PTS SD Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PROFESIONALITAS GURU SD KECAMATAN LARANGAN BREBES

1

ABSTRAK

Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen. Populasinya adalah seluruh guru SD di Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dengan jumlah guru 109 orang dan sampel ditentukan dengan tabel Krejcei sebanyak 84 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Hasil penelitian kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesionalitas guru baik dan signifikan, motivasi kerja terhadap profesionaltas guru termasuk dalam kategori baik dan signifikan. Pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalitas guru sekitar 47,8%. Dengan analisis regresi sederhana diketahui: terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesionalitas guru SD sebesar 17,7 %, motivasi kerja berpengaruh posistif dan signifikan terhadap profesionalitas guru koefisien determinasi sebesar 46,8%. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama secara positif dan signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalitas guru SD  dengan koefisien determinasi 47,8%.

 

Kata kunci: kompetensi manajerial kepala sekolah, motivasi kerja, dan profesionalitas guru.

 

PENDAHULUAN

Sekolah identik dengan suatu organisasisi, dan organisasi tersebut akan berkembang dan mengalami kemajuan sangat ditentukan manajernya. Kompetensi manajer di dalam memainkan peranan manajerialnya akan dapat mewujudkan suatu prestasi dan kalau organisasi tersebut bergerak di bidang bisnis, maka tentunya organisasi tersebut akan memperoleh keuntungan atau benefit yang luar biasa. Demikian pula halnya dengan sekolah, dan sekolah identik pula sebagai sebuah  organisasi yang bergerak di dalam membentuk dan menghasilkan SDM. Kemajuan suatu sekolah tidak terlepas dari kompetensi manajerial yang dimainkan dan dimiliki oleh kepala sekolah. Semegah dan secanggih apapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah kalau tidak dimanage dan ditangani oleh kepala sekolah beserta dengan aparat birokrasi sekolah yang bersangkutan, maka itu akan sia-sia.

Selain dipengaruhi oleh kompetensi manajerial kepala sekolah, profesionalitas guru juga dipengaruhi oleh motivasi kerja. Definisi motivasi kerja sebagai berikut: Motivasi kerja adalah suatu usaha yang didasari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. (Purwanto, 1997:73). Dalam konsep manajemen yang berhubungan dengan kehidupan berorganisasi, motivasi didefinisikan sebagai dorongan kerja yang timbul pada diri seseorang untuk berperilaku dalam mencapai tujuan yang  telah ditentukan.

            Motivasi kerja guru yaitu terjadinya perubahan energi pada diri guru, karena ada dorongan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan motivasi kerja seorang guru akan mempunyai energi baru karena ada dorongan untuk menjadi guru yang profesional. Guru yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan melaksanakan tugas secara profesional.

Rumusan masalah penelitian ini adalah : (1) Seberapa besar pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap  profesionalitas guru SD  di Sekbin III  Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes?, (2) Seberapa besar pengaruh   motivasi kerja terhadap profesionalitas guru SD di Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes ?, (3) Seberapa besar pengaruh  manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama (Multiple Correlation) terhadap profesionalitas guru SD Negeri di Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes.

            Pengertian kompetensi menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tengan Guru dan Dosen pada bab 1 Ketentuan Umum pasal 1 ayat 10 dinyatakan bahwa : Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalisme.

            Manajer adalah seorang yang melaksanakan fungsi kerja sama dengan orang lain, sementara pemimpin menghubungkan antara yang memimpin dengan bawahan sehingga membuast organisasi berkembang dan bersinergi. (Michael,Macooby.2009). Kepala sekolah adalah pemimpin sekaligus berfungsi sebagai manajer. Ukuran kinerjanya ditentukan oleh tingkat kepiawaiannya menguasai ilmu pengetahuan dalam memotivasi orang orang untuk mengembangkan dirinya dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sebagai manajer kepala sekolah mengembangkan perencanaan agar sekolah dapat mewujudkan keunggulan dalam beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi sesuai dengan kebutuhan pengembangan mutu sumber daya manusia.

            Motivasi adalah pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya (Siagian,2004:138)

            Motivasi kerja adalah dorongan yang menyebabkan seseorang untuk bertindak guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Batasan pengertian itu mengandung tiga hal penting, yaitu : (1) pemberian motivasi berkaitan dengan  usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi, (2) adanya usaha tertentu sebagai akibat munculnya motivasi, artinya motivasi merupakan keterkaitan antara usaha  dan kebutuhan tertentu, dan (3) adanya kebutuhan adalah kebutuhan internal seseorang yang menyebabkan hasil usahanya menjadi menarik.

            Profesional, secara etimologi istilah profesi berasal dari bahasa Inggris ”profession”, berakar dari bahasa Latin ” profesus” yang berarti mampu atau ahli dalam satu bentuk pekerjaan. Menurut Tilaar (2002 : 86) profesi merupakan pekerjaan dapat juga berwujud sebagai jabatan dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayanan baku terhadap masyarakat. Seorang profesional dalam menjalankan pekerjaannya sesuai dengan tuntutan profesi atau dengan kata lain memiliki kemampuan dan sikap sesuai dengan tuntutan profesinya. Seorang yang profesional dalam menjalankan kegiatannya berdasarkan keprofesionalisme, dan bukan amatiran. Profesionalisme bertentangan dengan amatiran. Seorang profesional akan terus menerus meningkatkan mutu secara sadar, melalui pendidikan dan pelatihan.

            Dengan demikian profesionalitas secara sederhana dapat disimpulkan : seseorang yang melaksanakan tugas profesi, melaksanakan tugas secara profesional berdasarkan profesionalisme yang dituntut adanya keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan terhadap profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

Pengaruh Komptensi Manajerial Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Profesionalitas Guru. Profesionalitas guru dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu faktor eksternal adalah kompetensi manajerial kepala sekolah. Sedangkan motivasi kerja, merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi profesionalitas guru. Jika peran kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja tinggi, maka seorang guru semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Keterkaitan antar variabel penelitian kompetensi manajerial kepala sekolah, motivasi kerja guru dan profesionalitas guru dapat dibuat paradigma sebagai berikut :

kompetensi

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian di atas, maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesionalitas guru SD, (2) Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap profesionalitas guru SD, (3) Terdapat pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama terhadap profesionalitas guru SD.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 tepatnya dimulai dari bulan Februari sampai dengan April 2015 di SD-SD Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data penelitian berupa angka angka. Sedangkan penelitian ini menggunakan deskriptif karena kegiatannya meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang berjalan. Rancangan penelitian ini disebut penelitian korelasi karena peneliti ingin mengetahui tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Dalam penelitian ini untuk mencari pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah yang dipersepsikan oleh guru dan motivasi kerja terhadap profesionalitas guru SD Negeri di Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Dari deskripsi di atas dapat digambarkan skema korelasi antar variabel sebagai berikut :

xh

Gambar 3.1 Skema antar variabel

Keterangan :

Y         : Profesionalitas Guru

X1       : Kompetensi manajerial kepala sekolah

X2       : Motivasi kerja

H1       : Hipotesis 1

H2       : Hipotesis 2

H3       : Hipotesis 3

            Terdapat tiga variabel yang dirancang dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas/ variabel independen/prediktor (X1) dan (X) terhadap variabel terikat/variabel dependen/kriterium (Y). Variabel bebas dipandang sebagai variabel yang diduga sebagai akibat atau konsekuensi dari varibel terikat. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu kompetensi manajerial kepala sekolah yang dipersepsikan oleh guru (X1) dan motivasi kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah profesionalitas guru (Y)

Populasinya adalah semua guru Sekolah Dasar Negeri Sekbin III Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes sebanyak 109 orang. Populasi tersebut berada di 11 Sekolah Dasar Negeri.

Teknik pengumpulan data yang utama dalam penelitian ini menggunakan metode angket.  Angket digunakan dengan pertimbangan subjek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya, apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar, dapat dipercaya, interprestasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksud peneliti, selain keuntungan tersebut angket juga memiliki kelemahan.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data korelasi sederhana dan regresi berganda dengan bantuan SPSS Windows Versi 17. Adapun tahap pelaksanaan analisis meliputi: (1) analisis deskriptif, (2) uji persyaratan analisis, (3) uji asumsi klasik, dan (4) uji hipotesis

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

            Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah (X1) Terhadap Profesionalitas Guru (Y). Untuk menguji besarnya pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesionlitas guru secara parsial digunakan analisis regresi linier sederhana. Dengan bantuan software komputer program SPPS For Windows Release 17. Sebelum menentukan besarnya pengaruh variabel kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesinalitas guru, maka akan dianalisis terlebih dahulu mengenai keeratan hubungan dua variabel tersebut. Berdasarkan output komputer mengenai koefisien korelasi, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,421 dan koefisien ini bertanda positif. Ini menunjukkan kompetensi manajerial kepala sekolah meningkat atau baik maka profesionalitas guru akan meningkat pula. Model hubungan kompetensi manajerial kepala sekolah dengan profesionalitas guru adalah signifikan, hal ini ditunjukan oleh besarnya nilai uji t = 4,200 lebih besar jika dibanding dengan t tabel alpha 0,05( df= 84) sebesar 1,663. Hasil uji-t untuk model regresi sederhana ini dapat mengestimasi profesionalitas guru yang ditentukan oleh kompetensi manajerial kepala sekolah. Adapun hasil uji-t berdasarkan output komputer dapat dilihat seperti berikut:

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 74.790 22.063 3.390 .001
X1 1.022 .243 .421 4.200 .000
a. Dependent Variable: Y

             Berdasarkan output di atas diperoleh koefisien regresi sebesar 1,022 dan  konstanta sebesar 74,790. Maka dapat digambarkan bentuk hubungan variabel kompetensi manajerial kepala sekolah dan profesionalitas  guru dalam bentuk persamaan regresi Y= 74,790 + 1,022. Ini berarti bahwa jika kompetensi manajerial kepala sekolah meningkat 1 poin maka profesionalitas guru akan meningkat sebesar 1,022 poin pada konstanta 74,790. Dengan kata lain bahwa semakin baik kompetensi manajerial kepala sekolah maka profesionalitas guru akan meningkat. Hubungan ini juga linier, hal ini dijelaskan dengan uji F melalui output komputer Sig 0,000  <  0,005. Ini dapat dikatakan pula model regresi adalah model yang dapat mengestimasi profesionalitas guru yaitu pengaruh positif dan signifikan.

         Pengaruh Motivasi Kerja (X2) Terhadap Profesionalitas Guru. Untuk menguji besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap profesionalitas guru secara parsial digunakan analisis regresi linier sederhana. Dengan bantuan software komputer program SPPS For Windows Release 17. Sebelum menentukan besarnya pengaruh variabel motivasi kerja terhadap profesionalitas guru, maka akan dianalisis terlebih dahulu mengenai keeratan hubungan dua variabel tersebut. Berdasarkan output komputer mengenai koefisien korelasi, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,684 dan koefisien ini bertanda positif. Ini menunjukkan motivasi kerja meningkat atau baik maka profesonalitas guru akan meningkat pula. Model hubungan motivasi kerja dengan profesionalitas guru adalah signifikan, hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai uji t = 8,501 lebih besar jika dibanding dengan t tabel alpha 0,05(df = 84) sebesar 1,663. Hasil uji-t untuk model regresi sederhana ini dapat mengestimasi profesionalitas guru yang ditentukan oleh motivasi guru. Adapun hasil uji-t berdasarkan output komputer dapat dilihat seperti berikut:

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 28.310 16.391 1.727 .088
X2 1.575 .185 .684 8.501 .000
a. Dependent Variable: Y

           Berdasarkan output di atas diperoleh koefisien regresi sebesar 1,575 dan konstanta sebesar 28,310 Maka dapat digambarkan bentuk hubungan variabel kompetensi motivasi kerja dan profesionalitas guru dalam bentuk persamaan regresi Y= 28,310 + 1,575X2. Ini berarti bahwa jika motivasi kerja meningkat 1 poin maka profesionalitas guru akan meningkat sebesar 1,575 poin pada konstanta sebesar 28,310. Dengan kata lain bahwa semakin baik motivasi kerja guru maka profesionalitas guru akan meningkat. Hubungan ini juga linier, hal ini dijelaskan dengan uji F melalui output komputer Sig 0,000 < 0,05 Ini dapat dikatakan pula model regresi adalah model yang dapat mengestimasi profesionalitas guru yaitu pengaruh positif dan signifikan.

             Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah (X1) dan Motivasi Kerja (X2) Terhadap Profesionalitas Guru (Y). Untuk menguji besarnya pengaruh secara bersama kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionaitas guru secara bersama-sama digunakan analisis regresi linier berganda. Dengan bantuan software komputer program SPPS for Windows Releas 17 diperoleh output sebagai berikut:

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14.844 19.736 .752 .454
X1 .272 .224 .112 1.217 .227
X2 1.448 .212 .629 6.834 .000
a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan hasil analisis segresi linier berganda dengan menggunakan output komputer di atas diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut : Konstanta sebesar 14,844 koefesien kompetensi manajerial kepala sekolah (X1) sebesar 0,272 dan koefisien motivasi kerja (X2) sebesar 1,448 Dengan demikian persamaan garis regresinya adalah Y = 14,844 + 0,272X1 + 1,448X2. Persamaan garis regresi yang positif ini mengindikasikan bahwa semakin kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja semakin baik dalam menjalankan tugasnya maka profesionalitas guru akan meningkat pula.

           Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah (X1) dan Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Guru (Y). Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh garis persamaan regresi Y = 14,844 + 0,272X1 + 1,448X2. Hasil ini menunjukkan tanda yang positif ini adalah sesuai dengan teori dan dapat dimaknai bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja guru baik maka profesionalitas guru akan baik pula. Hasil persamaan garis regresi tersebut dapat pula dimaknai sebagai berikut : (1) konstanta bertanda positif ini menunjukan jika kedua variabel bebas tidak ada maka profesionalitas guru sebesar  14,844. (2) Jika variabel kompetensi manajerial kepala sekolah meningkat satu poin maka profesionalitas guru akan meningkat sebesar  0,272 dengan asumsi variabel motivasi kerja guru konstan. (3) Jika variabel motivasi kerja meningkat satu poin maka profesionalitas guru akan meningkat sebesar 1,448 dengan asumsi variabel kompetensi manajerial kepala sekolah konstan.

             Pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap profesionalitas guru menunjukkan hasil koefisien regresi yang positif dan signifikan. Adapun pengaruh secara bersama-sama variabel kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalitas guru sebesar 47,8%. Pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah sebesar 17,7%, sedangkan pengaruh motivasi kerja guru sebesar 46,8%. Kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalitas guru, hal ini karena kepala sekolah sebagai manajer di sekolahnya melaksanakan tugas dengan baik, maka profesionalitas guru akan meningkat pula.

             Mencermati pendidikan sebagai sebuah sistem maka  profesionalitas guru tidak terlepas dari kompetensi manajerial kepala sekolah dalam  headmaster dan top manjemen dalam mengelola sekolah dan memberdayakan guru. Semakin baik Kompetensi manajerial kepala sekolah  memberdayakan guru maka profesionalitas guru akan meningkat. Dalam kenyataan sebenarnya yang mempengaruhi profesionalitas guru tidak hanya kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja guru, masih banyak faktor lain dan sangat kompleks oleh karenanya faktor lain diluar model penelitian ini yang mempengaruhi profesionalitas guru sebesar 52,2%. Faktor diluar model regresi dan penelitian ini misalnya budaya sekolah, supervise, motivasi kerja, kepuasan kerja, kompetensi pedagogik dan lain sebagainya yang tidak diteliti.

 

KESIMPULAN

(1) Ada pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajaerial kepala sekolah terhadap profesionalitas guru sebesar 17,7%, pengaruh positif itu bahwa jika kompetensi manajerial kepala sekolah semakin baik maka profesionalitas guru semakin baik. (2) Ada pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap profesionalitas guru sebesar 46,8%, pengaruh positif itu bahwa jika motivasi kerja guru semakin baik maka profesionalitas guru semakin baik. (3) Ada pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap profesionalitas guru sebesar 47,8% pengaruh positif itu bahwa jika kompetensi manajerial kepala sekolah dan motivasi kerja guru semakin baik maka profesionalitas guru semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad,R.2008.Aplikasi Statistika untuk MenganalisisData Pendidikan. Semarang Unnes Press.

Hadi,S,1994.Analisis Regresi Ganda,Yogyakarta : BPFE UGM.

Manullang,M,2001.Manajemen Personalia. Yogyakarta : Gajahmada University Press.

Purwanto,N.1997.Administrasi dan SupervisiPendidikan.Bandung : Rosdakarya

Siagian,S.2003.Teori dan Praktek Kepemimpinan.Jakarta.Rineka Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.Jakarta : Depdiknas

 

BIODATA

Nama                         : Toto Ujiarto, S.Pd., M.Pd.

NIP                             : 19690830 199306 1 001

Pangkat                     : Pembina, IV.a

Jabatan                      : Kepala Sekolah

Unit Kerja                  : SD Negeri Sitanggal 04

Catatan                      : Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unnes

 


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *