PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN NILAI ULANGAN HARIAN SISWA KELAS IX D DI SMP NEGERI 1 LUMBIR PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

 

BIODATA
Nama : Adi Suyatno, S.Pd.
NIP : 19661103 200801 1 004
Pangkat/Gol : Penata / III/c
Unit Kerja : SMP negeri 1 Lumbir
No. HP : 081226738588
E-mail : Adi19661103@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbir, bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran Matematika. Pembelajaran Matematika dengan penggunaan alat peraga diharapkan dapat meningkatkan Nilai Ulangan Harian siswa sekaligus minat belajar Matematika. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian siswa kelas IX D di SMP Negeri 1 Lumbir. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan alat peraga di kelas IX D. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan cara diskusi kelompok. Hasil penelitian pada prasiklus siswa masih terlihat canggung dalam menggunakan alat peraga, dan bingung serta sebagian ada yang kurang memperhatikan guru. Pada siklus 1 tampak siswa mulai bisa menggunakan alat perga biarpun ada yang kurang persiapan membawa alat-alat, sehingga masih ada yang pinjam kesana kemari. Mulai tampak keberanian untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Pada siklus 2 siswa sudah bisa menggunakan alat peraga dengan baik karena sudah dipersiapkan dari awal, sehingga dalam pelaksanaannya dapat lebih bagus dan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Peningkatan prestasi belajar ditunjukan dengan keaktifan siswa, juga ditunjukan dengan ketuntasan belajar secara klasikal naik dari 28,1 % pada prasiklus menjadi 38% pada siklus 1, dan menjadi 68,8% pada siklus 2, sedangkan rata-rata prestasi belajar siswa naik dari 64,4 pada prasiklus menjadi 65,3 pada siklus 1 dan  75,9 pada siklus 2. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa belajar menggunakan alat peraga dapat meningkatkan nilai ulangan harian yang ditandai semakin aktif siswa dalam pembelajaran Matematika yang berdampak pada prestasi belajar siswa.

Kata Kunci : Penggunaan alat peraga, Diskusi kelompok, Nilai Ulangan Harian

LATAR BELAKANG

Belajar ilmu matematika adalah belajar suatu konsep untuk membuktikan suatu fakta dan realita, untuk menemukan suatu konsep terhadap apa yang disampaikan terhadap siswa, ternyata tidak mudah, seperti  halnya dalam mempelajari volume dan luas bangun ruang sisi lengkung. Untuk menentukan luas sisi bola misalnya, jika penjelasan hanya berupa gambar sederhana di papan tulis serta keterangan yang bersifat verbal belum dapat menghasilkan pemahaman yang komprehensif, para siswa sangat kesulitan untuk memahaminya.

Media pembelajaran menggunakan alat peraga sesuai dengan bangun yang sebenarnya diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Melalui pembelajaran menggunakan alat peraga konsep matematika yang masih abstrak dapat dipergakan secara visual sesuai dengan bangun yang sebenarnya, sehingga siswa dapat menentukan rumus – rumus bangun ruang sisi lengkung dengan lebih mudah.

Di SMP Negeri I Lumbir mayoritas pembelajaran matematika menggunakan metode ceramah, hal ini disebabkan masih terbatasnya alat peraga matematika yang memadai, sehingga penggunaan alat peraga bagi siswa akan terkesan lebih mendalam dan memotivasi untuk belajar matematika lebih menyenangkan.

Melalui penggunaan alat perga berupa bangun ruang sisi lengkung yang sesuai dengan bangun ruang yang sesungguhnya, para siswa dapat langsung menemukan rumus luas sisi bola misalnya menggunakan buah jeruk yang diambil kulitnya atau menggunakan bola plastik, yang selanjutnya siswa menyelesaikan Lembar Kerja Siswa ( LKS ) yang tersedia untuk selanjutnya dapat dideteksi berupa pertanyaan dalam LKS ataupun berupa tes awal ( pre test) dan diakhir pembelajaran (post test), juga informasi yang diperoleh melalui lembar observasi.

Berdasar latar belakang di atas, permasalahan penelitian ini dapat di rumuskan, apakah melalui penggunaan alat peraga dapat meningkatkan Nilai Ulangan Harian siswa sekaligus minat belajar Matematika ?

KAJIAN TEORI

Media adalah bentuk jamak dari medium yang merupakan istilah Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar dapat pula diartikan sebagai alat, sarana, atau pengantar dapat pula diartikan sebagai alat, sarana atau wahana. Media sering kita temukan sebagai istilah dalam bidang komunikasi maupun transpotasi yang memiliki arti alat atau untuk bekomunikasi atau alat untuk transpotasi . Dalam dunia pendidikan dan pengajaran , biasanya disebut media pembelajaran. Oemar Hamalik ( 1980 : 23 ) menyatakan bahwa media pendidikan atau media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan intereaksi antar guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Menurut Association for Education and Comunication Technology ( AECT ), media adalah segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi. Media diartikan sebagai segala benda yang dapat di manipulasikan , dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Jelasnya media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga terdorong terjadinya proses belajar pada dirinya.  Demikian menurut definisi yang disampaikan oleh National Education Asociation ( NEA) ( Arief Sidharta,2006 : 5 )

Pengertian alat peraga

Menurut Estiningsih (1994) alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari.

Fungsi alat peraga

Fungsi utama dari alat peraga adalah untuk menurunkan keabstrakan dari konsep, agar siswa mampu menangkap arti sebenarnya konsep tersebut. Dengan melihat, meraba, dan memanipulasi obyek/alat peraga maka siswa mempunyai pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari tentang arti dari suatu konsep.

Manfaat Alat Peraga atau Media Pembelajaran

Peranan media pembelajaran sangatlah penting dalam kegiatan belajar –  mengajar.  Sangatlah sulit materi pelajaran tersampaikan dengan baik tanpa melalui media pembelajaran yang tepat. Menurut Oemar Hamalik ( 1980 ) secara umum manfaat media pembelajaran adalah sebagai berikut:

1.Meletakan dasar- dasar berpikir kongkret dan mengurangi verbalisme

2.Memperbesar perhatian para siswa.

3.Meletakan dasar- dasar penting untuk perkembangan belajar, membuat pelajaran  lebih mantap.

4.Memberi pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha  sendiri di kalangan siswa.

5.Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu, terutama dalam gambar yang sebenarnya.

6.Membantu tumbuh pengertianya pengertian atau perkembangan kemampuan    berbahasa.

7.Memberikan pengalaman – pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efesiensiyang lebih mendalam serta  keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Cara menentukan alat peraga

Demikian banyak bentuk dan macam alat peraga pembelajaran, akan tetapi yang terpenting adalah pemilihan bentuk dan macam alat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana ditempat terjadinya pembelajaran tersebut.

Secara terinci Arief Sidharta (2006) menyatakan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam memilih alat peraga pembelajaran yang dapat dirumuskan dalam kata ACTION, akronim dari access, cost, technology, interactivity, organization dan novetty

1.Access : Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia, mudah dan dapat dimanfaatkan oleh siswa?

2.Cost : Biaya juga harus dipertimbangkan .Banyak alat peraga yang canggih biasanya mahal, kita harus mempertimbangkan aspek manfaatnya alat peraga tersebut.

3.Technology : Mungkin kita tertarik pada suatu media tertentu, kita harus memperhatikan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya? Misalnya kita  akan menggunakan media audio visual, maka harus dipertimbangkan apakah fasilitas listrik, tegangan listrik tersedia dan sesuai?

4.Interractivity : Alat peraga yang kita kembangkan hendaknya dapat memunculkan komunikasi dua arah antara guru dengan siswa.

5.Organization : Perlu dipertimbangkan  apakah pimpinan sekolah atau pimpinan lembaga atau yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisiannya

6.Novelty : Biasanya media yang alat peraga yang baru lebih menarik bagi siswa sehingga kebaruan suatu alat peraga hendaknya menjadi pemilihan suatu media pembelajaran.

Selanjutnya pemilihan alat peraga pembelajaran harus melihat komponen perencanaan pembelajaran seperti:

1.Tujuan             : Alat peraga pembelajaran hendaknya sesuai dan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran.

2.Materi pembelajaran :  Materi yang dipilih hendaknya relevan dan tidak out of date .

3.Metode atau Pendekatan : Sebagai contoh, pemilihan metode demontrasi akan lebih banyak memerlukan media dari pada metode ceramah.

4.Evaluasi                           : Sebetulnya evaluasi mengukur keberhasilan tujuan. Oleh karena itu media yang dipilih selain mengacu pada tujuan terkait juga pada evaluasi yang digunakan.

5.Siswa : Pemilihan media pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan intelektual siswa, yaitu disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam hal membaca mendengar dan melihat.

Paparan seperti tersebut di atas mengenai pengertian, manfaat serta pemilihan media pembelajaran diserahkan sepenuhnya kepada guru yang bertugas mengelola proses pembelajaran di sekolah untuk senantiasa dapat menggunakan media pembelajaran dalam usahanya menjadi guru yang professional. Dari kajian teori di atas penulis menggambarkan kerangka berpikir dalam penelitian sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir di atas, maka dapat diasumsikan hipotesis tindakannya adalah : Dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Matematika, maka mutu pembelajaran Matematika akan meningkat.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan mulai bulan Juli 2016 dan selesai penyusunan laporan pada bulan Desember 2016. Penenlitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Lumbir Kabupaten Banyumas, dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Sebagai subJek penelitian adalah peserta didik kelas IX D SMP Negeri 1  Lumbir yang terdiri dari 32 anak, 13 peserta didik puti dan 19 peserta didik putra. Pemilihan kelas IX D sebagai sumber penelitian, karena berdasarkan observasi, kelas IX D merupakan kelas yang pada materi bab 1 paling rendah dibandingakn kelas IX yang lain dan kurang dari yang diharapkan dari Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yang diharapkan yaitu 75.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian yang  telah dilakukan penulis sebagai peneliti hingga siklus ke-dua pada bulan September 2016, dibantu oleh seorang guru rekan sejawat yang bertindak sebagai observer dan berfungsi sebagai teman diskusi dalam tahap refleksi. Adapun hasilnya seperti termuat pada table 1 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasar hasil observasi yang telah dilakukan dalam 2 siklus kegiatan pelaksanaan tindakan kelas diperoleh data bahwa aktivitas atau keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran mengalami kenaikan. Pada prasiklus prosentase keaktifavan siswa adalah 73,3% sedang pada siklus 1 menjadi 80 %, siklus 2 mencapai 93,3 %.

Hasil Observasi aktivitas siswa dapat dilihat pada grafik berikut :

 

 

 

 

 

 

 

Hasil  belajar  siswa     yang    ditunjukan oleh     nilai yang     mereka   peroleh   tiap Siklus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika prasiklus ketuntasan siswa secara klasikal hanya mencapai 28,1  % menjadi 38 % pada siklus 1 dan 68,8 % pada siklus 2.

Nilai tertinggi, rata-rata, ketuntasa belajar dan nilai terendah pada nilai ulangan harian prasiklus, siklus  1 dan siklus 2 dapat  dilihat dalam bentuk grafik sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa :

Para siswa merasa senang belajar menggunakan alat peraga hal ini dapat dilihat respon siswa yang menyatakan senang sampai  mencapai    88 %. Nilai ulangan harian siswa dari tiap – tiap siklus naik, prasiklus  rata-rata 64,4  yang tuntas 28,1 %. Siklus 1 rata-rata 65,3 yang tuntas 38 % Siklus 2 rata-rata 75,9 tuntas 68,8 %. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan alat peraga perlu adanya kerjasama antar guru mata pelajaran untuk menyiapkan alat peraga yang jenisnya beragam dengan cara dibagi- bagi sehingga dalam menyiapkan menjadi ringan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan Nilai Ulangan Harian siswa sekaligus minat belajar Matematika kelas IX D di SMP Negeri 1 Lumbir.

DAFTAR PUSTAKA

Aryati , 2006. Usaha Meningkatkan berkomunikasi dan aktivitas siswa pada Pembelajaran Matematika bagi siswa SMP. Yogyakarta : Perdana

Dra. Sumiati. Asra, M.Ed..Metode Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima

Didik Djunaedi. 2012. Mengenal Bangun dan Belajar Pecahan. PT. Gading Inti Prima.

Muchtar Abdul Karim, dkk. 2011. Pendidikan Matematika 2. Universitas Terbuka

Nuniek Avianti Agus. 2007. Mudah Belajar Matematika untuk Kelas IX SMP. PT. Karsa Mandiri Persada.

Rochmat Wahap, 2007. Pengembangan profesi Guru, Yogyakarta : Depdiknas

Sukirman, 2007.Bangun Ruang, Yogyakarta : Depdiknas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *