PENGARUH SERTIFIKASI GURU TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 2 RAWALO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016

BIODATA

Nama               : Sokhibul Ikhsan, S.Ag

NIP                 : 19730123 200701 1 008

Pangkat, Gol. : Penata, III/c

Unit Kerja       : SMP Negeri 2 Rawalo

e-mail              : Sokhibuli@yahoo.co.id

ABSTRAK

Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji

1) pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru, dan

2) pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas Tahun 2016.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua guru yang sudah bersertifikat pendidik di SMP Negeri 2 Rawalo, yang berjumlah 15 orang guru. Data dikumpulkan dengan mengunakan instrumen  angket atau kuesioner, lembar observasi, lembar wawancara, dokumentasi.

Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan regresi dengan bantuan aplikasi program Statistical Package for the Social Sciences (lebih lazim dikenal dengan singkatan SPSS) versi 20.

Secara deskriptif hasil penelitian menunjukan motivasi kerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata 143,5 (79,7%) dari skor maksimal yang seharusnya 180 (100%). Dari 15 orang guru yang sudah sertifikasi, 6 orang memiliki motivasi kerja sangat baik, sedangkan 9 orang lainnya memiliki motivasi kerja baik.

Kinerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata 39,8 (88,5%) dari skor maksimal yang seharusnya 45 (100%). Dari 15 orang guru yang sudah sertifikasi, 1 orang memiliki kinerja baik, sedangkan 14 orang lainnya memiliki kinerja sangat baik.

Dari hasil penelitian dengan uji regresi aplikasi SPSS versi 20 menunjukkan bahwa sertifikasi guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja guru, yaitu sebesar 67,7%, sertifikasi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru yaitu sebesar 27%.

Kata Kunci : Sertifikasi Guru, Motivasi Kerja, Kinerja Guru

A.PENDAHULUAN

1.Latar Belakang Masalah

Dalam Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Tugas keprofesionalan guru dalam Undang-Undang tersebut adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Tugas pokok guru yang diwujudkan dalam kegiatan belajar mengajar serta tugas-tugas guru dalam kelembagaan merupakan bentuk kinerja guru. Apabila kinerja guru meningkat, maka berpengaruh pada peningkatan kualitas keluaran atau outputnya.

Agar profesionalisme guru dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, maka perlu ditingkatkan motivasinya. Guru yang mempunyai motivasi kerja tinggi maka ia akan bekerja dengan keras, tekun, senang hati dan dengan dedikasi tinggi sehingga hasilnya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Di sisi lain salah satu upaya pemerintah dalam rangka peningkatan mutu dan motivasi kerja guru adalah melalui program sertifikasi. Rasionalnya adalah apabila kompetensi guru baik dengan diikuti dengan penghasilan yang baik, diharapakan kinerjanya juga baik. Kinerja guru yang baik maka secara otomatis akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar yang baik pula. Proses belajar mengajar yang baik dapat membuahkan pendidikan yang bermutu.

Program sertifikasi guru bertujuan untuk:

1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional;

2) peningkatan proses dan mutu hasil pendidikan;

3) peningkatan profesionalisme guru (Farida Sarimaya, 2008:12). Idealnya, seorang guru yang sudah sertifikasi memiliki motivasi kerja yang tinggi dan memiliki kinerja yang maksimal.

Di SMP Negeri 2 Rawalo, melalui pengamatan sehari-hari pada kenyataannya masih ada guru yang sudah sertifikasi namun belum menunjukkan adanya motivasi kerja dan kinerja sesuai tuntutan undang-undang. Hal itu ditandai dengan adanya beberapa indikator antara lain:

1) hadir dan pulang sekolah belum sesuai aturan jam kerja;

2) meninggalkan kelas saat jam pelajaran tanpa alasan yang jelas;

3) kurang persiapan dalam proses belajar mengajar;

4) belum membuat perencanaan pembelajaran secara mandiri;

5) ketika dilakukan supervisi, masih ada guru yang administrasi pembelajarannya belum lengkap.

Hal-hal di atas menjadi indikasi bahwa di SMP Negeri 2 Rawalo masih ada guru yang sudah bersertifikat namun belum menunjukkan dan belum memiliki motivasi kerja dan kinerja yang maksimal sebagaimana seharusnya.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka saya melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Sertifikasi Guru Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas Tahun 2016.

2.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Adakah pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo?

2.Berapa besar pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo?

3.Adakah pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru SMP Negeri 2 Rawalo?

4.Berapa besar pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru SMP Negeri 2 Rawalo?

3.Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk mengetahui:

1.Pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo.

2.Besaran pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo

3.Pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo.

4.Besaran pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo.

B.KAJIAN PUSTAKA

1.Kerangka Teori

Untuk memberikan gambaran secara umum tentang ruang lingkup yang akan dibahas dalam penelitian ini, di bawah ini akan dijelaskan kerangka teori sebagai berikut:

a.Pengaruh

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang (Daryanto, 1997:484).

b.Sertifikasi Guru

Sertifikasi guru adalah proses pemrolehan sertifikat pendidik oleh seseorang yang telah bertugas sebagai guru pada satuan pendidikan. Sertifikat pendidik merupakan bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional (Departemen Agama, 2007:14). Adapun indikator sertifikasi guru adalah:

1) Peningkatan kualitas kerja;

2) Kinerja pascasertifikasi;

3) Pengaruh sertifikasi; dan

4) Motivasi mendapat sertifikasi

c.Motivasi Kerja

Motivasi kerja adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter, dan imbalan non moneter yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif, yang mana tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan (Winardi, 2002: 6).

Amirullah menjelaskan, motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Amirullah, 2002:146).

Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan bekerja individu atau kelompok terhadap pekerjaan guna mencapai tujuan.

Indikator motivasi kerja meliputi:

1) Tanggung Jawab;

2) Disiplin Kerja;

3) Kebutuhan;

4) Penghargaan;

5) Bakat dan minat;

6) Kerjasama/Sosialisasi;

7) Berorientasi Masa Depan;

8) Keuletan;

9) Tingkat  Presensi;

10) Pencapaian Prestasi;

11) Dorongan untuk Mencapai Kemajuan

d.Kinerja Guru

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kinerja adalah

a. sesuatu yang dicapai,

b. prestasi yang diperlihatkan, dan

c. kemampuan kerja.

Kinerja guru merupakan kemampuan kerja yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pengajar yang profesional. Kinerja guru yang dimaksud di sini ialah kinerja dalam proses pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

Jadi yang dimaksud dengan judul Pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja dan kinerja guru SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas adalah bahwa ada nilai positif atau signifikan antara sertifikasi terhadap dorongannya untuk melakukan suatu pekerjaan atau tindakan sehingga memberikan prestasi kerja atau hasil kerja yang sesuai dengan yang diinginkan atau yang telah ditetapkan, yang digambarkan dengan adanya signifikansi pengaruh sertifikasi terhadap motivasi kerja dan kinerja guru SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas.

Indikator kinerja meliputi:

1) Menyusun perencanaan pembelajaran;

2) Kemampuan mengajar;

3) Melakukan penilaian;

4) Melakukan umpan balik;

5) Menyusun program remedial.

2.Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Kerangka berfikir merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi obyek permasalahan (Sugiyono, 2009: 60).

Kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin salah, sehingga dapat dianggap atau dipandang sebagai konskluasi atau kesimpulan yang sifatnya sementara, sedangkan penolakan atau penerimaan suatu hipotesis tersebut tergantung dari hasil penelitian terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan (Sugiyono, 2010: 76).

Hipotesis dalam penelitian sebagai berikut:

1.Terdapat pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo.

2.Terdapat pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo.

C.METODE PENELITIAN

1.Pendekatan, Jenis dan Rancangan Penelitian

a.Pendekatan

Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diambil dalam bentuk angka dan diproses secara statistik,  lalu dideskripsikan secara deduksi, berangkat dari teori-teori umum, dengan menguji validitas keberlakuan teori tersebut ditariklah kesimpulan, kemudian dijabarkan secara deskriptif, dan hasilnya akan diarahkan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh untuk menjawab rumusan masalah.

b.Jenis Penelitian

Berdasarkan tempatnya, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dari objek penelitian berupa tempat sebagai sumber data, sedangkan studi pustaka digunakan untuk melakukan pengumpulan data dari berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Berdasarkan tekniknya penelitian ini termasuk penelitian survei (Survey Research), karena tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

c.Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif korelasional dengan satu variabel bebas (independent variable) yaitu sertifikasi guru (X) dan dua variabel terikat (dependent variable) yaitu motivasi kerja guru (Y1) dan kinerja guru (Y2).

Hubungan antara variabel tersebut dapat digambarkan pada rancangan penelitian berikut ini:

 

 

 

 

 

 

 

2.Subyek, Populasi, dan Sampel

a.Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah seluruh guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas, berjumlah 15 orang. Sedangkan obyek penelitiannya adalah berhubungan dengan masalah sertifikasi, motivasi kerja dan kinerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas.

b.Populasi

Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, segala, nilai, paristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-obejk ini dapat menjadi sumber data penelitian (Burhan Bungin, 2006, 100).

Arikunto mengemukakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penenlitiannya merupakan penelitian populasi, studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus (Suharsimi Arikunto, 2013:173).

Dalam penelitian ini jumlah guru di SMP Negeri 2 Rawalo yang sudah sertifikasi sebanyak 15 orang, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang sudah sertifikasi yaitu sebanyak 15 orang guru.

c.Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118).

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Yang dimaksud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi (Suharsimi Arikunto, 2013: 174-175).

Karena populasi dalam penelitian ini kurang dari 100 maka penelitian ini tidak menggunakan sampel dan sampling, sehingga disebut dengan penelitian populasi.

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah seluruh guru di SMP Negeri 2 Rawalo pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 20 orang. Dari jumlah tersebut, 15 orang sudah sertifikasi, sehingga jumlah populasi dalam penelitian ini 15 orang, sebagaimana digambarkan pada tabel berikut:

 

 

 

 

 

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang sudah bersertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo yaitu sebanyak 15 orang. Karena jumlah populasi hanya 15 orang (kurang dari 100) maka semua anggota dijadikan sebagai objek penelitian, sebagaimana dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi atau total sampling.

3.Metode Pengumpulan Data.

Metode pengumpulan data adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang standar (Suharsimi Arikunto, 2013: 222). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan beberapa instrumen sebagai berikut:

a.Observasi, yaitu pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang diinginkan. Observasi merupakan cara yang penting untuk mendapatkan informasi yang pasti tentang orang, karena apa yang dikatakan orang belum tentu sama dengan apa yang dikerjakan (Sugiyono, 2010: 235).

b.Dokumentasi, dilakukan dengan cara mencari data tentang hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data nama guru yang sudah bersertifikat pendidik, pola sertifikasi guru (portofolio atau PLPG) dan tahun lulus sertifikasi. Adapun data tentang guru dan latar belakang pendidikan didapat dari dokumentasi profil sekolah dan berkas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) semester 2 tahun 2016.

c.Angket atau Kuesioner

Sugiyono memberikan penjelasan bahwa kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142).

Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini bersifat langsung dan tertutup, maksudnya angket yang berisi daftar pernyataan diberikan langsung kepada subyek penelitian (guru), dan dalam mengisi angket diharuskan memilih salah satu jawaban yang telah disediakan. Metode angket ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden (guru) mengenai sertifikasi, motivasi dan kinerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo. Sebelum kuisoner dibuat terlebih dahulu dibuat kisi-kisi untuk setiap variabel. Dari ketiga variabel dibuat skala penilaian dengan rentang jawaban 1 sampai dengan 4, dan instrumen dikembangkan berdasarkan indikator yang ada.

4.Teknik Analisis Data

a.Uji Validitas, adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Sugiyono, 2009: 168). Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Melalui uji validitas dapat diketahui tingkat ketepatan suatu instrumen yang disusun untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Untuk pengujian ini digunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) versi 20 16 for windows.

b.Uji Reliabilitas, adalah menunjuk pada tingkat keterdalaman sesuatu. Data yang reliabel adalah data yang dihasilkan dapat dipercaya dan diandalkan. Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Sugiyono, 2009: 178). Butir-butir instrumen yang valid digunakan untuk alat pengukuran dalam penilaian, sedangkan butir instrument yang tidak valid dibuang.

Kuesioner variabel X (Sertifikasi Guru) terdiri dari 30 item, variabel Y1 (Motivasi Kerja Guru), terdiri dari 70 item, variabel Y2 (Kinerja Guru) terdiri dari 52 item. Masing-masing variabel memiliki 4 alternatif jawaban yaitu A = selalu, diskor 4, B = sering, diskor 3, C = Kadang, diskor 2, D = tidak pernah, diskor 1.

Kisi-kisi instrumen dibuat berdasarkan indikator-indikator yang sudah ditentukan.

c.Uji linearitas, bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Apabila nilai signifikansinya > 0,05 maka disimpulkan bersifat linear, dan apabila nilai signifikansinya < 0,05 maka disimpulkan tidak linear.

d.Analisis regresi

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh atau hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu antara sertifikasi guru (X) dengan motivasi kerja (Y1) dan kinerja guru (Y2).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.HASIL PENELITIAN

1.Daftar guru SMP Negeri 2 Rawalo yang sudah sertifikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.Motivasi Kerja Guru di SMP Negeri 2 Rawalo.

Data motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo diperoleh dari rekap hasil pengisian angket atau kuesioner. Dari 45 butir pernyataan yang valid, dengan 4 alternatif jawaban: Selalu (SL) = skor 4, Sering (SR) = skor 3, Kadang-kadang (KD) = skor 2, Tidak Pernah (TP) = skor 1, dengan jumlah skor maksimal 4 x 45 = 180, jumlah skor minimal 1 x 45 = 45, diperoleh data sebegai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data di atas diketahui tingkat motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo secara umum sudah sangat baik (skor rata-rata 143,5), dengan rincian dari 15 guru yang sudah sertifikasi, 6 orang memiliki motivasi kerja sangat baik, sedangkan 9 orang lainnya memiliki motivasi kerja baik.

3.Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Rawalo.

Deskripsi kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo dilihat dari rekap lembar observasi Skala Guttman, dimana hanya ada 2 alternatif jawaban yakni “ya” dan “tidak”. Ada 45 butir pernyataan dengan 2 alternatif jawaban: Ya = skor 1, dan Tidak  = skor 0, dengan jumlah skor maksimal 1 x 45 = 45, jumlah skor minimal 0 x 45 = 0.

Dari rekap lembar observasi diperoleh data sebegai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel di atas diketahui bahwa kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo secara umum sudah sangat baik. Dari 15 guru yang sudah sertifikasi, hanya 1 orang yang memiliki kinerja baik, 14 orang lainnya memiliki kinerja yang sangat baik.

E.HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

1.Hasil Analisis Data.

Analisis data yang telah dilakukan adalah dengan melakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas dan regresi terhadap instrumen kuesioner. Standar kevalidan dan kereliabilitasan suatu instrumen penelitian ditentukan oleh angka koefisien korelasi dan koefisien reliabilitas. Apabila angka koefisien korelasi sama dengan 0,3 atau lebih maka butir instrumen dinyatakan valid. Begitu pula suatu instrumen dinyatakan reliabel apabila angka koefisien reliabilitasnya minimal 0,6 (Sugiyono, 2014: 220).

a.Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen variabel X (sertifikasi guru), variabel Y1 (motivasi kerja guru, dan variabel Y2 (kinerja guru) menunjukkan sudah valid dan reliabel untuk digunakan sebagai instrumen pengumpulan data.

b.Hasil uji normalitas instrumen variabel X (sertifikasi guru) terhadap motivasi kerja guru (Y1) dan terhadap variabel Y2 (kinerja guru) menunjukkan sudah normal dan ada pengaruh yang signifikan, dengan angka signifikansi yang diperoleh > 0,05.

c.Hasil uji regresi instrumen variabel X (sertifikasi guru) terhadap motivasi kerja guru (Y1) dan terhadap variabel Y2 (kinerja guru) menunjukkan besaran yang berbeda. Variabel bebas dinyatakan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat jika nilai pada tabel koefisien sig. < α yaitu 0,000 < 0,05. Sedangkan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat ditentukan oleh angka yang diperoleh dari tabel Model Summary R Square. Dari hasil uji regresi diperoleh angka dari tabel Model Summary R Square 0,677, ini berarti bahwa besarnya pengaruh sertifikasi guru (X) terhadap motivasi kerja (Y1) adalah 67,7%. Sedangkan pada tabel Model Summary R Square variabel X terhadap Y2 adalah 0,277. Ini berarti bahwa besarnya pengaruh sertifikasi guru (X) terhadap kinerja guru (Y2) adalah 27,7%.

2.Pembahasan Hasil Penelitian

a.Pengaruh Sertifikasi Guru terhadap Motivasi Kerja Guru.

Terdapat pengaruh yang signifikan sertifikasi guru terhadap motivasi kerja guru yaitu sebesar 67,7%. Hal ini berarti bahwa sertifikasi memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi kerja para guru di SMP Negeri 2 Rawalo Kabupaten Banyumas. Apabila sertifikasi guru terlaksana dengan baik dan diikuti dengan niat yang positif, maka ke depannya akan mampu meningkatkan motivasi kerja guru menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika motivasi kerja baik maka diharapkan bisa meningkatkan kinerja menjadi lebih baik pula.

b.Pengaruh Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru.

Besarnya pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru adalah 27,7% sedangkan 72,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hal ini berarti bahwa kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo lebih dominan dipengaruhi oleh faktor lain di luar sertifikasi.

Kinerja guru dalam hal merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran memang sudah menjadi “kewajiban” dan merupakan tugas pokok dan fungsi guru. Sehingga kinerja guru dalam hal-hal tersebut secara logika harus sudah baik dan dilaksanakan secara rutin dari awal meskipun belum sertifikasi, tanpa harus melalui sertifikasi.

F.SIMPULAN DAN SARAN

a.Simpulan

-Motivasi kerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata 143,5 (= 79,7%) dari skor maksimal yang seharusnya 180 (= 100%). Dari 15 orang guru yang sudah sertifikasi, 6 orang memiliki motivasi kerja sangat baik, dan 9 orang lainnya memiliki motivasi kerja baik.

-Sertifikasi guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo. Besarnya pengaruh sertifikasi guru terhadap motivasi kerja adalah 67,7% sedangkan 32,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

-Kinerja guru yang sudah sertifikasi di SMP Negeri 2 Rawalo termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata 39,8 (= 88,5%) dari skor maksimal yang seharusnya 45 (= 100%). Dari 15 orang guru yang sudah sertifikasi, 1 orang memiliki kinerja baik, sedangkan 14 orang lainnya memiliki kinerja sangat baik

-Sertifikasi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di SMP Negeri 2 Rawalo. Besarnya pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru adalah 27,7% sedangkan 72,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

b.Saran

-Kepada guru yang telah lulus sertifikasi, hendaknya selalu meningkatkan kualitas dirinya sehingga dapat menjadi lebih kreatif, inovatif dan semangat dalam mengajar.

-Untuk lebih meningkatkan kinerja, guru SMP Negeri 2 Rawalo yang telah lulus sertifikasi diharapkan untuk:

1.menjadi contoh bagi rekan kerjanya dan siswa di sekolah, maupun di masyarakat

2.mampu menyusun rencana program kegiatan pembelajaran, mengembangkan silabus, RPP dan perangkat KBM lainnya dengan baik.

3.pada saat KBM guru selalu berusaha sebaik-baiknya untuk menciptakan pembelajaran yang PAIKEM, agar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

4.Kepada kepala sekolah dan pengawas, agar selalu memberikan motivasi, pengarahan, bimbingan dan pantauannya kepada guru, terutama yang sudah sertifikasi agar lebih profesional dan lebih meningkat kinerjanya.

5.Bagi guru yang belum lulus sertifikasi agar tetap meningkatkan kedisiplinannya, selalu bersungguh-sungguh dan bertanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan kepadanya, tetap berusaha menjadi guru yang profesional dengan selalu meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah dan Rindyah Hanafi. 2002. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Burhan Bungin. 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Daryanto.1997. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Surabaya: Appolo.

Direktorat Pendidikan Madrasah. 2007. Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan. Departemen Agama: Jakarta.

Sarimaya, Farida. 2008. Sertifikasi Guru Apa, Mengapa dan Bagaimana. Bandung: Yrama Widya.

Sugiyono. 2009. Metode penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Winardi. 2002. Interaksi dan Permotivasian dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *