PENGARUH PENGALAMAN MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL UJIAN NASIONAL

haripra

Abstrak

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pengalaman Mengajar Guru terhadap Hasil Ujian Nasional”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pengalaman mengajar guru terhadap hasil ujian nasional siswa di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode kausal komparatif. Populasinya adalah semua guru yang mengajar mata pelajaran yang di-UN-kan dan siswa kelas XII pada Program studi IPA dan IPS MAN Purwokerto 2 tahun pelajaran 2011/2012 sampai 2013/2014. Alat analisisnya adalah regresi kuadrat. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa : Pengalaman mengajar guru setelah dilakukan analisis dengan regresi kuadrat ditemukan adanya pengaruh pengalaman mengajar guru terhadap hasil ujian nasional. Namun berdasarkan kurva membentuk kurva parabola terbalik, di mana pada saat pengalaman mengajar guru sampai dengan 15 tahun menunjukkan adanya kenaikan hasil ujian nasional, dan setelah pengalaman mengajar guru di atas 15 tahun menunjukkan adanya penurunan hasil ujian nasional. Untuk meningkatkan hasil ujian nasional, sekolah perlu memberikan pelatihan-pelatihan, memanfaatkan forum MGMP membahas isu-isu terbaru tentang metode pembelajaran, dan guru-guru untuk selalu beradaptasi dengan teknologi, terutama guru-guru yang pengalaman mengajarnya mendekati 15 tahun.

Kata Kunci :  Pengalaman Mengajar Guru, Hasil Ujian Nasional.

PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan dan perubahan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan adalah hasil belajar siswa yang akan tercermin dari hasil ujian nasionalnya.

                 Menurut Winkel (1989), hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa dalam bentuk angka. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad (1980), hasil belajar siswa berarti ulangan, ujian atau tes, yang dimaksudkan untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa. Dari kedua pengertian tersebut, maka hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa perubahan dan pembentukan tingkah laku. Untuk mengetahui perubahan dan pembentukan tingkah laku tersebut, maka harus dilakukan evaluasi.

                 Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik yang telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan pada jalur sekolah/madrasah yang diselenggarakan secara nasional (Kemendiknas, 2003). Berdasarkan studi dokumentasi dari data kurikulum MAN Purwokerto 2, nilai rata-rata hasil ujian nasional yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran yang di-UN-kan, secara berturut-turut dari tahun pelajaran 2010/2011 sampai dengan 2013/2014 sebagai berikut : Nilai Rata-Rata Ujian Nasional MAN Purwokerto 2 Program Studi IPAdan IPS, tahun 2010/2011 = 7,45, tahun 2011/2012 = 6,88, tahun 2012/2013 = 6,18, dan tahun 2013/2014 = 5,94.

            Dengan melihat perolehan hasil ujian nasional di MAN Purwokerto 2 di atas diketahui bahwa nilai rata-rata pada siswa program studi IPA dan IPS secara terus-menerus  mengalami penurunan, artinya hasil ujian nasional selama 3 tahun terakhir belum sesuai harapan siswa, guru maupun sekolah/madrasah. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa penting sekali untuk diketahui, agar guru dan sekolah/madrasah dapat menyampaikan materi pelajaran secara efektif dan efisien dan membantu siswa dalam mencapai hasil belajar seoptimal mungkin.

                 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, menurut Nana Sudjana (2005) adalah : (1) faktor dari dalam diri siswa, seperti ; motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, faktor fisik dan psikis (2) faktor dari luar diri siswa atau lingkungan, seperti ; kualitas pengajaran. Menurut Sunarto (2009), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain : (1) faktor intern, yaitu ; kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, dan motivasi (2) ekstern, seperti ; keadaan lingkungan belajar, keadaan lingkungan sekolah, dan keadaan lingkungan masyarakat, sedangkan menurut Munadi dalam Rusman (2012), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, meliputi : (1) internal yang terdiri dari ; (a) faktor fisiologis, seperti ; kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah atau capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya (b) faktor psikologis, seperti ; intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif, dan daya nalar peserta didik. (2) faktor eksternal, terdiri dari ; (a) faktor lingkungan, meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial (b) faktor instrumental, terdiri dari ; kurikulum, sarana, dan guru.

Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, maka peran BK, guru mata pelajaran, dan pihak sekolah/madrasah  harus benar-benar memperhatikan keadaan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya pemberian metode pengajaran yang variatif guna mencapai hasil belajar yang optimal.

Guru sebagai salah satu unsur dalam proses belajar mengajar memiliki multi peran, tidak terbatas hanya sebagai pengajar yang melakukan transferof knowledge, tapi juga sebagai pembimbing yang mendorong, mengembangkan, dan memobilisasi potensi siswa dalam belajar. Artinya guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang komplek terhadap pencapaian tujuan pendidikan, di mana guru dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat pengetahuan, dan keterampilan teknis mengajar yang diperoleh dari pengalaman mengajarnya, namun guru juga dituntut untuk menampilkan kepribadian yang mampu menjadi teladan bagi siswa.

Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan, dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebut akan tercermin dalam hasil ujian nasionalnya. Banyak aspek-aspek yang berpengaruh pada keberhasilan siswa, hal di atas menjadi alasan peneliti untuk mengkaji dan menganalisis adanya pengaruh pengalaman mengajar guru  terhadap hasil ujian nasional di MAN Purwokerto 2  Kabupaten Banyumas.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Ujian Nasional menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Pasal 1 Ujian  Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi  peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan menengah. Pasal 2 Ujian Nasional  bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Ujian Nasional dapat diartikan juga dengan puncak dari segala proses belajar di  bangku sekolah yang sangat menentukan bagaimana dan apa yang telah diperoleh selama  peserta didik belajar dan menerima pelajaran dari para pendidik.

Suyitno (1997) menyatakan bahwa “pengalaman mengajar adalah lamanya guru mengajar pelajaran. Seorang guru yang banyak pengalamannya dalam mengajarkan lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar akan lebih berkualitas”.

Dasuki (2008), pengalaman mengajar adalah masa kerja sebagai guru, masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS pada jenjang, jenis, dan satuan pendididkan tertentu. Pasal 2 Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 ayat 3 butir c, yaitu “Pengalaman mengajar adalah masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang (dapat dari pemerintah dan atau kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan).

Hipotesis pada penelitian ini adalah Pengalaman mengajar guru berpengaruh positif dan sinifikan terhadap hasil ujian nasional di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif. Klasifikasi penelitian menurut metode dapat diklasifikasikan menjadi ; penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, dan penelitian eksperimental (Kuncoro, 2003). Penelitian ini termasuk jenis penelitian kausal komparatif, yaitu penelitian yang menunjukkan pengaruh atau arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Lokasi penelitian ini adalah di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas. Objek penelitian adalah siswa kelas XII MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2011/2012 sampai dengan tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 913 siswa dan guru mata pelajaran yang di-UN-kan sebanyak 36 orang.

Sumber data menurut Cooper (1996) ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari data kurikulum MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas dari tahun pelajaran 2011/2012 sampai dengan tahun pelajaran 2013/2014. Populasi menurut Arikunto (1992:102), populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono (2002:55) mengemukakan, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Dalam penelitian ini semua populasi dijadikan sebagai subjek atau responden penelitian, yaitu seluruh siswa kelas XII MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2011/2012 sampai tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari siswa program studi IPA dan IPS.

Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah sumber data yang diperoleh dari pihak pertama atau responden dan langsung. Data ini menyangkut tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman mengajar guru yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak kedua yaitu data dari kurikulum dan Administrasi Guru dan Karyawan MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Pengujian ini menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil uji Kolmogorov Smirnov dengan bantuan program komputer SPSS dihasilkan bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,191 > nilai alfa (0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua variabel berdistribusi normal.

            Uji Multikolinieritas diukur melalui Variance Inflation Factor (VIF) dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS. Didapat bahwa nilai VIF pada output Coefficients nilainya kurang dari 10. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam model penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinieritas.

Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Glejser, yaitu dengan meregresikan variabel bebas dengan absolut residual-nya. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS, dihasilkan  bahwa hasil uji t  dengan nilai Sig. memiliki nilai lebih besar dari nilai alfa (0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkam bahwa dalam model penelitian ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.

Uji Otokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Runs Test. Hasil output dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS, dihasilkan  bahwa hasil uji Runs Test menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,518 > nilai alfa (0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model dalam penelitian ini tidak terdapat gejala otokorelasi.

Analisis regresi kuadrat yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Pengalaman Mengajar Guru (Y1) terhadap Nilai Ujian Nasional (X1) dengan bantuan program komputer SPSS, seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1 : Hasil Analisis Regresi Kuadrat dengan SPSS

Variabel Independen

Variabel Dependen Rata-Rata Hasil Ujian Nasional (Y1)
Koefisien Regresi

t hitung

 

Pengalaman Mengajar Guru  (X1)

Pengalaman Mengajar Guru (X1)2

 

2,851

-2,793

 

3,553 (Sig.= 0,001)

-3,481 (Sig.=0,001)

R2 0,277
Adjusted R2 0,233
Standard Error of Estimate 0,85840
F hitung 6,312 (Sig.= 0,005)

Sumber : Data Sekunder yang diolah, 2015.

Berdasarkan hasil output SPSS seperti terlihat pada  tabel 1 dapat dirumuskan hasil analisis sebagai berikut:

Hipotesa yang menyatakan bahwa pengalaman mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil ujian nasional di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas, Ho ditolak dan Ha diterima, sebab nilai sig. 0,001 < nilai alfa 0,05.

Nilai koefisien korelasi dari hasil analisis ini adalah sebesar 0,526 dan nilai koefisien determinasi dari hasil analisis ini adalah sebesar 0,277.

Persamaan Regresi Kuadrat  :

Ŷ1 = 3,861 + 0,415X1 – 0,014X12

Berdasarkan persamaan regresi kuadratik di atas, maka untuk memprediksi nilai Ŷ1 maksimum adalah sebagai berikut :

Ŷ1 = 0,415 – 0,028X1

Titik maksimum didapat apabila Ŷ1 = 0, maka X1 dapat dicari ;

0,415 = 0,028X1 artinya nilai koefisien maksimun didapat pada saat X1 = 14,82.  Yaitu pada saat pengalaman mengajar guru mencapai 14,82 tahun. Sedangkan untuk mengetahui nilai Ŷ1 pada X1 maksimum maka dapat dihitung :

Ŷ1 = 3,861 + 0,415X1 – 0,014X12

    = 3,861 + 0,415.14,82 – 0,014.14,822

    = 3,861 + 6,1503 – 3,075

    = 6,936

Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Ŷ1 sebesar 6,936 artinya pada saat pengalaman mengajar guru mencapai 14,82 tahun, maka nilai rata-rata ujian nasional mencapai 6,936 seperti yang terlihat pada gambar berikut.

grafik-mengajar

Gambar 1 : Kurva Pengaruh Pengalaman Mengajar Guru   terhadap Rata- Rata Hasil Ujian Nasional.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa : Pengalaman mengajar guru secara kuadrat berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil Ujian nasional di MAN Purwokerto 2 Kabupaten Banyumas sampai maksimum 15 tahun. Artinya semakin lama pengalaman mengajar guru sampai 15 tahun akan meningkatkan  hasil ujian nasional siswa, setelah 15 tahun menunjukkan adanya penurunan hasil ujian nasional.

Saran

Berdasarkan simpulan di atas, maka dapat diberikan saran bahwa : Sekolah diharapkan dapat memberikan kegiatan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengalaman mengajar guru untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan dalam melaksanakan tugas mengajarnya terutama guru-guru yang pengalaman mengajarnya mendekati 15 tahun, memanfaatkan forum MGMP untuk sharing dengan membahas isu-isu terbaru tentang metode pengajaran, guru-guru untuk selalu beradaptasi dengan teknologi dan guru yang mengajar mata pelajaran yang di-UN-kan, sebaiknya guru-guru yang pengalaman mengajarnya telah mencapai 12 – 16 tahun, sehingga akan diperoleh hasil ujian nasional yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian, suatu Pendekatan Praktek, Bina Aksara, Jakarta.

Cooper, D.R. dan C.W. Emory. 1996. Metode Penelitian Bisnis, Edisi kelima, alih bahasa Widyono Soetjipto, Erlangga, Jakarta.

Dasuki, Achmad, dkk. 2008, Sertifikasi guru dalam jabatan Buku I Pedoman penetapan peserta, Depdiknas, Jakarta.

Mudrajat, Kuncoro. 2003. Metode Riset untuk Bisnis  & Ekonomi, Erlangga, Jakarta.

Permendiknas Nomor 18 Tahun2007. Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan,Jakarta.

                        ,Nomor 77 Tahun 2008, Tentang Ujian Nasional SMA/MA, Jakarta.

Sugiyono. 2002. Metode Penelitian Kualitatif Kualitatif dan R & D, Alfabeta, Bandung.

Sunarto, 2009. Pengertian Prestasi Belajar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Surakhmad, W. 1980. Interaksi Belajar Mengajar, Jemmars, Bandung.

Suyitno, Amin. 1997, Dasar-dasar Proses Pembelajaran Matematika I, Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNNES, Semarang.

Winkel, W.S. 1989. Psikologi Pengajaran, (Edisi Revisi),Grasindo, Jakarta.

BIODATA

Nama               :  Drs. Hari Prasetio, MM.

NIP.                  :  196703251998031003

Gol/Ruang       :  Pembina/IV/a

Unit Kerja        :  MAN Purwokerto 2 Kab. Banyumas




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *