PENGGUNAAN MEDIA BEJANA BERHUBUNGAN BERSKALA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI PERBANDINGAN SUHU SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI SLATRI 03 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/2015

rohidin

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan penguasaan materi perbandingan pada siswa kelas VI SDN Slatri 03. Tindakan yang dilakukan adalah pendekatan pembelajaran melalui penggunaan media pembelajaran “Bejana berhubungan berskala”. Hasil analisis pelaksanaan tindakan selama 2 siklus menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dimana sebelum siklus siswa yang tuntas hanya ada 9 siswa (36%) pada siklus I meningkat menjadi 17 siswa (68%) dan pada siklus II menjadi 22 siswa (88%).

Kata Kunci : Media, Bejana Berhubungan, Berskala

PENDAHULUAN

Hasil brainstroming penulis dengan guru kelas VI SD Negeri Slatri 03, hasil ulangan harian siswa pelajaran matematika materi perbandingan selalu rendah. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan pemecahan masalah menggunakan perbandingan. Nilai rata-rata tes formatif siswa kelas VI SD Negeri Slatri 03 Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 hanya mencapai 59,6 dengan jumlah siswa tuntas atau mencapai nilai 65 sesuai KKM sebanyak 9 siswa dan persentase ketuntasan sebesar 36%.

Kondisi seperti di atas menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan materi pembelajaran, hal ini juga bahwa siswa memiliki motivasi yang rendah dalam kegiatan pembelajaran, terutama pelajaran Matematika. Dengan motivasi yang rendah, sangat sulit bagi guru maupun siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Menghadapi kondisi semacam ini, peneliti merasa perlu untuk membantu mengadakan kajian melalui penelitian tindakan kelas dengan melakukan inovasi pembelajaran agar siswa dapat termotivasi dan lebih mudah menguasai materi pembelajaran. Untuk itu penulis berusaha menciptakan media yang dapat membantu untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memotivasi minat belajar siswa sehingga penguasaan materi siswa meningkat adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu sumber belajar yang sangat penting dan diperlukan dalam pembelajaran adalah alat peraga/praktik yang dapat membantu guru memperjelas dan memvisualkan konsep atau pengertian serta melatih siswa untuk mencapai keterampilan tertentu.

Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah dengan menggunakan media Bejana berhubungan berskala pada saat mengajarkan matematika materi perbandingan suhu dapat meningkatkan penguasaan materi sehingga hasil belajar siswa lebih meningkat?

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: (1) Meningkatnya penguasaan materi pembelajaran siswa kelas VI SD Negeri Slatri 03 terhadap pelajaran matematika sehingga meningkat pula hasil belajarnya, (2) Mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika mengubah suhu dari skala tertentu ke skala lainnya melalui media/alat peraga bejana berhubungan berskala.

KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pengertian Media

Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S. Hamijaya). Sedangkan menurut Gerlack dan Ely (1980), media adalah grafik, fotografik, elektronik dan alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi lisan atau pandang dalam (Sri Anilah W. 1987:1-72).

Secara umum dapat dimengerti bahwa Media Pembelajaran adalah sarana seperti buku, film, video, kaset, slide dan sebagainya yang diterapkan dalam proses pendidikan untuk merangsang, pikiran, perasaan, perhatian dan minat sedemikian rupa yang memungkinkan proses belajar mengajar terjadi sehingga tujuan bisa tercapai secara optimal.

Fungsi Media Edukatif

Darhim (1993) Media Pembelajaran berfungsi: (1) menghindari kesalahan komunikasi, (2) meningkatkan hasil proses belajar mengajar, (3) membangkitkan minat belajar (4), menyajikan konsep matematika yang abstrak ke dalam bentuk kongkrit dan (5) membantu daya ingat. Media pendidikan yang baik sebagai salah satu komponen pendidikan dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan komunikasi pendidikan. Media dikatakan berhasil membawa pesan, bila kemudian terjadi perubahan tingkah laku atau sikap belajar pada diri siswa.

Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran matematika, dipakai suatu strategi yaitu mengaktifkan siswa untuk belajar. Pada dasarnya strategi tersebut bertumpu pada dua hal sebagai berikut: (1) Optimalisasi interaksi antar semua elemen pembelajaran (guru, siswa dan media), (2) Optimalisasi keikutsertaan seluruh sense siswa (panca indera, nalar, rasa dan karsa).

Hasil Belajar.

Gagne (dalam Gratler,1989). Hasil belajar diistilahkan sebagai kapabi­litas yang meliputi lima macam kapabilitas sesuai dengan  kata­gori atau jenis belajarnya, yaitu: informasi verbal, ketrampilan intelek, strategi kognitif, ketrampilan gerak/motorik, dan sikap (Gredler, 1986:190). Hasil belajar menurut Gagne ini, hampir sama dengan pendapatnya Bloom yang telah disebutkan di atas, yaitu hasil yang mencakup ranah penge­tahuan, ketrampilan dan sikap.

Melalui  hasil  tes  ini  dapat diketahui  daya serap atau tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai  materi pelajaran  yang telah  diajarkan. Setelah skor hasil tes diolah dan disusun dalam bentuk nilai raport, selanjutnya dapat digunakan, antara lain: 1) untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa, 2) sebagai laporan kepada orang tua siswa, 3) umpan balik bagi guru sehubungan dengan program pembelajaran yang telah dilaksanakan dan bagi sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan dan sekaligus sebagai indikator produktivitas sekolah, baik secara intern maupun ekstern. Secara intern dengan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa, diasumsikan bahwa kurikulum yang dijadikan sebagai pedoman telah relevan dengan kebutuhan siswa dan masyarakat. Sedangkan secara ekstern dengan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa, diasumsikan bahwa siswa akan mampu mengembangkan eksistensi dirinya dalam kehidupan di masyarakat.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Jika dalam pembelajaran matematika materi perbandingan suhu menggunakan media bejana berhubungan berskala maka penguasaan materi siswa kelas VI SD Negeri Slatri 03 akan meningkat”.

Indikator Keberhasilan

Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini, adalah: (1) sekurang-kurangnya 75% siswa termotivasi dalam pembelajaran matematika, (2) adanya peningkatan prestasi belajar sekurang-kurangnya 85% siswa mencapai nilai KKM 65, dan (3) peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan media bejana berhubungan berskala.

PELAKSANAAN PENELITIAN

  1. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Slatri 03, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mata pelajaran matematika materi perbandingan dan skala sub konsep cara mengubah suhu dari skala tertentu ke skala yang lainnya tahun pelajaran 2014/2015 Semester II.

Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Slatri 03 sejumlah 25 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Dari sejumlah siswa tersebut memiliki kemampuan intelektual yang berbeda. Hanya ada bebrapa anak yang dapat dengan cepat menguasai materi pembelajaran. Sedangkan yang lainnya perlu kesabaran dan ketelatenan guru untuk membimbing. Rasa bersaing diantara mereka juga kurang terlihat.

  1. Prosedur/siklus Penelitian

Prosedur penelitian ini meliputi:

  1. Perencanaan Tindakan (Planning)

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, peneliti melakukan berbagai persiapan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Langkah awal, peneliti mengidentifikasi permasalahan motivasi dan hasil belajar Matematika pada siswa kelas VI.
  2. Peneliti menetapkan prioritas permasalahan secara operasional.
  3. Peneliti menentukan cara pemecahan masalah yang dihadapi.
  4. Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang meliputi:
  • Menyusun rancangan/desain pembelajaran dengan menggunakan media Bejana berhubungan berskala.
  • Menyusun rancangan alat bantu dan media pembelajaran
  • Menyusun alat/instrumen pengumpulan data yang berupa lembar observasi, soal, dan angket.
  • Menyusun rancangan pengolahan data, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
  • Mempersiapkan penyusunan laporan hasil dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan.
    1. Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Pelaksanaan tindakan dan pengamatan dalam penelitian ini dibagi dalam 2 siklus. Setiap siklus dibagi dalam dua kali pertemuan. Kegiatan pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus, dibarengi dengan pengamatan yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Guru melaksanakan desain pembelajaran dengan media bejana berhubungan berskala yang telah direncanakan.
  2. Guru melakukan pembelajaran dengan sesuai sekenario yang dibuat.
    1. Pemantauan (Observing)

Pada kegiatan pemantauan peneliti dan kolabor mengumpulkan data-data untuk mengetahui sejauh mana efektivitas tindakan kelas ini dilakukan. Data tentang peningkatan penguasaan materi pembelajaran diperoleh dari nilai tes formatif dan nilai-nilai tugas yang diberikan, sedangkan data tentang sikap antusias, motivasi, aktivitas siswa dan efektifitas pemilihan dan penggunaan media dalam pembelajaran diperoleh dari observasi selama PBM oleh guru mitra/kolabor.

  1. Analisis dan Refleksi

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, datanya dapat diperoleh dari data kuantitatif. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menelaah seluruh data yang dikumpulkan. Penelaahan dilakukan dengan cara menganalisis, mensintesis, memaknai, menerangkan, menginterpretasi dan membuat kesimpulan.  Kegiatan penelaahan pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal penjaringan data.
  2. Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian. Hasil yang diperoleh dapat berupa pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran dengan media bejana berhubungan beskala.
  3. Menarik kesimpulan.
  4. Indikator Kinerja.

Indikator ketercapaian tujuan penelitian ini, dapat disintesakan dengan indikator kinerja yang ditetapkan. Dalam penelitian ini, indikator motivasi belajar dapat dilihat dari Kemandirian dan Sikap dalam pembelajaran.

Sedangkan untuk indikator keberhasilan hasil belajar Matematika berdasarkan KKM yaitu 6,5 (enam koma lima) secara individual dan 85% secara klasikal. Artinya siswa dalam satu kelas 85% harus mencapai/  memperoleh minimal nilai 6,5.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Tindakan

Setelah dilaksanakan serangkaian tindakan selama 2 siklus berdasarkan data hasil tes formatif siswa diperoleh gambaran seperti tertera pada grafik 1.

Grafik 1.  Nilai Rata-rata Kelas, Persentase Ketuntasan dan Jumlah Siswa Tuntas belajar

jumlah

Memperhatikan grafik batang di atas nilai rata-rata tes formatif siswa kelas VI SD Negeri Slatri 03 sebelum siklus hanya mencapai 59,6 dengan jumlah siswa tuntas atau mencapai nilai 65 sesuai KKM sebanyak 9 siswa dan persentase ketuntasan sebesar 36%.

Setelah pembelajaran menggunakan media “Bejana berhubungan berskala” pada siklus I penilaian tes formatif siswa rata-rata kelasnya menjadi 68 jumlah siswa tuntas belajar bertambah menjdi 17 siswa dan persentase ketuntasannya sebesar 68%. Pada siklus II dibandingkan dengan siklus I nampak ada peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang terlihat dengan adanya kenaikan nilai rata-rata tes formatif menjadi 81,6 dengan ketuntasan belajar mencapai 88% dan jumlah siswa tuntas atau mencapai nilai KKM ke atas sebanyak 22 siswa.

Sedangkan hasil pengamatan aspek motivasi siswa ditunjukkan sebagaimana terlihat pada tabel berikut.

Tabel  1 Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kemandirian Belajar

Skor Keterangan Siklus I Siklus II
Jumlah % Jumlah % Ket.
1 Tidak mandiri 0 0 0 0
2 Kurang mandiri 10 40 4 16
3 Mandiri 12 48 15 60
4 Sangat mandiri 3 12 6 24
Jumlah 25 100 25 100

Tabel  2 Rekapitulasi Hasil Pengamatan Sikap Siswa

Skor Keterangan Siklus I Siklus II
Jumlah % Jumlah % Ket
1 Tidak senang 0 0 0 0
2 Kurang senang 8 32 2 8
3 Senang 11 44 14 56
4 Sangat senang 6 24 9 36
Jumlah 25 100 25 100

Berdasarkan data tabel di atas menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan adanya kemandirian belajar siswa dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Hasil analisis dan refleksi tindakan siklus I dan berdasarkan pengamatan ada beberapa masalah, antara lain: masih ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran. Hal ini barangkali disebabkan adanya kehadiran guru peneliti dan guru pengamat. Perhatian guru belum menyeluruh ke semua siswa. Berkenaan dengan media, tulisan atau angka-angkanya terlalu kecil sehingga tidak kelihatan dari belakang sehingga guru perlu berkeliling atau tulisannya diperbesar. Pada saat pengisian air dalam media masih ada gelembung udara yang masuk sehingga pergerakan air masih agak tehambat. Rencana tindakan dengan refleksi siklus I hanya lebih mengoptimalkan media sehingga lebih jelas dan lebih lancar dan lebih meningkatkan keterlibatan siswa melalui lembar tugas penyusunan tabel perbandingan suhu.

Peningkatan minat, motivasi dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran siklus II ini disebabkan siswa memahami dan menemukan cara yang lebih mudah dan cepat dalam mengubah suhu dari skala tertentu ke skala yang lain. Menurut pengamatan kolabor peningkatan aktivitas siswa ini juga ditunjukkan dengan adanya keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas. Suasana kelas juga menjadi lebih kondusif, siswa proaktif dalam diskusi kelas dan interaksi siswa juga terlihat jelas.

Karena waktu pelaksanaan pemberian tindakan baru 2 (dua) siklus, maka hasil refleksi siklus II dapat disimpulkan bahwa kegiatan guru sebagai agen perubahan pembelajaran belum sepenuhnya berhasil dan siswa (sebagai subjek penelitian) namun hasilnya sudah memuaskan atau sesuai yang diharapkan.

Pembahasan

Pembelajaran Matematika tentang perbandingan suhu dengan menggunakan media “Bejana berhubungan berskala” secara baik dan optimal yang divariasi dengan penerapan multi metode tenyata dapat meningkatkan penguasaan materi pembelajaran bagi siswa dengan lebih mudah.

Dari pelaksanaan tindakan selama 2 (dua) siklus di atas, dapat diketahui bahwa fluktuasi persentase motivasi belajar selama pemberian tindakan bergerak dengan menunjukkan adanya peningkatan yang cukup tinggi.

  1. Motivasi belajar siswa

Berdasarkan hasil pengamatan selama pemberian tindakan, dapat dijelaskan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan media “Bejana Berhubungan Berskala” ternyata mampu meningkatkan motivasi belajar siswa ini dapat dilihat dari pernyataan guru kolabor maupun hasil refleksi, bahwa sejak awal hingga akhir pelaksanaan pembelajaran mununjukkan aktivitas yang meningkat atau tinggi.

Motivasi belajar yang dimaksudkan mencakup kemandirian siswa dan sikap siswa terhadap pelajaran. Kemandirian siswa berdasarkan hasil penelitian menunjukkan siswa kurang mandiri mengalami penurunan dari 13 siswa (52%) pada pra tindakan, menjadi 10 siswa (40 %) pada siklus I, dan menjadi 4 siswa (16%) pada siklus II.  Kualifikasi yang menyebutkan siswa mandiri mengalami kenaikan dari 6 siswa (24%) pada pra tindakan, menjadi 12 siswa (40%) pada siklus I, dan menjadi 15 siswa (60%) pada siklus II.  Kualifikasi yang menyebutkan siswa sangat mandiri mengalami kenaikan dari 2 siswa (8%) pada pra tindakan, menjadi 3 siswa (12%) pada siklus I, dan menjadi 6 siswa (24%) pada siklus II.

Sikap siswa terhadap pembelajaran kualifikasi yang menyatakan kurang senang menunjukkan penurunan dari 13 siswa (52%) pada pra tindakan menjadi 8 siswa (32%) pada siklus I dan menjadi 2 siswa (8%) pada siklus II.  Kualifikasi yang menyatakan senang mengalami kenaikan dari 8 siswa (32%) pada pra tindakan menjadi 11 siswa (44%) pada siklus I, dan menjadi 14 siswa (56%) pada siklus II.  Kualifikasi yang menyatakan sangat senang mengalami kenaikan dari 2 siswa (8%) pada pra tindakan menjadi 6 siswa (24%) pada siklus I, dan menjadi 9 siswa (36%) pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan karena adanya tindakan sebagaimana yang dikemukakan McDonald dalam Hamalik (1992:173) bahwa motivasi merupakan suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang dikarakteristiki oleh pemacu yang efektif dan reaksi-reaksi tujuan awalnya peran guru sangat besar dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak didik agar dalam menjalankan tugasnya dapat berhasil dengan baik. Dalam PTK ini perubahan gaya mengajar guru juga memberikan kontribusi bagi peningkatan motivasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat ketika siklus 1 guru sering memberikan sanksi untuk memacu siswa untuk berani menjawab pertanyaan, telah berubah dengan tidak melakukan lagi artinya guru tidak lagi menggunakan sanksi pada siswa, guru menggunakan pujian untuk memotivasi siswa untuk berani bertanya, menjawab dan melakukan tugas lebih baik.

  1. Hasil belajar siswa

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pengamatan terhadap siswa selama pembelajaran, dapat dijelaskan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan media “Bejana Berhubungan Berskala” ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa ini dapat dilihat, bahwa sejak awal hingga akhir pelaksanaan pembelajaran mununjukkan hasil yang semakin meningkat sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 3   Perbandingan Hasil Evaluasi

No Kegiatan Tuntas Belum Tuntas
Jml % Jml %
1 Pra Tindakan 9 36 16 64
2 Tindakan Siklus I 17 68 8 32
3 Tindakan Siklus II 22 88 3 12

Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikkan yang tuntas belajar dari 9 siswa (36%) pada pra tindakan menjadi 17 siswa (68%) pada siklus I, dan menjadi 22 siswa (88%) pada siklus II.  Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 16 siswa (64%) pada pra tindakan menjadi 8 siswa (22%) pada siklus I, dan menjadi 3 siswa (12%) pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini telah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar seiring dengan penguasaan materi yang semakin meningkat pula. Pembelajaran Matematika dengan pendekatan media “Bejana berhubungan berskala” dapat memudahkan guru mentransfer materi perbandingan suhu dan dapat mendorong siswa lebih aktif karena dalam kegiatan ini terjadi interkasi komunikasi edukatif yang sangat efektif yang terjadi dua arah.

 

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) siklus dengan menerapkan media pembelajaran “Bejana berhubungan berskala” dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut: (1) Peningkatan minat dan motivasi belajar matematika materi perbandingan suhu melalui media pembelajaran “Bejana berhubungan berskala” dapat meningkatkan penguasaan siswa tentang mengubah suhu dari skala tertentu ke skala lainnya. (2) Dengan media “Bejana berhubungan berskala” ternyata mampu mengarahkan perhatian siswa terhadap pembelajaran yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. (3) Peningkatan kemampuan mengajar guru dengan melakukan inovasi pembelajaran melalui media “Bejana berhubungan berskala” tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, kondusif dan menyenangkan.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dipaparkan di atas dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Dalam menggunakan media pembelajaran di kelas sebaiknya menggunakan media yang benar-benar relevan. (2) Untuk lebih meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika guru diharapkan memiliki kinerja yang tinggi dan lebih mengoptimalkan penggunaan media pada setiap pembelajaran. (3) Hasil penelitian ini belum dapat dikatakan sempurna, oleh sebab itu perlu ada pengembangan dan penyempurnaan pada penelitian-penelitian berikutnya dengan instrumen-instrumen penelitian yang validitas dan realibilitasnya telah teruji dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Dj. dkk ( 1993 ). Metodik Khusus Pengajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.

Direk Dikdas dan Kabid Dikdas (1993). Dikdaktik Metodik Umum. Jakarta : Karunia

Mulyasa, E.. 2005. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Oemar Hamalik. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Rusefendi, E.T (1980) Pengajaran Matematika Modern Untuk Orang Tua Murid, Guru dan SPG. Bandung: Tarsito

Sri Anilah, W. ( 1987 ). Media Pendidikan (Modul Universitas Terbuka). Jakarta: Depdikbud.

Lampiran 1

REKAPITULASI NILAI ULANGAN MATEMATIKA

KELAS VI

No. Nama Siswa Nilai dan Tanggal Pelaksanaan Ket.
Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Alfatir Fadia Elbas 50 60 80
2 Alfiyah Luthfiyani 70 70 80
3 Angga Utomo 40 60 90
4 Della Pinkan Nia N. 70 80 100
5 Dian Tika Anggraini 50 70 80
6 Dian Tina Cahyaningsih 70 70 80
7 Ela Mar`atus Solikha 40 50 60
8 Elkhan Fiftin Septiani 50 60 70
9 Erni Nur Ardita 40 50 50
10 Faizal Risqi 90 90 100
11 Ilham Ibrahim 50 50 70
12 Imam Riyadi 50 70 80
13 Iqbal Adi Saputra 90 90 90
14 M. Aditia Dermawan 50 70 70
15 Ma`muri 70 50 90
16 Moh. Alip Gustoni Adam 40 50 50
17 Muhammad Haekal 60 70 80
18 Nazilah 70 60 100
19 Noni Sela 40 70 90
20 Nur Lita Dewi Sinta 60 70 80
21 Putri Oktaviyani 60 80 100
22 Riski Apriyanto 60 70 80
23 Sab`a Nabatin Fatkharizqi 60 70 80
24 Sahrul Ramadhan 80 80 100
25 Sella Karena 80 90 90
Jumlah 1.490 1.700 2.040
Rata-rata 59,6 68 81,6

DATA PRIBADI

Nama                                          :     Rohidin, S.Pd.SD

NIP                                              :     19680523 199401 1 001

Pangkat / Golongan Ruang    :     Pembina,  IV/a

Jabatan                                       :     Kepala Sekolah

Unit Kerja                                   :     SD Negeri Slatri 03 UPTD Pendidikan Kecamatan Larangan

Alamat Pos                                :     Kubangwungu RT.02/03 Kec. Ketanggungan,Brebes 52263

 

PENDIDIKAN

S.Pd.SD  Pendidikan Guru SD       :     FKIP-PGSD. UT Jakarta, 2007

A.Ma.Pd  Pendidikan Guru SD       :     FKIP-PGSD. UT Jakarta, 2002

Pendidikan Guru                               :      SPG Negeri Tegal, 1987




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *