PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN REALIA PADA PEMBELAJARAN PROCEDURE TEXT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERESPON MAKNA DAN LANGKAH RETORIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 PURWAREJA KLAMPOK SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Biodata penulis

Nama lengkap Wahidah Kurniawati, S.Pd.
NIP/NUPTK 19730909 199702 2 002/2241651752300013
Jabatan Fungsional Guru
Pangkat dan Golongan Pembina / IV a
Tempat, Tgl Lahir Banjarnegara, 9 September 1973
Agama Islam
Sekolah SMP Negeri 3 Purwareja Klampok
Alamat Sekolah Jl. Raya Timur 343/51 Purwareja Klampok
Telp (0286) 479156
Rumah/HP 085227819500
Email wahid4h@gmail.com

Abstrak

Kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada materi procedure text di  SMP Negeri 3 Purwareja Klampok   masih rendah, dari 26 siswa hanya 1 siswa atau 3,85% yang mendapat nilai amat baik, sementara 16 anak atau 61,54 % berkatagori nilai baik, sedangkan selebihnya yaitu 9 siswa atau 34,61% berkatagori nilai cukup.

Best practice ini dilaksanakan di kelas IX  SMP Negeri 3 Purwareja Klampok semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Subyek best practice  22  siswa terdiri dari laki-laki  12 siswa dan perempuan  10 siswa.  Data best practice ini adalah data tentang kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada pada materi procedure text.  Teknik Pengumpulan Data  melalui metode observasi    Instrumen pengambilan data dengan lembar pengamatan untuk mengetahui kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada pada materi procedure text. 

Berdasarkan analisis data diperoleh hasil kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada pada materi procedure text  14  siswa atau 66,67 % kategori amat baik, 7 siswa atau 33,33,% kategori baik, tidak ada lagi siswa yang mempunyai kemampuan kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada pada materi procedure text yang berkategori cukup. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil best practice, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media Audio  Visual dan Realia dapat meningkatkan kemampuan  merespon makna dan langkah retorika pada pada materi procedure text.

KATA KUNCI: Media Audio Visual dan Realia, Kemampuan Merespon makna dan Langkah Retorika Pembelajaran Procedure Text

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Berdasarkan hasil ulangan harian KD 5.1 yaitu merespon makna  dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure dan report, pada materi procedure text menunjukan hasil yang cukup rendah. Dari 26 siswa hanya 1 siswa atau 3,85% yang mendapat nilai amat baik, sementara 16 anak atau 61,54 % berkatagori nilai baik, sedangkan selebihnya yaitu 9 siswa atau 34,61% berkatagori nilai cukup.

Berdasarkan  kondisi tersebut di atas perlu segera diambil suatu tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, penulis akan mengadakan pembelajaran menggunakan media audio Visual dan Realia dalam proses pembelajaran procedur text. Dengan kreativitas ini diharapkan  mampu  memberikan perbaikan dalam proses pembelajaran dan diharapkan  dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam membaca procedure text.

Rumusan Masalah

Berdasarkan kondisi tersebut permasalahan yang menjadi prioritas dalam perbaikan pembelajaran yaitu :  Bagaimanakah penerapan media Audio Visual dan Realia dapat meningkatkan kemampuan siswa  dalam merespon makna dan langkah retorika siswa kelas IX SMP N 3 Purwareja Klampok semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

Tujuan Best Practice

Secara umum best practice ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Secara khusus best practice ini bertujuan untuk  menerapkan penggunaan media Audio Visual dan Realia untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam merespon makna dan langkah retorika siswa kelas IX SMP N 3 Purwareja Klampok semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Media Audio Visual

Media audio-visual adalah  media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audio visual merupakan sebuah alat bantu audio visual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide. Dari hasil penelitian media audio visual sudah tidak diragukan lagi dapat membantu dalam pengajaran apabila dipilih secara bijaksana dan digunakan dengan baik. Beberapa manfaat alat bantu  audio visual adalah:

a) Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar,

b) Mendorong minat,

c) Meningkatkan pengertian yang lebih baik,

d) Melengkapi sumber belajar yang lain,

e) Menambah variasi metode mengajar,

f) Menghemat waktu,

g)  Meningkatkan keingintahuan intelektual,

h) Cenderung mengurangi ucapan dan pengulangan kata yang tidak perlu,,

i) Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama,

j) Dapat memberikan konsep baru dari sesuatu diluar pengalaman biasa.

Pengertian Realia

Realia (objek) adalah benda sebenarnya dalam bentuk utuh. Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. Pemanfaatan media realia tidak harus selalu dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, tetapi dapat juga dengan cara melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut dilokasinya. Realia dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan hidup aslinya. Menurut Brown (dalam Tim PLPG, 2009) ciri media realia yang asli adalah benda yang masih berada dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagaimana wujud aslinya. Media realia sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu.

Pengertiana Procedure Text

Pengertian Procedure Text

Procedure text is a text that is designed to describe how something is achieved through a sequence of actions or steps”. Jadi yang dimaksud dengan procedure text adalah sebuah jenis teks yang berfungsi untuk menggambarkan bagaimana sesuatu dilakukan atau dicapai melalui urutan tindakan atau langkah yang benar.

a.Tujuan Procedure Text

          To inform how to make or to do something.

Tujuan komunikatif dari procedure text adalah bagaimana seorang  penulis

mampu memahamkan pembaca tentang cara melakukan,  menyelesaikan

atau mencapai  sesuatu dengan cara yang runtut dan benar atau prosedural.

b.Generic Structure Procedure Text

1.The Goal / Tujuan

Pada bagian ini, penulis mencoba menjelaskan tentang apa  yang akan dibuat atau dicapai melalui serangkaian langkah yang akan dijelaskan pada paragrap berikutnya sehingga pembaca tidak salah paham tentang apa yang sedang dibicarakan.

2.Material Needed /Bahan yang dibutuhkan

Setelah pembaca mengetahui sesuatu apa yang akan dibuat atau dicapai,    kemudian penulis memaparkan materi atau bahan  bahan yang harus dipersiapkan atau dibutuhkan agar sesuatu tersebut dapat dicapai dengan baik. Jadi pastikan semua bahan atau materi sudah lengkap sebelum mulai membuatnya.

3..Steps to Achieve the goal / Langkah-langkah
Jika bahan-bahan atau materi yang dibutuhkan sudah lengkap, barulah

penulis memberitahukan langkah-langkah yang harus dilakukan secara

runtut atau urut. Jadi pada bagian ini penulis harus menjelaskannya secara

urut dan tidak boleh loncat-loncat.

c.Language Feature of Procedure Text/ Ciri kebahasaan

1.Menggunakan Present Tense

2.Menggunakan imperative sentence/ kalimat perintah misalnya buatlah

(make), tuanglah (pour) dan sebagainya.

3.Menggunakan temporal conjunction ( untuk menunjukan urutan.

Contoh : first, then, after that before, after, while dan  sebagainya

PEMBAHASAN

A.Ide Dasar Rancangan

Secara lengkap ide dasar kerangka berpikir penggunaan media Audio Visual dan Realia dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.Prosedur Pelaksanaan

1.Waktu dan Tempat

Best Practice ini dilakukan di SMP Negeri 3 Purwareja Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Best Practice ini dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Inggris selama 3 pertemuan. Jadwal pelaksanaan Best practice sebagai berikut:

Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 Oktober 2016.

Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2016

Pertemuan 3 dilaksanakan pada hari Rabu  tanggal 2 November 2016

2.Cara Pemecahan Masalah

Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan best practice ini meliputi :

a) menyusun Rencana Program Pelaksanaan best practice

b) menyusun Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran,

c) menayangkan vidio tentang prosedur teks,

d) menyusun Lembar Kerja berdasarkan tayangan vidio,

e) menyusun  kisis-kisi, kunci jawaban dan norma penilaian

f) memrintahkan siswa untuk mencari realia yang sesuai dengan materi,

d) menyusun  evaluasi.

Langkah-langkah dalam penyelesaian masalah rendahnya hasil belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan media Audio Visual dan Realia meliputi :

Pertemuan 1

a.Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan langkah pembelajarannya sebagai berikut :

1) meminta peserta didik berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas,

2) meminta peserta didik untuk berdo’a,

3) menanyakan keberadaan siswa (mengabsen  siswa)

4) menyampaikan tujuan pembelajaran,

5) tanya jawab tentang teks yang akan dibahas,

6) menjelaskan pentingnya materi yang akan dipelajari.

b.Kegiatan Inti

Kegiatan inti pembelajaran, langkah-langkah yang dilaksanakan meliputi :

1) siswa mengamati vidio tentang prosedur teks,

2)siswa dan guru  melakukan tanya jawab tentang vidio yang ditayangkan,

3) guru membentuk kelompok  yang terdiri dari 4/5 siswa,

4) secara berkelompok siswa mengerjakan lembar kerja.

c.Kegiatan Penutup

Pada kegiatan ini meliputi :

1) guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari realia yang berhubungan dengan materi prosedur teks berupa makanan, minuman dan manual.

Pertemuan 2

a.Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan, langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :

1) meminta peserta didik berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas,

2) meminta peserta didik untuk berdo’a,

3) menanyakan keberadaan siswa (mengabsen  siswa)

4)  tanya jawab tentang tugas yang diberikan guru untuk mencari realia.

b.Kegiatan Inti

Kegiatan inti pembelajaran, langkah-langkah yang dilaksanakan meliputi :

1) guru membentuk kelompok  yang terdiri dari 4/5 siswa,

2)secara berkelompok siswa membuat procedure text berdasarkan realia yang ditemukan,

3) siswa mempresentasikan hasil karya berupa procedure text di depan kelas

4) siswa memajang karya di papan pajang dan mengadakan kunjung karya ke kelompok lain.

c.Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup ini meliputi :

1)bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan  pelajaran,

2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

-merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk evaluasi

Pertemuan 3

a.Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan, langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :

1) meminta peserta didik berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas,

2) meminta peserta didik untuk berdo’a,

3) menanyakan keberadaan siswa (mengabsen  siswa)

b.Kegiatan Inti

Kegiatan inti pembelajaran, langkah-langkah yang dilaksanakan meliputi :

1) guru memberikan lembar evaluasi,

2)secara individu siswa mengerjakan evaluasi tersebut.

c.Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup ini meliputi :

1)guru menanyakan proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dan media realia

C.Hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada KD 5.1 yaitu merespon makna  dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure dan report, pada materi procedure text menunjukan hasil yang cukup rendah. Dari 26 siswa hanya 1 siswa atau 3,85% yang mendapat nilai amat baik, sementara 16 anak atau 61,54 % berkatagori nilai baik, sedangkan selebihnya yaitu 9 siswa atau 34,61% berkatagori nilai cukup.

Berdasarkan kondisi  tersebut penulis memandang perlu dilakukan tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran agar hasil belajar siswa akan lebih optimal.  Tindakan yang penulis lakukan untuk perbaikan pembelajaran dengan melakukan pembelajaran atau best practice dengan judul “Penggunaan Media Audia Visual Dan Realia Untuk Meningkatkan Kemampuan  Merespon Makna Dan Langkah Retorika Pada Materi Procedure Text Di Kelas 9, SMP Negeri 3 Purwareja Klampok Semester 1 tahun pelajaran 2016/2017”

Data tentang kemampuan hasil belajar siswa pada meteri procedur text diambil setelah melakukan pembelajaran dengan menerapkan penggunaan media audio visual dan realia dengan menggunakan  instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri dari 4 indikator. Secara lengkap data hasil ulangan harian tersebut adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas terlihat jumlah siswa yang hasil belajarnya amat baik 14 siswa atau 66,67%, jumlah siswa yang hasil belajarnya baik 7 siswa sedangkan siswa yang hasil belajarnya cukup dan kurang sudah tidak ada lagi. Secara umum kemampuan merespon makna dan langkah retorika dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris pada materi procedure text di SMP Negeri 3 Purwareja Klampok kelas 9 mempunyai kategori nilai amat baik.

Data tentang kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada materi procedure text  diambil setelah melakukan pembelajaran dengan menerapkan media Audio visual dan Realia.

Hasil penerapan media Audio visual dan Realia untuk meningkatkan kemampuan merespon makna dan langkah retorika pada materi procedure text dapat dilihat dalam bentuk grafik berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan grafik di atas menunjukan  hasil belajar siswa naik secara signifikan, yaitu nilai yang berkategori amat baik naik dari 3,85% pada kondisi awal menjadi 66,67 % pada hasil best practice. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan media audio visual dan realia sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran, sehingga materi yang sulit dipahami menjadi lebih mudah dipelajari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual dan realia dalam proses pembelajaran procedure text dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 9 SMP Negeri 3 Purwareja Klampok, Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan audio visual dan realia terbukti dapat meningkatkan ksil belajar siswa dan merupakan kegiatan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Situasi di kelas tidak hanya dikuasi oleh guru berikut gambar – gambar situasi pembelajaran yang dilakukan guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar tersebut masih menunjukan situasi pembelajaran pada pertemuan pertama. Guru memberikan lembar kerja siswa yang berhubungan dengan tayangan vidio kemudian secara berkelompok siswa mendiskusikannya.

 

 

 

 

 

 

 

Situasi pembelajaran pada pertemuan yang ke dua, siswa ditugaskan untuk mencari realia dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan procedure text berupa makanan , minuman dan manual kemudian secara berkelompok siswa mengerjakan lembar kerja untuk mencari informasi yang ada pada realia yang telah ditemukan.

 

 

 

 

 

 

 

Pada gambar tersebut, terlihat siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi tentang realia yang telah ditemukan.

 

 

 

 

 

 

 

Setelah mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, kemudia siswa memajangnya untuk dilihat/dinilai oleh teman-teman yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini merupakan hasil diskusi siswa tentang realia yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa yang berhubungan dengan procedure text.

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan tentang proses pembelajaran / best practice melalui media audio visual dan realia pada materi procedure text yang dilaksanakan di kelas 9 SMP Negeri 3 Purwareja Klampok semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.Penerapan media audio visual dan realia dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris pada materi procedure text siswa kelas 9 SMP Negeri 3 Purwareja Klampok semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

2.Penerapan media audio visual dan realia sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran, sehingga materi yang sulit dipahami menjadi lebih mudah dipelajari.

3.Implikasi

Secara teoritis bahwa penerapan media audio visual dan realia dapat dikembangkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris karena mempunyai keunggulan-keunggulan antara lain : a) membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar, b) meningkatkan pengertian yang lebih baik, c) melengkapi sumber belajar yang lain, d) menambah variasi metode mengajar, e) membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama. Sekolah dapat lebih memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengelola proses pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SMP Negeri 3 Purwareja Klampok.

B.Saran

1.Saran Untuk Penulisan Lanjut

2.Pengumpulan data pada proses pembelajaran ini masih belum maksimal hal ini dapat dikembangka pada penulisan selanjutnya.

3.Instrumen lembar observasi yang digunakan dalam penulisan ini masih merupakan instrumen yang tingkat validasinya belum memuaskan, penulis berikutnya dapat menggunakan instrumen yang standar atau validitas dan reliabilitas yang standar.

4.Penerapan Hasil Penulisan

Mengingat penerapan media audio visual dan realia dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris maka guru perlu menerapkan dalam media tersebut di sekolahnya. Sekolah perlu memberi fasilitas kepada guru agar menerapkan media audio visual dan realia agar hasil belajar siswa meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Arsyad (2002). Media pembelajaran.Jakarta: rajawali Press.p.1.

Ena, Ouda Teda. 2001. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan

Piranti  Lunak Presentasi. Yogyakarta: Indonesian Language and

Culture Intensive Ciurse Universiatas Sanata Dharma.

Sudjana dan Rivai.2009. Media pengajaran. Bandung:Sinar Baru.p.2

Indriana, D. 2011. Ragam Alat Baantu Media Pengajaran. Mengenal,

 Merancang,  dan Mempraktikannya. Jogjakarta: DIVA Press.p.15.

Anita Lie. (2002). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia

Widiasarana Indonesia.p.2

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12mediapembelajara/media

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *