PENGARUH PEMAKAIAN E-LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI SMP NEGERI 2 PURWOKERTO

BIODATA:
Nama : Eko Yudi Supriyanto, M.Kom
NIP : 19741208 200604 1 010
Unit Kerja : SMP N 2 Purwokerto

Abstrak

Pengembangan pendidikan menuju e-Learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-Learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu:

(1) kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi

(2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar

(3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pengajaran berbasis E-Learning berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.Kemampuan tenaga pengajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.

Kata Kunci:  e-Learning, motivasi, dan prestasi belajar

Pendahuluan

E-learning atau Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Jaya Kumar C. Koran (2002) e-learning adalah sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Sedangkan Rosenberg (2001) menjelaskan bahwa e-learning adalah sistem pembelajaran yang merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

Kemudahan teknologi tidak hanya untuk dilihat, bergaya, atau dirasakan saja. Teknologi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk meraih prestasi belajar yang baik. Contoh saja SMP Negeri 2 Purwokerto, adalah salah satu contoh lembaga pendidikan yang sedang berupaya menfaatkan tekonologi informasi ini dalam kegiatan belajar mengajarnya. Model pembelajaran e-learing mulai diaplikasikan sejak awal pembelajaran dengan harapan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, sehingga dilakukan penelitian pengembangan model pembelajaran e-learning dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Purwokerto.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengajaran berbasis e-learning, kemampuan tenaga pengajar, sarana dan prasarana, dan motivasi belajar siswa di SMP N 2 Purwokerto.

LANDASAN TEORI

E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola E-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa E-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pengembangan pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu:

1.E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi.

2.Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar

3.Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional (Rosenberg 2001), dengan demikian urgensi teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk pendidikan.

Tentu ini menimbulkan pertanyan tersendiri, apakah tidak akan terganggu proses belajar pelajar dengan adanya media E-learning ? Mungkin dampak positif lebih banyak ketimbang dampak negatif. Contoh dari dampak positifnya, dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Contoh dampak negatif, Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para siswa telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus.

Penggunaan media E-learning tidak hanya menimbulkan pengaruh dan dampak secara langsung pada orang yang sedang menggunakan fasilitas ini, tetapi juga secara tidak langsung pada orang lain dan lingkungan.
Sama dengan hal lainnya, penggunaan E-learning  tidak akan menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan sebagaimana mestinya, normal, dan tidak berlebihan.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Nasution (1996) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.

Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Adapun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap pengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan.

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

Sejalan dengan semakin tinggi intensitas dalam media E-learning, maka semakin banyak pula waktu di dunia nyata ditinggalkan.  Aktivitas lain seperti bermain, belajar atau bahkan bersosialisasi di dunia nyata telah bergeser ke dunia maya, karena aplikasi di dalam E-learning sangat memungkinkan kegiatan alam nyata itu dilakukan via E-learning.

Pengguna E-learning  dari tingkat pelajar merupakan media pembelajaran yang unik untuk di kaji. Pengguna E-learning  memiliki intensitas yang berbeda-beda. Dengan aplikasi yang ada, pelajar dapat belajar dimanapun tanpa harus duduk manis dikelas mereka.  Perbedaan intensitas ini memerlukan penelitian lebih lanjut, apakah media E-learning  mempunyai dampak terhadap prestasi belajar, mengingat sebagai pelajar juga mempunyai kewajiban utama yaitu belajar.

Munculnya e-learning berdampak besar pada dunia pendidikan. Pihak-pihak yang  paling berperan utama dalam dunia pendidikan pun  tidak  luput dari  dampak e-learning.  Para pelajar dan pendidik merasakan dampak dari penggunaan e-learning terhadap metode pengajaran yang digunakan. Mereka perlu melakukan adaptasi dalam cara pengajaran yang disampaikan yang tentunya berbeda dengan metode konvensional. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam menyediakan materi pembelajaran yang menarik untuk digunakan melalui sistem e-learning dan menggunakan fitur-fitur yang disediakan pada sistem e-learning dengan optimal dan efisien.  Institusi pendidikan juga merasakan dampak dari penggunaan e-learning, khususnya dalam hal biaya penyelenggaraan pendidikan. Institusi juga bertanggung jawab untuk mengadakan pelatihan kepada para tenaga pengajarnya dan menyediakan teknologi atau media yang menjadi landasan dari sistem e-learning yang digunakan.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran

 

METODOLOGI PENELITIAN

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar (Y) merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan.

Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari sistem pengajaran berbasis e-learning (X1)  yaitu model pembelajaran yang mensyaratkan sistem sederhana, personal dan cepat. Sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, personal  berarti pengajar dapat berinteraksi denganbaik seperti layaknya seorang guru yang berinteraksi di depan murid dan cepat. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola. Kemampuan tenaga pengajar (X2) Kemampuan tenaga pengajar adalah kesanggupan dan kecakapan seseorang yang berprofesi sebagai tenaga pengajar dalam memberikan pelajaran terhadap peserta didik, dengan menggunakan fasilitas e-learning. Sarana dan prasarana (X3) sarana dan prasarana adalah kelengkapan yang dimiliki oleh organisasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Motivasi belajar (X4) Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu dan menentukan kemampuan bertindak yang timbul setelah peserta didik menggunakan fasilitas e-learning.

Metode pengumpulan data dengan Interview, yaitu mengadakan tanya jawab langsung dengan responden. Kuisioner, yaitu memberikan daftar pertanyaan yang telah disediakan kepada responden untuk dijawab secara tertulis. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan langsung pada keadaan dan aktivitas perusahaan. Dokumentasi merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber atau buku, literatur, dokumen, arsip serta berbagai tulisan ilmiah yang berguna melengkapi data primer yang diperoleh.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Purwokerto dengan jumlah 384 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 50 persen dari jumlah populasi yaitu sebanyak 192 orang. Menurut Arikunto (1990), sampel dalam penelitian adalah sebanyak 50 persen dari jumlah populasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis SEM dengan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu (Ferdinand, 2005) :

HASIL DAN PEMBAHASAN

Diagram Alur

Berdasarkan kajian teori, maka dibuat diagram alur hubungan kausalitas antar konstruk beserta indikatornya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uji terhadap kesesuian model menunjukan bahwa model ini sesuai atau fit terhadap data yang digunakan dalam penelitian. Hal ini terlihat dari indeks RMSEA dan CMIN/DF berada dalam rentang nilai yang diharapkan, sedangkan GFI, Probability, AGFI, TLI dan CFI diterima secara marginal. Secara keseluruhan, uji kesesuaian model terlihat dalam tabel 4.6. sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjelasan lebih lanjut dari tabel 24. adalah sebagai berikut:

a.Nilai Chi-Square yang dihasilkan adalah sebesar 403,743. Angka ini diterima secara marginal, karena menghasilkan P sebesar 0,00 (dibawah 0,05). Sehingga hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara matriks kovarian populasi yang diestimasi dengan matriks kovarian sampel yang diterima. Jadi model yang dihipotesiskan sesuai dengan data.

b.Probability

Nilai probability yang dihasilkan adalah 0,000 dan nilai ini dibawah cut-of valuenya (0,05). Tetapi nilai ini masih dapat diterima dan model dapat diterima walaupun secara marginal. Hal ini mengindikasikan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara matriks kovarian data dan matriks kovarian yang diestimasi.

c.CMIN/DF (The Minimum Sample Of Discrepancy Funtion devide with Degree of Freedom)

Nilai CMIN/DF yang dihasilkan adalah sebesar 1,969 dan angka ini kurang dari 3,0 yang mengindikasikan acceptabel fit antara model dengan data. model dapat diterima dengan baik.

d.GFI (Goodness-of-Fit Index)

Nilai GFI yang dihasilkan adalah sebesar 0,841 dan nilai ini dibawah cut-of valuenya (0,90). Nilai GFI ini menunjukkan proporsi tertimbang dari varians dari matriks kovarian sampel yang dijelaskan oleh matriks populasi yang diestimasikan.

e.Nilai AGFI yang dihasilkan adalah sebesar 0,803 dan nilai ini dibawahcut-of valuenya (0,90). Tetapi nilai ini masih dapat diterima dan model dapat diterima walaupun secara marginal, karena nilai berada pada rentang 0,6-0,89. Nilai AGFI ini menunjukan proporsi tertimbang dari varians dalam matriks sampel yang dijelaskan oleh matriks populasi yang diestimasikan.

f.TLI (Tucker Lewis Index)

Nilai TLI yang dihasilkan sebesar 0,735 dan nilai ini dibawah nilai cut-of valuenya (0,95). Tetapi, nilai ini masih dapat diterima dan model dapat diterima walaupun dengan kategori marginal, karena masih berada pada rentang 0,6-0,90. Nilai TLI merupakan indeks yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model.

g.CFI (Comparative Fit Index)

Nilai CFI yang dihasilkan sebesar 0,765 dan nilai masih dibawah nilai cut-of valuenya (0,94). model dapat diterima  secara marginan dan mendekati kategori verry good fit. Nilai CFI merupakan indeks yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model.

h.RMSEA (The Root Mean Square Error of Approximation)

Nilai RMSEA yang dihasilkan adalah sebesar 0,071 dan nilai ini kurang dari 0,08. Model dapat diterima secara marginal dan mendekati kategori good fit. Hal ini menunjukan sebuah close fit dari model berdasarkan degrees of freedom dan hal ini juga mengindikasikan kelayakan dari error of approximation.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun pembahasan hasil pengujian hipotesis berdasarkan tabel 3.7. diatas adalah sebagai berikut:

a.Pengaruh Sistem Pengajaran terhadap Prestasi Belajar

Pada tabel 3.7 Nilai C.R untuk pengaruh variabel sistem pengajaran terhadap prestasi belajar adalah lebih besar dari nilai t tabel nya, C.R > t tabel (2,421 > 1,960). Oleh karena itu, hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh sistem pengajaran terhadap prestasi belajar signifikan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa sistem pengajaran berbasis E-Learning berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto, diterima.

b.Pengaruh Kemampuan Tenaga Pengajar terhadap Prestasi Belajar

Berdasarkan tabel 3.7 Nilai C.R untuk pengaruh variabel kemampuan tenaga pengajar terhadap prestasi belajar adalah lebih besar dari nilai t tabel nya (3,279> 1,960), karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol tidak dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh kemampuan tenaga pengajar terhadap prestasi belajar signifikan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa kemampuan tenaga pengajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto, diterima.

c.Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Prestasi Belajar

Berdasarkan tabel 3.7 diatas, melalui pengamatan terhadap nilai C.R, terlihat bahwa koefisien regresi secara signifikan tidak sama dengan nol, hal ini ditunjukan oleh nilai C.R yang lebih besar dari nilai t tabel (2,389 > 1.960), karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hubungan kausalitas dalam model dapat diterima. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto, diterima.

d.Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar

Pada tabel 3.7 melalui pengamatan terhadap nilai C.R dan  t tabel nya, terlihat bahwa C.R > t tabel nya (3,667 > 1,960). Oleh karena itu, hipotesis nol yang menyatakan bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hubungan kausalitas dalam model dapat diterima. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto, diterima.

KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas, maka dapat ditarik suatu   kesimpulan sebagai berikut:

1.Sistem pengajaran berbasis E-Learning berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto.

2.Kemampuan tenaga pengajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto.

3.Sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto.

4.Motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di SMP Negeri 2 Purwokerto.

Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan, peneliti menyarankan sebagai berikut.

1.Untuk meningkatkan sistem pengajaran berbasis E-learning SMP N 2 Purwokerto hendaknya guru dan siswa dimudahkan dalam memperoleh data.

2.Untuk meningkatkan kemampuan tenaga pengajar SMP N 2 Purwokerto hendaknya diadakan sosialisasi mengenai E-learning pada siswa dan guru.

3.Untuk meningkatkan sarana dan prasarana SMP N 2 Purwokerto hendaknya pihak sekolah melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dengan tanpa membebani orang tua siswa.

4.Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP N 2 Purwokerto hendaknya pihak sekolah dalam hal ini dewan guru membuat suatu metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 1990. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta, Jakarta.

Nasution, 1996. Sistem Pendukung e-Learning di Web. Jakarta: Peneliti Puslit Informatika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Jaya Kumar C. Koran, 2002. Aplikasi ”E- Learning” dalam pengajaran dan Pembelajaran Di Sekolah-Sekolah Malaysia: Cadangan Pelaksanaan Pada Senario Masa Kini, Pasukan Projek Rintis Sekolah Bestari Bahagian Teknologi Pendidikan, Kementrian Pendidikan Malaysia

Rosenberg, 2001. Building Succesful Online Learning in your Organization, The Knowledge Management Magazine Series.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *