-unsur yang memegang peranan penting dalam pembelajaran yang dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi peserta didiknya. Unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran tersebut adalah guru sebagai penyaji materi dan siswa sebagai penerima materi. Dalam proses transfer ilmu dari guru kepada siswa memerlukan teknik atau strategi yang tepat agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan.

Model pembelajaran yang monoton dan bersifat satu arah yang digunakan guru membuat siswa merasa bosan dan menjadi pasif. Siswa hanya mendengar materi dari guru. Untuk mengembangkan model pembelajaran yang efektif seorang guru harus dapat menyesuaikan antara model yang dipilihnya dengan kondisi siswa, materi pelajaran, dan sarana yang ada. Oleh karena itu guru harus menguasai beberapa jenis model pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud. Dalam hal ini, kreativitas dan kemampuan guru sangat diperlukan.

Berdasarkan pengalaman dan hasil pembelajaran di kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi tentang PemerintahanPusat, hasil pembelajarannya masih kurang memuaskan. Hal ini diduga disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa serta media pembelajaran yang kurang pas sehingga siswa kurang bisa mencerna konsep abstrak yang dijelakan oleh guru.

Untuk memecahkan masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Bulupayung 03Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap pada materi Pemerintahan Pusat peneliti akan menerapkan model pembelajaran student teams achievement divisions (STAD) yang merupakan variasi model pembelajaran kooperatif.

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

 Student Teams Achievements Divisions (STAD)

Model STAD atau Tim Siswa Kelompok Prestasi diperkenalkan oleh Slavin. Model ini merupakan salah satu model pembelajaran yang sederhana, namun efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan pembelajaran cooperative yang paling sederhana. Selain itu, dapat digunakan untuk memberikan pemahaman konsep materi yang sulit kepada siswa dimana materi tersebut telah dipersiapkan oleh guru melalui lembar kerja atau perangkat pembelajaran yang lain (Widyantini, 2008: 7).

Menurut Ibrahim (2000: 10) model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikembangkan oleh Slavin dan merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana diterapkan dimana siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang yang bersifat heterogen, guru yang menggunakan STAD mengacu kepada belajar kelompok yang menyajikan informasi akademik baru kepada siswa menggunakan presentasi verbal atau teks.

Tujuan pembelajaran PKn di SD

Selanjutnya menurut Udin S. Winataputra (2011:1.10) tujuan dan isi PPKn SD 1994 berkenan dengan konsep nilai, moral dan norma yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta penjabarannya dalam sumber hukum dibawah UUD 1945. Untuk tingkat sekolah dasar, kurikulum PPKn SD 1994 menjabarkan konsep, nilai, moral dan norma Pancasila dan UUD 1945 secara “Berjenjang berkelanjutan semakin meluas” mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI.

Patut digaris bawahi isi Pasal 3 UU Sisdiknas 20/ 2003 yang menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Kerangka Berfikir

Pada kondisi awal atau pra siklus prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap masih sangat rendah.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan yang dapat diambil dari kerangka berfikir yang telah diuraikan diatas adalah dengan menerapkan model pembelajaran student teams achievements division (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 Kesugihan, Cilacap pada mata pelajaran PKn dengan materi pokok pembelajaran pemerintahan pusat.

PELAKSANAAN PENELITIAN PEMBELAJARAN

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 Kesugihan, Cilacap yang  terdiri dari 22 siswa. Adapun subjek penelitian ini adalah mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan pokok bahasan Pemerintahan Pusat

Pada kondisi awal ditemukan permasalahan rendahnya hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 UPT Kesugihan, Cilacap pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada sub pokok bahasan sistem pemerintahan pusat. Masalah yang muncul pada pembelajaran tersebut disebabkan oleh kurang berminatnya siswa mengikuti pembelajaran, siswa merasa bosan sehingga tidak dapat memahami materi yang diberikan oleh guru dengan baik.

Sedangkan masalah yang ditemukan pada guru sebagai penyaji materi adalah guru kurang kreatif dalam menyajikan materi, model pembelajaran yang digunakan tidak bervariasi.

Sebelum diadakan penelitian tindakan kelas, hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri Bulupayung 03 Kesugihan, Cilacap semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 pada materi pemerintahan pusat mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terlihat sangat rendah.

Tabel 1: Ketercapaian Hasil Belajar PKn sebelum Tindakan

Jenis Data Nilai
Nilai Tertinggi 90
Nilai Terendah 50
Siswa Tuntas 10
Siswa belum Tuntas 12
Presentase ketuntasan 45%
Presentase belum tuntas 55%

Melihat kondisi seperti ini, peneliti perlu mengadakan tindakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasi belajar siswa. Tindakan selanjutnya akan dilaksanakan pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievements Divisions (STAD).

Deskripsi Siklus I

Perencanaan

Pada tahap sebelum aktivitas pembelajaran, terlebih dahulu peneliti membuat perencanaan aktivitas pembelajaran. Adapun perencanaan aktivitas yang dilakukan pada siklus I ini meliputi:

  1. pembuatan RPP
  2. Penyiapan media
  3. penyiapan lembar kegiatan siswa
  4. penyiapan instrumen observasi aktivitas guru dan siswa
  5. penyiapan format penilaian evaluasi.

Tindakan

  1. Guru mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing
  2. Guru mengondisikan siswa kemudian melaksanakan Presensi
  3. Guru menginformasikan materi pelajaran yang akan dipelajari dan cara belajar yang akan ditempuh hari ini

Observasi

Observer melakukan pengamatan terhadap guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan mengunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hasil observasi tersebut akan dianalisis untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan.

Refleksi

Setelah melakukan kegiatan, hasil dari pengamatan dianalisis untuk melihat kekurangan dan kelebihan tindakan yang telah dilakukan.Hasil ini digunakan sebagai bahan untuk melakukan refleksi,  yaitu dapat diketahui ketercapaian indicator pada proses pembelajaran PKn. Kelemahan yang timbulakan diperbaiki di siklus berikutnya

Deskripsi Siklus II

Perencanaan

Kegiatan pembelajaran pada siklus II ini dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan. menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai materi (RPP terlampir). RPP pada siklus II merupakan pembaharuan dari RPP siklus I setelah diadakan refleksi untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi guru pada tindakan pembelajaran siklus I. Pelaksanaan pembelajaran yang dipusatin dalam RPP siklus II berisi tentang langkah-langkah pembelajaran yang telah dimodifikasi peneliti dan guru Kelas VISD Negeri Bulupayung 03UPTDKecamatan Kesugihan. Selain merancang RPP, peneliti juga merancang Lembar Kegiatan Siswa, media pembelajaran dan soal evaluasi.

Tindakan

  1. Guru mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing
  2. Guru mengondisikan siswa kemudian melaksanakan Presensi
  3. Guru menginformasikan materi pelajaran yang akan dipelajari dan cara belajar yang akan ditempuh hari ini

Observasi

Kegiatan observasi dilakukan oleh observer  terhadap guru dan siswa yang sedang melakukan proses pembelajaran dari awal hingga akhir dengan mengunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hasil observasi tersebut akan dianalisis untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan.

Refleksi

Setalah melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus II semua siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Dari hasil tersebut peneliti dan observer telah menyatakan penelitian tindakan kelas meningkatkan prestasi belajar pemerintah pusat menggunakan model student teams achievement division (STAD) telah berhasil, dan penelitian dihentikan pada siklus II.

PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri Bulupayung 03UPTDKecamatan Kesugihan tahun pelajaran 2015/2016, pada materiPemerintahan pusat.

Hal ini dapat dilihat dari perbandingan persentase rata-rata aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil evaluasi belajar dengan indikator keberhasilan penelitian sebesar 80. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.12 Perbandingan Persentase Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus 1 Dan Siklus 2

Penelitian Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Hasil evaluasi (ketuntasan) Nilai Rata-rata
Kondisi awal 45% 66
Siklus 1 72% 63% 73% 74
Siklus 2 91% 92% 91% 83

Berdasarkan data pada tabel 4.12 di atas, terlihat kenaikan nilai rata-rata pada hasil evaluasi belajar siswa.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan perbaikan pembelajaran juga dari hasil analisis yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan sebagi berikut:

  1. Penggunaan model pembelajaran student teams achievement division (STAD)efektif digunakan untuk meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar PKn kelasVI SD Negeri Bulupayung 03 Kecamatan Kesugihan pada materi pokok sistem pemerintahan pusat. Hal ini ditunjukkan oleh Peningkatan nilai rata-rata siswa dari tiap siklusnya, nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 66, siklus I sebesar74, siklus II sebesar 83.
  2. Dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa, maka persentase ketuntasan siswa yang mencapai nilai lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh guru juga meningkat. Dari hasil penelitian diperoleh hasil persentase ketuntasan siswa pada prasiklus 45%, meningkat pada siklus I menjadi 73%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 91%.

DAFTAR PUSTAKA

Widyantini.2008.penerapan Pendekatan Kooperatif STAD Dalam Pembelajaran Matematika SMP.Yogyakarta : Departemen Pendidikan Nasional

Ibrahim, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.http://tulisansingkatimal.blogspot.co.id/

Olivia, Femi.(2011). Tekhnik Ujian Efektif. Jakarta:PT. Elex Media Komputindo

Azwar Saifuddin.(2008). Psikologi Inteligensi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

Habsari, Sri.(2005). Bimbingan dan Konseling SMA untuk kelas XI. Jakarta:Grasindo

Nur, Asma. (2006). Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Universitas Negeri. Yogyakarta

Winataputra, Udin S. (2011). Pembelajaran PKn di SD. Jakarta : Universitas Terbuka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Andriani, Durri.dkk. (2013).Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Suryabrata, Sumadi. (2003). Metodologi Penelitian.Jakarta: Raja Grafindo Persada

BIODATA PENULIS

Nama         : TUSIYATUN, S.Pd SD

NIP             : 19650821 198702 2 002

Jabatan       : Kepala Sekolah

Unit Kerja   : SD Negeri Bulupayung 3, Kec. Kesugihan, Kab. Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *